Kamis, 13 Februari 2020

Sensasi Mencoba Transportasi Kekinian Jakarta: MRT

Akhirnya MRT Jakarta terbuka untuk uji coba. Kebetulan saya mendapatkan kesempatan untuk mencobanya. Inilah MRT versi Jakarta.
Sering banget traveling ke negara orang dan naik MRT sebagai lokal transportasinya. Sekarang MRT sudah siap menjadi transportasi Jakarta. Rasanya seperti mimpi jadi kenyataan. Jadi biar mimpinya nyata kemarin saat diadakan MRT Trial Run saya langsung ikutan untuk mencoba.

MRT Jakarta menjadi wajah baru Ibu kota Jakarta ini. Dengan adanya MRT Jakarta ini, otomatis seluruh jalanan pedestrian pun beserta halte busway semuanya turut dibenahi. Penasaran seperti apa? bentuk stasiun dan MRT Jakarta ini sama persis dengan MRT yang ada di negara Singapore. Bahkan mesin pembelian tiket, loket informasi dan juga tapping machine juga sama persis.

Saya mengikuti trial run MRT ini dimulai dari Stasiun Setiabudi, kemudian saya menuju Stasiun Bunderan HI dan saya mencoba arah sebaliknya dan berakhir di Stasiun Sudirman. Karena ini masih dalam tahap uji coba jadi kita bisa keluar di stasiun manapun yang kita mau, asalkan jangan keluar dari peron. Untuk tahap uji coba trial MRT ini banyak volonteer yang berjaga di dekat peron. Tidak hanya mengecek tiket masuk dan juga memberi sticker bagi peserta MRT Trial run. Namun para volunteer ini juga sangat informatif untuk menjawab pertanyaan para peserta.

Bagi kalian yang mau ikut MRT Trial Run ini bisa langsung ke social media MRT Jakarta dan juga webnya. Karena sekarang sudah dibuka kuota yang lebih banyak bagi warga yang ingin mencoba. MRT Trial Run ini berlangsung hingga tanggal 21 Maret 2019, kemungkinan di tanggal 23 atau 24 Maret 2019 ini MRT Jakarta sudah diresmikan untuk transportasi komersial. Yuuk jangan sampai kelewatan mencoba MRT Trial Run ini.

Walaupun di area stasiun MRT ini sangat instagramable. Tapi tetap menjaga ketertiban ya saat kalian berfoto-foto. Selain itu jangan lupa dijaga kebersihan dan fasilitasnya. Jakartanya sudah berubah menjadi lebih baik,  kita sebagai warganya juga wajib berubah nih. Harus sabar antri, jangan buang sampah sembarangan, apalagi merusak fasilitas. Kalau bukan kita warganya yang ikut menjaga siapa lagi?

Inilah Sungai Paling Cantik di Dunia

Sungai paling cantik di dunia berada di Kolombia. Sungai berair jernih ini memiliki 5 warna cerah yang membuat siapapun terkesima.

Apa yang terbayang oleh mu jika disebutkan kata sungai? Berair coklat? Ada buaya atau sampah? Di pinggirannya sungai ada pemancing atau bangku-bangku taman? Semua itu tidak kamu temukan di sungai Kolombia ini.

Dikumpulkan detikcom, Jumat (22/3/2019) sungai ini bernama Cano Cristales. Sungai ini berada di dekat Kota La Macarena, Kolombia.

Pemandangan di sini sangatlah unik dan indah. Kamu akan melihat sungai ini memiliki lima warna cerah. Sejatinya, warna ini bukanlah dari aliran air, namun karena lumut yang tumbuh di dasar sungai.

Menurut otoriter lingkungan setempat, tanaman langka atau endemik yang menyebabkan beragam warna itu disebut 'macarenia xlavigera'. Tanaman inilah yang menghiasi dasar Sungai Cano Cristales sepanjang 100 Km.

Ada warna kuning, hitam, merah, hijau dan biru yang menghiasi aliran sungai. Karena fenomena 5 warna ini, sungai ini juga dijuluki 'Sungai Pelangi'. Selain itu, juga ada julukan Sungai yang Mengalir dari Surga', 'Sungai Lima Warna' dan 'Pelangi yang Mencair'.

Sungai paling cantik di dunia berada di Kolombia. Sungai berair jernih ini memiliki 5 warna cerah yang membuat siapapun terkesima.

Apa yang terbayang oleh mu jika disebutkan kata sungai? Berair coklat? Ada buaya atau sampah? Di pinggirannya sungai ada pemancing atau bangku-bangku taman? Semua itu tidak kamu temukan di sungai Kolombia ini.

Dikumpulkan detikcom, Jumat (22/3/2019) sungai ini bernama Cano Cristales. Sungai ini berada di dekat Kota La Macarena, Kolombia.

Pemandangan di sini sangatlah unik dan indah. Kamu akan melihat sungai ini memiliki lima warna cerah. Sejatinya, warna ini bukanlah dari aliran air, namun karena lumut yang tumbuh di dasar sungai.

Menurut otoriter lingkungan setempat, tanaman langka atau endemik yang menyebabkan beragam warna itu disebut 'macarenia xlavigera'. Tanaman inilah yang menghiasi dasar Sungai Cano Cristales sepanjang 100 Km.

Jika traveler liburan ke Kolombia dan ingin menuju sungai cantik ini, harus sedikit berjuang ya. Turis harus naik pesawat dari Kota Bogota, ibukota Kolombia menuju La Macarena yang punya bandara kecil. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan naik mobil dan trekking menelusuri hutan.

Adapun waktu terbaik untuk datang dan menikmati keindahan sungai ini yaitu Juli-Desember. Di saat musim panas inilah, alga dan lumut tumbuh semakin banyak dengan warna yang beragam.

Berburu Foto Sunrise di Pantai Sanur, Yuk!

Sebagai salah satu tujuan favorit wisatawan, Bali menawarkan beragam hiburan menarik pada siang atau malam hari. Bagi wisatawan yang ingin merasakan gemerlap dan hiruk pikuk di Bali bisa memilih Kuta, sedangkan dalam hal ketenangan Pantai Sanur bisa jadi pilihannya.

Pantai Sanur memiliki sisi menariknya tersendiri. Salah satu yang paling ditunggu wisatawan di Pantai Sanur adalah matahari terbit atau sunrise. Untuk mendapatkan momen dan foto terbaik wisatawan pun tak segan menunggu sejak dini hari.

Untuk mencari spot terbaik datang lebih awal memang lebih aman. Tidak hanya terpaut dengan pemandangan lautnya, traveler bisa mengeksplor objek di sekitarnya. Gemerlap lampu di sekitaran Pantai Sanur juga tak kalah indahnya dengan sunrise yang sedang dinanti-nanti.

Setelah menemukan spot yang bagus, pastikan sebelumnya kamera dan lensa sudah dipasang sejak dari penginapan, sehingga tidak memasangnya kembali di pantai. Beberapa fotografer menganggap uap air laut yang asin dan korosif dapat berpengaruh ke dalam kamera saat lensa diganti.

Agar hasil foto bisa maksimal diperlukan tripod untuk menjaga kestabilan kamera. Selain itu dengan mendudukkan kamera di atas tripod, fotografer bisa mengunakan shutter speed rendah dan ISO rendah untuk keperluan foto dengan kondisi minim cahaya.

Pada saat matahari keluar dari cakrawala, biasanya waktu seperti ini yang ditunggu-tunggu. Kondisi seperti ini biasanya akan banyak mendapati cahaya backlighting yang menghasilkan foto-foto dengan teknik siluet.

Traveler bisa mulai mengatur ISO ke nilai yang serendah mungkin, seperti ISO 100 atau 200 (tergantung kamera masing-masing). ISO yang tinggi di angka 1600-3200 bisa digunakan ketika pengambilan foto tidak dilengkapi tripod. Selain tripod, traveler bisa juga menggunakan lensa atau kamera yang memiliki stabilizer.

Traveler juga bisa menggunakan shutter speed yang agak lambat untuk mengumpulkan cahaya lebih banyak tanpa menyebabkan foto blur.

Selanjutnya aturlah angle kamera. Hindari mengarah ke matahari, karena exposure yang diperlukan bukan pada pencahayaan langsung ke sumber cahaya, tapi mengukur melalui pantulan cahaya dari objek yang hendak difoto.

Apabila kamera diarahkan langsung mengukur ke arah matahari, maka akan di hasilkan pengukuran exposure yang salah. Kemungkinan foto yang dihasilkan akan gelap dan hanya mataharinya saja yang terang terekam.

Jadi untuk dapat mendapatkan exposure yang tepat, pengukuran harus dilakukan bukan ke arah matahari langsung. Sebaiknya pengukuran dilakukan dengan manual, dan pemotretan dilakukan dengan teknik bracketing untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Sementara itu jika pengambilan foto menggunakan smartphone dianjurkan untuk menggunakan smartphone yang telah mendukung fotografi malam. Misalnya OPPO F11 Pro yang memiliki Ultra Night Mode dan Color Mapping, yang mampu mencerahkan tampilan warna dan meningkatkan ketajaman pada hasil foto di kondisi minim cahaya.