Selasa, 10 Maret 2020

Pernah ke Fujinomiya? Cakep Lho!

 Liburan ke Jepang tak melulu Tokyo. Cobalah ke Kota Fujinomiya yang menawarkan berbagai objek wisata alam, termasuk Gunung Fuji yang ikonik.

Jepang memiliki wisata alam yang luar biasa. Salah satunya di Fujinomiya. Yuk, intip lima tempat wisata yang bisa traveler kunjungi di kota yang terkenal akan Gunung Fuji ini.

Berdasarkan liburan saya Oktober lalu di Kota Fujinomiya, Shizuoka, saya akan berbagi pengalaman sekaligus referensi liburan bagi traveler. Bagi kamu pecinta alam, salah satu kota kecil di Jepang ini bisa jadi pilihan tepat.

1. Gunung Fuji

Menilik dari nama kotanya, pasti akan langsung teringat dengan gunung terkenal di Jepang. Ya, Gunung Fuji wajib kamu kunjungi terlebih dahulu. Gunung yang diselimuti oleh salju ini memiliki pemandangan yang luar biasa.

Tips bagi kamu yang mau menikmati panorama di Gunung Fuji, kamu harus datang pagi hari. Karena, jika matahari sudah berada di atas, maka kabut yang tebal akan menghalangi jarak pandang kamu. Jadi, jangan lupa bangun pagi ya!

2. Danau Tanuki

Masih berada di kawasan Gunung Fuji. Danau Tanuki membentang di bawah kaki Gunung Fuji. Bagaikan sebuah pemanis, danau ini melengkapi panorama indah dari Gunung Fuji yang pastinya instagramable.

Selain itu, di sekitar danau terdapat dapur bersama bagi para wisatawan yang berkemah di sekitaran Danau Tanuki. Traveler juga dapat menyewa sepeda untuk berkeliling.

3. Air Terjun Shiraito

Tak jauh dari lokasi Gunung Fuji, wisata air terjun Shiraito tak boleh terlewatkan dari daftar perjalanan kalian di Kota Fujinomiya. Jangan lupa, cek kembali memori ponsel dan kamera karena tempat ini memiliki banyak foto yang menarik.

Nggak sampai di situ, berbagai toko suvenir pun siap menguras dompet kalian nih. Tapi, tenang harganya cukup terjangkau. Warga setempatnya pun ramah dan seringkali memberi kami bonus makanan ringan.

4. Fuji Milk Land

Tempat wisata ini cukup berbeda dari sebelumnya karena kita akan memasuki wilayah peternakan. Fuji Milk Land memiliki lahan yang luas dan kental dengan suasana peternakan. Di sana, kita bisa berinteraksi dan memberi makan hewan-hewannya secara langsung.

Sapi, rusa, kambing, hingga burung merak pun menjadi bagian dari keluarga Fuji Milk Land. Es krim yang dijual di sini pun enak.

5. Kuil Fujisan Hongu Sengen Taisha

Bosan dengan wisata alam, traveler bisa mencoba berkunjung ke Kuil Fujisan Hongu Sengen Taisha. Kita bisa melihat secara langsung budaya keagamaan warga setempat di sana. Selain itu, di kuil ini juga terdapat mata air yang dipercaya dapat mengabulkan permintaan. Suasananya yang tenang dan damai juga bisa jadi penghilang stres dan penat.

Nah, traveler sebaiknya mulai memburu promo yang saat ini banyak ditawarkan oleh berbagai aplikasi dan maskapai penerbangan. Tak usah khawatir soal penginapan selama berwisata di kota Fujinomiya. Banyak guest house dan hotel dengan harga miring di kota ini.

Karena Korea Selatan Bukan Sekedar K-Pop

Korea Selatan bukan melulu K-Pop. Kuliner, obyek wisata dan bahkan kosmetik pun bisa menjadi alasan para pelancong untuk mengunjungi Negeri Ginseng ini.

Tidak dapat dipungkiri bahwa seiring dengan meningkatnya popularitas K-Pop, nama Korea Selatan pun muncul ke permukaan sebagai salah satu destinasi wisata favorit. Bagi para Kpoppers atau pecinta K-pop, Korea Selatan laksana surga dunia, dari merchandise sampai idol cafe, semua lengkap tersedia. Hal ini yang kemudian diasosiasikan menjadi tujuan utama dari wisata ke Korea Selatan. Tetapi, sebetulnya Korea Selatan menyimpan lebih banyak alasan untuk berkunjung, bukan hanya sekedar sosok Oppa dan Unnie saja.

Perjalanan saya diawali dari Jeju-do, atau yang lebih dikenal dengan Pulau Jeju, satu-satunya provinsi di Korea Selatan yang memiliki otonomi khusus. Jeju-do memiliki banyak tempat wisata alam yang indah, salah satunya adalah Seongsan Ilchulbong (Sunrise Peak). Pulau yang terbentuk dari ledakan hidrovulkanik di dasar laut ini bahkan masuk kedalam daftar UNESCO sebagai situs warisan dunia.

Puncak Seongsan Ilchulbong yang setinggi 180m ini dapat dicapai dengan berjalan kaki. Tenang saja, tidak jauh kok, hanya 15-20 menit saja. Walaupun termasuk dalam obyek wisata dunia, tapi saya melihat bahwa jumlah wisatawan lokal yang datang ke sini juga tidak kalah banyaknya. Di Korea Selatan, kegiatan di alam seperti hiking memang sangat digemari. Selain menyehatkan, kegiatan ini dapat memberikan penyegaran dan menghilangkan penat dari rutinitas kerja yang penuh tekanan. Karena kesiangan, aku melewatkan matahari terbit, tetapi pemandangan hamparan pepohonan yang berbatasan dengan pecahan ombak di bebatuan membuatku bersyukur bahwa saya bisa melihat keindahan ini dengan mata sendiri.

Liburan Bahagia di Gunung Bromo

 Indonesia adalah pesona Asia yang memiliki panorama alam yang indah seperti Gunung Bromo. Liburan akhir pekan ke sana bisa bikin kamu bahagia.

Siapa sih yang tidak mengenal kepopuleran gunung berapi yang masih aktif ini? Gunung Bromo adalah salah satu tempat wisata yang paling terkenal di Jawa Timur dengan kunjungan yang paling ramai setiap tahunnya. Gunung Bromo juga jadi tempat favorit para wisatawan lokal maupun mancanegara untuk menyaksikan sunrise terbaik di Pulau Jawa.

Menyajikan keindahan negeri di atas awan yang siap menarik mata hati, Gunung Bromo berada dalam empat lingkup kabupaten yaitu Probolinggo, Pasuruan, Lumajang dan Kabupaten Malang. Keadaan alam gunung Bromo bertautan dengan lembah, ngarai, kaldera atau lautan pasir dengan luas 10 km2.

Gunung Bromo termasuk dalam satu kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Dimana terdapat  beberapa obyek wisata lain yang bisa dikunjungi, seperti Gunung Semeru, Gunung Tengger, Gunung Batok beberapa danau dan Gunung Bromo itu sendiri.

Selain keindahan alam yang tersimpan di Gunung Bromo, Yadnya Kasada atau Upacara Kasodo lah yang membuat Gunung Bromo menjadi tujuan destinasi utama setiap tahunnya. Upacara Kasodo digelar setiap tahun pada bulan purnama di penanggalan Jawa dan di sinilah biasanya puncak ramai pengunjung berdatangan.

Perjalanan menuju Bromo memiliki beberapa pilihan, pertama bisa menggunakan motor dan bisa langsung menggunakan mobil jeep. Akses  favoritku dan teman-teman adalah menggunakan sepedah motor, sekitar 2,5-3 jam perjalanan dari Malang kota menuju penanjakan melewati jalur Nongkojajar, Pasuruan dan pulangnya melewati jalur Tumpang, Malang.

Saran terbaik ketika naik motor sebaiknya menggunakan motor trail, karena medan yang begitu curam dan licin. Biasanya kami berangkat pukul 00.00 malam dan sampai pukul 03.00 pagi, beristirahat sejenak di warung-warung dekat Penanjakan untuk sekedar mengisi perut ataupun menghangatkan tubuh. Sekitar pukul 04.00 pagi Penanjakan sudah ramai oleh para pengunjung mengambil tempat untuk mendapatkan spot terbaik menyaksikan matahari terbit.

Berbeda dengan gunung lainnya, Gunung Bromo memiliki hembusan angin yang bercampur dengan pasir, sehingga akan sangat menganggu jika kamu memiliki alergi terhadap debu. Iritasi mata pun bisa muncul jika kamu tidak berhati-hati. Maka, dianjurkan untuk membawa kacamata pelindung serta masker selama berada di sana.  Disarankan teman-teman membawa lebih dari satu masker, kalaupun di kawasan Gunung Bromo ada jual itupun lumayan mahal harganya.

Dengan ketinggian 2.329 mdpl Gunung Bromo memliki suhu di bawah 10 derajat celcius. Jadi, buat teman-teman yang tidak biasa dingin, temperatur udara Bromo bisa jadi bumerang. Nah untuk mengantisipasinya bisa membekali diri dengan baju hangat atau jaket tebal, syal, sarung tangan, dan topi. Untuk teman-teman  yang merasa saat di tempat Penanjakan masih merasa dingin, di sana terdapat penyewaan jaket.