Dana besar dikucurkan Bill Gates untuk membantu pengembangan vaksin virus corona COVID-19 yang sampai saat ini belum ada obatnya. Kabar gembiranya adalah, calon vaksin yang didukung Bill Gates segera diuji coba ke manusia.
Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacy adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona yang efektif dan aman. Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.
Inovio menyatakan sudah mendapatkan izin dari Food and Drug Administration (FDA) untuk menguji coba vaksin buatannya ke 40 relawan sehat di Philadelphia dan Kansas City. Dosis pertama eksperimen vaksin bernama INI-4800 itu segera disuntik pada mereka.
Ini merupakan langkah pertama untuk melihat apakah vaksin bersangkutan cukup aman untuk tes dalam skala lebih besar. Meskipun semua berjalan lancar, masih dibutuhkan waktu setidaknya setahun sampai vaksin tersebut tersedia secara luas. Paling tidak, segala upaya telah dikerahkan.
Vaksin tersebut memakai pendekatan DNA, menggunakan bagian kode genetis dari virus Corona yang disuntikkan ke pasien sehingga sel mereka bisa memproduksi antibodi tertentu untuk melawan infeksi.
Inovio telah mulai merekrut relawan dan uji coba dilakukan di University of Pennsylvania serta Perelman School of Medicine and the Center for Pharmaceutical Research di Kansas City.
Setiap relawan akan diberi dua dosis vaksin sekali dalam empat minggu. Hasil apakah aman atau tidak diharapkan segera diketahui dan akan dilakukan studi lanjutan untuk mengetahui keampuhannya.
Inovio menyatakan mampu bekerja cepat karena dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation. Sebelumnya, sang pendiri Microsoft telah menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan dan produksi kandidat vaksin yang terbukti aman dan ampuh melibas COVID-19.
"Karena yayasan kami memiliki keahlian mendalam terkait penyakit menular, kami telah memikirkan epidemi, kami mendanai beberapa hal untuk lebih siap, seperti upaya (menciptakan-red) vaksin," ujar Gates.
Bill Gates Minta Pemimpin Dunia Berkolaborasi Lawan Corona
Bill Gates menyerukan pemimpin dunia untuk bekerjasama memerangi pandemi virus Corona. Kolaborasi ini diperlukan mengingat kekhawatiran pandemi akan berlangsung lebih lama jika terjadi kekosongan dalam kepemimpinan global.
Dalam kolom yang ditulisnya untuk The Sunday Telegraph, Gates meminta pendekatan global untuk menyelesaikan pandemi COVID-19. Ia memperingatkan bahwa virus Corona tidak mendiskriminasi orang berdasarkan kewarganegaraannya.
"Virus ini tidak peduli akan perbatasan. Bahkan jika negara kaya berhasil memperlambat penyakit ini dalam beberapa bulan, COVID-19 bisa kembali jika pandemi tetap parah di daerah lain," tulis Gates seperti dikutip detikINET dari The Sunday Telegraph, Selasa (14/4/2020).
Gates pun meminta pemimpin dunia, khususnya dari negara anggota G20, untuk mengambil tiga langkah penting. Sebelumnya pertemuan virtual negara G20 yang berlangsung akhir bulan lalu tidak menghasilkan perjanjian apa-apa karena Amerika Serikat meminta dimasukkannya istilah 'virus Wuhan' di tiap pengumuman resmi.
Langkah pertama yang negara-negara harus lakukan menurut Gates adalah untuk memastikan sumber daya seperti masker, sarung tangan dan alat diagnosa untuk disebarkan secara merata.
Kedua, pendiri Microsoft ini menyerukan pemimpin dunia untuk memberi komitmen berupa pendanaan untuk riset dan pengembangan vaksin COVID-19. Ia mengatakan saat ini Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) sudah mengembangkan delapan vaksin yang berpotensi.
Salah satu vaksin ini bisa disiapkan dalam waktu 18 bulan, tapi pengembangannya membutuhkan dana tambahan hingga USD 2 miliar.
"Itu akan menjadi durasi tercepat bagi manusia dari melihat patogen baru hingga mengembangkan vaksin untuk melawannya," jelas Gates.