Senin, 06 April 2020

Kembali Berlayar, ABK Diamond Princess Ucapkan Terima Kasih

Setelah dikarantina di Pelabuhan Yokohama selama lebih dari 1 bulan, kini kapal Diamond Princess kembali berlayar. Para ABK kapal pun memberi ucapan perpisahan.
Di awal maraknya pandemi corona pada bulan Februari lalu, semua mata tertuju pada drama karantina kapal pesiar Diamond Princess di Jepang awal Februari lalu (4/2).

Semenjak diketahui ada penumpang yang positif corona, keseluruhan kapal yang terdiri dari 3.711 orang pun terpaksa dikarantina. Tak hanya membawa tamu WNA, kapal tersebut juga memuat 78 WNI di dalamnya.

Setelah melalui proses karantina yang panjang, pada akhirnya semua penumpang dinyatakan sembuh. Sejatinya, para penumpang sudah dapat kembali berlayar pada akhir Februari.

Hanya saja, ada persiapan khusus yang harus dilakukan. Mulai dari melakukan disinfektasi hingga membersihkan kapal, semua harus dipersiapkan dengan matang.

Tepat pada 31 Maret kemarin, akhirnya kapal pesiar Diamond Princess mendapat izin untuk kembali berlayar ke laut bebas. Kabar sukacita itu pun disambut bahagia oleh para ABK.


ヒュー・ジャッ熊
@jack0kuma0
ダイヤモンドプリンセス号が日本を離れるときに客室の電気でこのメッセージを送ってくれたとのこと。こういうニュースこそ声高らかに報道して欲しいよなぁ。どんなに批判されても煽動されてもクルーも乗客も頑張って危機を乗り越えたんだもんなあ

Lihat gambar di Twitter
92,2 rb
18.40 - 30 Mar 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
36,8 rb orang memperbincangkan tentang ini

Tak sampai situ, para ABK pun menunjukkan ucapan terima kasih pada pemerintah dan masyarakat Jepang dengan cara berbeda. Mereka pun menyalakan lampu kamar yang membentuk pola #arigatojapan disertai emoticon hati di malam hari.

Sontak, ucapan terima kasih itu viral di dunia maya Jepang. Tak sedikit warganet yang menangkap momen unik itu dan membagikannya.

"Kapal pesiar Diamond Princess mendapat banyak pemberitaan buruk, tapi yang buruk adalah virusnya dan bukan kapalnya! Saya ingin melihatnya berlayar lagi," cuit salah satu warganet.

Mengenang Kemeriahan Karnaval Jerman Sebelum Corona

Tak sedikit karnaval atau perayaan yang digelar di Jerman, seperti di Kota Koln misalnya. Berikut kemeriahannya sebelum corona datang.
Pada puncak perayaan "musim ke-5" di Jerman, kota-kota yang berada di sepanjang sungai Rhein akan dipenuhi orang-orang berkostum aneh. Tua muda, besar kecil, laki perempuan, semua ikut bersukaria di masa karnaval.

Hari Senin, dan ada yang tidak biasa pagi itu. Di kereta yang saya tumpangi ke kota Koln dipenuhi oleh orang orang yang berdandan dan memakai konstum yang beraneka rupa. Tidak hanya orang dewasa, anak anak juga tampak lucu mengenakan kostum yang penuh warna.

Kereta tiba di Stasiun Koln, semua penumpang bergerak turun, berjalan keluar stasiun, bergabung bersama ribuan warga berpakaian unik yang sedang berpesta pora. Mereka menikmati musik, berdansa, sambil menyambut pawai puluhan kendaraan karnaval yang berkonvoi melalui jalanan kota.

Ya, ini adalah puncak perayaan "musim ke-5" di Jerman, kota-kota yang berada di sepanjang sungai Rhein akan dipenuhi orang-orang berkostum aneh. Kota Koln yang terletak di negara bagian Nord Rhein Westfallen menjadi salah satu lokasi paling meriah dalam masa karnaval di Jerman.

Hari pawai terbesar adalah hari ini, Senin Karnaval, yang dinamakan Rosenmontag (Senin Mawar). Sesi karnaval akan diakhiri hari Rabu, yang disebut Aschermittwoch (Rabu Abu). Pada hari ini, tidak ada lagi pawai atau kostum Karnaval.

Grand Bazaar, Pusat Grosir ala Turki

Seperti di Indonesia, Turki juga punya pusat grosir layaknya di Tanah Abang. Hanya saja, nuansanya sangat berbeda.
Kalau jalan-jalan keluar kota apalagi keluar negara, tentu kita ingin membeli cendera mata buat handai-tolan dan sanak keluarga bukan? Apalagi jika jumlah orang yang hendak dibelikan oleh-oleh cukup banyak, tentu akan lebih hemat jika kita membelinya di tempat yang menjual banyak secara grosir sehingga harganya dapat lebih hemat. Ingat, di Indonesia tetangga dan teman-teman adalah keluarga juga bukan?

Nah, jika perjalanan wisata anda berikutnya adalah Istanbul, Turki, maka jangan lewatkan untuk berbelanja di Grand Bazaar. Sebuah pasar di pusat kota Istanbul yang dianggap tertua dan terluas! Dibangun pada tahun 1455 dan diselesaikan pada tahun 1730.

Dipersembahkan bagi Sultan Mehmet II, sang penguasa saat itu. Grand Bazaar dibangun untuk meningkatkan perekonomian pada saat itu. Sejak itu, di Grand Bazaar inilah para pedagang menjual tekstil dan perhiasan permata.

Lokasi Grand Bazaar dekat dengan istana Sultan Mehmet ke II, di Constantinopel. Sejak itu bangunan tua ini senantiasa dijaga dan terus direstorasi. Bangunan ini begitu megah jika terlihat dari luar. Di Indonesia juga banyak bangunan tua yang usianya sudah berabad-abad, semoga juga ada dana untuk menjaganya ya.

Saya melangkah menyaksikan kesekeliling merasakan betapa hiruk-pikuknya para penjual menjajakan barang-barang mereka. Mereka menjual Baklava (semacam dodol Bandung yang amat manis dan dibuat dengan berbagai bahan), karpet-karpet khas Turki yang indah, kerudung-kerudung Turki yang kerap dibuat sebagai scarf saja oleh gadis-gadis belia Turki, peralatan rumah tangga, meja dan kursi yang dibuat dari kayu yang kokoh, jaket kulit yang luar biasa keren dengan harga yang relatif terjangkau, pakaian-pakaian resmi dan kasual untuk beberapa musim.

Grand Bazaar dalam catatan Tourist Information, pasar ini setiap harinya dikunjungi sekitar 250 ribu orang dan 400.000 orang pada akhir pekan! Mempekerjakan sekitar 30.000 orang. Grand Bazaar memang bersaing dengan mal-mal di Turki yang juga besar dan berisi barang-barang bermerek dan mahal seperti di Grand Indonesia, Senayan City, Plaza Senayan dan lain di Jakarta dan sekitarnya. Namun, Grand Bazaar pesonanya justru di bangunannya yang megah dan kokoh. Usia bangunan Grand Bazaar adalah 550 tahun, hampir 6 abad! Menakjubkan bukan?

Berbelanja di Grand Bazaar harus ditawar, pedagangnya juga suka kalau ditawar. Sepertinya mereka menikmati proses ini. Nah, kalau berniat kemari, maka kalian harus tahu kapan dan jam berapa pasar dibuka. Grand Bazaar dibuka setiap hari kecuali hari Minggu dan hari libur keagamaan sejak pukul 9 pagi sampai pukul 19 malam.

Berbelanja pagi hari disarankan karena para penjual akan memberi banyak diskon sebagai penglaris. Aih, di Turki percaya hal-hal seperti itu juga ya? Mungkin karena memang di masa lalu pedaganglah yang berkelana paling jauh dan paling berwawasan sebab mereka berkesempatan berguru pada berbagai macam orang selama perjalanannya mencari sumber-sumber baru yang dapat dijual. Selamat berbelanja ya!