Selasa, 03 Maret 2020

Kisah Mistis dari Hutan Pulo Majeti di Banjar

Sebuah tempat di Kota Banjar, Jawa Barat, yakni Pulo Majeti memiliki cerita mitos yang cukup kental. Konon, banyak cerita mengerikan yang terjadi di sini.

Pulo Majeti berada di Dusun Siluman, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Lokasinya dikelilingi area persawahan yang dulu merupakan sebuah rawa. Luas area ini hanya beberapa hektar saja. Pulo Majeti ini seperti sebuah hutan yang dikelilingi pohon besar yang berusia ratusan tahun. Warga sekitar percaya, bahwa ini adalah tempat yang 'berpenguni' dan angker.

Tempat ini merupakan tempat petilasan salah seorang puteri kerajaan setempat, yang bernama Kanjeng Ibu Ratu Gandarwati Ingkanggarwa.

Konon tempat ini digunakan oleh sang puteri untuk bersemedi dan menyepi. Sehingga saat ini tempat tersebut kerap dikunjungi peziarah dari berbagai daerah diantaranya dari Bandung, Jember, Kediri dan Kudus. Disana mereka menyepi dan berdoa memohon untuk diberi keberkahan hidup.

"Ziarah, meminta keberkahan untuk kehidupan, kepangkatan, jalan syariat, jualan, pekerjaan lainnya. Minta dilancarkan, tapi tetap mohonnya diminta kepada yang maha kuasa," ujar Kuncen Pulo Majeti Endang Hareudin saat ditemui disekitar Pulo Majeti Kamis (31/1/2019) kemarin.

Ia menuturkan karena sebuah hutan dan sunyi, berdoa di tempat tersebut lebih bisa fokus. Di dalam hutan Pulo Majeti terdapat beberapa saung, biasa digunakan para peziarah beristirahat dan berdoa.

"Itu tergantung orangnya mintanya apa, disini berdoa, karena tempatnya sepi bisa lebih fokus berdoa, tawasulan," jelas Endang.

Endang mengatakan saat berdoa dan meminta sesuatu tidak ada syarat khusus. Namun ada ritual tertentu yang dilakukan, namun tidak diceritakan ritual tersebut seperti apa.

Di Pulo Majeti ini juga terdapat cerita mitos yang melekat di masyarakat sampai saat ini. Bila masuk hutan Pulo Majeti ini jangan kencing sembarangan, nanti biasa kena akibatnya. Saat masuk juga harus seperti bertamu ke rumah orang, harus sopan.

Warga juga dilarang berburu hewan yang ada di dalam Pulo Majeti. Pernah ada cerita, seorang warga telah memburu seekor hewan biawak. Belum sempat disembelih ada mahluk yang datang dan meminta untuk dikembalikan lagi ke Pulo Majeti.

"Ada biawak yang ditangkap oleh warga, untung belum disembelih, malam hari ada yang datang meminta untuk dikembalikan," katanya.

Menurut Endang, Pulo Majeti sebagai salah satu cagar budaya sudah sepantasnya harus dijaga dan dilestarikan. Dari hutannya jangan ditebang termasuk hewan yang ada di dalamnya tidak diburu.

"Sudah seharusnya dijaga dan dilestarikan, bukan hanya mitosnya saja tapi ambil hikmahnya supaya kita tidak berburu sembarangan," jelas Endang.

Inilah Desa di Ujung Dunia

Ittoqqortoormiit masuk dalam daftar tempat paling terpencil di Bumi. Berada di timur Greenland, julukannya desa di ujung dunia!

Silakan cari di internet mengenai tempat-tempat paling terpencil atau terisolasi di Bumi. Jumlahnya nyatanya tak sedikit dan pasti nama Ittoqqortoormiit masuk di dalamnya.

Dilansir detikTravel dari berbagai sumber, Jumat (1/2/2019) Ittoqqortoormiit mendapat julukan sebagai Desa di Ujung Dunia. Tak ayal, lokasinya terpencil dan berada di pulau terpencil pula yang sulit diakses.

Ittoqqortoormiit berlokasi di Greenland, suatu pulau terbesar di dunia yang berada di bagian utara Bumi meski masih masuk dalam bagian negara Denmark. Nah, Ittoqqortoormiit ini berada di bagian timur Greenland yang sulit diakses.

Bayangkan saja, lautan di depannya bakal membeku selama 9 bulan dalam satu tahun. Artinya, hanya tiga bulan dalam setahun laut di sekitar kota ini bisa dilalui kapal!

Cara menuju ke sana paling dekat lewat Islandia. Terdapat penerbangan carter, yakni Norlandair yang terbang dari Reykjavik (ibukota negara Islandia) dan Air Greenland dari Kota Kangerlussuaq di Greenland Barat. Hanya saja penerbangannya tidak bisa setiap hari, karena tergantung cuaca apalagi saat musim dingin yang penuh kabut. Plus, harus pesan dari jauh-jauh hari.

Minggu, 01 Maret 2020

Pulau Terbesar Pinggiran Rusia Mulai Dibuka Bagi Turis (2)

Seperti di seluruh Rusia, Perang Dunia II di sini dikenang dengan khusus dengan patung-patungnya. Pada tahun 1945, Kota Sakhalin menjadi bagian Rusia lagi setelah empat dekade ada di bawah pemerintahan Jepang, ketika bagian selatan pulau itu dikenal sebagai Karafuto dan Yuzhno-Sakhalinsk sebagai Toyohara.

Untuk kamu yang tertarik menjelajahi sejarah pulau ini, kunjungilah Museum Regional Sakhalin. Ada referensi masyarakat adat Ainu dan lainnya yang telah menyebut Sakhalin adalah rumah mereka sejak zaman prasejarah.

Museum Regional Sakhalin dibangun dengan gaya tradisional Jepang, juga salah satu sisa periode Karafuto, seperti halnya jalur kereta api yang menghubungkan Yuzhno-Sakhalinsk ke Nogliki, di bagian utara pulau. Perjalanan kereta itu ditempuh selama 12 jam, tempat sebagian besar penduduk tinggal, ke pemukiman terpencil yang kaya sumber daya di utara.

Yuzhno-Sakhalinsk memiliki resor ski lokal, Gorny Vozdukh (Mountain Air) yang dapat diakses dengan berjalan kaki dari Victory Square. Ketinggian 600 meter dari Gunung Bolshevik, titik tertinggi di resor ini, mungkin tidak dapat dibandingkan dengan resor terbaik di Pegunungan Alpen atau Pegunungan Rocky.

Namun di sini salju berlimpah di musim dingin dan lokasinya tepat di sebelah pusat kota. Menjadikannya destinasi yang menakjubkan dengan pemandangan kota saat menuruninya.

Meski ski sekitar kota cukup keren, alam bebas di sini tidak perlu dijangkau dengan pergi jauh karena ada di batas kota karena menjadi habitat beruang. Sebagian besar wilayah Sakhalin adalah hamparan wisata alam yang masih murni.

Tidak pernah jauh dari laut, Sakhalin hanya selebar 25 kilometer pada titik tersempitnya. Masakan lokal sangat mengandalkan bahan dari laut dengan tempat membelinya ada di Pasar Uspekh Yuzhno-Sakhalinsk.

Yang paling dicari di sini adalah kepiting raja merah raksasa, makhluk laut yang tampak mengerikan dan hidup di perairan Pasifik Utara dan diekspor ke seluruh dunia. Ada pula banyak pilihan kerang, udang, ikan segar dan beku.

Sakhalin memiliki lebih dari 65.000 sungai, itulah habitat salmon dan sarang kaviar merah. Hampir semua agen wisata di Sakhalin mempunyai agenda wisata memancing di spot Cape Giant, Nevelsk hingga Pulau Moneron, cagar alam tak berpenghuni beberapa mil di lepas pantai dan terkenal dengan tempat menyelamnya.

Tempat ajaib lainnya adalah Bukhta Tikhaya, 140 kilometer di pantai timur dari Yuzhno-Sakhalinsk. Tempat terpencil yang berarti Teluk Tenang dalam bahasa Rusia itu adalah tempat ketenangan dan keindahan, terutama di musim dingin karena Anda akan merasa seperti di Antartika.

Warga dari 18 negara yang kebanyakan dari Asia dan Timur Tengah, sekarang dapat menikmati e-visa untuk berkunjung ke wilayah pinggiran Rusia ini. Meski terbatas cakupannya, sejauh ini dilaporkan bahwa negara-negara baru akan segera ditambahkan.

Pengunjung yang tiba di Bandara Vladivostok, Petropavlovsk-Kamchatsky, Blagoveshchensk, Khabarovsk, Anadyr dan Yuzhno-Sakhalinsk dapat memperoleh visa elektronik gratis pada saat kedatangan, menghilangkan prosedur visa reguler yang lebih panjang dan mahal. Visa baru itu harus diproses selambat-lambatnya empat hari sebelum tanggal kedatangan dan berlaku hingga delapan hari dalam jangka waktu 30 hari dari penerbitannya.