Setelah dikarantina di Pelabuhan Yokohama selama lebih dari 1 bulan, kini kapal Diamond Princess kembali berlayar. Para ABK kapal pun memberi ucapan perpisahan.
Di awal maraknya pandemi corona pada bulan Februari lalu, semua mata tertuju pada drama karantina kapal pesiar Diamond Princess di Jepang awal Februari lalu (4/2).
Semenjak diketahui ada penumpang yang positif corona, keseluruhan kapal yang terdiri dari 3.711 orang pun terpaksa dikarantina. Tak hanya membawa tamu WNA, kapal tersebut juga memuat 78 WNI di dalamnya.
Setelah melalui proses karantina yang panjang, pada akhirnya semua penumpang dinyatakan sembuh. Sejatinya, para penumpang sudah dapat kembali berlayar pada akhir Februari.
Hanya saja, ada persiapan khusus yang harus dilakukan. Mulai dari melakukan disinfektasi hingga membersihkan kapal, semua harus dipersiapkan dengan matang.
Tepat pada 31 Maret kemarin, akhirnya kapal pesiar Diamond Princess mendapat izin untuk kembali berlayar ke laut bebas. Kabar sukacita itu pun disambut bahagia oleh para ABK.
ヒュー・ジャッ熊
@jack0kuma0
ダイヤモンドプリンセス号が日本を離れるときに客室の電気でこのメッセージを送ってくれたとのこと。こういうニュースこそ声高らかに報道して欲しいよなぁ。どんなに批判されても煽動されてもクルーも乗客も頑張って危機を乗り越えたんだもんなあ
Lihat gambar di Twitter
92,2 rb
18.40 - 30 Mar 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
36,8 rb orang memperbincangkan tentang ini
Tak sampai situ, para ABK pun menunjukkan ucapan terima kasih pada pemerintah dan masyarakat Jepang dengan cara berbeda. Mereka pun menyalakan lampu kamar yang membentuk pola #arigatojapan disertai emoticon hati di malam hari.
Sontak, ucapan terima kasih itu viral di dunia maya Jepang. Tak sedikit warganet yang menangkap momen unik itu dan membagikannya.
"Kapal pesiar Diamond Princess mendapat banyak pemberitaan buruk, tapi yang buruk adalah virusnya dan bukan kapalnya! Saya ingin melihatnya berlayar lagi," cuit salah satu warganet.
Mengenang Kemeriahan Karnaval Jerman Sebelum Corona
Tak sedikit karnaval atau perayaan yang digelar di Jerman, seperti di Kota Koln misalnya. Berikut kemeriahannya sebelum corona datang.
Pada puncak perayaan "musim ke-5" di Jerman, kota-kota yang berada di sepanjang sungai Rhein akan dipenuhi orang-orang berkostum aneh. Tua muda, besar kecil, laki perempuan, semua ikut bersukaria di masa karnaval.
Hari Senin, dan ada yang tidak biasa pagi itu. Di kereta yang saya tumpangi ke kota Koln dipenuhi oleh orang orang yang berdandan dan memakai konstum yang beraneka rupa. Tidak hanya orang dewasa, anak anak juga tampak lucu mengenakan kostum yang penuh warna.
Kereta tiba di Stasiun Koln, semua penumpang bergerak turun, berjalan keluar stasiun, bergabung bersama ribuan warga berpakaian unik yang sedang berpesta pora. Mereka menikmati musik, berdansa, sambil menyambut pawai puluhan kendaraan karnaval yang berkonvoi melalui jalanan kota.
Ya, ini adalah puncak perayaan "musim ke-5" di Jerman, kota-kota yang berada di sepanjang sungai Rhein akan dipenuhi orang-orang berkostum aneh. Kota Koln yang terletak di negara bagian Nord Rhein Westfallen menjadi salah satu lokasi paling meriah dalam masa karnaval di Jerman.
Hari pawai terbesar adalah hari ini, Senin Karnaval, yang dinamakan Rosenmontag (Senin Mawar). Sesi karnaval akan diakhiri hari Rabu, yang disebut Aschermittwoch (Rabu Abu). Pada hari ini, tidak ada lagi pawai atau kostum Karnaval.