Senin, 06 April 2020

Kemenparekraf Buka Jalur Pengaduan Bagi Pelaku Industri Wisata dan Kreatif

 Kemenparekraf membuka jalur pengaduan bagi pelaku parekraf yang terdampak wabah COVID-19. Kabar baik bagi pelaku parekraf.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama meminta asosiasi atau industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) untuk berkoordinasi secara berkala dengan dinas yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif juga kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait perkembangan penanganan virus Corona dalam industri mereka. Keterangan Menparekraf tersebut berkaitan dengan dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang tindak lanjut imbauan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Termasuk melaporkan potensi kerugian serta dampak kesehatan dan finansial yang menimpa tenaga kerja masing-masing," kata Wishnutama dalam siaran pers yang diterima detikcom (5/4/2020)

Sebelumnya, Kemenparekraf juga telah mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah. Kemenparekraf juga membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.

Wishnutama mengimbau para pelaku industri berkonsultasi dan melaporkan semua perkembangan pelaksanaan antisipasi dan penanganan dampak penularan COVID-19 di organisasi atau anggota di bawah asosiasinya masing-masing secara berkala. Nantinya, laporan disampaikan kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Daerah, baik Gubernur, Bupati atau Walikota, juga kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Ketua Manajemen Krisis Kepariwisataan melalui contact center COVlD-19 +628118956767 (whatsapp) atau email info@kemenparekraf.go.id

Saat ini, Kemenparekraf sedang berkoordinasi dengan Kementerian dan lembaga terkait terkait usulan berbagai stimulus ekonomi. Tujuannya adalah untuk meringankan beban dan biaya para pelaku usaha parekraf. Sehingga diharapkan dapat mengurangi potensi PHK di sektor tersebut.

"Presiden menekankan bahwa pemerintah menaruh perhatian yang sangat besar pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai salah satu leading sector perekonomian nasional, namun untuk menangani dampak COVID19 ini diperlukan kerja sama dari berbagai pihak," kata Wishnutama," kata Wishnutama.

Grand Bazaar, Pusat Grosir ala Turki

Seperti di Indonesia, Turki juga punya pusat grosir layaknya di Tanah Abang. Hanya saja, nuansanya sangat berbeda.
Kalau jalan-jalan keluar kota apalagi keluar negara, tentu kita ingin membeli cendera mata buat handai-tolan dan sanak keluarga bukan? Apalagi jika jumlah orang yang hendak dibelikan oleh-oleh cukup banyak, tentu akan lebih hemat jika kita membelinya di tempat yang menjual banyak secara grosir sehingga harganya dapat lebih hemat. Ingat, di Indonesia tetangga dan teman-teman adalah keluarga juga bukan?

Nah, jika perjalanan wisata anda berikutnya adalah Istanbul, Turki, maka jangan lewatkan untuk berbelanja di Grand Bazaar. Sebuah pasar di pusat kota Istanbul yang dianggap tertua dan terluas! Dibangun pada tahun 1455 dan diselesaikan pada tahun 1730.

Dipersembahkan bagi Sultan Mehmet II, sang penguasa saat itu. Grand Bazaar dibangun untuk meningkatkan perekonomian pada saat itu. Sejak itu, di Grand Bazaar inilah para pedagang menjual tekstil dan perhiasan permata.

Lokasi Grand Bazaar dekat dengan istana Sultan Mehmet ke II, di Constantinopel. Sejak itu bangunan tua ini senantiasa dijaga dan terus direstorasi. Bangunan ini begitu megah jika terlihat dari luar. Di Indonesia juga banyak bangunan tua yang usianya sudah berabad-abad, semoga juga ada dana untuk menjaganya ya.

Saya melangkah menyaksikan kesekeliling merasakan betapa hiruk-pikuknya para penjual menjajakan barang-barang mereka. Mereka menjual Baklava (semacam dodol Bandung yang amat manis dan dibuat dengan berbagai bahan), karpet-karpet khas Turki yang indah, kerudung-kerudung Turki yang kerap dibuat sebagai scarf saja oleh gadis-gadis belia Turki, peralatan rumah tangga, meja dan kursi yang dibuat dari kayu yang kokoh, jaket kulit yang luar biasa keren dengan harga yang relatif terjangkau, pakaian-pakaian resmi dan kasual untuk beberapa musim.

Wisata Ditutup, Relawan Beri Makan Ratusan Monyet Grojogan Sewu

Taman Wisata Alam Grojogan Sewu di Karanganyar terpaksa ditutup sementara akibat virus corona. Relawan pun sukarela memberi makan monyet di sana.
Taman Wisata Alam Grojogan Sewu, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, ditutup sebagai imbas pandemi virus Corona atau COVID-19. Penutupan ini ternyata berdampak pada nasib ratusan ekor monyet penghuni obyek wisata tersebut.

Camat Tawangmangu, Rusdianto mengungkapkan, terdapat sekitar 150 ekor monyet yang hidup di hutan sekitar obyek wisata Grojogan Sewu. Pada hari biasa, kawanan monyet ini banyak mendapatkan makanan dari pengunjung. Namun sejak obyek wisata ini ditutup 18 Maret lalu, praktis tidak ada lagi pengunjung yang memberi makan kawanan monyet tersebut.

"Ada satu dua ekor (monyet) yang sempat merambah perkampungan. Tapi itu biasa, belum sempat menjarah makanan. Nah, sebagai langkah antisipasi, kami mengumpulkan relawan dan warga untuk mencari solusi untuk kondisi kawanan monyet ini. Karena di dalam sudah tidak ada makanan, agar nanti tidak ngerusuhi (mengganggu) masyarakat," ujar Rusdianto, dihubungi detikcom, Sabtu (4/4/2020).

Rusdianto melanjutkan, pihaknya kemudian mengundang berbagai pihak terkait kondisi kawanan monyet Grojogan Sewu tersebut. Pihaknya meminta kerjasama pedagang buah Pasar Tawangmangu, untuk menyisihkan buah tak layak jual untuk diberikan kepada kawanan monyet Grojogan Sewu.

"Jadi mekanismenya tiap hari kita kumpulkan buah-buah tersebut. Kita sortir kemudian diberikan kepada kawanan monyet ini. Kita rangkul seluruh relawan di Tawangmangu, untuk bisa membantu memberikan makanan kepada kawanan kera tersebut," kata Rusdianto.

Menurut Rusdianto, setiap harinya terkumpul enam hingga delapan kilogram buah-buahan. Oleh relawan, makanan tersebut kemudian diberikan pada kawanan monyet, yang banyak berkumpul di sepanjang pagar dekat pintu masuk obyek wisata. Rusdianto menambahkan, pemberian makanan kepada kawanan monyet ini sudah dilakukan sepekan terakhir.

"Ini kerjasama warga dan relawan. Kita motivasi para pedagang buah, daripada buah yang tidak layak hanya dibuang dan menumpuk di tempat sampah, kita minta untuk sisihkan. Nanti relawan yang akan mengambil. Alhamdulilah dengan cara begini, kawanan monyet ini tidak sampai merambah ke perkampungan," terang Rusdianto.

Dikonfirmasi terpisah, pengelola TWA Grojogan Sewu, Sukirdi, mengapresiasi langkah relawan dan warga tersebut. Namun pihaknya mengaku sudah memberikan jatah makanan harian kepada kawanan monyet penghuni Grojogan Sewu ini.

"Obyek wisata ditutup per tanggal 18 Maret, karena ada surat dari kementerian, (ditutup) sampai batas waktu yang belum ditentukan. Untuk kawanan monyet, setiap hari sebenarnya sudah kami berikan makanan baik itu mentimun ataupun wortel. Tapi kami berterima kasih atas langkah pemerintah bersama relawan memberikan makanan kepada kawanan monyet ini," ujar Sukirdi.

Kemenparekraf Buka Jalur Pengaduan Bagi Pelaku Industri Wisata dan Kreatif

 Kemenparekraf membuka jalur pengaduan bagi pelaku parekraf yang terdampak wabah COVID-19. Kabar baik bagi pelaku parekraf.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama meminta asosiasi atau industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) untuk berkoordinasi secara berkala dengan dinas yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif juga kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif terkait perkembangan penanganan virus Corona dalam industri mereka. Keterangan Menparekraf tersebut berkaitan dengan dikeluarkannya Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2020 tentang tindak lanjut imbauan pencegahan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

"Termasuk melaporkan potensi kerugian serta dampak kesehatan dan finansial yang menimpa tenaga kerja masing-masing," kata Wishnutama dalam siaran pers yang diterima detikcom (5/4/2020)

Sebelumnya, Kemenparekraf juga telah mengaktifkan Pusat Krisis Terintegrasi sebagai jalur komunikasi dan edukasi bagi masyarakat untuk menekan dampak COVID-19 bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pusat Krisis Terintegrasi akan melakukan pendataan informasi industri pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif yang terdampak COVID-19 di seluruh daerah. Kemenparekraf juga membuka forum daring untuk menjaring masukan dari para pelaku dan stakeholder di bidang pariwisata sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan dan langkah lanjutan.