Senin, 13 April 2020

Wanita Ini Berhasil Sembuh dari 2 Pandemi Berbeda, H1N1 dan Virus Corona

Nadia Hanim, wanita berusia 36 tahun asal Singapura berhasil sembuh dari dua pandemi yang berbeda yaitu flu babi (H1N1) di tahun 2009 dan virus Corona COVID-19.
Dikutip dari Asia One, sebelas tahun lalu Nadia berjuang melawan flu H1N1 yang dideritanya dan hampir putus asa.

"Aku mengira itu hanya flu biasa dan aku bangun terengah-engah. Seolah-olah paru-paruku tidak berfungsi," ucap Nadia menceritakan kisahnya saat terinfeksi flu H1N1.

Pada saat itu, ayah dan saudara perempuannya langsung membawa Nadia ke Rumah Sakit Umum Changi (CGH) untuk bisa mendapatkan perawatan medis.

"Paru-paruku terasa terbakar dan mataku berair. Aku terengah-engah berusaha keras untuk bisa bernapas. Dalam pikiranku, aku mengatakan pada Tuhan bahwa aku siap jika hidupku berakhir," kata Nadia.

Pada akhirnya setelah melalui berbagai macam perawatan, ia berhasil sembuh dari penyakit flu H1N1. Sayangnya setelah satu dekade sembuh dari penyakit mematikan itu, Nadia kembali mengalami mimpi buruk yaitu positif terinfeksi virus Corona COVID-19.

Nadia dinyatakan positif virus Corona pada 13 Maret kemarin, setelah melakukan perjalanan ke Jakarta untuk urusan pekerjaan. Ia mengalami gejala seperti sakit kepala, badan pegal-pegal, dan demam hingga 39,2 derajat celcius.

"Aku merasa mati rasa, tercengang dan kehilangan kata-kata," kata Nadia.

"Aku tidak panik, tetapi pikiranku berpacu. Aku mencoba mengingat orang-orang yang telah berhubungan dekat denganku. Pikiran pertamaku adalah anak-anak dan suamiku," lanjutnya.

Nadia kembali di rawat di Rumah Sakit Umum Changi hingga akhirnya dinyatakan sembuh pada 29 Maret kemarin, setelah hasil tes swabnya menunjukkan hasil negatif. Ia pun akhirnya diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dan bisa bertemu kembali dengan keluarganya.

Cukup di Rumah, 4 Olahraga Ini Bisa Bakar Lemak Jahat

Olahraga tak harus pergi ke tempat gym atau keluar rumah. Olahraga juga bisa dilakukan di rumah. Apalagi pada kondisi pandemi virus seperti saat ini, olahraga di rumah bukan lagi pilihan tapi menjadi keharusan.
Selain bisa mengurangi risiko penyebaran virus, olahraga di rumah juga bisa menjadikan tubuh sehat dan tidak gampang sakit. Olahraga juga bisa membakar lemak dalam tubuh yang kerap menjadi sumber penyakit seperti obesitas, sakit kolesterol, hingga penyakit jantung.

Nah, buat kamu yang mau olahraga di rumah tapi yang bisa tetap bakar lemak, berikut rekomendasi jenis olahraga yang bisa dilakukan.

Skipping

Skipping atau lompat tali bisa menjadi salah satu olahraga pilihan saat di rumah aja. Dengan skipping selama setengah jam sehari, kamu bisa membakar 300 kalori, lebih banyak dibandingkan dengan lari atau jogging. Skipping juga bisa melancarkan sirkulasi darah, dan membentuk otot-otot tubuh, dan mengurangi lemak.

Push Up

Semakin banyak push up yang kamu lakukan dalam satu menit, maka akan semakin banyak pula kalori dan lemak yang terbakar. Selain itu, push up juga bisa membentuk otot lengan menjadi lebih kekar.

Sit Up

Sama seperti push up, lakukan sit up sebanyak yang kamu bisa. Sit up bisa mengurangi lemak di perut dan melatih otot di bagian perut. Lakukan secara rutin setiap hari dan tingkatkan intensitas tiap harinya.

Ribuan Masker N95 di AS Didekontaminasi untuk Dipakai Kembali

Lebih dari 30.000 masker N95 yang telah digunakan para dokter dan perawat pasien virus Corona COVID-19 didekontaminasi agar bisa digunakan kembali. Kegiatan ini dilakukan di laboratorium Battelle, sebuah perusahaan di Ohio yang bergerak di bidang penelitian dan pengembangan teknologi.
Kegiatan tersebut telah dilakukan beberapa minggu terakhir ini. Setiap hari, masker N95 yang dikumpulkan dari rumah sakit, klinik, pemadam kebakaran, hingga panti jompo diuap dengan hidrogen peroksida dan akan dikirim ke tempat asalnya untuk digunakan kembali.

Pihak Battelle mengatakan, dekontaminasi ini dilakukan untuk memperpanjang masa pakai masker yang sudah digunakan sebelumnya. Bahkan, bulan lalu Battelle juga telah diberikan otorisasi darurat oleh Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat untuk semakin memperluas proses dekontaminasi ini.

Dalam sehari, salah satu pengawas dekontaminasi, Kevin Sayers melaporkan bisa membersihkan hingga 80.000 masker. Masker tersebut bisa dibersihkan atau didekontaminasi sampai 20 kali, sebelum efektivitasnya dalam menangkal virus hilang. Sebelum diproses, masker akan diperiksa kondisinya, jika 10 persen terlihat kotor dan rusak sudah tidak bisa didekontaminasi lagi.

Mengutip dari Straits Times, para petugas yang mendekontaminasi masker juga dilengkapi perlengkapan, seperti sepatu karet hitam, dua lapis sarung tangan, scrub bedah, jas laboratorium, respirator murni untuk memberikan udara bersih, dan tutup kepala. Setelah keluar dari ruangan, mereka juga menyemprotkan diri dengan larutan alkohol 70 persen.

Di dalam ruang dekontaminasi, terdapat rak kawat untuk menempatkan masker dengan teratur dan tidak saling tumpang tindih. Setelah 4 jam proses dekontaminasi, gas yang digunakan itu akan keluar dari ruangan. Kemudian, tim akan memastikan masker sudah aman dari tingkat bahaya residu hidrogen peroksida.

Ketika masker dikemas ulang dan dikirim kembali ke rumah sakit, masker akan diberi tanda sesuai dengan jumlah proses dekontaminasi yang telah dilalui. Hal ini bertujuan agar tidak ada masker yang melewati batas masa tersebut.

Wanita Ini Berhasil Sembuh dari 2 Pandemi Berbeda, H1N1 dan Virus Corona

Nadia Hanim, wanita berusia 36 tahun asal Singapura berhasil sembuh dari dua pandemi yang berbeda yaitu flu babi (H1N1) di tahun 2009 dan virus Corona COVID-19.
Dikutip dari Asia One, sebelas tahun lalu Nadia berjuang melawan flu H1N1 yang dideritanya dan hampir putus asa.

"Aku mengira itu hanya flu biasa dan aku bangun terengah-engah. Seolah-olah paru-paruku tidak berfungsi," ucap Nadia menceritakan kisahnya saat terinfeksi flu H1N1.

Pada saat itu, ayah dan saudara perempuannya langsung membawa Nadia ke Rumah Sakit Umum Changi (CGH) untuk bisa mendapatkan perawatan medis.

"Paru-paruku terasa terbakar dan mataku berair. Aku terengah-engah berusaha keras untuk bisa bernapas. Dalam pikiranku, aku mengatakan pada Tuhan bahwa aku siap jika hidupku berakhir," kata Nadia.

Pada akhirnya setelah melalui berbagai macam perawatan, ia berhasil sembuh dari penyakit flu H1N1. Sayangnya setelah satu dekade sembuh dari penyakit mematikan itu, Nadia kembali mengalami mimpi buruk yaitu positif terinfeksi virus Corona COVID-19.

Nadia dinyatakan positif virus Corona pada 13 Maret kemarin, setelah melakukan perjalanan ke Jakarta untuk urusan pekerjaan. Ia mengalami gejala seperti sakit kepala, badan pegal-pegal, dan demam hingga 39,2 derajat celcius.

"Aku merasa mati rasa, tercengang dan kehilangan kata-kata," kata Nadia.

"Aku tidak panik, tetapi pikiranku berpacu. Aku mencoba mengingat orang-orang yang telah berhubungan dekat denganku. Pikiran pertamaku adalah anak-anak dan suamiku," lanjutnya.

Nadia kembali di rawat di Rumah Sakit Umum Changi hingga akhirnya dinyatakan sembuh pada 29 Maret kemarin, setelah hasil tes swabnya menunjukkan hasil negatif. Ia pun akhirnya diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit dan bisa bertemu kembali dengan keluarganya.