Jumat, 10 April 2020

Metode Lama dan Harapan Baru bagi Pasien Covid-19

Metode pengobatan lama yakni penggunaan plasma darah memberikan harapan baru bagi pasien positif Covid-19. Cara ini mulai kembali dikembangkan oleh beberapa negara.

Setelah penelitian oleh para ahli di Cina, sistem di Rumah Sakit Mount Sinai di New York juga mulai menguji perawatan tersebut guna memulihkan kondisi pasien Covid-19.

Pengobatan plasma darah pasien yang sudah sembuh dari Covid-19 disebut menjanjikan untuk mempercepat penyembuhan orang yang terinfeksi virus corona jenis baru (SARS-CoV-2). Mount Sinai dilaporkan telah menyediakan serum pemulihan yang berasal dari lebih 20 pasien Covid-19 yang mendonorkan darah.


"Kami memiliki begitu banyak pasien yang sakit. Kami berharap ini menjadi titik tolak sehingga bisa mempercepat pemulihan pasien," ungkap dokter Jeffrey Jhang, Direktur Medis Laboratorium Klinis dan Layanan Transfusi di Mount Sinai Health System seperti dilaporkan NBC News.

Terapi plasma konvalesen telah lama digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Pendekatan ini digunakan selama epidemi flu pada 1918 dan 1957 serta wabah yang disebabkan SARS, H1N1 dan Ebola.

Sementara dalam kasus Covid-19 ini, guna mempercepat pengujian pengobatan plasma darah, lebih dari 40 institusi kesehatan mengerjakan proyek dan mengumpulkan plasma dari pasien yang pulih. Jhang mengatakan, Mount Sinai telah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (FDA) untuk mendukung tes ini.

Tes yang sedang berlangsung kini mengidentifikasi antibodi dari pasien. Dokter mengatakan, peningkatan antibodi bisa didapat dari efek pengobatan dengan plasma darah.

"Sementara tes lain mengukur, seberapa banyak antibodi yang dihasilkan. Hal ini penting, karena dengan begitu kami dapat mengidentifikasi donor dengan jumlah antibodi yang tinggi kemungkinan akan lebih besar manfaatnya bagi pasien penerima plasma tersebut," Jhang menjelaskan.

Namun begitu uji coba pengobatan Covid-19 dengan plasma darah ini masih menghadapi tantangan. Jhang membeberkan, timnya masih perlu menunggu lebih banyak pasien lagi yang pulih. Dan selanjutnya, studi juga harus mengembangkan respons terhadap kekebalan penyakit sebelum kembali mengumpulkan plasma.

Sepekan sebelumnya, FDA mengeluarkan pedoman baru untuk pengujian pengobatan plasma. Otoritas pengawasan makanan dan obat ini menyatakan, penyedia layanan kesehatan harus meningkatkan uji klinis sebelum mereka menerapkan metode ini secara teratur.

Para peneliti John Hopkins juga telah menerima izin dari FDA untuk menguji efek dari penyembuhan menggunakan plasma darah bagi orang yang sehat. Tes ini bertujuan melihat bagaimana pengobatan ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh orang yang berisiko tinggi terpapar virus penyebab Covid-19. 

Mengenal Obat Carrimycin yang Digunakan China untuk Covid-19

 Obat Carrimycin menambah daftar panjang obat-obatan yang digunakan untuk pengobatan infeksi virus Corona (Covid-19). Setelah Remdesivir, Chloroquine, serta Lopinavir dan Ritonavir, China menggunakan obat Carrimycin untuk mengatasi Covid-19.

Carrimycin merupakan obat yang baru disetujui oleh badan pengawas produk medis China pada Juni 2019 lalu. Obat ini dikembangkan oleh tim yang dikepalai Profesor Yiguang Wang dari Institute of Medicinal Biotechnology bersama Shenyang Tonglian Group Co. Ltd. China memegang hak kekayaan intelektual obat ini.

Carrimycin dibuat untuk mengobati infeksi saluran pernapasan atas. Obat ini memiliki sifat antibakteri yang kuat. Para ahli di China lantas mencoba menggunakan obat ini untuk pasien positif virus corona.

Rumah Sakit Youan di Beijing telah memulai penelitian terkait penggunaan Carrimycin. Studi fase 4 sudah dipublikasikan di Clinicaltrials.gov pada 27 Februari lalu.

Peneliti melihat kemanjuran dan keamanan Carrimycin untuk Covid-19 dengan menguji efektivitasnya pada 520 pasien yang tersebar di sejumlah rumah sakit di China. Pasien ini berada pada rentang usia 18-70 tahun dengan gejala ringan, sedang, dan berat

Peneliti akan melihat penurunan gejala berupa demam, radang paru, dan keberadaan virus di tubuh.

Profesor Yiguang Wang yang mengembangkan obat ini dipercaya menjadi pemimpin penelitian ini. Pemerintah China ikut membiayai penelitian ini.

Hingga saat ini, peneliti masih menganalisis efektivitas obat Carrimycin untuk Covid-19. Hasil penelitian diperkirakan keluar dalam beberapa pekan ke depan.

5 Tradisi Paskah di Indonesia (2)

3. Ziarah ke Gua Maria Sendangsono

Bagi umat nasrani, momen Paskah tidaklah lengkap tanpa kegiatan ziarah ke tempat keagamaan. Salah satu yang cukup populer adalah Gua Maria Sendangsono di Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Dalam bahasa Jawa, Sendang Sono berarti sumber air dan pohon yang tumbuh di atasnya. Di mana air yang bersumber dari gua itu dipercaya memiliki keajaiban bagi umat nasrani. Di tahun 1904, Romo Van Lith diketahui memakai airnya untuk membaptis 173 warga Kalibawang.

Untuk informasi, Gua Maria Sendangsono dirancang oleh sosok Romo YB Mangunwijaya atau yang dikenal dengan Romo Mangun. Di mana gua tersebut juga memenangkan penghargaan bergengsi Aga Khan di tahun 1991. Gua ini juga disebut Lourdes ala Indonesia.

4. Memento Mori di Palangkaraya

Bergeser ke Palangkaraya di Kalimantan Tengah, masyarakat nasrani di sana memaknai Paskah dengan tradisi Memento Mori. Dalam bahasa latin, Memento Mori berarti ingatlah akan kematian.

Tradisi itu pun dilakukan pada momen Sabtu Suci dengan cara mengunjungi makam kerabat yang telah meninggal oleh anggota keluarga. Ritual akan dimaknai dengan menyalakan lilin serta menaruh karangan bunga di malam dari sore hingga malam. Dipercaya kalau tradisi itu telah dikenalkan sejak masa penjajahan Belanda abad 19 silam.


5. Kure di Noemuti

Terakhir ada tradisi Kure di Kota Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara, NTT. Dilangsukan pada Kamis Putih dan Jumat Agung, di mana umat Katolik akan berziarah dari satu rumah ke rumah yang lain untuk berdoa bersama dan merefleksikan momen sengsara Yesus.

Secara arti, Kure diambil dari bahasa latin currere yang berati berlari atau berjalan. Kabarnya, tradisi itu merupakan peninggalan dari budaya Portugis pada tahun 1642 silam.

Ritual Kure juga dimaknai dengan pembersihan salib Yesus dan patung Bunda Maria, dua sosok penting dalam agama nasrani. Diakhiri dengan pemberian persembahan berupa uang, buah, sayur dan daun palma.

Itulah beberapa tradisi Paskah yang dibalut dengan kearifan lokal di nusantara. Hanya di tengah pandemi corona seperti sekarang, ada baiknya kalau umat nasrani tetap mengikuti anjuran dari pemuka agama dan Pemerintah setempat serta menghindari keramaian demi kebaikan bersama.

1. Semana Santa Larantuka
Tak perlu jauh-jauh ziarah ke Vatikan, Kota Larantuka di Flrose Timur punya tradisi Semana Santa yang telah dimulai sejak momen Rabu Abu lalu. Setelah perayaan Minggu Palma pekan kemarin, kemeriahan akan kembali berlanjut pada hari Kamis ini.

Tepat hari Kamis, masyarakat nasrani di Larantuka akan berpartisipasi dalam ritual Tikam Turo yang ditandai dengan peletakan dan pembawaan lilin di sepanjang rute yang telah ditetapkan. Di mana perayaan akan dimaknai di Kapel Tuan Ma (Bunda Maria), lewat pemandian patung serta penyelimutan patung dengan kain 3 warna sebagai tanda duka.

Perayaan pun akan mencapai puncaknya pada hari Jumat Agung atau Sesta Vera, yang dimaknai dengan penyaliban Yesus. Pada Jumat Agung, patung Yesus akan diarak dan ditaruh di pusat prosesi keagamaan di samping patung Bunda Maria. Akan ada juga proses pengarakan lewat laut.

Setelah proses ritual dilakukan, kegiatan ibadah akan ditutup dengan misa pada Sabtu Santo (Sabtu Suci) serta Hari Minggu Paskah (hari kebangkitan) di Katedral Reinha Rosary di pusat Kota Larantuka.


2. Prosesi Penyaliban Yesus di Wonogiri
Momen Paskah kerap ditandai dengan kegiatan Jalan Salib yang jadi lambang penderitaan Yesus di Bukit Golgota. Tak hanya di Yerusalem, momen serupa juga dimaknai oleh warga Wonogiri di Gunung Gandul, Jawa Tengah.

Pada momen tersebut, para umat nasrani di Wonogiri akan melakukan reka ulang momen sengsara Yesus di pekan Paskah. Layaknya berjalan ke Bukit Golgota, umat nasrani di Wonogiri akan melakukan perjalanan ke atas bukit bersama pemeran Yesus lengkap dengan salib kayu. Hal itu sekaligus jadi pengingat akan penderitaan Yesus.