Minggu, 12 April 2020

Potensi Bahaya Sederet Obat Virus Corona, Salah Satunya Klorokuin

 Klorokuin, hidroksi klorokuin, dan azithromycin telah digunakan untuk mengobati virus Corona COVID-19. Meski belum ada bukti yang pasti terhadap keefektivitasan dan kelemahannya, dokter tetap harus waspada kemungkinan efek samping serius dari obat-obatan tersebut.
Sebuah ulasan yang dilakukan oleh Canadian Medical Association Journey, menuliskan beberapa potensi berbahaya dari obat-obatan yang digunakan untuk menyembuhkan virus Corona.

"Dokter dan pasien harus mewaspadai beberapa efek samping yang jarang tetapi berpotensi mengancam jiwa dari klorokuin dan hidroksi klorokuin," kata Dr. David Juurlink, Divisi Farmakologi dan Toksikologi Klinis, Pusat Ilmu Kesehatan Sunnybrook, dan ilmuwan senior, dikutip dari Science Daily.

Ulasan yang dipublikasikan dalam jurnal Safety Considerations with Chloroquine, Hydroxychloroquine and Azithromycin in The Management of SARS-CoV-2 Infection pada 8 April lalu memberikan tinjauan umum tentang bahaya yang terkait dengan obat tersebut berdasarkan bukti-bukti yang dihimpun.

Efek samping potensial meliputi:

- Aritmia jantung
- Hipoglikemia
- Efek neuropsikiatri seperti agitasi, kebingungan, halusinasi dan paranoia
- Variabilitas metabolik
- Overdosis yang menyebabkan kejang, koma, dan henti jantung
- Kekurangan obat bagi pasien gangguan autoimun seperti rheumatoid arthritis dan lupus

Studi tersebut juga merangkum rendahnya bukti yang menunjukkan bahwa perawatan dengan obat-obatan di atas bermanfaat bagi pasien COVID-19 dan memperingatkan adanya kemungkinan pemberian obat dapat memperburuk penyakit.

"Inilah sebabnya kita membutuhkan basis bukti yang lebih luas sebelum secara rutin memberikan obat ini untuk mengobati pasien COVID-19," pungkas Dr Juurlink.

Jakarta Mulai PSBB, Ini Tips Tetap Bugar Ala Ade Rai Meski Karantina Rumah

Penerapan physical distancing atau jaga jarak aman karena virus Corona COVID-19 berdampak pada penutupan pusat-pusat kebugaran. Hal ini juga terjadi setelah penerapan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di Jakarta. Meski demikian, penutupan pusat kebugaran jangan kamu jadikan alasan ya untuk tidak melakukan olahraga detikers. Walaupun di rumah, kamu tetap bisa melakukannya guna menjaga kesehatan
Masih banyak cara yang bisa dilakukan kok agar kita bisa berolahraga meskipun di rumah saja. Maestro binaraga Indonesia Ade Rai berbagi tips olahraga yang bisa dilakukan saat karantina.

"Yang paling utama dan paling gampang sebenarnya, adalah menggunakan tubuh sendiri, sebagai gym kita. Mulai dari olahraga kardio, lari, jalan kaki, lompat-lompat di tempat, atau jalan di tempat. Bisa juga menggunakan alat bantu seperti treadmill, skipping dan sebagainya untuk membantu kita," kata Ade Rai saat dihubungi detikcom. Kamis (9/4/2020).

Selain itu, Ade juga mengatakan, selama kita melakukan olahraga di rumah, kita bisa juga melatih otot rangka dengan latihan seperti push up, plank dan juga squat jump.

"Selanjutnya bisa melatih otot rangka, yaitu berhubungan dengan tulang kita. Ini bisa dilakukan dan dilatih dengan push up, plank, dan squat jump. Bisa juga menggunakan alat bantu seperti dumbbell dan barbel," pungkasnya.

Jumat, 10 April 2020

Cuti Bersama Lebaran Digeser ke Akhir Tahun

Pemerintah kembali merevisi Cuti Bersama 2020. Jika sebelumnya cuti bersama Lebaran 2020 ditambah, maka kini digeser ke akhir tahun.

Keputusan revisi cuti bersama 2020 ini diambil dalam Rapat Koordinasi Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menko PMK Muhadjir Effendy. RTM yang dilakukan melalui video conference ini diikuti oleh: Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Menpan RB Tjahjo Kumolo, Menaker Ida Fauziyah, Menag Fachrur Razi, Menparekraf Wisnutama, Plt Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori, Kapolri Idham Aziz, dan perwakilan kementerian/lembaga terkait lainnya.

Hasilnya, ada pergeseran cuti bersama. Berikut keputusan selengkapnya:

- Libur Hari Raya Idul Fitri tetap pada tanggal 24-25 Mei 2020.

- Tambahan Cuti Bersama Maulid Nabi Muhammad SAW tanggal 28 Oktober 2020.

- Tambahan Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri semula sejak tanggal 26-29 Mei 2020, dicabut dan digeser ke akhir tahun pada tanggal 28-31 Desember 2020.

Dengan demikian, kalender Libur dan Cuti Bersama 2020 menjadi sebagai berikut:

Libur Nasional

1. 1 Januari, Tahun Baru 2020 Masehi
2. 25 Januari, Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili
3. 22 Maret, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
4. 25 Maret, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942
5. 10 April, Wafat Isa Al Masih
6. 1 Mei, Hari Buruh Internasional
7. 7 Mei, Hari Raya Waisak 2564
8. 21 Mei, Kenaikan Isa Al Masih
9. 24-25 Mei, Hari Raya Idul Fitri 1441 H
10. 1 Juni, Hari Lahir Pancasila
11. 31 Juli, Hari Raya Idul Adha 1441 H
12. 17 Agustus, Hari Kemerdekaan RI
13. 20 Agustus, Tahun Baru Islam 1442 H
14. 29 Oktober, Maulid Nabi Muhammad SAW
15. 25 Desember, Hari Raya Natal

Cuti Bersama

1. 22 Mei, Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri.
2. 21 Agustus, Cuti Bersama Tahun Baru Hijriah.
3. 28 dan 30 Oktober, Cuti Bersama Maulid Nabi.
4. 24 Desember, Cuti Bersama untuk Hari Raya Natal.
5. 28-31 Desember, Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri yang digeser.

Kisah Turis Terdampar di Samping Krematorium Saat Phuket Lockdown

Kawasan Phuket Thailand sudah dinyatakan lockdown dan semua hotel ditutup. Sayangnya ada 3 turis terdampar yang tinggal di samping krematorium.

Turis tersebut merupakan warga Rusia yang sedang liburan di Phuket waktu Phuket mengumumkan lockdown karena pandemi Corona.

Ada 20.000 turis Rusia yang buru-buru pulang. Namun 3 di antaranya ketinggalan karena gangguan perjalanan.

Karena tak ada hotel yang beroperasi, 3 turis ini akhirnya memutuskan untuk tinggal dalam tenda di sebuah kuil, tepat di sebelah krematorium.

Krematorium adalah tempat pembakaran mayat. Mereka pasrah karena tak tahu lagi mau ke mana. Meski terdampar namun mereka meminta izin dari warga setempat.

Selama seminggu lebih, para turis terdampar ini dibantu oleh warga dan biksu. Mereka diberi makan dan diperingatkan untuk tidak keluar pada jam malam.

"Semua orang membantu sebanyak mungkin. Ada banyak makanan yang disumbangkan. Mereka juga mematuhi jam malam," ujar Winai Sae-lew, Kepala Desa Moo 4 dari Distrik Mia Khao.

РИА Новости
@rianru
Буддистские монахи накормили российских туристов, застрявших на таиландском острове Самуи из-за коронавируса

Lihat gambar di TwitterLihat gambar di Twitter
284
22.48 - 6 Apr 2020
Info dan privasi Iklan Twitter
134 orang memperbincangkan tentang ini

Turis-turis itu akhirnya didatangi oleh petugas saat inspeksi. Mereka memberikan identitas mereka, Alexei Galiev, Nikolao SHarov dan Sofia Sharova.

Mereka harusnya pulang tanggal 25 Maret lalu. Namun penerbangan mereka dibatalkan karena pencegahan penyebaran Corona.

Sudah terdampar dan tak bisa pulang. Turis-turis ini sudah pasrah. Melihat ini, seorang pemilik resor di dekat situ menolong mereka.

"Kami hanya membantu mereka karena nilai-nilai dasar kemanusiaan," ujar sang pemilik resor.

Tak hanya itu, sang pemilik resor juga tak mau menyebutkan tempat usahanya. Ia tak mau menjadikan ini suatu kesempatan.

"Setidaknya tidur di sini (resor) lebih baik dari pada di sebelah tempat pembakaran mayat," ungkapnya.

Saat ini, 3 turis tersebut tinggal gratis di resor. Kebaikan hati pemilik resor kiranya bisa menginspirasi detikers untuk saling membantu di tengah wabah Corona, ya.