Senin, 06 April 2020

Kebakaran di Bandara Florida, 3.500 Mobil Sewaan Hangus

Di tengah wabah Corona di AS, kebakaran besar terjadi di Bandara International Southwest Florida. Kebakaran itu menghancurkan ribuan mobil rental yang diparkir di bandara tersebut.
Mengutip CNN, Senin (6/4/2020), kebakaran yang terjadi Jumat pekan lalu itu, terjadi di lahan rumput seluas 15 acre. Api pada awalnya hanya melalap 20 mobil sebelum akhirnya merembet ke ribuan mobil lainnya, tepatnya 3.500 kendaraan.

Petugas pemadam kebakaran diminta untuk membantu ke bandara pada pukul 5 sore. "Saat kami datang, sudah ada 100 mobil yang terbakar, kami kesulitan lagi untuk menghitung setelah jumlahnya melebihi ratusan," ujar petugas pemadam kebakaran Melinda Avni.

Asap tebal dan hitam bisa terlihat bermil-mil jauhnya di sekitar Fort Myers, sebuah kota dengan jumlah penduduk 82.000 orang di Florida bagian barat daya. Untuk memadamkan api yang besar, petugas menjatuhkan 80 bom air dengan bantuan dari kantor Sherrif Charlotte County.

Api berhasil dipadamkan pada hari Sabtu pukul 10.30 pagi atau setelah 18 jam.

Reda Corona, Yuk Lihat Burung Flamingo di Batu Secret Zoo

Tidak perlu keluar negeri untuk melihat burung flamingo secara langsung. Datang saja ke Batu Secret Zoo untuk melihat langsung satwa cantik dan unik ini.

Beberapa waktu sempat ada berita viral mengenai burung flamingo yang dikira sedang berkelahi sampai kepalanya berdarah. Namun itu bukan merupakan darah dan burung flamingo tidak sedang berkelahi, melainkan merupakan keunikan burung flamingo dalam memberi makan untuk anaknya.

Dari paruh sang ibu akan mengeluarkan cairan berwarna merah yang sesungguhnya merupakan ganggang induk flamingo menghasilkan susu melalui saluran pencernaan. Untuk memberi makan bayinya, sang ibu flamingo akan memuntahkan susunya tersebut untuk bayinya.

Burung flamingo jantan atau betina akan bekerjasama memberi makan pada bayi mereka. Warna merah pada susu itu mereka dapatkan dari ganggang dan krustasea yang mereka makan yang kaya akan karotenoid.

Jika ingin melihat langsung burung flamingo, tidak perlu pergi jauh ke luar negeri. Walaupun burung flamingo bukan hewan endemik Indonesia, tapi keberadaannya bisa kita temukan di Batu Secret Zoo.

Burung flamingo di Batu Secret Zoo secara umum warnanya pink, namun warnanya beragam ada yang pink cerah dan pink pucat. Berdasarkan data dari wikipedia, burung flamingo berwarna pucat umumnya banyak ditemukan di penangkaran. Sebab asupan beta karoten yang didapatkan tidak sebanyak yang didapatkan kerabat mereka di alam liar.

Jika traveler penasaran, datang saja langsung ke Batu Secret Zoo yang beralamat di Jl. Oro-Oro Ombo No.9, Temas, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur.

Fakta Mengejutkan dari Dunia Traveling (Bagian I)

Dunia traveling memiliki begitu banyak sisi unik. Mulai dari penerbangan hingga kebiasaan warga lokal, inilah puluhan fakta yang terbilang mengejutkan itu.
Diberitakan Lonely Planet, keunikan dunia traveling yang pertama adalah adanya penerbangan terpendek di dunia. Lalu, ada negara yang tak memiliki sungai hingga topping pizza tak malah paling populer di Swedia.

Tanpa basa-basi lagi, inilah 25 fakta unik dunia traveling yang pasti akan mengejutkanmu.

Hal unik dari kereta api, pesawat, dan mobil:

1. Penerbangan komersial terpanjang di dunia membutuhkan waktu sekitar 30 jam. Maskapai Qantas yang memiliki layanan yang disebut 'Double Sunrise' itu.

Layanan itu beroperasi dari Australia ke Sri Lanka dari tahun 1943-45. Terbang selama 30 jam, penumpang dapat melihat matahari terbit sebanyak dua kali.

Kini penerbangan komersial terpanjang dimiliki oleh Singapore Airlines. Rutenya dari Singapura ke New York dengan rata-rata waktu perjalanan selama 17 jam 50 menit.

2. Penerbangan komersial terpendek membutuhkan waktu kurang dari dua menit. Penerbangan ini beroperasi di antara pulau-pulau Westray dan Papa Westray di Kepulauan Orkney, Skotlandia.

Rata-rata penerbangannya hanya membutuhkan waktu sekitar satu setengah menit. Sedang penerbangan tercepat yang pernah direkam hanya membutuhkan waktu kurang dari 50 detik.

Sabtu, 04 April 2020

Suhu di Antartika Kian Panas

Para ilmuwan kembali mencatat gelombang panas pertama di Antartika. Lokasi kejadiannya di sebuah pangkalan penelitian di Antartika Timur.
Diberitakan CNN, Jumat (3/4/2020), ilmuwan iklim memperingatkan bahwa suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya seperti itu dapat berdampak pada hewan dan tumbuhan di wilayah tersebut.

Para peneliti dari Program Antartika Australia mencatat gelombang panas di Stasiun Penelitian Casey yang terletak di bagian utara Semenanjung Bailey di Pantai Budd. Pencatatan gelombang panas terjadi antara tanggal 23 dan 26 Januari, jatuh pada musim panas di kawasan itu.

Selama tiga hari, para ahli menemukan bahwa daerah itu mengalami suhu tertingginya. Memecahkan rekor, yakni bersuhu 9,2 derajat Celcius di Casey pada 24 Januari.

Selama tiga hari, suhu minimum naik di atas nol, dan suhu maksimum mencapai di atas 7,5 derajat Celcius.

"Gelombang panas terjadi selama tiga hari berturut-turut dengan suhu maksimum dan minimum ekstrem," kata ahli biologi, Dr Sharon Robinson dalam jurnal Global Change Biology.

Para ilmuwan mengatakan bahwa suhu di atas nol mempercepat pencairan es. Wilayah Antartika memanas dengan cepat karena polusi dan gas rumah kaca.

Pemanasan yang diamati di daerah tersebut juga memiliki konsekuensi global yang serius. Utamanya yakni bagi jutaan orang yang tinggal di pesisir, rentan terhadap kenaikan permukaan laut.

Ekolog Antartika, Dr Dana Bergstrom memperingatkan bahwa musim panas yang menghangat di sana dapat mengakibatkan gangguan jangka panjang pada populasi lokal, komunitas, dan menimbulkan ancaman bagi ekosistem yang lebih luas.

"Banjir lelehan air dari es memang dapat menyediakan air tambahan untuk ekosistem gurun di Antartika. Itu mengarah pada peningkatan pertumbuhan dan reproduksi lumut, mikroba, dan invertebrata," kata dia.

"Namun banjir lelehan es yang berlebihan dapat mematikan tanaman dan mengubah komposisi invertebrata dan mikrobanya," imbuh dia.

"Jika es mencair sepenuhnya di awal musim, maka ekosistem itu akan mengalami kekeringan selama sisa musim berikutnya," tegas Bergstrom memperingatkan.

Rekor suhu telah dicatat di seluruh daratan Antartika selama musim panas. Pada bulan Februari, para ilmuwan di stasiun penelitian Esperanza Argentina mencatat suhu hampir 18,3 derajat Celcius, itu di ujung utara Antartika dan itulah suhu terpanas yang pernah dicatat di Antartika.

Intip Fasilitas 4 Hotel untuk Tenaga Medis Corona

 Kemenparekraf bekerja sama dengan 4 hotel milik Accor Hotels untuk tampung tenaga medis yang menangani Corona. Seperti apa fasilitas hotel-hotel ini?
Setelah sebelumnya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menetapkan 4 hotel BUMD dialihfungsikan untuk menampung tenaga medis Corona, kini giliran pemerintah pusat yang melakukan upaya serupa.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggandeng perusahaan bisnis hotel, Accor Hotels, untuk menyediakan hunian yang layak bagi para tenaga medis sebagai garda terdepan penanganan Corona.

Saat ini ada empat hotel yang siap digunakan yaitu Novotel Cikini, Mercure Cikini, Ibis Styles Jakarta Sunter, dan Ibis Senen.

Akhir pekan lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama telah meninjau kesiapan salah satu hotel yakni Novotel Cikini. Hotel yang menampung tenaga medis itu akan dilengkapi dengan disinfection chamber, sistem pengukuran suhu tubuh, dan hand sanitizer di area lobi. Selain itu, tenaga medis juga akan mendapatkan makanan, layanan laundry, dan bantuan para staf terlatih sesuai anjuran WHO.

Selain sejumlah fasilitas itu, hotel-hotel ini juga punya beragam fasilitas lainnya. Dihimpun detikcom dari situs resmi hotel, inilah ulasannya.