Orgasme adalah puncak dari rangsangan seksual yang biasanya dideskripsikan seperti ledakan. Sensasi yang dihasilkan orgasme dapat muncul dalam reaksi fisiologis dan psikologis.
Pada wanita khususnya, ada beberapa ciri yang bisa jadi tanda khas orgasme.
Bila kamu pernah mengalami beberapa di antara contoh ini, bisa jadi itu adalah tanda orgasme. Berikut penjelasannya seperti dikutip dari berbagai sumber:
1. Tubuh tegang, kemudian lemas
Sebagian besar orang mendeskripsikan orgasme sama seperti bersin. Ini karena otot-otot tubuh dengan sendirinya seperti menegang, kejang, kemudian lemas dengan sendirinya.
Biasanya perasaan tegang ini lebih terasa pada tubuh bagian bawah.
2. Senang dan rileks
Saat orgasme, otak akan menghasilkan hormon oksitosin dan dopamin. Dampaknya kamu bisa jadi lebih merasa senang dan rileks
3. Kantuk
Orgasme dapat membuat tubuh rileks dan dengan cara yang sama menimbulkan kantuk. Studi tahun 2017 oleh peneliti Australia menemukan orang-orang yang orgasme sebelum tidur melaporkan tidurnya jadi lebih nyenyak.
Peneliti menyebut kemungkinan ini karena pengaruh hormon oksitosin yang diproduksi saat orgasme.
4. Perubahan ritme napas dan jantung
Napas terengah-engah dan jantung berdebar saat berhubungan seks atau masturbasi jadi salah satu ciri-ciri orgasme. Studi tahun 2008 yang dipublikasi dalam jurnal Blood Pressure Monitoring menyebut detak jantung bisa meningkat hingga puncaknya dari awal orgasme lalu perlahan turun sekitar 10-20 menit kemudian.
5. Tubuh sensitif
Beberapa wanita melaporkan tubuh, terutama organ intimnya, terasa jadi lebih sensitif usai orgasme. Inilah kenapa sebagian wanita tidak mau disentuh dulu selama beberapa menit usai orgasme.
Tips Atasi Overthinking saat Corona, dari Barefoot hingga Pijat Bareng
Setiap hari kita melihat angka orang yang positif corona selalu bertambah. Di Indonesia saja, data pada Jumat (10/4/2020), kasus positif corona mencapai 3.512 dan 280 orang di antaranya meninggal dunia.
Belum lagi kita mendengar berita dokter-dokter meninggal dunia. Apakah kita bisa tenang? Masa bisa tenang pada situasi sekarang ini.
Kita pun menjadi overthinking atau berpikir berlebihan. Overthinking tidak baik untuk kesehatan mental. Kita bisa sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Psikolog Keluarga dan Anak Samanta, MPsi, kepada detikcom memberikan tips untuk mengurangi overthinking.
Berikut tips mengurangi overthinking:
1. Fokus Pada Indera
Latih pernapasan hingga stabil dan rasakan kelima indera kita. Buatlah diri kita mensyukuri semua indera yang kita miliki. Rasakan fungsi dari masing-masing indera kita.
2. Phone Detox
Semua orang butuh perhatian. Semua ingin diperhatikan. Maka tidak ada salahnya kamu membatasi dirimu dengan mematikan HP kamu sejenak. Menutup pintu komunikasi yang tidak kunjung berhenti di berbagai grup membahas tentang isu COVID-19 ini.
3. Barefoot
Tips mengurangi overthingking saat corona lainnya yakni barefoot. Saat yang tepat untuk ikut healing bersama bumi terkasih kita. Jalan kaki tanpa alas kaki di dekat-dekat rumah dapat menenangkan pikiran kita.
4. Baca Buku
Pilih buku bacaan ringan yang bisa bikin kamu senyum-senyum dan fokus pada jalan cerita di buku. Mana tahu dari hasil membaca buku kamu jadi punya beberapa ide brilian.
5. Latih Otak
Tanyakan pada dirimu, "Apa yang bisa kamu lakukan atau kerjakan hari ini agar kamu aktif secara positif?" Daripada fokus pada hal yang jauh di depan dan belum terjadi, lebih baik fokus pada hari ini dan menghabiskan waktu secara sehat bersama keluarga.
6. Pijat Bareng
Ayo saling pijat anggota keluarga. Untuk pasutri bisa pijat pasangan. Duduk berhadapan dan pijat area leher hingga pundak pasangan. Rasakan khasiatnya, bukan hanya mengendurkan otot-otot leher yang kaku tapi juga meningkatkan romantisme pasangan.
Untuk anak-anak bisa saling pijat telapak kaki yang berujung gelitik bersama kakak dan adik. Kamu mau mencoba tips mengurangi overthinking?