Rabu, 04 Maret 2020

Jembatan Unik di Korea, Serasa Berjalan di Atas Air

Soyanggang Skywalk bisa dikunjungi di Chuncheon, Korea Selatan. Tampilannya seperti jembatan kaca yang dibangun di atas danau.

Soyanggang Skywalk adalah fasilitas observatorium di atas Danau Uiamho. Uniknya bangunan yang berbentuk jembatan ini terbuat dari kaca bening sepanjang 156 meter. Kaca bening yang tembus langsung ke permukaan danau inilah yang membawa sensasi seperti berjalan di atas air kepada setiap pengunjung.

Akses menuju Soyanggang Skywalk ini juga terbilang mudah. Traveler cukup naik kereta jalur Gyeongchun dan berhenti di Stasiun Chuncheon, keluar melalui pintu keluar 1. Selanjutnya menyeberang jalan untuk naik bus no 11 dan turun di halte bantuan patung soyang. Lalu dari halte cukup berjalan sekitar 200 m dan tibalah traveler di tujuan.

Tempat wisata yang menarik perhatian baik warga lokal maupun wisatawan asing ini berada di Chuncheon, Provinsi Gangwon. Beroperasi mulai pukul 10.00 pagi sampai 20.30 malam untuk bulan Maret hingga Oktober.

Sedangkan untuk bulan November hingga Desember hanya beroperasi hingga pukul 17.00 sore saja. Hal ini dikarenakan cuaca yang kurang mendukung pada musim tertentu seperti salju, hujan atau angin kencang.

Untuk bisa masuk pengunjung dipungut biaya sebesar 2.000 Won untuk orang dewasa atau sekitar 26 ribu rupiah, 1.500 Won atau sekitar 20 ribu rupiah untuk remaja dan 1.000 won atau sekitar 13 ribu rupiah untuk anak-anak.

Setelah membayar kita diwajibkan memakai sepatu tambahan. Berbentuk boots dengan bahan halus. Karena memang kita akan berjalan di atas kaca bening. Jadi traveler harus membuka sepatu high heels atau jenis sepatu lainnya yang memiliki resiko merusak permukaan kaca.

Memasukin jembatan kaca, hembusan angin kencang dan dingin segera menyapa. Karena saya datang pada bulan Desember awal musim dingin dimulai. Kedinginan tidak menyurutkan niat saya mengelilingi setiap sudut jembatan kaca. Nggak mau rugi dong udah jauh-jauh datang.

Puas berkeliling dan foto-foto dengan latar belakang kota dan jembatan, traveler bisa sejenak duduk-duduk santai di kursi yang disediakan di tepi danau. Sambil duduk santai kita bisa menyantap jajanan yang dijual di toko yang tersedia. Kalau berkunjung sore hari bisa juga sambil menikmati sunset indah.

Waktu itu terlalu dingin, jadi saya tidak tahan berlama-lama di sini. Walau sebentar tapi sensasi berjalan di atas jembatan kaca ini cukup berkesan. Jadi sudah siap berjalan di atas air?

Kalau ke Palembang, Traveler Wajib Cobain Kuliner Ini

Liburan makin lengkap dengan mencicipi kuliner lokal. Tak hanya pempek, ada beragam makanan khas lainnya yang menarik dicoba di Palembang.

Pempek merupakan makanan khas Palembang berbahan baku tepung dan daging ikan yang sudah tersohor. Rasanya gurih berpadu dengan cuko yang bercita rasa asam pedas serta kental makin membuat makanan ini nikmat kaya rasa. Pempek ini memiliki macam jenis, seperti pempek kapal selam, pempek keriting, pempek kulit, pempek adaan, pempek pistel, pempek lenjer dan banyak lainnya.

Makanan yang kedua wajib dicoba adalah lenggang. Lenggang ini merupakan salah satu varian inovasi dari pempek yang sudah ada. Pembuatan lenggang tidaklah rumit, hanya dengan adonan ikan dan tepung sagu yang dicampurkan bersamaan dengan telur ayam atau telur bebek di dalam wadah daun pisang bebentuk mangkuk, kemudian dipanggang di atas bara api. Cara makannya sama dengan pempek pada umumnya yang menggunakan cuko.

Kuliner berikutnya tekwan dan laksan. Ketiganya sama-sama terbuat dari bahan dasar pempek, yakni tepung, sagu dan ikan. Perbedaannya bentuk tekwan dibuat bulat kecil-kecil menyerupai bakso ikan.

Tekwan disajikan dengan kuah kaldu udang yang ditambah dengan taburan seledri, bawang goreng, daun bawang, bihun, potongan kecil bengkoang dan jamur kuping. Sedangkan laksan dipotong memanjang setebal 1 cm dengan kuah santan kental kuning kaya rasa dan makan Laksan makin mantap bila didampingi sate kerang.

Pemandian Air Panas Ciwidey Valley yang Asyik Buat Liburan

 Liburan Imlek di Kabupaten Bandung, Ciwidey Valley bisa jadi objek wisata tujuan. Ada pemandian air panas dengan beragam wahana dan spot foto.

Pemandian Air Panas Ciwidey Valley, Kabupaten Bandung menjadi salah satu objek wisata tujuan para wisatawan. Di waterpark air hangat ini, traveler dapat berswafoto dengan menaiki floaties.

Belum lama ini, detikTravel berkunjung ke Pemandian Air Panas Ciwidey Valley. Floaties atau balon-balon air itu memiliki beragam karakter dan bentuk yang dapat dijadikan sebagai objek foto oleh para wisatawan. Bentuknya seperti angsa, unicorn, cangkang kerang hingga perahu.

"Tidak hanya berenang, kita juga bisa berswafoto di atas balon air yang memiliki macam-macam bentuk," kata Nazwa (24).

Nazwa berujar, biasanya floaties yang bisa disewakan di objek pemandian air panas berbentuk bulat seperti ban dalam mobil. Tapi di Ciwidey Valley traveler dapat bermain floaties berbentuk unik.

"Kalau di objek wisata pemandian air panas lain balonnya itu memanfaatkan bekas ban dalam. Kalau di sini enggak, jadi para wisatawan lebih dimanjakan," ujarnya.

Floaties itu, disewakan pengelola kepada para pengunjung. Harga sewanya pun ramah di kantong. "Harga sewanya Rp 25 ribu, balon yang kita sewa tidak hanya dapat dipakai oleh seorang anak saja, tapi biasa oleh dua sampai tiga anak," jelasnya.

Selain itu, air terjun yang menyembur dari gunung berapi buatan menjadi spot favorit lainnya untuk berswafoto. Banyak pengunjung berkumpul di bawah air terjun dan foto oleh temannya.

"Spot foto lainnya ada air terjun, meski hanya buatan kalau kita cakap mengambil gambarnya ini terlihat seperti nyata, seperti air yang mengalir di atas gunung, yang mengalir ke danau," ujar Nazwa.

Para pengunjung juga dapat menikmati wahana lainnya yang ada di kawasan Pemandian Air Panas Ciwidey Valley di antaranya, perosotan dan ember tumpah. Wahana tersebut paling disukai anak-anak.

"Semua spot yang ada di objek wisata ini disukai anak-anak, keponakan saya juga semuanya pada senang," pungkasnya.

Puas berenang, traveler bisa lanjut mengunjungi spot-spot lainnya di Ciwidey Valley. Salah satunya adalah playing ground. Anak-anak juga pastinya senang diajak kemari. Biasanya tempat ini dikunjungi bila wisatawan selesai berenang.

Para wisatawan bebas mengajak anak-anaknya bermain karena lokasi playing ground yang luas. Ada ayunan, perosotan, jungkat jungkit hingga labirin.

Tak ketinggalan, spot foto yang instagramable pun ada, di antaranya tulisan 'LOVE', barisan pencil dan penghapus, rumah pohon dan patung-patung hewan. Para wisatawan asyik berfoto di spot foto tersebut.

Playing ground ini gratis dinikmati oleh para wisatawan karena include dengan tiket masuk ke kawasan pemandian air panas. Nah di sekitar playing ground, ada lagi spot yang sayang dilewatkan, Taman Unggas.

Taman Unggas itu berbentuk sangkar burung raksasa yang di dalamnya terdapat berbagai jenis unggas, seperti burung merpati, ayam, bebek, angsa dan lain sebagainya.

Para pengunjung hanya dapat melihat dari luar kandang saja dan tidak dapat berinteraksi langsung. Kalau mau, anak-anak bisa melihat unggas-unggas itu dari atas kereta mainan yang dapat berjalan mengelilingi sangkar raksasa itu. Dari sejumlah jenis unggas yang menghuni sangkar raksasa itu, burung merpati paling banyak.

"Banyak unggasnya, tapi burung merpati yang paling banyak. Anak saya senang melihat unggas yang ada di dalam sangkar tersebut," kata Juniar (27) yang datang bersama suaminya Irwan (29) dan anaknya Aden (2).

Puluhan ekor merpati, berjajar rapi hinggap di atas pohon, rumah burung dan batu besar yang ada di dalam sangkar tersebut. Jenis dan warna merpati itu pun bermacam-macam. Juniar berujar, anaknya, Aden, paling suka melihat burung merpati. Menurutnya, meski mereka banyak yang hinggap di atas, tak jarang pandangannya tertuju ke merpati tersebut.

"Merpatinya lincah-lincah saat terbang di dalam sangkar meski jumlahnya banyak. Bahkan dia sampai histeris melihat burung-burung itu," ujarnya.

Juniar menyayangkan, ia dan anaknya hanya dapat melihat burung tersebut dari luar sangkar. Menurutnya, bila dapat berinteraksi langsung lebih bagus.