Sabtu, 14 Maret 2020

Harga Tiket Pesawat Diprotes, INACA Sebut Masih Sesuai Aturan

 Di medsos ramai netizen memprotes harga tiket pesawat di awal tahun kemahalan. Asosiasi maskapai menegaskan itu karena peak season dan angkanya masih sesuai aturan.

Terkait dengan polemik mahalnya harga tiket penerbangan di awal tahun, Indonesia National Air Carrier (INACA) atau Asosiasi Maskapai Dalam Negeri menegaskan rentang harga tiket pesawat yang ada saat ini telah mengacu pada aturan terkait tarif batas atas tiket penerbangan yang diatur oleh Kementerian Perhubungan RI.

"Harga tiket penerbangan tersebut, menyesuaikan dengan permintaan yang masih tinggi pada periode liburan Natal dan Tahun Baru 2019, khususnya ke sejumlah kota besar di Indonesia," kata Sekretaris Jenderal INACA, Tengku Burhanuddin, dalam keterangan resminya kepada detikTravel, Jumat (11/1/2019).

Maskapai menjual harga tiket juga disesuaikan besarannya dengan peningkatan biaya pendukung seperti biaya navigasi, biaya bandara, avtur dan kurs dolar yang fluktuatif. Namun masih dalam batas yang ditentukan oleh Kementerian Perhubungan.

"INACA memproyeksikan periode peak season Natal dan Tahun Baru 2018/2019 masih akan berlangsung hingga tanggal 14 Januari 2019 mendatang," jelasnya.

INACA juga memastikan maskapai yang tergabung dalam asosiasinya mematuhi dan berkoordinasi secara intensif dengan Kemenhub dalam memastikan kebijakan penetapan harga tiket pesawat sesuai aturan yang berlaku. Hal ini khususnya dalam memastikan akses traveler terhadap layanan penerbangan tetap terpenuhi.

Kemenhub RI melalui Permen Perhubungan No 14/2016 telah mengatur mekanisme formulasi perhitungan dan penetapan tarif batas atas dan batas bawah penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri.

Sebagai informasi, tiket harga penerbangan terdiri dari atau gabungan sejumlah komponen biaya selain basic fare yang diatur oleh Kemenhub. Biaya itu yakni asuransi, PPN, dan PSC yang juga cukup besar. 

RI Teraman ke-9 di Dunia, Polri-Kemenpar Bikin MoU Pariwisata

Pariwisata butuh jaminan keamanan. Untuk itu, Kementerian Pariwisata dan Polri melakukan kerjasama untuk kemajuan pariwisata Indonesia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di Mabes Polri pada Kamis pagi (10/1). Dalam rilis Kemenpar kepada detikTravel, Jumat (11/1/2019) Polri dan Kemenpar akan bertukar data dan informasi pariwisata, pengamanan dan penegakan hukum bidang pariwisata serta pengembangan SDM lintas lembaga.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi kinerja Polri dalam meningkatkan keamanan di Indonesia. Dalam hal keamanan terbukti menurut laporan Gallup's Law and Order Report tahun 2018, Indonesia mengantungi skor 89 dan berada di posisi ke-9 sebagai negara dengan tingkat ketertiban dan hukum tertinggi atau setingkat di atas Denmark dan setingkat di bawah Kanada.

"Adapun posisi puncak dipegang Singapura dengan skor 97, diikuti oleh Norwegia, Islandia dan Finlandia yang masing-masing berbagi skor sama 93," kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, dalam laporan Ampersand Travel, situs perjalanan di Inggris, merilis data Solo Women Traveler Index atau Indeks tingkat keamanan traveling bagi perempuan, menempatkan Indonesia sebagai negara teraman ke-5 setelah Jepang, Prancis, Spanyol dan Amerika Serikat, dari 70 negara.

Menpar Arief Yahya dalam sambutannya juga mengapresiasi cepatnya penanganan krisis oleh Polri serta penyajian informasi kepada masyarakat terkait keamanan di bidang pariwisata di Indonesia yang tergolong cepat. Menpar Arief Yahya memberi contoh dalam kejadian aksi teror Bom Thamrin, dalam waktu 5 jam pemerintah sudah bisa memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat internasional.

Ribuan Turis Austria Siap Terpikat 10 Bali Baru (2)

Ferien Messe merupakan pameran promosi pariwisata terbesar di Austria dengan rata-rata jumlah pengunjung lebih dari 150.000 orang selama empat hari pelaksanaan pameran. Hasil survey penyelenggara pada tahun 2018 menyebutkan bahwa 99% dari total pengunjung merekomendasikan pameran tersebut kepada rekan dan kerabat mereka, dan sekitar 50% di antaranya datang ke pameran dengan maksud untuk mencari paket wisata liburan.

Tahun ini Ferien Messe diramaikan oleh partisipasi lebih dari 750 exhibitor dari 70 negara. Di samping paket-paket wisata liburan ke luar negeri, pengunjung juga dapat menikmati berbagai penawaran paket-paket wisata domestik yang menarik dari biro perjalanan lokal Austria.

Pameran berlangsung selama 4 (empat) hari dari tanggal 10 hingga 13 Januari 2019 di Gedung Pameran Wien Messe. Kegiatan promosi wisata ini diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan Austria ke Indonesia, sebagai bagian upaya Pemerintah RI untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara ke Indonesia pada tahun 2019.

Sebagai salah satu sajian utama di Stan Indonesia, disajikan demo membatik yang dibimbing oleh seniman batik Bayu Aria. Para pengunjung Stan Indonesia diajarkan dasar-dasar teknik membatik dengan menggunakan canting dan malam yang dipersiapkan khusus dari Indonesia.

Antusiasme pengunjung tampak nyata dengan mengantrinya pengunjung di depan demo membatik, serta dipesannya sejumlah kain yang tengah dipamerkan oleh kalangan pengusaha setempat.

Kesenian Indonesia seperti tari Kalimantan, tari Rantak, tari Panji Semirang dan tari lainnya juga ditampilkan oleh oleh Sanggar Hapsari dari Bandung, sanggar tari binaan KBRI Wina GPN (Gema Puspa Nusantara), Shivanata, dan KBRI Wina. Ditampilkan juga musik Kolintang yang membawakan berbagai lagu-lagu tradisional Indonesia, yang mengajak pengunjung untuk berjoget besama dengan lagu Poco-Poco dan Maumere.

Partisipasi KBRI Wina dalam Ferien Messe Wien 2019 juga dimeriahkan dengan penampilan Cooking Show juru masak Indonesia yang bermukim di Wina, Austria. Dalam acara Cooking Show, disajikan berbagai makanan khas Indonesia seperti Rendang, Sate Ayam, Gado-gado, dan Soto Betawi. Disajikan pula Nasi Goreng sebagai menu sarapan a la Indonesia.

Acara dipandu oleh pembawa acara dengan sangat menarik, dan menggunakan kamera dan layar besar, sehingga dapat disaksikan oleh banyak pengunjung yang hadir. Penyajian cara memasak yang praktis ditujukan untuk lebih menarik warga setempat untuk mencoba dan mempraktekannya. Masakan disajikan di meja makan ala Indonesia dan dicicipi oleh pengunjung.

KBRI/PTRI Wina pada kesempatan juga memanfaatkan event ini untuk mempromosikan produk Indonesia. Dengan dukungan perusahaan mie instant Indomie, kepada para pengunjung juga diberikan paket produk mie instant khas Indonesia tersebut. Hal ini juga menambah daya tarik Stan Indonesia.

Pengunjung Stan Indonesia juga diberikan berbagai hadiah dari para peserta pameran dari Indonesia, dengan hadiah utama berupa satu tiket pesawat PP Wina-Bali-Wina yang disediakan oleh KBRi/PTRI Wina, kerajian Indonesia lainnya, dan ikut serta Famtrip Kementerian Pariwisata untuk Jounalis, travel writer, Blogger, Vloger dan Tour Operator.