Minggu, 12 April 2020

Jakarta Terapkan PSBB, Bolehkah Olahraga Keliling Kompleks?

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Jakarta mulai berlaku Jumat (7/4/2020). Beberapa pembatasan mulai diberlakukan, seperti aktivitas ibadah di luar rumah, kapasitas penumpang di kendaraan umum, sampai pada resepsi pernikahan.
Lalu bagaimana dengan olahraga? Apakah tidak boleh olahraga sementara waktu di luar rumah?

Dalam Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 terkait Pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar Pasal 15, warga Jakarta tetap diperbolehkan untuk melakukan kegiatan olahraga di luar rumah. Namun ada beberapa syarat seperti berikut.

Dilakukan secara mandiri
Tidak berkelompok
Dilaksanakan secara terbatas pada area sekitar rumah tinggal
Selain itu, pasal 5 ayat 3 juga mengatur ketentuan sebagai berikut:

Selama pemberlakuan PSBB, setiap orang wajib:

Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan
Menggunakan masker di luar rumah.

91 Pasien Corona di Korsel Kembali Positif Setelah Dinyatakan Sembuh

Korea Selatan melaporkan 91 pasien kembali positif setelah dinyatakan sembuh dari virus Corona COVID-19. Belum diketahui alasan di balik tren ini, investigasi epidemologis tengah dilakukan.
Jeong Eun-kyeong, direktur Korea Centers for Disease Control anda Prevention (KCDC) mengatakan bahwa kemungkinan yang terjadi adalah virus mengalami 'reaktivasi', bukan pasien yang mengalami reinfeksi.

Oleh sejumlah pakar, kemungkinan reinfeksi dinilai kecil karena seseorang yang pernah terinfeksi virus Corona akan membentuk imunitas atau kekebalan. Selama beberapa waktu, tubuhnya diyakini akan bisa menangkal infeksi.

Berbagai spekulasi pun bermunculan. Selain ada kemungkinan hasil tes tidak akurat, juga dimungkinkan virus masih ada di tubuh pasien meski tidak menular maupun membahayakan.

"Angkanya akan bertambah, 91 cuma permulaan sekarang," kata Kim Woo-joo, profesor penyakit menular dari Korea University Guro Hospital, dikutip dari Reuters.

Hingga saat ini, hampir 7.000 pasien COVID-19 di Korea Selatan dinyatakan sembuh. Kasus baru pada Jumat (10/4/2020) dilaporkan hanya 23, terendah setelah mencapai puncaknya yakin lebih dari 900 kasus baru pada Februari.

Kabar baiknya lagi, Kota Daegu yang menjadi salah satu episentrum wabah virus Corona di Korea Selatan, melaporkan tidak ada kasus baru untuk pertama kalinya. Dengan total 6.807 kasus terkonfirmasi, Daegu mencatatkan lebih dari separuh total kasus di Korea Selatan.

Stres karena Corona Bikin Nggak Mood Bercinta? Ini Saran Ahli

 Stres dapat mempengaruhi gairah seksual, mengurangi dorongan bercinta. Untuk mengatasi stres di tengah wabah Corona, ada beberapa cara yang bisa dilakukan.
Spesialis urologi dr George Lee Eng Geap dari Malaysia menjelaskan langkah pertama yang harus segera dilakukan adalah komunikasi. Biasanya pada tahap awal stres dapat dengan mudah diatasi dan pasangan bisa segera kembali bermesraan.

"Saat stres atau kecemasan menimbulkan penurunan libido yang konsisten, penting untuk segera mendapatkan kembali dorongan seksual di tahap awal demi mencegah adanya kesalahpahaman dan perasaan jauh dalam hubungan," kata dr Lee seperti dikutip dari Malay Mail, Jumat (10/4/2020).

"Mengaku bahwa kamu stres dan tidak malu karenanya jadi langkah pertama, dilanjutkan dengan komunikasi terbuka dan bersama-sama menghadapi stres. Aktivitas sederhana seperti peluk dan cium sudah cukup membuat tubuh lebih rileks dan melepas stres," lanjutnya.

Tips berikutnya adalah lakukan hal-hal menyenangkan yang bisa mengundang gairah bercinta. dr Lee memberi contoh misalnya role-play (bermain peran) hingga pijat erotis bisa mendongkrak produksi hormon bahagia yang akan menekan stres.

Di tengah wabah virus Corona COVID-19, aktivitas seksual justru disarankan untuk mendukung sistem imun.

Masa Inkubasi Virus Corona di Tubuh Pasien Hingga Jangka Waktu Pemulihan

Sejak akhir 2019 lalu, pandemi virus Corona semakin meluas bahkan sampai ke Indonesia. Ini membuat banyak orang terpapar hingga dirawat di rumah sakit dan obatnya pun belum ditemukan.
Namun, banyak ilmuwan yang sampai saat ini terus mempelajari sifat dari penyakit, virus, dan bagaimana itu bisa berdampak pada orang lain. Tidak ketinggalan, mereka juga mencari tahu berapa lama virus Corona COVID-19 itu bisa bertahan di dalam tubuh.

Dikutip dari The Sun, berikut ini waktu yang diperlukan para pasien COVID-19 dari masa inkubasi sampai pemulihan.

1. Masa inkubasi
Sebuah penelitian menunjukkan rata-rata masa atau periode inkubasi COVID-19 ini adalah 5 hari. Menurut tim peneliti yang mempelajari 138 pasien dengan COVID-19 di Rumah Sakit Zhongnan, Universitas Wuhan, bahwa rata-rata pasien butuh waktu 5 hari sampai muncul gejala awal seperti sulit bernapas.

Penelitian lain mengatakan, masa inkubasi bisa dialami dari 2-14 hari. Namun, di beberapa kasus periode ini bisa membutuhkan waktu hinga 27 hari untuk gejalanya berkembang.

2. Masa berlangsungnya gejala
Gejala awal yang muncul pada orang terinfeksi, di antaranya demam, batuk kering, dan sesak napas. Selain itu, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan, sampai pilek itu malah jarang terjadi.

Pada 85 persen orang dengan COVID-19, gejala-gejala tersebut akan hilang minimal dalam waktu satu minggu. Tetapi, gejala ini bisa saja terjadi hingga berminggu-minggu tergantung pada keadaan pasiennya. Untuk itulah disarankan melakukan social distancing atau jaga jarak sosial.

3. Masa berkembangnya gejala
Pada pasien dengan gejala infeksi yang parah, gejala sesak napas sering dialami selama 7-10 hari. Rata-rata dari mereka yang mengalami gejala ini, akan diarahkan untuk perawatan intensif pada hari ke-10.

Menurut peniliti di China, gejala awal COVID-19 bisa berkembang sekitar 18-22 hari, jika mereka berhasil melalui masa perawatan intensif.

4. Masa pemulihan
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pasien membutuhkan waktu dua hingga enam minggu untuk pulih dari COVID-19. Masa pemulihan ini bergantung pada tingkat keparahan penyakit dan juga pengobatannya.

Untuk kasus yang ringan, masa pemulihan bisa terjadi sekitar 2-3 minggu. Namun, untuk kasus atau pasien dengan penyakit yang parah atau kritis jauh lebih lama, sekitar 3-6 minggu.

Jakarta Terapkan PSBB, Bolehkah Olahraga Keliling Kompleks?

Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di Jakarta mulai berlaku Jumat (7/4/2020). Beberapa pembatasan mulai diberlakukan, seperti aktivitas ibadah di luar rumah, kapasitas penumpang di kendaraan umum, sampai pada resepsi pernikahan.
Lalu bagaimana dengan olahraga? Apakah tidak boleh olahraga sementara waktu di luar rumah?

Dalam Peraturan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 33 Tahun 2020 terkait Pelaksanaan Pembatasan Sosial Skala Besar Pasal 15, warga Jakarta tetap diperbolehkan untuk melakukan kegiatan olahraga di luar rumah. Namun ada beberapa syarat seperti berikut.

Dilakukan secara mandiri
Tidak berkelompok
Dilaksanakan secara terbatas pada area sekitar rumah tinggal
Selain itu, pasal 5 ayat 3 juga mengatur ketentuan sebagai berikut:

Selama pemberlakuan PSBB, setiap orang wajib:

Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan
Menggunakan masker di luar rumah.