Rabu, 11 Maret 2020

Harga Lengkap dari Fasilitas Taman Nasional Baluran

Taman Nasional Baluran dikenal pula dengan julukan Africa van Java. Inilah cerita saat mengunjungi kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli yang terdapat hutan, padang sabana dan Pantai Bama.
Terletak di wilayah Banyuputih, Situbondo dan Wongsorejo, Banyuwangi, luas Taman Nasional Baluran adalah 25 ribu hektar. Saat waktu memasuki sore hari kami tiba di gerbang pintu masuk Taman Nasional Baluran.

Di gerbang, kami melapor juga membeli tiket di pos penjaga. Untuk harga tiketnya di hari kerja domestik Rp 15.000 per hari dan mancanegara Rp 150.000 per hari, rombongan pelajar atau mahasiswa Rp 8.000 per hari, roda 2 Rp 5.000 per hari, roda 4 Rp 10.000 per hari, minbus atau truk Rp 50.000 per hari.

Di hari libur domestik Rp 17.500 per hari, mancanegara Rp 225.000 per hari, rombongan pelajar atau mahasiswa Rp 9.500 per hari. Roda 2 Rp 7.500 per hari, mobil Rp 15.000 per hari, minibus atau truk Rp 75.000 per hari.

Setelah melewati pos penjaga, jalanan dipenuhi dengan pepohonan yang hijau dan rimbun. Inilah kawasan hutan hijau sepanjang tahun atau lebih dikenal dengan sebutan evergreen forest. Hutan ini selalu hijau dan tidak pernah kering karena berada di wilayah cekungan di mana terdapat sungai bawah tanah.

Evergreen seperti terowongan hijau karena pepohonan tampak rapat dan daunnya tumbuh lebat. Kemudian kami sampai di Padang Savana Bekol, di sini terdapat hamparan sabana yang luas dengan pemandangan Gunung Baluran. Berbagai hewan seperti banteng, rusa dan kebo sempat aku jumpai di sana.

Di sini juga terdapat penginapan lho, jadi kalian bisa merasakan tinggal di padang sabana ato juga di pinggir Pantai Bama. Penginapan di Savana Bekol, Wisma Rusa Rp 100.000 per kamar untuk 2 orang. Wisma Merak Rp 150.000 per kamar untuk 2 orang. Wisma Banteng Rp 400.000 per wisma untuk 4 orang.

Sabana adalah spot berfoto, terutama di bawah pohon akasia, tulang kepala banteng yang berjajar dan papan nama Savana Bekol yang ada di tengah hamparan sabana. Setelah mengabadikan beberapa momen di sabana kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Bama.

Dalam perjalanan kami banyak menjumpai berbagai jenis burung yang ada di dahan pohon dan beberapa monyet liar. Kemudian tibalah kami di pantai yang berpasir putih dengan batu pantai yang kecil. Terdapat hutan mangrove serta fasilitas umum seperti toilet dan musholla hingga penginapan di Pantai Bama.

Penginapan di Pantai Bama, yakni Wisma Pilang Rp 200.000 per wisma untuk 2 orang. Setelah beristirahat dan menikmati pantai kami memutuskan mengakhiri perjalanan kami di Taman Nasional Baluran dan menuju Kota Banyuwangi.

Hari kedua di Banyuwangi, setelah bersiap-siap kami pergi ke Pantai Pulau Merah. Destinasi ini merupakan sebuah pantai dan objek wisata di Kecamatan Pasanggaran, Banyuwangi.Pantai Pulau Merah atau Pulo Merah yang berasal dari terdapatnya sebuah bukit kecil yang memiliki tinggi sekitar 200 meter dan tersusun dari tanah berwarna merah. Pemandangannya indah dan kita dapat surfing di pantai ini.

Bukit ini dapat dikunjungi ketika air laut sedang surut sekitar pukul 15.00 dan ketika air laut pasang bukit ini akan menjadi sebuah pulau yang terpisahkan oleh air laut dari pantai. Kebetulan aku tiba di sana saat sedang pasang jadi gak bisa berkunjung ke bukitnya.

Untuk memasuki Pantai Pulau Merah harga tiketnya Rp 8.000 per orang, untuk parkir mobil Rp 5.000 sedangkan untuk parkir motor Rp 2.000. Untuk yang mau menginap ada homestay untuk beristirahat, rata-rata homestay di pantai ini memiliki tarif sekitar Rp 100.000 per malamnya.

Pantai Pulau Merah adalah pantai yang luas dengan pasir putih dan dikelilingi hutan mangrove. Ombaknya cukup tinggi yang terkadang bisa digunakan untuk surfing. Bagi yang tidak memiliki papan selancar sendiri ada jasa penyewaan selancar dengan harga sekitar Rp 50.000. Di pinggir pantai terdapat pepohonan yang rimbun yang bisa untuk istirahat terdapat pula kursi pantai yang di sewakan dengan harga Rp 25.000 per 60 menit.

Untuk masalah kuliner atau makanan di sini disuguhkan dengan khas Banyuwangi seperti rujak soto, rujak bakso, rawon dan sajian lainnya. Lokasi pantai ini dekat dengan pemukiman warga dan untuk keamanan di sini ada penjaga pantai yang siaga di pinggir pantai.

Lagi, Bali Bikin Pesona di Pameran Wisata Terbesar AS

Wakil Indonesia tampil gemilang di sebuah acara pameran pariwisata di Chicago, AS. Penonton terpesona dan penampil ini diganjar penghargaan.

Dalam rilis resmi KJRI Chicago, Selasa (15/1/2019), ribuan pengunjung terpesona dalam penampilan Indonesia di acara Chicago Travel Adventure Show 2019. Acara ini berlangsung tanggal 12-13 Januari 2019.

Penampilan Indonesia melalui gamelan dan tari Bali oleh Chicago Balinese Gamelan. Di acara ini ada nasi rendang dan sedapnya soto Betawi dari Padi House & Grill dari Chicago, beragam kerajinan Bali oleh Bali Makasih dari Indiana dan berbagai paket wisata Indonesia oleh Voyage2paradise dari Texas.

"Indonesia tampil sukses di acara ini. Chicago Balinese Gamelan yang tampil mempesona di acara ini mendapatkan apresiasi berupa Best Cultural Performance 2019 dari pihak penyelenggara. Sementara itu Bali Makasih berhasil menjual kerajinan Bali senilai USD 2.804. Terdapat tujuh grup wisatawan setempat yang telah mendaftar untuk perjalanan ke Bali dan sekitar 15 orang yang tertarik untuk melakukan perjalanan ke Indonesia", kata Konjen RI Chicago Rosmalawati Chalid.

"Chicago Travel Adventure Show yang berlangsung di akhir pekan lalu. adalah salah satu pameran pariwisata terbesar di Amerika Serikat yang diselenggarakan setiap tahun. Acara ini selalu dikunjungi puluhan ribu pengunjung dan merupakan salah satu ajang yang selalu dimanfaatkan untuk lebih memperkenalkan Indonesia kepada publik setempat," ucap dia.

Selain masyarakat umum, acara ini dikunjungi oleh travel agent dan tour operator. Mereka datang dari berbagai wilayah Amerika Serikat dan negara lainnya.

"Saya berharap melalui ajang Chicago Travel Adventure Show yang berlangsung selama dua hari di akhir pekan ini, publik setempat akan lebih mengenal Indonesia. Karena itu dalam acara ini Indonesia tampil lengkap guna menarik mereka berkunjung ke Indonesia," ucap Chalid.

"Ada berbagai destinasi beserta paket-paket wisata yang ditawarkan oleh Voyage2paradise. Ada pertunjukan seni budaya oleh Chicago Balinese Gamelan. Tak ketinggalan nasi rendang, es cendol, risoles, soto betawi dan kue klepon yang disuguhkan oleh Padi House & Grill", imbuhd dia.

Konjen Chalid menyatakan setiap tahun KJRI Chicago selalu mengajak partisipasi kalangan industri pariwisata di tanah air maupun diaspora Indonesia di Amerika Serikat di acara Chicago Travel Adventure Show. peran serta mereka dibutuhkan untuk menggalakkan pariwisata di Tanah Air

"Agar berjalan sukses, promosi Indonesia di ajang internasional seperti ini harus merupakan kerja bareng antara pemerintah dan kalangan swasta", kata Chalid.

Booth Indonesia tidak pernah sepi dari antrian pengunjung yang ingin mencicipi es cendol, risoles, nasi rendang, soto betawai dan kue klepon serta membeli kerajinan Bali, termasuk untuk mendapatkan informasi paket-paket wisata yang ditawarkan. Chicago Travel Adventure Show 2019 dihadiri oleh lebih dari 20 ribu lebih pengunjung dan diikuti oleh 350 eksibitor dari seluruh AS dan berbagai negara Asia, Eropa, Afrika dan Australia.