Selasa, 10 Maret 2020

Banyuwangi yang Penuh Pesona Untuk Liburan Akhir Pekan

 Banyuwangi cocok untuk jadi tujuan liburan akhir pekan kali ini. Pantai biru, pasir putih dan gunung yang indah adalah obat setelah penat seminggu di perkotaan.

Banyuwangi, sebuah kabupaten yang terletak di ujung Pulau Jawa yang dikenal dengan Sunrise of Java. Semakin diperhatikan, ada banyak sekali wisata alam yang disuguhkan yang mampu membuat mata terkagum, sebuah pengalaman yang tidak akan saya lupakan.

Berawal dari rekomendasi teman-teman tentang keindahan Ijen dan pantai-pantai yang ada di Banyuwangi, saya mulai menyusun rencana untuk berkunjung ke salah satu wisata tersohor di tanah air tersebut. Berbekal teman saya yang tinggal di sana dan keinginan untuk berlibur, saya berangkat ke Banyuwangi via kereta api Probowangi dari Stasiun Waru menuju Stasiun Kalistail. Ada banyak stasiun di Banyuwangi yang bisa dijadikan tempat pemberhentian, tergantung wisata mana yang akan dikunjungi. Misalnya, sobat mau ke Kawah Ijen, maka langsung aja berhenti di Stasiun Karangasem. Berhubung teman saya rumahnya di Kalistail, maka turunlah saya di stasiun tersebut.

Perjalanan dari Stasiun Waru, Sidoarjo menuju Stasiun Kalistail, Banyuwangi memakan waktu kurang lebih 7 jam. Nah, di dalam kereta saya bertemu dengan warga asli Banyuwangi. Eh, saya diberi tahu kalau sekarang pemerintah Kota Banyuwangi dalam rangka meningkatkan fasilitas pariwisata telah mengadakan akomodasi gratis. Wah, nyesel juga sebenernya baru tahu hal beginian padahal kan lumayan. Nah, untuk kalian yang ingin liburan ke Banyuwangi selanjutnya, jangan lupa cek dulu di website Banyuwangi Tourism. Akan ada banyak pilihan untuk akomodasi ke berbagai wisata di Banyuwangi, yang harus dibooking terlebih dahulu.

Saya tiba di Stasiun Kalistail pukul 12.00 WIB siang. Berhubung siang itu terik, mulailah keroncongan perut saya. Sambil menunggu teman saya, saya makan di mie ayam depan stasiun. Ternyata tidak hanya orangnya yang ramah-ramah, Banyuwangi juga menyuguhkan harga makanan yang ramah di kantong sobat! Jadi, jangan lupa juga untuk mencicipi makanan khas Banyuwangi seperti rujak soto dan nasi sambal tempong yaa, biar dimanjakan lidahmu dengan cita rasa khas Jawa.

Hari pertama dan kedua

Destinasi yang pertama kali saya kunjungi adalah Kawah Ijen yang terkenal dengan keindahan kawah di atas awan dan Blue Fire-nya. Untuk mendapatkan momen melihat Kawah Ijen dan sunrise sensasional dari kota yang katanya Sunrise of Java, saya harus berangkat tengah malam. Jadilah saya bersama teman saya berangkat dari Kota Banyuwangi menuju Kawah Ijen pada pukul 00.00, dengan menggunakan motor. Sepanjang perjalanan, ada banyak sekali mobil yang menuju Kawah ijen. Jadi, meskipun berangkat malam-malam dengan suasana dingin, susana tidak terlalu mencekam akibat lalu lintas yang cukup ramai. Jalan menuju Kawah Ijen-pun sudah mulus dan beraspal, hanya saja ada beberapa tanjakan naik-turun.

Semakin mendekati pos pendakian, udara semakin pekat dan dingin. Pos pendakian sudah buka saat saya tiba di loket pada pukul 02.00 WIB dini hari. Sebelum medaki, pastikan sudah memiliki senter dan masker khusus untuk mencegah keracunan belerang saat mendekati puncak. Kami mulai mendaki pada pukul 02.15 WIB.

Yang Orang Belum Tahu di Timur Rusia

'Russian Far East' begitu sebutan untuk Sakhalinsk. Sebuah pulau di timur Rusia yang jarang terjamah turis, tapi kini mulai merayu dengan pesonanya.

Menyebut Rusia, pikiran kita pasti terlintas ke Moskow atau Saint Petersburg. Tak ayal, Rusia memang luas. Rasa-rasanya pasti ada tempat yang indah dan belum terjamah.

Salah satu tempatnya itu adalah Sakhalinsk. Dilansir dari CNN Travel, Kamis (17/1/2019) Sakhalinsk merupakan pulau di bagian timur Rusia. Masuk salah satu pulau terbesar di Rusia, yang mana berbatasan dengan Jepang. Hanya 45 kilometer menyebrangi lautan!

Pulau Sakhalinsk terlihat unik, bentuknya ramping memanjang. Terbentang 1.000 kilometer luasnya dengan lebar 25 kilometer. Maka jangan heran, berada di sini akan selalu melihat lautan.

Sakhalinsk memang jarang masuk list destinasi turis yang berkunjung ke Rusia. Padahal pesona keindahannya tak bisa dipandang sebelah mata. Pun datang ke sana tak sulit-sulit amat. Turis bisa terbang dari Moskow, Seoul, Tokyo dan Hokkaido dan mendarat di Bandara Yuzhno-Sakhalinsk. Yuzhno-Sakhalinsk sendiri merupakan kota utama di Sakhalinsk.

Ada banyak destinasi wisata di Sakhalinsk. Deretan pantainya bukan hanya untuk bersantai, tapi semua operator tur wisata di Sakhalinsk menawarkan aktivitas memancing. Selamat memancing ikan di lautan Pasifik.

Bukhta Tikhaya menjadi wilayah yang menarik dikunjungi. Teluk yang tenang, begitu kata orang-orang sana. Kontur pantainya landai dan gugusan pegunungan tampak membentengi teluk ini. Kalau saat musim dingin, semuanya putih tertutup salju. Tampak seperti sedang berada di kutub saja!

Saat musim dingin pun, Gunung Bolshevik jadi arena bermain ski. Ketinggiannya memang 600 mdpl, tapi sudah asyik jadi area bermain ski.

Saat berada di Sakhalinsk, jangan kaget kalau melihat banyak bangunan bergaya Jepang. Usut punya usut, Sakhalinsk pernah dikuasi Jepang selama empat dekade sebelum direbut kembali oleh Rusia di tahun 1945.

Menariknya lagi, penduduk asli Sakhalinsk adalah suku Ainu. Rupanya, suku Ainu ini juga merupakan orang asli dari Pulau Hokkaido di bagian utara Jepang. Namun ahli sejarah menilai, justru Pulau Sakhalinsk adalah rumah asli mereka.

Pemerintah Rusia pun tidak mengusir suku Ainu. Mereka tetap hidup dengan damai di Sakhalinsk. Bukan cuma itu, rupanya juga banyak orang-orang keturunan Korea di sana karena di zaman dulu banyak pendatang melalui kapal laut.

Maka dari itu, soal sejarah Sakhalinsk rasanya juga asyik untuk dikulik. Datanglah ke Museum Militer Yuzhno-Sakhalinsk, Victory Square dan Orthodox Cathedral untuk menelusuri sejarah kehidupan penduduk Sakhalinsk di masa lalu.

Bicara soal laut, berbagai makanan seafood jadi menu utama di Sakhalinsk. Banyak pilihan dari ikan, ekrang sampai red king crab alias kepiting merah raksasa.

Kini, Sakhalinsk mulai gencar mempromosikan pariwisatanya. Ingin mengubah stigma, bukan lagi tempat yang sulit terjamah melainkan menjadi destinasi wisata yang indah.

Mungkin kamu, tertarik ke Sakhalinsk?