Rabu, 08 April 2020

Di Bali Hampir 20.000 Orang Dirumahkan, 480 Orang Kena PHK

Jumlah orang terjangkit virus Corona di Indonesia semakin bertambah setiap hari. Hal ini membuat sejumlah perusahaan terkena imbas, termasuk perusahaan di Bali yang terpaksa merumahkan hingga mem-PHK karyawan. Apalagi Bali sangat mengandalkan pariwisatanya.
Data yang diperoleh detikcom dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali (Disnaker) sampai hari ini, Selasa (7/4/2020), ada 19.124 orang yang dirumahkan dan 480 orang di-PHK. Data ini masih terus bergerak atau terus bertambah.

"Datanya sedang bergerak sampai tadi pagi pekerja formal yg dirumahkan 19.124 orang datanya sedang bergerak sampai tadi pagi pekerja formal yang dirumahkan. Yang PHK 480 orang semua datanya masih bergerak sebagai sifatnya sementara," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Bali Ida Bagus Ngurah Arda saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Bagi pekerja atau karyawan yang dirumahkan, menurut Arda, belum diketahui sampai kapan. Keputusan masih menunggu perkembangan virus Corona atau COVID-19.

"Tergantung kesepakatan mereka, perkembangan COVID-19," ungkapnya.

Sementara itu, karyawan yang dirumahkan ini merupakan pekerja formal. Termasuk karyawan hotel yang ada di Bali.

"Pekerja formal termasuk mereka yang bekerja di hotel," jelas Arda.

Warga China Mulai Banjiri Tempat Wisata

China kembali bangkit setelah pandemi Corona. Tempat wisata jadi yang pertama dicari oleh warganya.

Hal ini terbukti dengan melonjaknya wisatawan di Yellow Mountain. Menjadi salah satu gunung populer di China, pegunungan Huangshan bahkan didatangi hingga 20.000 wisatawan, saat jam baru menunjukkan pukul 08.00 pagi waktu setempat.

Padahal China baru saja melonggarkan kebijakan lockdown. Social distancing yang sudah dilatih tidak berlaku di tempat-tempat wisata. Ini cukup membuat khawatir.

"Wisatawan harus memiliki kesadaran perlindungan diri dan bertanggung jawab untuk mengatur jarak. Jika tidak, ini akan berisiko," ujar Direktur Pemasaran CYTS Tours Holding Co Xu Xiaolei, seperti dilansir dari New York Daily News, Selasa (7/4/2020).

Provinsi Zhejiang, di Tiongkok Timur telah membuka 50 lebih tempat wisata selama Festival Qingming. Kerumunan juga terjadi di pemakanan dan ibukota Beijing.

"China bisa terinfeksi Corona gelombang kedua jika warga tidak berperilaku bertanggung jawab di tempat wisata," jelas ahli epidemiologi Hong Kong, Yuen Kwok-yung.

Kwok-yung juga menambahkan bahwa virus Corona masih menjadi masalah serius bagi masyarakat dunia. Sehingga warga yang yang memang ingin liburan diminta untuk memakai masker, tetap menjaga jarak dan kebersihan.

Singapore Airlines Tak Pungut Biaya Pemesanan Ulang

Menanggapi situasi terkini usai pandemi virus Corona, Singapore Airlines (SIA) mengeluarkan kebijakan bagi traveler yang sudah terlanjur memesan tiket penerbangan. SIA membebaskan biaya pemesanan ulang.
Berdasarkan press release yang diterima detikcom, Selasa (17/3/2020), Singapore Airlines membebaskan seluruh biaya pemesanan ulang bagi tiket yang dikeluarkan pada atau sebelum tanggal 15 Maret 2020, untuk waktu perjalanan hingga 31 Mei 2020 yang akan mulai berlaku segera.

Para pelanggan dapat membatalkan rencana perjalanan penerbangan yang ada atau mempertahankan tiket mereka dan memesan ulang perjalanan mereka di kemudian hari, ketika mereka dapat memastikan rencana perjalanan baru. Jadwal penerbangan terbaru harus dipastikan paling lambat pada tanggal 31 Maret 2021.

Kebijakan baru ini akan memberikan fleksibilitas kepada para pelanggan untuk menunda rencana perjalanan mereka, di mana kebijakan ini berlaku untuk seluruh pemesanan perjalanan hingga tanggal 31 Mei 2020. Semua biaya pemesanan ulang akan dikecualikan, meskipun perbedaan tarif mungkin berlaku untuk rencana perjalanan yang baru.

SIA akan terus meninjau kebijakan pembebasan ini dan mempertahankan fleksibilitas untuk memperpanjang batas waktu perjalanan hingga tanggal 31 Mei 2020, sebagaimana SIA menilai dampak dari wabah COVID-19 pada perjalanan udara global dalam beberapa minggu mendatang.

SIA juga akan membebaskan biaya perubahan untuk seluruh tiket SIA dan SilkAir baru yang dikeluarkan dari saat ini hingga 31 Maret 2020.

Terungkap! 430 Ribu Orang Terbang dari China ke AS Sejak Kasus Pertama

 Mengapa ada banyak warga Amerika yang terkena COVID-19? Rupanya, sejak kasus positif Corona pertama di sana, ada 430 ribu orang yang terbang dari China ke AS.

Sebanyak 430 ribu orang tercatat terbang langsung dari China ke Amerika Serikat sejak China mengumumkan adanya kejadian outbreak virus Corona pertama di negaranya. Data tersebut didapat dari laporan Imigrasi yang dirilis pada Sabtu (4/4) kemarin.

Dikumpulkan detikTravel dari beberapa sumber, Selasa (7/4/2020), jumlah sebanyak itu belum termasuk mereka yang memakai penerbangan transit dari China ke negara lainnya. Saat itu bertepatan dengan momen Tahun Baru Masehi dan Tahun Baru Imlek.

Presiden AS Donald Trump baru mengeluarkan larangan masuk bagi warga China pada tanggal 31 Januari silam, sehari setelah World Health Organization (WHO) menetapkan Corona sebagai pandemi global.

Meski Presiden Trump sudah memberlakukan travel ban, tetapi masih ada sekitar 40 ribu orang yang tiba di Amerika Serikat pada tanggal 2 Februari. Jumlah sebanyak itu datang dari 279 penerbangan dari China ke AS.

Orang-orang ini mendarat di kota-kota seperti Los Angeles, San Fransisco, New York, Chicago, Seattle, Newark hingga Detroit. Itulah sebabnya penyebaran virus Corona sangat merata hampir di semua wilayah Amerika Serikat.

Belum lagi, saat itu screening penumpang belum seketat sekarang, sehingga mereka bisa melenggang bebas di Amerika, tanpa perlu menjalani pemeriksaan suhu atau mengisi form kesehatan.

Sampai saat ini, Amerika Serikat masih menduduki peringkat pertama sebagai negara terbanyak yang penduduknya tertular virus Corona. Ada kurang lebih 367 ribu orang yang dinyatakan positif Corona di AS dengan jumlah korban jiwa mencapai hampir 11 ribuan orang.

Di Bali Hampir 20.000 Orang Dirumahkan, 480 Orang Kena PHK

Jumlah orang terjangkit virus Corona di Indonesia semakin bertambah setiap hari. Hal ini membuat sejumlah perusahaan terkena imbas, termasuk perusahaan di Bali yang terpaksa merumahkan hingga mem-PHK karyawan. Apalagi Bali sangat mengandalkan pariwisatanya.
Data yang diperoleh detikcom dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali (Disnaker) sampai hari ini, Selasa (7/4/2020), ada 19.124 orang yang dirumahkan dan 480 orang di-PHK. Data ini masih terus bergerak atau terus bertambah.

"Datanya sedang bergerak sampai tadi pagi pekerja formal yg dirumahkan 19.124 orang datanya sedang bergerak sampai tadi pagi pekerja formal yang dirumahkan. Yang PHK 480 orang semua datanya masih bergerak sebagai sifatnya sementara," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Bali Ida Bagus Ngurah Arda saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Bagi pekerja atau karyawan yang dirumahkan, menurut Arda, belum diketahui sampai kapan. Keputusan masih menunggu perkembangan virus Corona atau COVID-19.

"Tergantung kesepakatan mereka, perkembangan COVID-19," ungkapnya.

Sementara itu, karyawan yang dirumahkan ini merupakan pekerja formal. Termasuk karyawan hotel yang ada di Bali.

"Pekerja formal termasuk mereka yang bekerja di hotel," jelas Arda.