Rabu, 12 Februari 2020

Gara-gara Eskalator Rusak, Seisi Disneyland Paris Panik

Kejadian rusaknya eskalator di taman rekreasi terkenal Disneyland Paris sempat membuat seluruh pengunjung panik. Kok bisa?

Dikumpulkan detikcom dari berbagai sumber, Senin (25/3/2019), peristiwa itu terjadi pada Sabtu pekan lalu (23/3) di Disneyland Paris seperti diberitakan media The Sun. Disneyland Paris adalah tempat wisata di Prancis yang populer.

Kronologisnya, pengunjung yang tengah asyik berwisata di Disneyland Paris tiba-tiba mendengar semacam bunyi seperti ledakan keras di udara setelah pukul 21.00 malam waktu setempat. Sontak wisatawan pun langsung panik dan berhamburan.

Tak hanya pengunjung Disneyland, pihak keamanan dan polisi bersenjata juga langsung bergegas menuju asal bunyi. Hanya ketika diselidiki, asal bunyinya ternyata sungguh tidak penting..

"Kelihatannya eskalator yang mengalami kerusakan itu telah menyebabkan masalah," ujar juru bicara Stasiun RER di Marne la Vallee yang tak disebutkan namanya.

Lebih lanjut juru bicara Disneyland Paris, Prancis mengatakan kalau bunyi itu bukanlah ledakan, tembakan dan lainnya selain bunyi yang berasal dari eskalator rusak. Bikin kaget saja...

Antusiasme Traveler Sambut MRT Jakarta Untuk Wisata

MRT Jakarta resmi sudah melayani masyarakat. Para traveler menyambut antusias moda transportasi baru ini.

Presiden Jokowi telah meresmikan MRT Jakarta pada Minggu (24/3) kemarin. Harapannya tentu perilaku komuter masyarakat juga semakin tertib. Kegembiraan masyarakat menyambut MRT sudah tampak sejak periode uji coba MRT Jakarta.

detikcom pun mencobanya pada Sabtu (23/3/2019) dari Stasiun Dukuh Atas BNI. Ratusan orang datang karena akhir pekan kemarin hanya butuh mengisi formulir di tempat untuk mencoba MRT Jakarta.

Setiap orang diberi stiker untuk masuk ke peron. Banyak traveler yang memanfaatkan betul momen ini untuk memahami MRT. Mereka memperhatikan mesin tiket yang nanti akan digunakan. Mereka pun masuk ke peron lewat gerbang tap in yang saat ini belum digunakan.

Garis antrean dibikin seperti Tokyo Metro. Garis kuning untuk antre, garis hijau untuk keluar kereta. Mereka tampak masih belajar mematuhi garis ini. Peron pun diberi kaca pengaman seperti MTR Hong Kong.

Sayang garis atau petunjuk semacam ini tidak tersedia di eskalator. Padahal mestinya ada petunjuk jelas kalau sisi kiri untuk diam dan sisi kanan untuk menyusul di eskalator. Tak heran perilaku di eskalator masih belum tertib.

Kereta yang penulis naiki penuh orang, dari Dukuh Atas menuju Lebak Bulus. Di dalam gerbong juga ada kursi prioritas untuk orang sakit, ibu hamil, difabel dan yang membawa anak. detikcom pun berbincang dengan Subhan, traveler yang mencoba MRT bersama keluarganya.

"Bagus banget sih ini, senang bisa ajak anak-anak juga. Jadi mereka mengenal MRT," kata Subhan.

Di sela-sela berbincang, Subhan juga sambil menjelaskan ke anak-anaknya bahwa nanti MRT akan keluar dari bawah tanah dan naik ke jalur layang. Subhan mengatakan dirinya memantau perkembangan MRT dan membandingkannya dengan tempat lain.

"Saya juga sudah coba LRT Palembang. Kalau hari kerja sepi, kalau akhir pekan ya ramai seperti ini," jelasnya.

Subhan berharap keberadaan MRT akan semakin memudahkan orang untuk traveling di Ibukota. Antusiasme itu sepertinya ada pada seluruh penumpang di dalam gerbong.

Momen MRT keluar dari dalam tanah menjelang Stasiun Blok M jadi pengalaman pertama untuk banyak orang. "Horeeeeee!" kata para penumpang di dalam gerbong.

Selamat bertugas MRT Jakarta! Selamat mengantar wisatawan ke berbagai tempat wisata di Jakarta. Para traveler bisa cek dulu peta wisatanya di sini ya:

Mengintip Indahnya Vihara Dewi Kwan Im di Sukabumi

Weekend di Sukabumi, kunjungi Vihara Nam Hai Kwan Im Po Sat. Arsitekturnya yang keren, juga pemandangan di sekitar vihara yang menawan.

Vihara Nam Hai Kwan Im Po Sat atau yang sering disebut Vihara Dewi Kwan Im merupakan vihara di atas bukit di Kabupaten Sukabumi. Vihara ini mirip dengan vihara-vihara yang ada di Thailand karen lokasinya yang langsung menghadap ke Pesisir Pantai.

Sedikit share perjalanan saya menuju Pelabuhanratu yah guys. Jadi saya dari Bekasi menggunkan KRL Commuter Line dari Stasiun Tambun yang dekat dengan rumah. Setelah itu saya transit di Stasiun Manggarai dan pindah ke jalur 8 untuk naik KRL jurusan Bogor. Nah di Stasiun Bogor, saya lanjut perjalanan ke Terminal Baranangsiang menggunakan ojek online.

Dari Terminal Baranangsiang saya naik Bus MGI jurusan Bogor Pelabuhanratu AC. FYI yaa guys, bus ini ada Ekonomi dan AC. Harganya pun beda yah. Kalo AC kisaran Rp 40 ribu- Rp 50 ribu, sedangkan Ekonomi kisaran Rp 30 - 40 ribu. Jarak tempuhnya kurang lebih 3 - 4 jam yah, Bogor ke Pelabuhanratu.

Nah kali ini saya penasaran sama vihara yang ada di dekat Pelabuhanratu nih guys. Karena selain untuk tempat ibadah Umat Buddha, vihara ini juga di buka untuk umum juga alias siapapun boleh masuk ke sini. Nama viharanya adalah Vihara Nam Hai Kwan Im Po Sat.  

Vihara yang terletak di daerah Loji, atau alamat lengkapnya ada di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Sukabumi, Jawa Barat ini memiliki pemandangan yang sangat indah bak vihara-vihara di Thailand.

Di pintu masuk kalian akan disambut dengan dua patung naga berkepala tujuh yang badanya akan mengiringi kita naik keatas dengan tangga-tangganya. Selajutnya kalian akan melihat patung yang cukup besar berselimutkan kain berwana orange. Naik ketas lagi kalian akan melihat beberapa bangunan yang di fungsikan sebagai penginapan. Nah penginapan ini bisa disewakan yah guys.

Oh iya, mungkin kalian akan menaiki ratusan anak tangga hingga ke paling atas yah. So harus kuat yah. Setelah kalian melewati penginapan, kalian akan menemukan bagunan yang di fungsikan sebagai kantin, toilet, dan musolah. Jadi jangan khawatir kalian bisa makan siang disini dan untuk yang muslim kalian bisa solat di sini. Setelah sejenak beristirahat kalian akan sampai di altar yang paling besar dengan view pantai di depanya.

Ini bisa dibilang altar paling besar yang ada di sini. Kalian boleh masuk dan berkeliling disekitaran sini. Tapi harus lepas alas kalian yah dibawah. Guys, ini kan sebenarnya vihara yah tempat ibadahnya Umat Buddha, jadi pasti disini banyak yang sedang beribadah dan berdoa. So kalian tolong hargai mereka yang beribadah yah. dengan cara jangan menggangu dan berisik.

Di altar pertama ini terdapat banyak patung, dan salah satunya adalah patung Sungokong dan Gurunya. Kalian juga akan melihat banyak sesajian yang ada disekitaran patung. Karena salah satu view pantai yang paling bagus ada di altar ini, jadi biasanya agak ramai.

Setelah dari sini kalian bisa naik dan menuju ke Pendopo Eyang Prabu Siliwangi yang berada disebelah kanan atau kalian bisa melanjutkan naik. Diatas sebelum akan melihat patung burung bermoncong buaya dan berwarna emas. Di patung ini juga terdapat batu berwarna agak kemerahan tepat berada di lehernya. saya sih kurang tau artinya apa, tapi sepertinya ini salah satu patung yang diagungkan, karena disekitaran sini juga banyak ditemukan sesajian.

Tepat disebelah kanan terdapat tangga naik keatas yang menuju ke Pendopo Nyi Roro Kidul. Sudah bisa terlihat dari luar ada lukisan Nyi Roro Kidul dengan ornamen yang serba hijau. Kalian bisa masuk kok. Pendopo Nyi Roro Kidul ini merupakan pendopo teratas yah, jadi tidak ada pendopo lagi diatasnya. Dari sini pun kalian bisa melihat view pantai yang sangat indah.

Guys, masuk vihara yang sering disebut Vihara Dewi Kwan Im ini gratis. Paling nanti kalian bayar parkir aja. Kalian cukup berperilaku sopan, tidak berlaku asusila dan juga menjaga ucapan. Yang tetap harus kita ingat adalah kita sedang berkunjung ke tempat ibadah, so kita harus saling menghargai.

Segitu dulu yah guys cerita saya tentang melihat indahnya vihara Dewi Kwan Im di Sukabumi ini. Mungkin bisa menjadi salah satu daftar kunjungan kalian ketika ada di Kabupaten Sukabumi, dan dekat dengan Pelabuhanratu. Selamat berlibur ya!