Rabu, 04 Maret 2020

Kalau ke Palembang, Traveler Wajib Cobain Kuliner Ini

Liburan makin lengkap dengan mencicipi kuliner lokal. Tak hanya pempek, ada beragam makanan khas lainnya yang menarik dicoba di Palembang.

Pempek merupakan makanan khas Palembang berbahan baku tepung dan daging ikan yang sudah tersohor. Rasanya gurih berpadu dengan cuko yang bercita rasa asam pedas serta kental makin membuat makanan ini nikmat kaya rasa. Pempek ini memiliki macam jenis, seperti pempek kapal selam, pempek keriting, pempek kulit, pempek adaan, pempek pistel, pempek lenjer dan banyak lainnya.

Makanan yang kedua wajib dicoba adalah lenggang. Lenggang ini merupakan salah satu varian inovasi dari pempek yang sudah ada. Pembuatan lenggang tidaklah rumit, hanya dengan adonan ikan dan tepung sagu yang dicampurkan bersamaan dengan telur ayam atau telur bebek di dalam wadah daun pisang bebentuk mangkuk, kemudian dipanggang di atas bara api. Cara makannya sama dengan pempek pada umumnya yang menggunakan cuko.

Kuliner berikutnya tekwan dan laksan. Ketiganya sama-sama terbuat dari bahan dasar pempek, yakni tepung, sagu dan ikan. Perbedaannya bentuk tekwan dibuat bulat kecil-kecil menyerupai bakso ikan.

Tekwan disajikan dengan kuah kaldu udang yang ditambah dengan taburan seledri, bawang goreng, daun bawang, bihun, potongan kecil bengkoang dan jamur kuping. Sedangkan laksan dipotong memanjang setebal 1 cm dengan kuah santan kental kuning kaya rasa dan makan Laksan makin mantap bila didampingi sate kerang.

Pindang patin merupakan makanan khas Palembang berikutnya yang wajib dicoba. Bahan utamanya adalah pati yang dimasak dengan berbagai macam bumbu dapur, tambahan potongan nanas dan daun kemangi. Rasanya yang asam-asam segar dan juga pedas, membuat yang mencicipinya pasti ketagihan.

Pindang enak dimakan dengan tambahan sambal tempoyak ataupun sambal mangga. Kuliner lainnya adalah mie celor yang merupakan mie khas dari Palembang. Disajikan dengan kuah santan kental nan gurih dan dicampur dengan kaldu udang dan sayuran. Bentuk mienya tebal seperti udon.

Tempoyak dibuat dari durian yang ditumis dengan cabe dan bawang sehingga seperti sambal cocolan. Tempoyak biasanya digunakan untuk menikmati pindang ikan patin, rasanya sendiri gurih dan unik perpaduan manis dan pedas.

Kuliner Palembang selanjutnya yang wajib masuk list adalah Martabak Har. Sekilas mirip dengan martabak telor biasa, padahal Martabak Har hanya menggunakan telur saja yang dibalut dengan kulit martabak, sehingga terasa lebih gurih dan garing. Uniknya kuah Martabak Har adalah kuah kari yang punya rasa rempah kuat, dicampur sedikit kentang dan daging.

Selain makanan berat tadi di atas, kuliner manisnya juga wajib dicoba seperti kue maksuba dan kue delapan jam. Sesuai namanya yang unik kue delapan jam merupakan kue khas Palembang yang proses memasaknya dikukus selama delapan jam nonstop.

Sedangkan kue maksuba juga kue khas Palembang yang berbahan dasar telur bebek dan susu kental manis, kemudian dipanggang. Sekilas kue maksuba ini mirip kue lapis legit, tetapi cita rasa berbeda.

Nah, banyak kan kuliner Palembang yang bisa dicoba? Jadi tunggu apalagi, yuk kita ke Palembang.

Jembatan Unik di Korea, Serasa Berjalan di Atas Air

Soyanggang Skywalk bisa dikunjungi di Chuncheon, Korea Selatan. Tampilannya seperti jembatan kaca yang dibangun di atas danau.

Soyanggang Skywalk adalah fasilitas observatorium di atas Danau Uiamho. Uniknya bangunan yang berbentuk jembatan ini terbuat dari kaca bening sepanjang 156 meter. Kaca bening yang tembus langsung ke permukaan danau inilah yang membawa sensasi seperti berjalan di atas air kepada setiap pengunjung.

Akses menuju Soyanggang Skywalk ini juga terbilang mudah. Traveler cukup naik kereta jalur Gyeongchun dan berhenti di Stasiun Chuncheon, keluar melalui pintu keluar 1. Selanjutnya menyeberang jalan untuk naik bus no 11 dan turun di halte bantuan patung soyang. Lalu dari halte cukup berjalan sekitar 200 m dan tibalah traveler di tujuan.

Tempat wisata yang menarik perhatian baik warga lokal maupun wisatawan asing ini berada di Chuncheon, Provinsi Gangwon. Beroperasi mulai pukul 10.00 pagi sampai 20.30 malam untuk bulan Maret hingga Oktober.

Sedangkan untuk bulan November hingga Desember hanya beroperasi hingga pukul 17.00 sore saja. Hal ini dikarenakan cuaca yang kurang mendukung pada musim tertentu seperti salju, hujan atau angin kencang.

Untuk bisa masuk pengunjung dipungut biaya sebesar 2.000 Won untuk orang dewasa atau sekitar 26 ribu rupiah, 1.500 Won atau sekitar 20 ribu rupiah untuk remaja dan 1.000 won atau sekitar 13 ribu rupiah untuk anak-anak.

Setelah membayar kita diwajibkan memakai sepatu tambahan. Berbentuk boots dengan bahan halus. Karena memang kita akan berjalan di atas kaca bening. Jadi traveler harus membuka sepatu high heels atau jenis sepatu lainnya yang memiliki resiko merusak permukaan kaca.

Memasukin jembatan kaca, hembusan angin kencang dan dingin segera menyapa. Karena saya datang pada bulan Desember awal musim dingin dimulai. Kedinginan tidak menyurutkan niat saya mengelilingi setiap sudut jembatan kaca. Nggak mau rugi dong udah jauh-jauh datang.

Puas berkeliling dan foto-foto dengan latar belakang kota dan jembatan, traveler bisa sejenak duduk-duduk santai di kursi yang disediakan di tepi danau. Sambil duduk santai kita bisa menyantap jajanan yang dijual di toko yang tersedia. Kalau berkunjung sore hari bisa juga sambil menikmati sunset indah.

Waktu itu terlalu dingin, jadi saya tidak tahan berlama-lama di sini. Walau sebentar tapi sensasi berjalan di atas jembatan kaca ini cukup berkesan. Jadi sudah siap berjalan di atas air?

Kalau ke Palembang, Traveler Wajib Cobain Kuliner Ini

Liburan makin lengkap dengan mencicipi kuliner lokal. Tak hanya pempek, ada beragam makanan khas lainnya yang menarik dicoba di Palembang.

Pempek merupakan makanan khas Palembang berbahan baku tepung dan daging ikan yang sudah tersohor. Rasanya gurih berpadu dengan cuko yang bercita rasa asam pedas serta kental makin membuat makanan ini nikmat kaya rasa. Pempek ini memiliki macam jenis, seperti pempek kapal selam, pempek keriting, pempek kulit, pempek adaan, pempek pistel, pempek lenjer dan banyak lainnya.

Makanan yang kedua wajib dicoba adalah lenggang. Lenggang ini merupakan salah satu varian inovasi dari pempek yang sudah ada. Pembuatan lenggang tidaklah rumit, hanya dengan adonan ikan dan tepung sagu yang dicampurkan bersamaan dengan telur ayam atau telur bebek di dalam wadah daun pisang bebentuk mangkuk, kemudian dipanggang di atas bara api. Cara makannya sama dengan pempek pada umumnya yang menggunakan cuko.

Kuliner berikutnya tekwan dan laksan. Ketiganya sama-sama terbuat dari bahan dasar pempek, yakni tepung, sagu dan ikan. Perbedaannya bentuk tekwan dibuat bulat kecil-kecil menyerupai bakso ikan.

Tekwan disajikan dengan kuah kaldu udang yang ditambah dengan taburan seledri, bawang goreng, daun bawang, bihun, potongan kecil bengkoang dan jamur kuping. Sedangkan laksan dipotong memanjang setebal 1 cm dengan kuah santan kental kuning kaya rasa dan makan Laksan makin mantap bila didampingi sate kerang.