Rabu, 08 April 2020

Warga China Mulai Banjiri Tempat Wisata

China kembali bangkit setelah pandemi Corona. Tempat wisata jadi yang pertama dicari oleh warganya.

Hal ini terbukti dengan melonjaknya wisatawan di Yellow Mountain. Menjadi salah satu gunung populer di China, pegunungan Huangshan bahkan didatangi hingga 20.000 wisatawan, saat jam baru menunjukkan pukul 08.00 pagi waktu setempat.

Padahal China baru saja melonggarkan kebijakan lockdown. Social distancing yang sudah dilatih tidak berlaku di tempat-tempat wisata. Ini cukup membuat khawatir.

"Wisatawan harus memiliki kesadaran perlindungan diri dan bertanggung jawab untuk mengatur jarak. Jika tidak, ini akan berisiko," ujar Direktur Pemasaran CYTS Tours Holding Co Xu Xiaolei, seperti dilansir dari New York Daily News, Selasa (7/4/2020).

Provinsi Zhejiang, di Tiongkok Timur telah membuka 50 lebih tempat wisata selama Festival Qingming. Kerumunan juga terjadi di pemakanan dan ibukota Beijing.

"China bisa terinfeksi Corona gelombang kedua jika warga tidak berperilaku bertanggung jawab di tempat wisata," jelas ahli epidemiologi Hong Kong, Yuen Kwok-yung.

Kwok-yung juga menambahkan bahwa virus Corona masih menjadi masalah serius bagi masyarakat dunia. Sehingga warga yang yang memang ingin liburan diminta untuk memakai masker, tetap menjaga jarak dan kebersihan.

Singapore Airlines Tak Pungut Biaya Pemesanan Ulang

Menanggapi situasi terkini usai pandemi virus Corona, Singapore Airlines (SIA) mengeluarkan kebijakan bagi traveler yang sudah terlanjur memesan tiket penerbangan. SIA membebaskan biaya pemesanan ulang.
Berdasarkan press release yang diterima detikcom, Selasa (17/3/2020), Singapore Airlines membebaskan seluruh biaya pemesanan ulang bagi tiket yang dikeluarkan pada atau sebelum tanggal 15 Maret 2020, untuk waktu perjalanan hingga 31 Mei 2020 yang akan mulai berlaku segera.

Para pelanggan dapat membatalkan rencana perjalanan penerbangan yang ada atau mempertahankan tiket mereka dan memesan ulang perjalanan mereka di kemudian hari, ketika mereka dapat memastikan rencana perjalanan baru. Jadwal penerbangan terbaru harus dipastikan paling lambat pada tanggal 31 Maret 2021.

Kebijakan baru ini akan memberikan fleksibilitas kepada para pelanggan untuk menunda rencana perjalanan mereka, di mana kebijakan ini berlaku untuk seluruh pemesanan perjalanan hingga tanggal 31 Mei 2020. Semua biaya pemesanan ulang akan dikecualikan, meskipun perbedaan tarif mungkin berlaku untuk rencana perjalanan yang baru.

SIA akan terus meninjau kebijakan pembebasan ini dan mempertahankan fleksibilitas untuk memperpanjang batas waktu perjalanan hingga tanggal 31 Mei 2020, sebagaimana SIA menilai dampak dari wabah COVID-19 pada perjalanan udara global dalam beberapa minggu mendatang.

SIA juga akan membebaskan biaya perubahan untuk seluruh tiket SIA dan SilkAir baru yang dikeluarkan dari saat ini hingga 31 Maret 2020.

Sedap! Traveling ke Aceh, Jangan Lupa Cicipi Pisang Bakar Ini

Banda Aceh memiliki satu tawaran street food yang menggoda. Pisang bakar di Jalan Sultan Iskandar Muda Banda Aceh.
Martabak telur, ayam tangkap, bubur kanji rumbi, kari bebek, mi aceh, satu dan gulai menjadi kuliner yang wajib dicicipi saat traveling ke Aceh. Juga singgah di warung-warung kopi yang tersebar di berbagai sudut kota Banda Aceh.

Tapi, jangan puas dengan makanan-makanan itu. Ada satu jajanan pinggir jalan yang tak boleh dilewatkan, yakni pisang bakar.

Spesialnya, pisang ini hanya dari pisang kepok kuning yang tentunya manis di lidah. Pisang bakar itu dikenal dengan bahasa daerah di Aceh dengan nama pisang abee.

Pisang itu dipres dengan alat khusus dan kemudian di bakar diatas bara api dengan dioles mentega sesekali. Kemudian, setelah matang, pisang dipotong atau dirajang petak-petak kecil yang siap disantap.

Bagi yang sudah pemanis tambahan, pisang disajikan dengan gula jawa cair dan diberi topping kelapa kukur!

Bagi yang sudah dengan tambahan meses coklat bisa juga, lo.

Pisang bakar ini bisa ditemui di jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, namanya Pisang Bakar Lamia. Tepatnya, di depan Hotel Permata Hati.

Nah, jika traveler mau coba silahkan mampir di sore harinya, kuliner sedehana ini cukup membuat menggugah selera tempo dulu .

Di Bali Hampir 20.000 Orang Dirumahkan, 480 Orang Kena PHK

Jumlah orang terjangkit virus Corona di Indonesia semakin bertambah setiap hari. Hal ini membuat sejumlah perusahaan terkena imbas, termasuk perusahaan di Bali yang terpaksa merumahkan hingga mem-PHK karyawan. Apalagi Bali sangat mengandalkan pariwisatanya.
Data yang diperoleh detikcom dari Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali (Disnaker) sampai hari ini, Selasa (7/4/2020), ada 19.124 orang yang dirumahkan dan 480 orang di-PHK. Data ini masih terus bergerak atau terus bertambah.

"Datanya sedang bergerak sampai tadi pagi pekerja formal yg dirumahkan 19.124 orang datanya sedang bergerak sampai tadi pagi pekerja formal yang dirumahkan. Yang PHK 480 orang semua datanya masih bergerak sebagai sifatnya sementara," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sumber Daya Mineral Bali Ida Bagus Ngurah Arda saat dihubungi, Selasa (7/4/2020).

Bagi pekerja atau karyawan yang dirumahkan, menurut Arda, belum diketahui sampai kapan. Keputusan masih menunggu perkembangan virus Corona atau COVID-19.

"Tergantung kesepakatan mereka, perkembangan COVID-19," ungkapnya.

Sementara itu, karyawan yang dirumahkan ini merupakan pekerja formal. Termasuk karyawan hotel yang ada di Bali.

"Pekerja formal termasuk mereka yang bekerja di hotel," jelas Arda.

Warga China Mulai Banjiri Tempat Wisata

China kembali bangkit setelah pandemi Corona. Tempat wisata jadi yang pertama dicari oleh warganya.

Hal ini terbukti dengan melonjaknya wisatawan di Yellow Mountain. Menjadi salah satu gunung populer di China, pegunungan Huangshan bahkan didatangi hingga 20.000 wisatawan, saat jam baru menunjukkan pukul 08.00 pagi waktu setempat.

Padahal China baru saja melonggarkan kebijakan lockdown. Social distancing yang sudah dilatih tidak berlaku di tempat-tempat wisata. Ini cukup membuat khawatir.

"Wisatawan harus memiliki kesadaran perlindungan diri dan bertanggung jawab untuk mengatur jarak. Jika tidak, ini akan berisiko," ujar Direktur Pemasaran CYTS Tours Holding Co Xu Xiaolei, seperti dilansir dari New York Daily News, Selasa (7/4/2020).

Provinsi Zhejiang, di Tiongkok Timur telah membuka 50 lebih tempat wisata selama Festival Qingming. Kerumunan juga terjadi di pemakanan dan ibukota Beijing.

"China bisa terinfeksi Corona gelombang kedua jika warga tidak berperilaku bertanggung jawab di tempat wisata," jelas ahli epidemiologi Hong Kong, Yuen Kwok-yung.

Kwok-yung juga menambahkan bahwa virus Corona masih menjadi masalah serius bagi masyarakat dunia. Sehingga warga yang yang memang ingin liburan diminta untuk memakai masker, tetap menjaga jarak dan kebersihan.

Singapore Airlines Tak Pungut Biaya Pemesanan Ulang

Menanggapi situasi terkini usai pandemi virus Corona, Singapore Airlines (SIA) mengeluarkan kebijakan bagi traveler yang sudah terlanjur memesan tiket penerbangan. SIA membebaskan biaya pemesanan ulang.
Berdasarkan press release yang diterima detikcom, Selasa (17/3/2020), Singapore Airlines membebaskan seluruh biaya pemesanan ulang bagi tiket yang dikeluarkan pada atau sebelum tanggal 15 Maret 2020, untuk waktu perjalanan hingga 31 Mei 2020 yang akan mulai berlaku segera.

Para pelanggan dapat membatalkan rencana perjalanan penerbangan yang ada atau mempertahankan tiket mereka dan memesan ulang perjalanan mereka di kemudian hari, ketika mereka dapat memastikan rencana perjalanan baru. Jadwal penerbangan terbaru harus dipastikan paling lambat pada tanggal 31 Maret 2021.

Kebijakan baru ini akan memberikan fleksibilitas kepada para pelanggan untuk menunda rencana perjalanan mereka, di mana kebijakan ini berlaku untuk seluruh pemesanan perjalanan hingga tanggal 31 Mei 2020. Semua biaya pemesanan ulang akan dikecualikan, meskipun perbedaan tarif mungkin berlaku untuk rencana perjalanan yang baru.

SIA akan terus meninjau kebijakan pembebasan ini dan mempertahankan fleksibilitas untuk memperpanjang batas waktu perjalanan hingga tanggal 31 Mei 2020, sebagaimana SIA menilai dampak dari wabah COVID-19 pada perjalanan udara global dalam beberapa minggu mendatang.

SIA juga akan membebaskan biaya perubahan untuk seluruh tiket SIA dan SilkAir baru yang dikeluarkan dari saat ini hingga 31 Maret 2020.