Sabtu, 14 Maret 2020

Pantai Sendiki, Si Cantik Sepi Pengunjung di Malang Selatan

 Pantai Sendiki di Malang Selatan, relatif masih sepi pengunjung. Main ke pantai cantik ini, traveler serasa punya pantai pribadi.

Pantai Sendiki merupakan pantai baru yang masih minim pengunjung, sehingga alamnya masih sangat terjaga. Tetapi sekarang pantai ini sudah mulai digemari dan banyak menyita perhatian dari para traveler.

Pantai Sendiki Malang Selatan ini juga terkenal memiliki ombak yang besar mempesona. Selama di pantai ini, banyak aktivitas yang bisa Anda nikmati, seperti berselfie ria dengan latar Pantai Sendiki, bermain pasir putih, bahkan bermain air di bibir pantai.

Pantai sendiki ini juga di kelilingi oleh pepohonan yang rindang, yang membuat pantai ini semakin terlihat asri dan menyejukkan. Jarak Pantai Sendiki jika dari pusat Kota Malang hanya sekitar 60 km atau memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke pantai ini.

Rute Pantai Sendiki yang bisa dilewati adalah Kota Malang-Pakisaji-Kepanjen-Gondang Legi-Turen-Sumbermanjing Wetan-Desa Tambak Rejo-Pantai Tamaban.

Anda lebih baik menggunakan transportasi motor atau mobil, karena jika menggunakan elf/hiace akan sangat sulit karena jalanannya yang sempit. Perjalanan ke pantai ini akan sangat disukai oleh para traveler, dimana akan melewati jalan tanah di pinggir sawah.

Untuk dapat menikmati indahnya Pantai Sendiki, cukup merogoh kocek Rp 5.000/orang dan parkir Rp 5.000. Sungguh murah bukan?

Meskipun akses ke pantai ini masih minim, belum beraspal, namun di Pantai Sendiki ini ada fasilitas yang cukup memadai, seperti musholla, toilet, dan ayunan bambu. Para pengujung juga bisa menginap/bermalam di tempat ini. Jika Anda membawa tenda sendiri, dikenakan tarif Rp 20.000, sedangkan jika sewa Rp 30.000.

Tempat ini juga menyediakan akomodasi berupa homestay dan cottage unik yang berdiri di atas pohon. Rumah pohon ini kapasitas 3 orang dikenakan tarif Rp 150.000/malam, sudah termasuk satu kali makan.

Beberapa tips untuk menikmati Pantai Sendiki ini, diantaranya pertama persiapkan kendaraan yang optimal, karena rute nya yang jauh dan akan sangat melelahkan. Kedua, karena perjalanan yang cukup panjang, tentu ini akan menguras stamina dan energi, jadi sebaiknya bawalah perbekalan makanan dan minuman yang cukup.

Pasti banyak keseruan yang bisa dilakukan jika berkunjung ke pantai tersembunyi ini, dengan nuansa alam yang asri. Selamat Menikmati Pantai Sendiki!

Akhir Pekan di Kalsel, Nikmati Kotabaru dari Ketinggian

Kotabaru di Kalimantan Selatan, punya banyak destinasi menarik. Salah satunya Menara Suar Gunung Belingkar untuk melihat panorama dari ketinggian.

Selalu menarik untuk menyaksikan keindahan pemandangan dari ketinggian, tidak terkecuali di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Traveler bisa menyaksikan indahnya pemandangan Kotabaru di Menara Suar Gunung Belingkar.

Berjarak 1 km dari pusat kota Kotabaru, Menara Suar Gunung Belingkar harus ditempuh dengan kendaraan roda dua atau berjalan kaki dari bawah bukit. Walau akses jalannya cukup baik namun jalannya curam dan sempit untuk menuju ke atas bukit.

Namun sulitnya medan menuju ke menara suar ini terbayar lunas saat sampai di puncak bukit. Sebab, traveler bisa menyaksikan indahnya Selat Laut dan Kotabaru dari ketinggian 100 mdpl.

Menara suar yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1911 ini memiliki jenis lampu revolving. Berputar searah jarum jam ketika dilihat dari bawah. Konstruksi menara menggunakan besi galvanis asli peninggalan Belanda dan memiliki kekuatan yang sangat kokoh serta tidak berkarat.

Konon pada kaca menara suar masih terdapat lubang bekas peluru dari tentara Jepang. Namun sayang akses ke atas menara ditutup, untuk mencegah hal-hal tak diinginkan, sebab banyak anak kecil yang berusaha memanjat ke atas menara.

Menara suar ini sendiri berada di bawah kewenangan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Menara suar ini memiliki fungsi vital, untuk memandu kapal yang melintas di Selat Laut.

Pemandangan di depan menara suar adalah alur pelayaran Selat Laut Kotabaru. Apabila siang hari, lautnya terlihat biru dengan kesibukan kapal yang melintas. Jika malam hari, yang terlihat hanyalah lampu kapal yang sedang berlabuh.

Bukan Raja Ampat, Ini Labengki Bung!

Raja Ampat tidak selamanya di Papua. Pemandangan serupa Raja Ampat juga ada di Kendari, Sulawesi Tenggara. Ini Labengki Bung!

Kali ini saya akan becerita tentang pengalaman saya berlibur di Pulau labengki, Tidak jauh dari pusat kota Kendari. Hanya berdurasi 30 menit dari kota dengan menggunakan mobil dan dilanjutkan perjalanan menggunakn speed kurang lebih 1 jam kita akan sampai di Pulau Labengki.

Banyak pulau yang bertebaran di sekeliling Pulau Labengki. Kali ini saya akan singgah dan bermalam di Pulau Labengki kecil dimana hanya di pulau ini warga bisa tinggal dan hidup. Pekerjaan utama penduduk Labengki Kecil ialah nelayan. Mereka sudah lama tinggal di sini.

Keesokan harinya saya diajak untuk mengunjungi pulau tetangga yang tidak jauh dari Pulau Labengki. Kurang lebih 1 jam perjalanan saya sampai di Pulau Sombori. Di sini kita bisa lihat gugusan pulau dari atas bukit kayangan yang banyak orang bilang miniatur Raja Ampat.

Saya Takjub dengan keindahan pulau yang satu ini. Tidak hanya itu, ternyata di Pulau Sombori juga ada Goa prasejarah yang banyak orang bilang adalah Goa Berlian. Air Kiri, Pantai Kita, Goa Alo, dan Rumah nenek adalah beberapa destinasi yang saya explore.

Saya juga tidak ingin membuang kesempatan saya snorkeling di pulau ini. Bahkan hampir 1 jam saya snorkeling di Pulau Sombori, yang letak spot snorklingnya tidak jauh dari pemukiman warga. Terumbu karang dan ikan di sini sangat terjaga. Tidak terasa sore datang dan saya harus kembali ke ke Pulau Labengki Kecil.

Hari berikutnnya saya mengajak salah satu warga untuk menemani saya explore beberapa tempat di Labengki Kecil. Tujuan pertama saya adalah Pantai Pasir Panjang. Di sini kita dapat melihat hamparan pantai berpasir panjang berwarna putih.

Di depan pantai, kita juga dapat langsung snorkeling. Kurang lebih 30 menit saya snorkeling. Keindahan terumbu karang di pulau ini sangat luar biasa cantiknya.

Lalu saya diajak untuk melihat Teluk Cinta, dimana ini sebagai icon Pulau Labengki. Kurang lebih 10 menit dari tempat saya snorkeling saya sudah sampai di spot Teluk Cinta. Kita harus treking kurang lebih 5 menit untuk mencapai puncak Teluk cinta.

Setelah asyik foto-foto, waktu saya hanya ada beberapa jam lagi sebelum pulang. Saya diajak mampir ke gua di Pulau Labengki, Goa Tobelo namanya. Di sini kita akan masuk ke dalam goa dengan cara menunduk.

Kurang lebih 50 meter kita sudah masuk di dalam Goa Tobelo. Sekali lagi, saya takjub dengan keindahan alam di Indonesia. Terdapat Danau Biru seperti Blue Lagoon di dalam Goa Tobelo ini. Sungguh luar biasa.

Tidak lama-lama, siang hari saya kembali ke Pulau Labengki Kecil untuk bersiap-siap kembali ke Kota Kendari. Ada beberapa saran dan tips untuk mengunjungi Pulau Labengki:

1. Waktu terbaik ke Pulau Labengki ialah Juli-November
2. Siapkan Powerbank, untuk berjaga-jaga
3. Obat obatan pribadi
4. Tumbler (untuk mengurangi sampah plastik)

Pantai Sendiki, Si Cantik Sepi Pengunjung di Malang Selatan

 Pantai Sendiki di Malang Selatan, relatif masih sepi pengunjung. Main ke pantai cantik ini, traveler serasa punya pantai pribadi.

Pantai Sendiki merupakan pantai baru yang masih minim pengunjung, sehingga alamnya masih sangat terjaga. Tetapi sekarang pantai ini sudah mulai digemari dan banyak menyita perhatian dari para traveler.

Pantai Sendiki Malang Selatan ini juga terkenal memiliki ombak yang besar mempesona. Selama di pantai ini, banyak aktivitas yang bisa Anda nikmati, seperti berselfie ria dengan latar Pantai Sendiki, bermain pasir putih, bahkan bermain air di bibir pantai.

Pantai sendiki ini juga di kelilingi oleh pepohonan yang rindang, yang membuat pantai ini semakin terlihat asri dan menyejukkan. Jarak Pantai Sendiki jika dari pusat Kota Malang hanya sekitar 60 km atau memerlukan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke pantai ini.

Rute Pantai Sendiki yang bisa dilewati adalah Kota Malang-Pakisaji-Kepanjen-Gondang Legi-Turen-Sumbermanjing Wetan-Desa Tambak Rejo-Pantai Tamaban.

Anda lebih baik menggunakan transportasi motor atau mobil, karena jika menggunakan elf/hiace akan sangat sulit karena jalanannya yang sempit. Perjalanan ke pantai ini akan sangat disukai oleh para traveler, dimana akan melewati jalan tanah di pinggir sawah.