Jumat, 14 Februari 2020

Banyuwangi Tebar Pesona di Bandara KLIA, Malaysia

Kementerian Pariwisata terus mempromosikan pariwisata Banyuwangi di luar negeri. Terbaru di Malaysia, bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi dan Citilink.

Promosi yang digelar itu adalah Banyuwangi Cultural Week. Lokasinya di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), 20-24 Maret 2019.

"Lagi-lagi Kemenpar memberikan support kepada kami dalam promosi wisata di Malaysia. Pemerintah pusat terus mendampingi kami dalam mensukseskan kunjungan wisatawan luar negeri ke Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikcom, Senin (18/3/2019).

Pemkab Banyuwangi menargetkan turis Malaysia sebanyak 100.000 pengunjung di tahun 2019. Dengan adanya rute penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur dan sebaliknya, diharapkan aksebilitas pariwisata di Banyuwangi semakin terbuka dan sangat mendukung target tersebut.

"Untuk acara Banyuwangi Cultural Week di Kuala Lumpur International Airport, Banyuwangi akan menampilkan 6 jenis kesenian yang setiap harinya tampil selama 3 jam. Di sini juga disiapkan stand khusus untuk menampilkan produk produk UMKM Banyuwangi," imbuhnya.

Anas menjelaskan, selain kesenian, pemerintah daerah juga akan berjualan paket paket wisata dengan melibatkan beberapa hotel dan Tour Travel Agen Banyuwangi, guna menjaring dan berjualan paket wisata dari Malaysia ke Banyuwangi maupun sebaliknya.

"Wisata yang dijual Banyuwangi tentu yang menjadi daya tarik wisatawan selama ini, seperti pegunungan, alam serta kebudayaan yang dinilai sebagai penguat," paparnya.

Kegiatan ini berupa exhibition (Pameran) dengan bergaya gallery. Nantinya, paviliun Indonesia akan menampilkan potret pariwisata Banyuwangi. Baik destinasi wisata alam, buatan, kuliner dan kebudayaan.

"Banyuwangi Cultural Week nanti digelar di Stage area, Departure Hall, Level 5, Main Terminal Building, KLIA," ujar Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Alasan Kemenpar memiliki Bandara utama Kuala Lumpur sebagai venue, karena merupakan pintu keluar-masuk wisatawan. Serta, sebagai meltingpot. KLIA sangat strategis untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Caranya dengan memanfaatkan lalu lalang pengunjung KLIA.

"Rata-rata pergerakan penumpang harian untuk tahun 2018 di kedua terminal KLIA adalah sekitar 170.000 penumpang. Maka dari itu Kemenpar menargetkan pengunjung Banyuwangi Cultural Week 10% dari jumlah penumpang harian tersebut, yaitu sebesar 17.000 perharinya dengan total sebesar 85.000 penumpang," paparnya.

Bagi penumpang yang melakukan penerbangan internasional pada terminal KLIA I, akan menuju ke imigrasi otomatis akan melihat aktivitas promosi Wonderful Indonesia tersebut.

"Upaya promosi pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan turis Malaysia ke Banyuwangi. Sehingga maskapai Citilink rute Kuala Lumpur-Banyuwangi dapat bertahan," ujar Adella.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Banyuwangi layak dipromosikan ke dunia. Dia pun memuji kemajuan pariwisata di Banyuwangi, sehingga bisa mendatangkan sekitar 1,5 juta wisatawan nusantara dan 30 ribu wisatawan mancanegara ke daerah itu. "Banyuwangi itu contoh kongkret. Bupatinya menempatkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya," kata Menpar Arief Yahya.

Apalagi, pada tahun ini akan ada lebih dari 99 festival, salah satunya Festival Banyuwangi, yang menawarkan sejuta pesona. Mulai dari seni dan budaya, olahraga dan pariwisata, sampai kearifan lokal yang dikemas dalam festival kreatif.

"Festival Banyuwangi tidak hanya digelar untuk mempromosikan pariwisata namun juga memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah," pungkas Menpar Arief Yahya. 

Mau Liburan ke Dieng Dalam Waktu Dekat, Ini yang Harus Disiapkan

Wisatawan yang mau liburan ke Dieng diimbau untuk menyiapkan perlengkapan jika turun hujan. Mengingat curah hujan di dataran tinggi dan tidak bisa diprediksi.

Kepala UPT Pengelola Obyek Wisata Banjarnegara Aryadi Darwanto mengatakan, curah hujan di dataran tinggi Dieng tidak sama dengan daerah lain. Untuk itu, sebaiknya wisatawan mempersiapkan perlengkapan jika turun hujan.

"Di Dieng itu tidak sama dengan daerah lain. Kadang di daerah sekitar hujan di Dieng justru panas. Jadi sebaiknya untuk membawa perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan agar bisa menikmati obyek wisata di dataran tinggi Dieng," ujarnya saat dihubungi detikcom, Senin (18/3/2019).

Sebagian besar, obyek wisata di dataran tinggi Dieng merupakan pesona alam sehingga berada di luar ruangan. Misalnya, Kawah, kawasan Candi Arjuna, Tlaga Merdada, Sumur Jalatunda dan lainnya.

"Untuk yang di dalam ruangan paling hanya Museum Kaliasa," sebutnya.

Meski demikian, Aryadi menuturkan tingkat kunjungan ke Dieng tidak terpengaruh dengan tingginya curah hujan. Terbukti, dalam delapan hari terakhir pendapatan di atas Rp 300 juta.

"Musim hujan seperti ini tidak ada pengaruhnya. Karena banyak rombongan dari Jakarta dan kota-kota lain mampir sebelum ke Yogyakarta misalnya. Meski, rata-rata hanya ke Kawah dan kawasan Candi," paparnya.

Sedangkan untuk akses jalan menuju obyek wisata yang kerap tertutup longsor juga tidak terlalu berpengaruh. Pasalnya, saat terjadi longsor, warga TNI/Polri dan berbagai relawan langsung membersihkan.

"Memang musim hujan akses ke Dieng kadang longsor, tetapi warga sekitar dan beberapa relawan TNI/Polri langsung membersihkan. Jadi tidak selang lama bisa dilewati lagi," terangnya.

Banyuwangi Tebar Pesona di Bandara KLIA, Malaysia

Kementerian Pariwisata terus mempromosikan pariwisata Banyuwangi di luar negeri. Terbaru di Malaysia, bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi dan Citilink.

Promosi yang digelar itu adalah Banyuwangi Cultural Week. Lokasinya di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), 20-24 Maret 2019.

"Lagi-lagi Kemenpar memberikan support kepada kami dalam promosi wisata di Malaysia. Pemerintah pusat terus mendampingi kami dalam mensukseskan kunjungan wisatawan luar negeri ke Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikcom, Senin (18/3/2019).

Pemkab Banyuwangi menargetkan turis Malaysia sebanyak 100.000 pengunjung di tahun 2019. Dengan adanya rute penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur dan sebaliknya, diharapkan aksebilitas pariwisata di Banyuwangi semakin terbuka dan sangat mendukung target tersebut.

"Untuk acara Banyuwangi Cultural Week di Kuala Lumpur International Airport, Banyuwangi akan menampilkan 6 jenis kesenian yang setiap harinya tampil selama 3 jam. Di sini juga disiapkan stand khusus untuk menampilkan produk produk UMKM Banyuwangi," imbuhnya.

Anas menjelaskan, selain kesenian, pemerintah daerah juga akan berjualan paket paket wisata dengan melibatkan beberapa hotel dan Tour Travel Agen Banyuwangi, guna menjaring dan berjualan paket wisata dari Malaysia ke Banyuwangi maupun sebaliknya.

"Wisata yang dijual Banyuwangi tentu yang menjadi daya tarik wisatawan selama ini, seperti pegunungan, alam serta kebudayaan yang dinilai sebagai penguat," paparnya.