Minggu, 08 Maret 2020

Bukan Mobil Biasa, Ini Air Marshall Car di Museum Angkut

Museum Angkut di Kota Batu memang jadi destinasi menarik. Kini museum ini semakin keren dengan adanya Air Marshall Car atau mobil navigasi pesawat.

Air Marshall Car, satu jenis kendaraan koleksi Museum Angkut di Kota Batu. Mobil ini baru dilaunching dan fungsinya adalah sebagai navigasi pesawat terbang. Sungguh hebat, dengan body-nya yang lebih kecil dibandingkan mobil angkut pada umumnya.

Air Marshall Car dibuat tahun 1950-an dengan model VW beetle. Warnanya yang mencolok memudahkan untuk dilihat oleh pilot khususnya saat akan landing.

"Ukurannya juga kecil, sesuai fungsinya mobil ini sebagai navigasi pada pesawat terbang terutama maskapai yang sifatnya perintis, salah satunya Susi Air. Di negara-negara Amerika, contohnya Kanada pakai mobil ini, sebagai jasa navigasi," terang Market & Promo Museum Angkut Nunuk Liantin pada detikTravel, Senin (21/1/2019) kemarin.

Pengunjung bisa menemukan Air Marshall Car ketika sudah berada di Runway 27. Museum Angkut sengaja meletakkannya di sana, sesuai dengan fungsi atau kegunaan daripada mobil tersebut.

"Kami bukan hanya mengenalkan koleksi, tahun ini dengan tema Otomotif Life Style, pengunjung juga akan menerima informasi lebih tentang profil koleksi kami. Makanya Air Marshall Car juga kita tempatkan di Runway 27, background-nya juga cocok dengan fungsi dari kendaraan itu," terang Nunuk.

Launching Air Marshall Car di awal 2019 juga menandai transformasi besar-besaran Museum Angkut sebagai wahana wisata sekaligus edukasi kepada pengunjung.

"Setiap koleksi kami, akan diketahui detil fungsi pembuatannya. Jadi akan menambah informasi bagi pengunjung, contohnya Air Marshall Car, semua akan dijelaskan oleh guide," ungkap Nunuk.

Setidaknya ada 600 koleksi alat transportasi di Museum Angkut Kota Batu. Semua menyebar di hampir 30 spot dengan background sesuai peruntukkannya.

Bakal Bayar USD 10, Apa Kata Turis di Bali?

 Turis yang masuk ke Bali rencananya akan bayar USD 10 untuk biaya kontribusi. Apa kata turis tentang hal tersebut?

Rencana Pemerintah Provinsi Bali untuk menarik retribusi USD 10 (sekitar Rp 140 ribu) tak dipermasalahkan wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Namun, mereka berharap uang tersebut juga bisa digunakan untuk menjaga kebersihan obyek wisata Bali.

Salah satu pasangan asal India, Mohamad dan Mehara mendukung keputusan tersebut. Sebab, uang itu digunakan untuk pelestarian budaya yang menjadi daya tarik Bali.

"Saya pikir itu ide bagus. Saya mendukung untuk pelestarian budaya," kata Mohamad saat berbincang di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Senin (21/1/2019) kemarin.

Hal senada juga disampaikan Nicholas. Turis asal Australia itu berencana menghabiskan waktu 7 hari di Bali untuk piknik.

"Saya pikir uang USD 10 itu nggak mahal, tiket ke Bali juga murah kok," cetus Nicholas tanpa menyebutkan harga tiketnya.

Sedangkan pasangan Ann dan Howard asal Melbourne, Australia juga menyebut retribusi sebesar USD 10 tak mahal. Hanya saja mereka berharap uang itu juga dipakai untuk menjaga kebersihan obyek wisata alam di Bali.

"Saya pikir USD 10 tak masalah bagi para turis yang datang ke Bali. Adat dan budaya Bali sangat kuat tapi masalah utama Bali dan Indonesia adalah sampah," ujar Ann.

Pasangan yang sering bolak-balik ke Bali untuk liburan ini meluapkan kekecewaannya dengan pemandangan sampah di Pantai Kuta. Mereka pun bertanya-tanya kenapa para pedagang dan pemilik bisnis di sepanjang Kuta tak mau turun tangan membersihkan sampah-sampah tersebut.

"Saya sudah ke sini sejak 38 tahun lalu. Sekitar 10 tahun lalu saya sempat optimistis melihat banyak gerakan anak-anak muda memungut sampah di tepi pantai dengan sukarela, saya tidak tahu kenapa sekarang ini gerakan itu berhenti," ujar Howard.

Liburan ke Selandia Baru, Ada Taman Paling Instagramable di Hamilton

Liburan ke Selandia Baru bisa jadi impian baru para traveler. Ada banyak destinasi di sana, salah satunya Kota Hamilton dengan taman terbaik di Negeri Kiwi.

Hamilton adalah kota kecil yang berjarak 125 km dari Auckland. Ini sering jadi kota singgah untuk traveler yang mau berwisata ke Hobbiton dan Glowworm Caves karena kota ini terletak di antaranya.

Tapi bukan artinya Hamilton tidak punya destinasi keren. Spot terbaiknya adalah Hamilton Gardens. Gardens dengan huruf 'S' karena memang ada banyak taman yang berkumpul dalam area seluas 54 hektar.

detikTravel atas undangan maskapai Emirates berkunjung ke sana pada Minggu (20/1/2019). Masuknya gratis tanpa tiket masuk, tapi justru ini bukan destinasi murahan. Yang bikin keren, Hamilton Gardens memiliki 21 taman dengan tema-tema unik.

Yang mengejutkan saya adalah sebuah papan yang memberikan informasi kalau kawasan ini dulunya adalah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Kota Hamilton tahun 1960-an. Pada tahun 1971 baru dibuka sebagai taman kota dan sampai sekarang berkembang terus taman-taman kerennya.

Saking bagusnya, Hamilton Gardens pernah menang Garden of The Year sebagai taman terbaik sedunia tahun 2014. Ada apa saja di sana? Banyak banget taman keren. Traveler wajib bawa kamera kalau datang ke sini.

Yang paling sering muncul di Instagram adalah Italian Renaissance Garden yang bergaya abad ke-15 dan 16. Begitu melihat tamannya, wow! Turis berdecak kagum dengan taman bergaya Eropa bagaikan taman istana kerajaan.

Ada patung Romulus dan Remus, serigala yang menjadi simbol Kota Roma. Bunga-bunganya begitu ditata rapi, jenis bunga diatur berdasarkan warnanya dan menghasilkan perpaduan yang cantik.

Taman keren selanjutnya menurut saya adalah Indian Char Barh Garden. Ini adalah taman bergaya India abad ke-16 dan 17. Arsitektur khas Islam Mughal begitu detil dengan taman geometris dan bunga warna-warni. Rasanya ingin berjoget India di taman ini.

Kemudian ada Chinese Scholar's Garden bergaya abad ke-10 sampai 12 zaman Dinasti Sung. Lalu ada Japanese Garden of Contemplation bergaya zaman Muromachi abad 14-16. Namun menurut saya, sudah cukup banyak taman kota atau kebun raya di dunia yang punya taman Jepang dan China, jadi tidak terlalu istimewa lagi.

Ada juga taman yang bergaya sangat modern minimalis namanya Modernist Garden dengan gaya Amerika kekinian. Taman-taman keren lainnya ada di area taman fantasi yang pintu masuknya ada patung Alice in Wonderland.

Tudor Garden bergaya Inggris abad ke-16 juga keren untuk yang suka posting Instagram. Bergaya taman istana dan ada juga patung-patung hewan fantasi Inggris seperti Unicorn, Centaur, Naga, Phoenix dll.

Lalu yang unik adalah Concept Garden. Taman atau kebun ini memiliki dekorasi balon udara yang disebut Huddleston. Ada lagi Herb Garden yang isinya adalah aneka tanaman yang dipakai untuk makanan, kosmetik, parfum dan obat.

Bunga-bunga di Hamilton Gardens begitu cantik, tidak heran banyak wisatawan yang suka datang ke sini. Bukan hanya itu, taman ini sering dipakai untuk aneka event besar. Di sebelah Danau Turtle ada area lapangan besar yang bisa dipakai untuk acara festival. Hamilton Gardens cocok banget untuk jadi destinasi liburan di Selandia Baru.

Cara ke sana:

Ada bus namanya Busit dari Terminal Hamilton Transport Centre ke Hamilton Gardens. Cari bus nomor 6 jurusan Hamilton Gardens. Khusus akhir pekan pakai bus nomor 29 ke Hamilton Gardens. Tapi kalau repot, taksi online Uber bisa mengantar Anda dengan cepat.