Rabu, 15 April 2020

Istri Bill Gates: Psikis Manusia Berubah Usai Pandemi Corona

 Setelah pandemi virus corona berakhir, akan ada yang berubah di kehidupan orang-orang, terutama yang berkaitan dengan psikis. Begitu yang diungkapkan istri Bill Gates, Melinda Gates.
"Saya berpikir akan ada hal-hal yang berubah secara permanen. Psikis kita akan berubah secara permanen. Kita melakukan beberapa hal tentang bagaimana lebih banyak rapat secara online. Kita belajar bagaimana memperhatikan satu sama lain," ujar Melinda dalam wawancara dengan Business Insider, Senin (13/4/2020).

Merebaknya COVID-19 memang berdampak pada cara bekerja dan hidup, di mana rutinitas keseharian banyak dilakukan di rumah. Tak sedikit dari mereka juga memanfaatkan teknologi untuk melakukan pertemuan secara online.

Ada juga yang ramai berduyun-duyun untuk membantu para lansia di kota masing-masing dengan mengirimkan makanan atau menghubungi para lansia tersebut untuk mengetahui kondisinya.

Bersama Bill Gates, Melinda mendirikan Yayasan Bill & Melinda Gates. Yayasan tersebut dibentuk untuk mendukung usaha-usaha yang berkaitan dengan kesehatan global, seperti memberantas polio sampai mengatasi wabah ebola.

Belum lama ini juga, Yayasan Bill & Melinda Gates telah menyumbangkan sebesar USD 100 juta untuk menangani COVID-19 yang telah menjangkit mayoritas negara di dunia.

Melinda mengungkapkan kita harus mengubah pola pikir dan menyadari bahwa semuanya termasuk ke dalam sebuah komunitas global karena saling terhubung. "Saya berharap kita berubah menyadari bahwa kita adalah komunitas global," ucap Melinda.

Pernyataan Melinda yang pernah berkunjung ke Indonesia itu untuk menstimulus pola pikir guna membantu rencana dunia untuk mengatasi lebih banyak ancaman pandemi di masa depan.

"Kita ada komunitas global. Orang bepergian. Kita mengetahui bahwa sebagian besar penduduk New York terinfeksi setelah mereka kembali dari Eropa. Kita harus merencanakan hal-hal ini sebagai komunitas global di masa depan," tuturnya.

Saat ditanya, apakah kondisi dunia akan kembali normal? "Tidak ada yang benar-benar tahu jawabannya. Itu benar-benar ketika kita mendapatkan vaksin dalam skala besar yang bisa memakan waktu sekitar 18 bulan," jawabnya.

Bill Gates Beberkan Calon Vaksin Corona

 Salah satu pihak yang getol mengembangkan vaksin virus corona adalah Bill Gates, di mana dia mendanai berbagai perusahaan untuk menemukan obat COVID-19. Sang pendiri Microsoft pun membeberkan seperti apa kira-kira vaksin itu nantinya.
Dalam wawancara baru-baru ini Gates memprediksi perawatan terapi untuk penderita corona akan mulai tersedia dalam 6 bulan. Akan tetapi dibutuhkan waktu sedikitnya 18 bulan untuk mengembangkan vaksin aman dan efektif mencegah COVID-19.

"Ada pendekatan bernama vaksin RNA di mana pihak seperti Moderna, CureVac dan lainnya menggunakannya, yang pada tahun 2015 kami identifikasi sangat menjanjikan untuk pandemi ataupun aplikasi lainnya," cetusnya.

Moderna ataupun CureVac adalah nama perusahaan vaksin. Menyuntikkan 'messenger RNA' ke dalam jaringan manusia akan membuatnya tumbuh di dalam tubuh, sehingga akan memicu respons imun tanpa harus sepenuhnya menginfeksi seseorang dengan virus.

"Dan jika semuanya berjalan secara sempurna dengan pendekatan RNA, kita bisa mengalahkan waktu 18 bulan itu," lanjutnya. Dengan kata lain, tetap ada kemungkinan vaksin Corona sudah ada sebelum kurun waktu 1,5 tahun itu.

Namun demikian, Gates memperingatkan bahwa vaksin bukanlah solusi sempurna, tetap ada kelemahannya. Hal itu berlaku terutama bagi pasien yang berusia tua.

"Kami tidak ingin menciptakan harapan yang tidak realistis. Kemanjuran vaksin bagi orang lebih tua selalu merupakan tantangan besar," begitu papar dia, seperti dikutip detikINET dari CNBC.

"Vaksin flu saja tidak begitu efektif bagi orang tua. Kebanyakan manfaat datang dari orang-orang lebih muda yang tidak menyebarkannya karena mereka telah divaksin," tambahnya.

Sebelumnya, Gates menyatakan siap membangun pabrik untuk memproduksi vaksin Corona yang aman secara massal. Menurutnya, tidak akan efektif jika vaksin corona ditemukan tapi tidak tersedia secara luas.

Bill Gates Minta Pemimpin Dunia Berkolaborasi Lawan Corona

Bill Gates menyerukan pemimpin dunia untuk bekerjasama memerangi pandemi virus Corona. Kolaborasi ini diperlukan mengingat kekhawatiran pandemi akan berlangsung lebih lama jika terjadi kekosongan dalam kepemimpinan global.
Dalam kolom yang ditulisnya untuk The Sunday Telegraph, Gates meminta pendekatan global untuk menyelesaikan pandemi COVID-19. Ia memperingatkan bahwa virus Corona tidak mendiskriminasi orang berdasarkan kewarganegaraannya.

"Virus ini tidak peduli akan perbatasan. Bahkan jika negara kaya berhasil memperlambat penyakit ini dalam beberapa bulan, COVID-19 bisa kembali jika pandemi tetap parah di daerah lain," tulis Gates seperti dikutip detikINET dari The Sunday Telegraph, Selasa (14/4/2020).

Gates pun meminta pemimpin dunia, khususnya dari negara anggota G20, untuk mengambil tiga langkah penting. Sebelumnya pertemuan virtual negara G20 yang berlangsung akhir bulan lalu tidak menghasilkan perjanjian apa-apa karena Amerika Serikat meminta dimasukkannya istilah 'virus Wuhan' di tiap pengumuman resmi.

Langkah pertama yang negara-negara harus lakukan menurut Gates adalah untuk memastikan sumber daya seperti masker, sarung tangan dan alat diagnosa untuk disebarkan secara merata.

Kedua, pendiri Microsoft ini menyerukan pemimpin dunia untuk memberi komitmen berupa pendanaan untuk riset dan pengembangan vaksin COVID-19. Ia mengatakan saat ini Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI) sudah mengembangkan delapan vaksin yang berpotensi.

Salah satu vaksin ini bisa disiapkan dalam waktu 18 bulan, tapi pengembangannya membutuhkan dana tambahan hingga USD 2 miliar.

"Itu akan menjadi durasi tercepat bagi manusia dari melihat patogen baru hingga mengembangkan vaksin untuk melawannya," jelas Gates.

Terakhir, Gates meminta negara-negara G20 untuk mengatur bagaimana vaksin ini diproduksi dan disebarkan. Pasalnya belum diketahui vaksin mana yang akan bekerja efektif dan masing-masing vaksin akan membutuhkan teknologi khusus untuk pembuatannya.

"Ini artinya negara-negara harus berinvestasi dalam berbagai jenis fasilitas manufaktur, dan mengetahui beberapa di antaranya tidak bisa digunakan," kata Gates.

"Jika tidak, kita akan membuang waktu berbulan-bulan setelah laboratorium mengembangkan imunisasi, hanya untuk menunggu produsen yang tepat untuk scale up," pungkasnya.

Istri Bill Gates: Psikis Manusia Berubah Usai Pandemi Corona

 Setelah pandemi virus corona berakhir, akan ada yang berubah di kehidupan orang-orang, terutama yang berkaitan dengan psikis. Begitu yang diungkapkan istri Bill Gates, Melinda Gates.
"Saya berpikir akan ada hal-hal yang berubah secara permanen. Psikis kita akan berubah secara permanen. Kita melakukan beberapa hal tentang bagaimana lebih banyak rapat secara online. Kita belajar bagaimana memperhatikan satu sama lain," ujar Melinda dalam wawancara dengan Business Insider, Senin (13/4/2020).

Merebaknya COVID-19 memang berdampak pada cara bekerja dan hidup, di mana rutinitas keseharian banyak dilakukan di rumah. Tak sedikit dari mereka juga memanfaatkan teknologi untuk melakukan pertemuan secara online.

Ada juga yang ramai berduyun-duyun untuk membantu para lansia di kota masing-masing dengan mengirimkan makanan atau menghubungi para lansia tersebut untuk mengetahui kondisinya.

Bersama Bill Gates, Melinda mendirikan Yayasan Bill & Melinda Gates. Yayasan tersebut dibentuk untuk mendukung usaha-usaha yang berkaitan dengan kesehatan global, seperti memberantas polio sampai mengatasi wabah ebola.

Belum lama ini juga, Yayasan Bill & Melinda Gates telah menyumbangkan sebesar USD 100 juta untuk menangani COVID-19 yang telah menjangkit mayoritas negara di dunia.

Melinda mengungkapkan kita harus mengubah pola pikir dan menyadari bahwa semuanya termasuk ke dalam sebuah komunitas global karena saling terhubung. "Saya berharap kita berubah menyadari bahwa kita adalah komunitas global," ucap Melinda.