Senin, 04 Mei 2020

Kata Dokter Jantung Soal Spekulasi Tanda 'Misterius' di Lengan Kim Jong Un

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, menjadi sorotan karena sempat dikabarkan meninggal akibat tak muncul di depan publik selama beberapa waktu. Ia disebut sakit hingga menjalani operasi untuk jantung.
Namun, baru-baru ini media pemerintah Korea Utara (Korut) merilis foto-foto Kim Jong Un muncul di depan publik. Kantor berita Korut, KCNA melaporkan Kim melakukan pemotongan pita dalam pembukaan sebuah pabrik pupuk di Sunchon, dekat ibu kota Pyongyang, pada Jumat (1/5/2020).

Foto yang dirilis KCNA mengundang perhatian karena tampak ada tanda di lengan kanan Kim Jong Un. Pakar dari Amerika Serikat meyakininya sebagai bekas luka pengambilan darah (radial artery puncture).

Terkait hal tersebut ahli jantung dr Vito A Damay, SpJP(K), Mkes, FIHA, FICA, FAsCC, dari Siloam Hospital Lippo Village menjelaskan tanda tersebut tak tampak seperti bekas luka pengambilan darah.

"Ambil darah sih biasa di lipatan lengan atas atau kalau pakai infus punggung tangan," kata dr Vito pada detikcom, Senin (4/5/2020).

Haru! Menikah 73 Tahun, Pasangan Lansia Meninggal Bersama karena Corona

Pasangan suami istri lanjut usia (lansia) dari Wisconsin, Amerika Serikat, Wilford dan Mary Kepler, dikabarkan meninggal hanya selang beberapa jam akibat terinfeksi virus Corona COVID-19. Mary Kepler meninggal enam jam setelah suaminya berpulang terlebih dahulu.
Dikutip dari laman CNN, pasangan suami istri tersebut menghembuskan napas terakhir saat dirawat di rumah sakit di Wisconsin. Sebelumnya, anggota keluarga mereka tidak yakin bagaimana keduanya bisa terinfeksi virus Corona.

Pasangan tersebut sudah membina rumah tangga selama 73 tahun. Saat dirawat pun mereka ditempatkan berdampingan.

Menurut cucu perempuan mereka, Natalie Lameka, keduanya juga selalu mengatakan "aku mencintaimu" satu sama lain untuk terakhir kalinya, sebelum mereka menghembuskan napas terakhir pada Sabtu pekan lalu.

"Mereka berpegangan tangan dan itu terlihat memilukan namun juga menghangatkan hati mendengarnya. Kami sangat bersyukur mereka (bisa) bersama dan sadar bahwa mereka (masih) bersama," kata Lameka.

Lameka menambahkan, kakek dan neneknya terlihat seperti perekat yang saling menyatukan satu sama lain dan kehilangan keduanya terasa menyakitkan. Namun, mengetahui bahwa mereka tidak berpisah di saat-saat terakhir mereka membuat ia sedikit lebih lega.

Kondisi seperti itu jarang ditemui pada pasien corona lain, terutama ketika mereka dalam kondisi kritis.

Anggota keluarga pasien corona lain di AS yang tinggal berjauhan biasanya hanya mengucapkan ungkapan selamat tinggal terakhir hanya melalui panggilan video atau lewat pesan yang dibacakan oleh tenaga medis.

Kasus Global Virus Corona Tembus 3,5 Juta, 1,1 Juta Berhasil Sembuh

Pada hari Senin (4/5/2020), kasus global virus Corona COVID-19 yang dicatat oleh Research Center Johns Hopkins University dari berbagai sumber resmi tembus angka 3,5 juta. Dari jumlah tersebut sekitar 1,1 juta pasien dinyatakan sembuh dan 247.326 lainnya meninggal dunia.
Dikutip dari Reuters, jumlah penambahan kasus baru secara global terlihat mengalami perlambatan bila dibandingkan bulan lalu. Dalam waktu 24 jam terakhir Reuters memperkirakan ada 84.004 kasus baru virus Corona di dunia.

Amerika Utara dan Eropa masih jadi daerah yang melaporkan kasus infeksi virus Corona paling banyak. Namun, ada tren peningkatan jumlah kasus yang mengkhawatirkan di Amerika Latin, Rusia, dan Afrika.

Di Indonesia sendiri hingga hari Minggu (3/5/2020) sudah ada 11.192 kasus positif virus Corona. Sebanyak 1.876 orang dinyatakan sembuh dan 845 meninggal dunia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pandemi ini masih jauh dari berakhir dan memperingatkan negara-negara waspada bila ingin mulai melonggarkan kebijakan pencegahan penularan virus.

Kisah Selebgram Falla Adinda Jadi Relawan Medis Corona di Wisma Atlet

Sejak Wisma Atlet Kemayoran dijadikan Rumah Sakit Darurat (RSD) untuk pasien yang terinfeksi virus Corona COVID-19 di Jakarta, banyak kisah yang dibagikan petugas medis mengenai pengalaman mereka selama bertugas di sana.
Salah satunya adalah dr Falla Adinda, seorang dokter dan influencer di sosial media Twitter maupun Instagram. Diketahui, selama satu bulan, dr Falla akan menjadi relawan medis untuk penanganan pasien virus Corona di RSD Wisma Atlet.

Saat dihubungi detikcom, Minggu (3/5/2020) dr Falla membagikan ceritanya selama menjadi relawan di Wisma Atlet, ia bergabung sebagai relawan medis pada Selasa (21/4/2020) lalu.

dr Falla menceritakan bagaimana ia bisa menjadi relawan untuk bisa ditempatkan di Wisma Atlet. Dengan langkah awal mendaftar terlebih dahulu ke instansi para petugas masing-masing.

"Dokter dan nakes yang masuk sini, adalah orang-orang dari Polri, TNI, dan juga relawan medis. Karena relawan ini mendaftar ke instansinya mereka masing-masing untuk bisa ditempatkan di Wisma Atlet," ujar dr Falla, saat dihubungi detikcom, Minggu (3/5/2020).

Ia pun menjelaskan sistem kerja untuk di Wisma Atlet adalah selama 1 bulan, dan tidak diizinkan untuk pulang selama bertugas, karena Wisma Atlet termasuk kepada wilayah red zone.

Falla mengatakan untuk jam kerja di Wisma Atlet terbagi atas 3 kali shift dalam sehari. Mulai dari pukul 02.30 untuk shift pertama, dan shift terakhir berakhir pula pada pukul 02.30 WIB.

"Jam kerja kalau untuk nakes terbagi 3 shift, yang pertama jam 02.30 pagi sampai 11.30 siang. Lalu shift ke dua jam 11.30 sampai 7 malam. Dan shift ke tiga jam 7 malam sampai 02.30," kata Falla.

"Itu kan jam kerjanya, untuk bisa melepas dan memasangkan APD (alat pelindung diri) sendiri kira-kira dibutuhkan waktu 1 jam. Jadi bagi yang puasa at least mereka baru bisa berbuka jam 8 malam," tambahnya.

Setelah 1 bulan menjalani tugas dari Wisma Atlet, dr Falla menjelaskan bahwa akan dites virus Corona untuk para relawan sebelum dikembalikan ke rumah.

"Kami akan melakukan pengecekan baik itu rapid tes atau swab tes, jika hasilnya negatif baru kita bisa kembali ke rumah. Ketika sudah dipulangkan dari wisma atlet, kami akan mendapatkan keterangan surat sehat dari sini," tambahnya.

Meskipun dirinya sibuk dengan aktivitas di Wisma Atlet, ia pun tidak lupa untuk olahraga. Olahraga yang ia lakukan bisa berbagai macam, karena selama di Wisma Atlet, ada para TNI yang menjadi support system mereka untuk berolahraga.

"Di sini karena support sistemnya ada TNI dan polri, jadi para nakes mau nggak mau harus ikutan olahraga juga, untuk olahraganya banyak, bisa olahraga di rooftop juga," ujarnya.

Selain itu, dr Falla juga menghimbau untuk tenaga medis lainnya untuk selalu jaga kesehatan dan memperhatikan cara pemakaian APD selama bertugas.

"Jaga diri, cara pemakaian APD diperhatikan. Karena kita sebagai salah satu yang bekerja dengan peranan cukup penting, kalo bisa jangan sampai sakit," pungkasnya.