Membeli rumah tidak selamanya mahal. Di Italia, ada rumah dengan pemandangan Laut Mediterania harganya cuma Rp 16 ribu lho. Penasaran?
Inilah kota Sambuca, letaknya berada di Sicila, sekitar 10 jam dari Ibukota Italia, Roma. Dikumpulkan detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (17/1/2019) Sambuca berniat mencari penduduk untuk menghidupkan kembali kota yang sudah ditinggal banyak penghuninya, dengan menjual hunian super murah.
Sambuca memiliki suasana jadul khas Italia dengan pemandangan perbukitan hijau. Selain itu, daya tarik yang menarik adalah pemandangan yang menghadap laut Mediterania.
Namun, Sambuca ditinggal oleh para penduduk ke kota-kota maju. Hal ini, membuat pemerintah setempat ingin membuat Sambuca ramai kembali, dengan cara menjual rumah seharga EUR 1, atau setara dengan Rp 16 ribu.
"Berbeda dengan kota-kota lain yang hanya melakukan hal ini untuk propaganda, kota ini memiliki semua rumah € 1 yang dijual," kata Giuseppe Cacioppo, wakil walikota Sambuca dan dewan wisata seperti dikutip dari CNN.
Namun, bukan semata-mata hanya membeli saja. Pemilik yang membeli, harus berkomitmen untuk memperbarui tempat tinggal yang runtuh dengan luas 40-150 meter dalam waktu 3 tahun sejak pembelian. Biayanya, sekitar EUR 15 ribu (Rp 242 jutaan).
Selain itu, ada juga biaya keamanan senilai EUR 5.000 (Rp 80 juta) yang akan dikembalikan jika renovasi sudah selesai. Menurut Giuseppe, Sambuca dulunya dikenal sebagai Kota Kemegahan. Lahannya sangat subur, dengan pemandangan alam indah yang penuh sejarah. Selain itu, tempat ini sangat tenang dan sejuk.
Ia pun mengatakan, bahwa apabila Sambuca tidak cepat-cepat direnovasi, akan menghalami kehancuran. Hal ini yang sangat dihindari oleh pemerintah setempat.
Sambuca sebenarnya bisa jadi peluang pariwisata yang besar bagi Italia. Hal ini, karena aksen Yunani Kuno dan Arab yang melekat kuat. Bisa jadi keunikan dan daya tarik bagi wisatawan lokal maupun internasional.
Sejauh ini, beberapa warga internasional sudah membeli sejumlah rumah di Sambuca. Tercatat, ada 10 rumah yang sudah resmi terjual. Rata-rata, orang Swiss, Prancis dan Spanyol yang tertarik dengan Sambuca.
Susanna Heinson, dari Jerman, telah membeli sebuah rumah dan menata ulang rumahnya di Sambuca.
"Saya tidak sabar untuk menghabiskan musim panas mendatang di Sambuca, itu tempat yang indah dan istimewa. Orang-orangnya sangat berpikiran terbuka dan ramah. Restoran yang bagus, kilang anggur yang luar biasa. Kami merasa di rumah sendiri," ujarnya.
Sambuca sempat dinominasikan dalam kontes Most Beautiful Towns Italia 2016. Bahkan, direncanakan akan membuka hotel untuk membantu para pendatang baru merasakan sensasi menyatu dengan kehidupan desa setempat dan bergaul dengan penduduk.
Keren! Jepang Uji Coba Bus Tanpa Sopir di Bandara Haneda
Untuk pertama kalinya, bus tanpa sopir akan diuji coba di Bandara Haneda, Tokyo. Rencananya teknologi ini akan bisa dinikmati wisatawan pada 2020 mendatang.
Soal inovasi, Jepang bisa dibilang juaranya. Yang terbaru, mereka akan meluncurkan bus tanpa sopir yang akan melayani wisatawan di Bandara Haneda, Tokyo. Bus ini akan melayani wisatawan yang ingin berpindah dari satu terminal ke terminal lainnya.
Dihimpun detikTravel dari beberapa sumber, Kamis (17/1/2019), maskapai ANA (All Nippon Airways) sudah mulai menguji coba bus tanpa sopir ini di beberapa area terbatas di Bandara Haneda.
Jika uji coba ini sukses, bus tanpa sopir ini akan siap melayani penumpang tahun depan, bertepatan pula dengan pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020.
Cara kerja bus tanpa sopir ini yaitu dengan menggunakan bantuan sensor magnetik yang dipasang di bagian bawah bus. Nantinya bus ini akan mengikuti jalur bermagnet yang akan membantu bus untuk tetap berjalan sesuai dengan rutenya.
Meski tanpa pengemudi, bus ini tetap akan bisa dikontrol oleh operator lewat sistem kontrol yang disebut 'Dispatcher'. Kontrol ini bersifat real time, sehingga begitu ada masalah para operator sudah siap untuk mengatasinya.
"Bus otomatis ini akan membantu mengurangi arus lalu lintas di bandara dan juga membantu meningkatkan kenyamanan bagi para penumpang," ujar Shigeru Hattori, Senior Vice President ANA.
Selain di Bandara Haneda, bus tanpa sopir ini rencananya juga akan di uji coba di Bandara Narita, Bandara Sendai dan juga Bandara Nagoya.