Kamis, 16 April 2020

Fakta Soal Inovio yang Didanai Bill Gates untuk Bikin Vaksin Corona

Perusahaan Inovio jadi perhatian karena Co-founder Microsoft Bill Gates mengucuri uang supaya membikin vaksin virus Corona. Namun ada fakta-fakta lain terungkap.

Perusahaan bio teknologi asal Pennsylvania bernama Inovio Pharmacuticals Inc adalah salah satu yang berupaya menemukan vaksin corona yang efektif dan aman. Mereka telah menerima pendanaan dari yayasan kemanusiaan Bill Gates, yaitu Bill & Melinda Gates Foundation.

Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Kamis (16/4/2020) ada sejumlah fakta unik dari keunggulannya sampai pendananya yang kontroversial. Yuk disimak:
1. Profil Inovio
Menurut Crunchbase, Inovio didirikan tahun 1983 oleh J Joseph Kim di Pennsylvania, Amerika Serikat. Perusahaan ini bergerak di bidang bioteknologi, farmasi, layanan kesehatan dan therapeutic.

Bertindak sebagai Chief Operating Officer adalah Jacqueline Shea dan Chief Financial Officer adalah Peter Kies. Karena ini adalah perusahaa farmasi dan bioteknologi, mereka punya Chief Scientific Officer bernama Laurent Humeau.

2. Punya 2 calon obat corona
Inovio Pharmaceuticals mengembangkan vaksin INO-4800 berkolaborasi dengan Beijing Advaccine Biotechnology. Pada 3 Maret, mereka sudah mulai tahap uji pra-klinik. 3.000 dosis disiapkan untuk Amerika, China dan Korea Selatan, produksi massal juga disiapkan. Uji coba manusia akan dilakukan April 2020, hasilnya bisa diketahui September 2020. Inovio menargetkan produksi 1 juta vaksin di akhir 2020.

Namun, itu bukan satu-satunya calon obat yang mereka siapkan. Inovio juga membuat obat lain untuk corona berupa vaksin INO-4700. Mereka menggandeng GeneOne Life Science. Sebelumnya obat ini dipakai untuk MERS-CoV dan membangkitkan imunitas pada 94% pasien pada uji klinik Juli 2019. MERS dan COVID-19 memang sama-sama keluarga virus Corona.

3. Punya pendana militer AS yang perhatian soal senjata biologis
Inovio diungkap Crunchbase memiliki sejumlah pendana jutaan dollar yang menggelontorkan uang supaya mereka membuat penelitian soal virus Corona. Para pendana Inovio adalah Bill and Mellinda Gates Foundation serta Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI).

Inovio juga punya pendana untuk riset selain virus Corona yaitu dari Korea Investment Partners (KIP) sebesar USD 15 juta. Nah yang unik adalah 2 pendana terakhir.

Siapa sangka juga kalau Inovio didanai USD 8,1 juta oleh Defense Threat Reduction Agency (DTRA). Ini adalah badan militer Amerika untuk melawan ancaman senjata pemusnah massal termasuk senjata kimia dan biologi.

Inovio juga beberapa tahun silam, tepatnya 22 September 2015, ternyata didanai sebesar USD 45 juta oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA). DARPA adalah badan militer Amerika yang mendanai banyak lembaga untuk tujuan pertahanan. DARPA secara terbuka dalam publikasi menyambut HUT ke-60 mengungkapkan perhatian terhadap ancaman senjata biologi.

4. Sahamnya moncer
Saham Inovio diketahui sahamnya melesat tinggi karena pandemi virus corona. Marketwatch mencatat grafik kenaikan harga saham Inovio dalam 3 bulan terakhir sejak merebak pandemi virus Corona.

Sahamnya naik ketika CEPI menggelontorkan duit USD 9 juta untuk riset corona. Harga sahamnya mencapai puncak pada 6 Maret 2020 yaitu USD 14 perlembar ketika Inovio pada 3 Maret mengumumkan akan melakukan uji klikik virus Corona pada bulan April.

Pada 12 Maret 2020, Bill Gates langsung menyuntik duit USD 5 Juta supaya Inovio makin cepat menuntaskan vaksin virus Corona.

Bill Gates Mendadak Bicara soal Mati Listrik, Kenapa?

Semenjak tidak aktif lagi di Microsoft, Bill Gates sangat peduli pada isu-isu kemanusiaan. Kali ini, dia bicara masalah akses listrik yang ternyata adalah kemewahan bagi banyak orang.

"Pikirkan kapan terakhir kali kalian mengalami mati listrik. Mungkin itu bukan kenangan bagus. Kemungkinan termasuk menghabiskan malam di kegelapan tanpa kerjaan atau menjalani siang hari tanpa AC. Jika mati listrik berlangsung lama, bahkan mungkin makanan di kulkas kalian mulai rusak," tulis Gates di blognya yang dikutip detikINET.

"Listrik kalian mungkin hidup beberapa menit atau jam. Tapi untuk hampir semiliar orang di dunia yang tak punya akses listrik atau yang tidak bisa diandalkan sehingga tidak dihitung punya listrik, mati listrik bisa berlangsung berhari-hari atau berminggu-minggu. Dan hal itu bukan hanya tidak nyaman. Bisa mematikan," imbuhnya.

Kenapa begitu? Gates memaparkan bahwa tanpa listrik yang andal, orang yang hidup di pedesaan bisa terancam kesehatannya. Misalnya vaksin yang penting rusak di kulkas karena mati listrik. Karena lampu mati, kadang petugas medis harus merawat pasien pakai lilin atau nyala ponsel.

Dan bicara ponsel, mengisi ulang baterai adalah masalah besar tanpa listrik. Ada yang harus bayar ke toko yang menjual listrik tenaga surya. Mereka tidak punya pilihan lain meski jika diakumulasi, biayanya tak sedikit.

"Itu adalah realitas bagi hampir 1 miliar orang yang hidup dalam kemiskinan energi. Itu adalah salah satu alasan kenapa peningkatan akses ke listrik penting untuk mengangkat warga dunia dari kemiskinan. Kabar baiknya, sejak 2016, angka orang yang hidup tanpa listrik andal sudah turun lebih dari 200 juta," cetus Gates.

Peningkatan Gas Rumah Kaca

Di sisi lain, Gates juga menyoroti bahwa meningkatnya konsumsi energi berbanding lurus dengan peningkatan emisi gas rumah kaca. Itu karena metode membangkitkan listrik dengan batu bara atau gas alam menghasilkan karbondioksida. Hal itu bisa menyumbang perubahan iklim.

"Masalahnya adalah, sebagian teknologi energi karbon rendah saat ini bukanlah alternatif yang layak. Meski memanfaatkan angin dan surya akan menjadi sangat penting dalam menangkal perubahan iklim, kita perlu inovasi untuk membuatnya realistis untuk orang miskin," sebut Gates.

Banyak wilayah dengan penduduk miskin energi tidak punya kapabilitas agar teknologi alternatif itu murah atau cukup bisa diandalkan.

"Tapi aku percaya kita bisa menangkal kemiskinan energi dan perubahan iklim di waktu yang sama dengan mengembangkan cara untuk membuat energi bersih lebih murah diproduksi, disimpan dan dikirimkan. Aku belum lama ini menulis tentang beberapa solusi baru yang menjanjikan,"

"Kami ingin setiap orang, termasuk orang termiskin dunia, punya akses pada energi yang murah dan andal. Aku berharap bahwa inovasi dalam teknologi energi akan membantu kita mencapainya sembari merintis jalan masa depan nol karbon," pungkas sang pendiri Microsoft.