Kamis, 12 Maret 2020

Layanan Travel Pass Bermasalah, Sriwijaya Air Akan Diadukan ke YLKI

Traveler mengeluhkan program terbang sepuasnya dari Sriwijaya Air yang bermasalah. Mereka akan mengadu ke YLKI.

Beragam langkah telah ditempuh oleh para member Sriwijaya Travel Pass untuk memprotes layanan terbang sepuasnya yang ternyata tidak seperti yang dijanjikan. Sriwijaya Air sampai saat ini belum ada tanggapan yang memuaskan.

"Ada yang mengirim surat aduan ke YLKI, mengirim surat pembaca ke media, protes ke kantor-kantor cabang bahkan datang langsung ke kantor pusatnya," kata Isa, salah satu member Sriwijaya Travel Pass dalam jumpa pers di Tjikini Lima, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Adapun langkah selanjutnya yang akan ditempuh oleh para member SJ Travel Pass adalah datang langsung ke kantor Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Mereka akan mengadukan Sriwijaya Air.

"Kami member akan ke kantor YLKI di hari Rabu pukul 13.30 WIB. Kami akan membawa masalah sesuai dengan surat aduan dan juga menanyakan tentang perlindungan konsumen yang bisa kami dapatkan," kata Maya Sayekti, salah satu member SJ Travel Pass.

Maya juga menambahkan adapun langkah selanjutnya yang akan ditempuh sesuai arahan YLKI.

"Setelah ini kami akan bergerak sesuai arahan YLKI," tutupnya. 

Promosi Wisata Indonesia di Norwegia Mendulang Sukses

Promosi pariwisata Indonesia di Oslo, Norwegia sukses menyedot perhatian warga Norwegia. Banyak dari mereka yang memesan paket wisata ke Indonesia.

Di tengah dinginnya musim dingin yang mencapai minus 9 derajat celcius, kekayaan dan ragam destinasi wisata Nusantara yang gencar dipromosikan KBRI Oslo dalam acara Reiselivsmessen, pada tanggal 11 hingga 13 Januari 2019 di Telenor Arena, Oslo sukses menyedot perhatian warga Norwegia.

"Partisipasi dalam salah satu pameran wisata terbesar di wilayah Nordik ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi KBRI Oslo sekaligus upaya berkelanjutan agar Indonesia tetap eksis dalam radar destinasi wisata unggulan bagi warga Norwegia", ujar Duta Besar RI Oslo, Todung Mulya Lubis dalam keterangan pers yang diterima detikTravel, Senin (14/1/2019).

Selain memberikan informasi potensi pariwisata di Indonesia, para pengunjung pameran juga berkesempatan untuk melihat langsung tarian tradisional yang dibawakan oleh diaspora Indonesia di Oslo.

Tarian tradisional Cendrawasih, Renggong Manis, Manuk Rawa, Sekar Jagat dan Pakarena yang disuguhkan Kelompok Krama Bali Norwegia, Tim Tari Anak Indonesia dan Nina Elang selama pameran telah memukau para pengunjung.

"Pada pameran kali ini, KBRI Oslo bekerja sama dengan 1-2 Travel Agent yang berpusat di Oslo untuk mengisi dan mendiseminasikan informasi wisata menari di tanah air, seperti Raja Ampat, Pulau Komodo, Danau Toba, Candi Borobudur, serta berbagai destinasi menarik lainnya", ujar Nina Evayanti, Pelaksana Fungsi Penerangan dan Sosial Budaya KBRI Oslo.

Selain itu, promosi produk dan kuliner nusantara kerja sama KBRI Oslo dan Scanesia (importir produk Indonesia) yang melengkapi anjungan KBRI Oslo juga seakan menjadi 'magnet' pameran.

"Selama pameran kami mencatat adanya pertanyaan pengunjung terkait bencana alam, kecelakaan moda transportasi, isu terorisme/violent extrimism/keresahan sosial yang diliput oleh media. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk menyerbarluaskan informasi terkait upaya penanggulangan serta upaya pencegahan yang dilakukan Pemerintah, industri pariwisata, dan berbagai pihak terkait, sekaligus meyakinkan mereka bahwa Indonesia masih menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk berwisata," ungkap Wisnu Lombar Dwinanto, PF Ekonomi I KBRI Oslo.

Harga Tiket Pesawat ke Banyuwangi Turun, Ini Harapan Bupati Anas

Turunnya harga tiket beberapa maskapai di Bandara Internasional Banyuwangi disambut positif oleh Bupati Anas. Dia berharap wisatawan tetap datang ke Banyuwangi.

Bagi Anas, harga tiket juga menjadi salah satu pertimbangan bagi penumpang untuk liburan, khususnya bagi wisatawan yang akan mengunjungi suatu daerah.

"Kami turut menyambut baik atas kesepakatan penurunan tarif. Bagi daerah, ini akan sangat positif karena bisa menarik wisatawan. Ini akan memberikan kesempatan bagi para wisatawan yang ingin menikmati penerbangan seru ke Banyuwangi dengan ongkos yang hemat," kata Anas kepada detikTravel, Senin (14/1/2019).

Dengan demikian, imbuhnya, kunjungan wisatawan ke Banyuwangi diharapkan tetap terjaga. "Semoga keputusan ini bisa membantu di masa low season. Dengan berbagai atraksi yang telah kita siapkan dan tawaran tarif tiket murah ini, semoga orang tetap terdorong ke Banyuwangi," ujarnya.

Selain tarif tiket domestik, tiket Kuala Lumpur Malaysia-Banyuwangi oleh Citilink juga mengalami penurunan. Dari semula tarif awak di kisaran Rp 1,2 juta, kini ada tarif promo sebesar Rp 800 ribu berlaku sejak 8 Januari 2019 hingga 3 bulan ke depan.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik penurunan harga tiket tersebut. Kenaikan harga tiket pesawat sangat berpengaruh pada pergerakan pariwisata. Karena salah satu mode transportasi yang punya porsi besar adalah pesawat. Untuk destinasi wisata yang berkembang seperi Banyuwangi ini, sangat diperlukan tarif transportasi yang murah.

"Hal ini sangat mempengaruhi pariwisata. Karena tiket pesawat memiliki porsi penting dalam pariwisata," tambahnya.

Menurut Menpar, jika ingin menaikan harga tiket jangan dalam waktu sebulan karena kenaikannya akan terasa. Namun mungkin bisa dibuat dalam jangka waktu tiga tahun

"Jika ingin menaikan harga tiket, jangan dalam jangka waktu sebulan. Namun dibuat dalam jangka 3 tahun. Hingga kenaikannya tidak terasa," tutupnya.

Sebelumnya, menyusul keputusan Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) menurunkan tarif tiket penerbangan domestik, tarif transportasi rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya juga ikut turun. Seperti yang dilakukan oleh dua maskapai, Citilink dan NAM Air, yang melayani rute Jakarta - Banyuwangi dan sebaliknya.

District Sales Manager Citilink Banyuwangi, Dadang Teguh Setiawan, mengatakan, harga tiket Citilink rute Banyuwangi-Jakarta turun di kisaran Rp800 ribu dari sebelumnya di atas Rp1 juta.

"Per hari ini Senin (14/1), harga tiket Citilink sudah turun semua. Untuk rute Banyuwangi-Jakarta di kisaran Rp800 ribu. Untuk rute lainnya bisa jadi lebih tinggi dari rute Banyuwangi, melihat lama durasi perjanannya," kata Dadang.

Dadang memperkirakan, penurunan harga tiket ini akan berdampak pada peningkatan okupansi penumpang menuju Banyuwangi di masa low season yang selalu terjadi saat awal tahun.

"Tren penumpang pesawat memang selalu turun saat awal tahun, karena memang low season. Pariwisata masih belum bergeliat. Nah dengan pemotongan tarif ini, kami yakin bisa menarik minat orang untuk ke Banyuwangi. Dengan pertimbangan biaya yang hampir sama, wisatawan akan memilih pesawat daripada jalur darat yang memakan waktu lebih lama," ujarnya.

Bandara Internasional Banyuwangi saat ini melayani penerbangan internasional dan domestik, yaitu rute Kuala Lumpur-Banyuwangi, Jakarta-Banyuwangi, dan Surabaya-Banyuwangi.

Tak hanya Citilink, maskapai Nam Air juga melakukan penyusaian tarif tiket. Hal itu diungkapkan Manajer Nam Air Banyuwangi, I Gusti Ngurah Putu Chrisna. Hingga awal Januari sampai saat ini, harga tiket turun sekitar 30 persen.

"Kita turunkan dari semula Rp 1,4 juta menjadi Rp 775 ribu," urai Chrisna.