Jumat, 14 Februari 2020

Drama Guru Buta dari Thailand Pergi Traveling

Pergi traveling adalah hak semua orang, meskipun mengalami kebutaan. Seorang guru dari Thailand tiap hari naik kereta komuter di Bangkok untuk mengajar.

Dilansir detikTravel dari Reuters, Selasa (19/3/2019) nama guru yang menginspirasi ini adalah Damkerng Mungthanya. Setiap paginya, dia bepergian dengan kereta menuju ke sekolah tempat dia mengajar bahasa Inggris.

Setiap harinya pada pukul 05.00 pagi, dia bangun dan bepergian dengan kereta komuter dari pinggiran kota untuk menuju pusat Kota Bangkok. Dia diantar oleh ibunya ke stasiun kereta dan menyambung perjalanannya ke kota ditemani seorang siswa tempat dia mengajar.

Semangat mengajar sebagai guru dan tanpa ragu bepergian dengan kereta menjadi inspirasi semua orang di Thailand, terutama dalam dunia pendidikan. Kondisi buta dari lahir dan semangat pantang menyerahnya ini juga membuat Damkerng memperoleh penghargaan dari Maha Raja Vajiralongkorn di Februari lalu.

Sedikit cerita untuk traveler, bukan jalan yang mudah dilalui oleh Damkerng sampai tahap ini. Kondisi buta ini membuat dia diragukan oleh banyak orang. Namun itu tidak mematahkan semangatnya mengejar harapan.

Damkerng lulusan salah satu kampus bergengsi di Thailand, Universitas Chulalongkorn. Dia juga menepati urutan ketiga terbaik di Thailand dari ribuan guru yang mengikuti ujian.

Setelah menjadi guru, banyak orang tua murid yang khawatir anaknya diajar oleh Damkerng. Namun itu tidak membuat Damkerng marah ataupun sedih. Dia membuktikan kepada orang tua muridnya, para guru, sekolah dan warga Thailand dia adalah guru Bahasa Inggris yang pantas untuk mengajar.

Sekolahnya pun juga mengakui kehebatan Damkerng dalam mengajar lho. Cara dia mengajar dan suasana menyenangkan yang diciptakannya menjadi inspirasi untuk guru-guru lain.

Nah, traveler bepergian dengan dan punya semangat apa hari ini? 

Makam Raja-raja Imogiri Ambrol, Wisatawan Dilarang Naik

Banjir dan tanah longsor di ikut merusak tempat wisata di Bantul. Makam Raja-raja Imogiri ambrol dan dibatasi sementara dari kunjungan wisatawan.

Akibat bencana tanah longsor dan banjir di Kabupaten Bantul membuat tempat wisata minat khusus, makam raja-raja mataram di Imogiri ditutup sementara. Selain itu pengunjung hanya diperbolehkan berada di bangsal depan Masjid Kagungan Dalem.

Sujiman (60), warga Dusun Pajimatan, Desa Girirejo, Kecamatan Imogiri, Bantul menjelaskan penutupan akses menuju area makam karena bangunan sisi timur makam tersebut ambrol. Namun penutupan akses hanya dilakukan sementara.

"Ditutup dari jam 10 pagi sampai 1 siang tadi. Sebenarnya boleh naik (ke tangga menuju area pemakaman), tapi nggak boleh masuk ke dalam (area pemakaman). Tadi kami sarankan pengunjung untuk berada di bangsal Masjid saja," ujarnya saat ditemui di pintu masuk makam raja-raja Mataram Imogiri, Senin (18/3/2019).

Lanjut pria yang juga seorang abdi dalem ini, bahwa makam raja-raja Mataram Imogiri sebagai tempat wisata sejarah hanya bisa dimasuki di hari-hari tertentu saja, seperti hari Minggu, Senin dan Jumat. Sebenarnya untuk kunjungan setiap hari, namun di luar ketiga hari itu tidak akan diantar oleh abdi dalem, sehingga tidak diperkenankan memasuki area makam tersebut.

"Kalau hari biasa tidak tentu, tapi paling ramai saat Suro, Jumat Kliwon dan Selasa Kliwon biasanya," ucapnya.

Lebih lanjut, untuk mencapai area pemakaman pengunjung dapat masuk melalui pintu utama atau dapat langsung masuk dari pintu sisi timur. Selain itu, untuk masuk dari pintu utama pengunjung harus menapaki 400 anak tangga yang menjulang ke atas.

Musim Hujan, Traveler yang ke Dieng Diimbau Jalan alternatif

 Liburan ke Dieng pada musim hujan, traveler diminta untuk menggunakan jalur alternatif. Alasannya, ada potensi longsor di jalur utama Banjarnegara-Dieng.

Material tanah longsor di jalur utama Banjarnegara Dieng kini sudah bisa dilewati kendaraan. Namun, wisatawan diimbau tetap waspada dan memilih jalur alternatif lain saat turun hujan. Mengingat kondisi tanah tersebut masih berpotensi terjadi longsor susulan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Arief Rahman mengatakan, akses Banjarnegara - Dieng di tanjakan Sikelir masih berpotensi terjadi longsor. Mengingat kondisi tanah labil, dan kemiringan hingga 80 derajat.

"Saat ini akses wisata ke Dieng sudah bisa dilewati kendaraan roda 2 dan roda 4. Tetapi, kondisi tanah masih labil dan kemiringin sampai 80 derajat. Selain itu, di lokasi longsor juga tadi ada rekahan tanah meski sekarang sudah ditutup warga," terangnya saat dihubungi detikcom, Senin (18/3/2019).

Untuk itu, ia mengimbau agar wisatawan memilih jalur alternatif lain jika turun hujan. Misalnya, dari Kecamatan Karangkobar mengambil arah Kecamatan Pejawaran. Selain itu juga bisa dari Banjarnegara ke Madukara-Pagentan kemudian Pejawaran dan Dieng.

"Kalau hujannya masih tinggi sebaiknya lewat jalur lain. Yang penting kewaspadaan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.

Pihaknya juga akan memasang papan himbauan terkait kondisi daerah rawan tanah longsor. Hal ini untuk memudahkan wisatawan dari luar daerah untuk lebih berhati-hati.

"Kami akan memasang papan himbauan agar pengendara yang melintas bisa lebih berhati-hati," kata dia.

Kapolres Banjarnegara AKBP Aris Yudha Legawa juga mengingatkan agar pengendara untuk lebih berhati-hati. Selain mempersiapkan jika turun hujan juga mematuhi aturan lalu-lintas.

"Jadi harus dipersiapkan bawa jas hujan, juga memakai helm. Ini akan melindungi pengendara jika terjadi hal yang tidak diinginkan," ujarnya. 

Drama Guru Buta dari Thailand Pergi Traveling

Pergi traveling adalah hak semua orang, meskipun mengalami kebutaan. Seorang guru dari Thailand tiap hari naik kereta komuter di Bangkok untuk mengajar.

Dilansir detikTravel dari Reuters, Selasa (19/3/2019) nama guru yang menginspirasi ini adalah Damkerng Mungthanya. Setiap paginya, dia bepergian dengan kereta menuju ke sekolah tempat dia mengajar bahasa Inggris.

Setiap harinya pada pukul 05.00 pagi, dia bangun dan bepergian dengan kereta komuter dari pinggiran kota untuk menuju pusat Kota Bangkok. Dia diantar oleh ibunya ke stasiun kereta dan menyambung perjalanannya ke kota ditemani seorang siswa tempat dia mengajar.

Semangat mengajar sebagai guru dan tanpa ragu bepergian dengan kereta menjadi inspirasi semua orang di Thailand, terutama dalam dunia pendidikan. Kondisi buta dari lahir dan semangat pantang menyerahnya ini juga membuat Damkerng memperoleh penghargaan dari Maha Raja Vajiralongkorn di Februari lalu.

Sedikit cerita untuk traveler, bukan jalan yang mudah dilalui oleh Damkerng sampai tahap ini. Kondisi buta ini membuat dia diragukan oleh banyak orang. Namun itu tidak mematahkan semangatnya mengejar harapan.

Damkerng lulusan salah satu kampus bergengsi di Thailand, Universitas Chulalongkorn. Dia juga menepati urutan ketiga terbaik di Thailand dari ribuan guru yang mengikuti ujian.

Setelah menjadi guru, banyak orang tua murid yang khawatir anaknya diajar oleh Damkerng. Namun itu tidak membuat Damkerng marah ataupun sedih. Dia membuktikan kepada orang tua muridnya, para guru, sekolah dan warga Thailand dia adalah guru Bahasa Inggris yang pantas untuk mengajar.

Sekolahnya pun juga mengakui kehebatan Damkerng dalam mengajar lho. Cara dia mengajar dan suasana menyenangkan yang diciptakannya menjadi inspirasi untuk guru-guru lain.

Nah, traveler bepergian dengan dan punya semangat apa hari ini?