Sabtu, 15 Februari 2020

Pantai Pasir Panjang Labengki yang Memikat Hati

Kepulauan Labengki di Sulawesi Tenggara tengah jadi destinasi wisata favorit traveler. Mampir ke Pantai Pasir Panjang, dijamin akan dibuat jatuh hati.
Jika belum mempunyai dana yang cukup untuk pergi ke Raja Ampat coba datang saja dahulu ke Labengki dan Sombori, begitulah kata kata dari beberapa orang yang memang sudah pernah ke sana. Tapi apakah benar Labengki seindah dengan Raja Ampat yang tersohor itu? Dari banyaknya foto yang tersebar di linimasa memang Labengki & Sombori mempunyai daya tarik yang luar biasa.

Mendengar omongan dan melihat sebaran foto yang ada, hasrat untuk berpetualang ke sana pun akhirnya timbul. Dengan ajakan yang massif, akhirnya terkumpulah banyak kawan-kawan untuk diajak berpetualang sekaligus berbagi biaya, karena memang bepergian ke laut memang membutuhkan biaya yang sedikit lebih banyak dibandingkan bepergian tur darat.

Gerbang awal untuk menuju kepulauan Labengki dan Sombori adalah dari Kota Kendari yang merupakan Ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara. Dari Kota Kendari kita diwajibkan untuk berpindah transportasi menggunakan kapal sewaan untuk menuju Kepulauan Labengki dengan jarak tempuh sekitar 3-5 jam tergantung kecepatan kapal.

Dan sesampaianya di Labengki dan Sombori ada banyak sekali spot yang wajib didatangi, dan salah satu tempat terindah disana adalah Pantai Pasir Panjang. Sesuai dengan namanya pantai ini mempunyai pasir yang panjang. Perpaduan deretan pohon kelapa yang berjajar rapi, pasir putihnya yang bersih, dan birunya lautan menjadi sebuah perpaduan yang pastinya akan membuat betah siapa saja yang datang kesini.

Banyak cara untuk menikmati Pantai Pasir Panjang ini mulai dari berjalan jalan santai menyusuri bibir pantai, mendaki bukit karang yang ada untuk menikmati pemandangan dari ketinggian hingga melakukan snorkelling, karena di pantai ini salah satu spot snorkelling terbaik yang ada di Labengki. Sunyi, sepi,hanya terdengar suara deburan ombak, sekilas burung burung berkicau dan pemandangan yang aduhai menjadikan Pasir Panjang salah satu destinasi terbaik yang ada di Pulau Labengki.

Dan yang pasti jangan lupa untuk menyiapkan kamera terbaikmu, dan asal jepret saja pun jadi, karena alam Pasir Panjang sudah terlalu indah untuk diabadikan dalam bingkai foto.

Ke Merlion Park, Nikmati Pertunjukan Laser dan Kembang Api

 Tergolong negara dengan biaya hidup mahal, tapi banyak tempat wisata yang bisa kita nikmati gratis di Singapura. Salah satunya adalah Merlion Park.
Merlion Park merupakan salah satu kawasan wisata utama di Singapura di mana kita bisa temukan sebuah patung berkepala singa dan memiliki tubuh ikan. Patung ini sendiri merupakan simbol negara dan tidak pernah sepi dikunjungi oleh para pelancong dari seluruh dunia.

Wisatawan akan semakin ramai datang di sore hingga malam hari. Apalagi di saat cuaca Singapura yang cukup panas seperti sekarang ini, sore hari di tempat ini menjadi waktu favorit. Apa saja yang bisa kita lakukan di sini? Selain berfoto dengan latar belakang patung Merlion, saat hari mulai gelap kita bisa menikmati permainan cahaya pada patung ini. Warna yang dihasilkan pun sangat cantik dan beragam.

Namun yang paling dinanti di sini adalah permainan laser dan kembang api spektakuler dari Marina Bay Sands yang bisa dilihat dari Merlion Park. Setiap harinya pada pukul 7.45 dan 8.45, permainan laser akan dimulai selama beberapa menit. Yang kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan kembang api yang spektakuler.

Semua mata wisatawan tertuju pada pertunjukan ini dan decak kagum keluar dari bibir mereka, termasuk saya. Ditambah dengan kemegahan Marina Bay Sand yang juga mengeluarkan cahaya lampu warna-warni silih berganti. Pertunjukan ini berlangsung cukup lama guna memanjakan para wisatawan.

Jadi, kalau ke Singapura jangat lewatkan untuk melihat pertunjukan ini, catat waktunya. Gratis!

Jumat, 14 Februari 2020

Banyuwangi Tebar Pesona di Bandara KLIA, Malaysia

Kementerian Pariwisata terus mempromosikan pariwisata Banyuwangi di luar negeri. Terbaru di Malaysia, bekerjasama dengan Pemkab Banyuwangi dan Citilink.

Promosi yang digelar itu adalah Banyuwangi Cultural Week. Lokasinya di Bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA), 20-24 Maret 2019.

"Lagi-lagi Kemenpar memberikan support kepada kami dalam promosi wisata di Malaysia. Pemerintah pusat terus mendampingi kami dalam mensukseskan kunjungan wisatawan luar negeri ke Banyuwangi," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas kepada detikcom, Senin (18/3/2019).

Pemkab Banyuwangi menargetkan turis Malaysia sebanyak 100.000 pengunjung di tahun 2019. Dengan adanya rute penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur dan sebaliknya, diharapkan aksebilitas pariwisata di Banyuwangi semakin terbuka dan sangat mendukung target tersebut.

"Untuk acara Banyuwangi Cultural Week di Kuala Lumpur International Airport, Banyuwangi akan menampilkan 6 jenis kesenian yang setiap harinya tampil selama 3 jam. Di sini juga disiapkan stand khusus untuk menampilkan produk produk UMKM Banyuwangi," imbuhnya.

Anas menjelaskan, selain kesenian, pemerintah daerah juga akan berjualan paket paket wisata dengan melibatkan beberapa hotel dan Tour Travel Agen Banyuwangi, guna menjaring dan berjualan paket wisata dari Malaysia ke Banyuwangi maupun sebaliknya.

"Wisata yang dijual Banyuwangi tentu yang menjadi daya tarik wisatawan selama ini, seperti pegunungan, alam serta kebudayaan yang dinilai sebagai penguat," paparnya.

Kegiatan ini berupa exhibition (Pameran) dengan bergaya gallery. Nantinya, paviliun Indonesia akan menampilkan potret pariwisata Banyuwangi. Baik destinasi wisata alam, buatan, kuliner dan kebudayaan.

"Banyuwangi Cultural Week nanti digelar di Stage area, Departure Hall, Level 5, Main Terminal Building, KLIA," ujar Deputi Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Alasan Kemenpar memiliki Bandara utama Kuala Lumpur sebagai venue, karena merupakan pintu keluar-masuk wisatawan. Serta, sebagai meltingpot. KLIA sangat strategis untuk mempromosikan pariwisata Indonesia. Caranya dengan memanfaatkan lalu lalang pengunjung KLIA.

"Rata-rata pergerakan penumpang harian untuk tahun 2018 di kedua terminal KLIA adalah sekitar 170.000 penumpang. Maka dari itu Kemenpar menargetkan pengunjung Banyuwangi Cultural Week 10% dari jumlah penumpang harian tersebut, yaitu sebesar 17.000 perharinya dengan total sebesar 85.000 penumpang," paparnya.

Bagi penumpang yang melakukan penerbangan internasional pada terminal KLIA I, akan menuju ke imigrasi otomatis akan melihat aktivitas promosi Wonderful Indonesia tersebut.

"Upaya promosi pariwisata ini bertujuan untuk meningkatkan turis Malaysia ke Banyuwangi. Sehingga maskapai Citilink rute Kuala Lumpur-Banyuwangi dapat bertahan," ujar Adella.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Banyuwangi layak dipromosikan ke dunia. Dia pun memuji kemajuan pariwisata di Banyuwangi, sehingga bisa mendatangkan sekitar 1,5 juta wisatawan nusantara dan 30 ribu wisatawan mancanegara ke daerah itu. "Banyuwangi itu contoh kongkret. Bupatinya menempatkan pariwisata sebagai lokomotif membangun daerahnya," kata Menpar Arief Yahya.

Apalagi, pada tahun ini akan ada lebih dari 99 festival, salah satunya Festival Banyuwangi, yang menawarkan sejuta pesona. Mulai dari seni dan budaya, olahraga dan pariwisata, sampai kearifan lokal yang dikemas dalam festival kreatif.

"Festival Banyuwangi tidak hanya digelar untuk mempromosikan pariwisata namun juga memaksimalkan potensi daerah dan memberikan semangat kepada masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah," pungkas Menpar Arief Yahya.