Jumat, 03 Juli 2020

Bukan Holding, Ini Rencana Erick Thohir buat Bank BUMN

 Menteri BUMN Erick Thohir punya pemikiran untuk mengembangkan bank BUMN. Namun, pemikiran itu bukan terkait dengan holding.

"Saya rasa untuk perbankan kemarin kan memang awalnya ada pemikiran untuk holdingisasi tetapi mungkin, ya ini belum menjadi keputusan, saya berpikirnya beda. Saya justru berharap bank-bank yang Himbara ini bersaing sehat tapi punya market yang jelas," kata Erick Thohir dalam acara dalam webinar Kingdom Business Community, Kamis (2/7/2020).

Ia mencontohkan Bank BTN akan difokuskan pada perumahan. Menurutnya, BTN bisa sinergi dengan memanfaatkan lahan-lahan BUMN lain.

"Contoh saja BTN saya bener-bener support untuk dia menjadi bank yang fokus tadi perumahan. Apakah dengan konsep mendorong mereka bersinergi dengan tanah-tanah yang ada di BUMN seperti Kereta Api dengan TOD-TODnya," ujarnya.

Kemudian, Bank BRI tetap fokus untuk UKM, mikro dan ritel. Selanjutnya, Bank Mandiri fokus pada korporasi.

Kemudian nntuk Bank BNI, Erick berharap menjadi bank yang menjadi sumber pembiayaan internasional.

"Saya mengharapkan ke depan menjadi resources of international funding," ungkapnya.

"Tapi ini mohon maaf belum tentu kejadian ya. Ini baru masih pemikiran yang saya tawarkan kepada Pak Agus Marto dan para direksi BNI. Saya bilang kalau BNI terus compete sama Bank Mandiri dan lain-lain apa bedanya? Saya justru harapkan BNI menjadi international banking kita. Footprint BNI sendiri sudah di New York, Hong Kong ada di lain-lain," paparnya.

Erick pun bercerita, saat ini banyak pengusaha China yang akuisisi perusahaan luar negeri. Aksi korporasi itu tidak didukung bank luar melainkan bank lokal.

"Apa yang saya belajar kemarin di Eropa ketika banyak sekali pengusaha China akuisisi perusahaan di luar negeri di support bank lokal, bank Chinanya dengan catatan 3-4 tahun bisa di-refinancing," jelasnya.

Nama-nama Menteri Ekonomi dalam Isu Liar Reshuffle

Beredar nama-nama menteri terbaru hasil reshuffle kabinet. Isu ini semakin liar dengan tercantumnya nama-nama tenar.
Isu liar reshuffle ini bergulir sejak rilisnya video arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 18 Juni 2020. Dalam video itu Jokowi memang jelas melontarkan ancaman reshuffle kepada para menteri dan kepala lembaga.

Isu itu semakin liar, bahkan sampai beredar daftar nama-nama menteri yang baru. Dari daftar tersebut beberapa menteri di bidang ekonomi juga ikut terkena perombakan.

detikcom sempat melakukan konfirmasi kepada beberapa pihak Istana, di antaranya Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman, Tenaga Ahli Utama Kantor Sekretariat Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin, dan Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral Adian. Ketiganya belum memberikan respons.

Berdasarkan daftar nama yang beredar, kursi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian masih diisi oleh Airlangga Hartarto, lalu kursi Menteri Keuangan masih diisi Sri Mulyani Indrawati.

Sementara Erick Thohir berdasarkan daftar nama itu digeser ke Kementerian Perdagangan. Sedangkan nama Agus Suparmanto tidak ada dalam daftar tersebut.

Sedangkan posisi Menteri BUMN kabarnya diisi oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Kemudian Menteri Pertanian diisi oleh nama Rachmat Gobel dan Syahrul Yasin Limpo pun tak ada dalam daftar nama tersebut.

Menariknya lagi dalam daftar tersebut ada nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang menduduki kursi Menteri Koperasi dan UKM.

Sementara sisanya masih sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, serta Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
https://cinemamovie28.com/cast/arif-alfiansyah/

'Penyakit' Komisaris BUMN Rangkap Jabatan: Susah Hadir!

 Ombudsman RI menerima banyak keluhan dari komisaris BUMN lantaran adanya komisaris yang rangkap jabatan susah hadir dan dimintai pendapat. Ombudsman sendiri menemukan sebanyak 397 komisaris BUMN rangkap jabatan di tahun 2019.
"Saya juga banyak menerima keluhan dari beberapa komisaris yang kerja sangat serius dan merasa komisaris rangkap jabatan sudah kehadiranya susah, diminta pendapat juga tidak ada," ujar Anggota Ombudsman Alamsyah Saragih dalam acara Menyoal Rangkap Jabatan dan Benang Kusut Pengelolaan BUMN, Kamis (2/7/2020).

Dia bilang, kondisi itu hampir merata dilakukan oleh komisaris yang rangkap jabatan. Menurutnya, para komisaris BUMN yang tidak rangkap jabatan merasa diberlakukan tidak adil.

"Keluhan itu nyata dan tentunya orang tidak mau disebut namanya, merata, dan banyak sekali yang melaporkan begitu," ujarnya.

"Itulah nyatanya banyak sekali komisaris yang curhat Ombudsman karena merasa diberlakukan tidak adil, kerja serius, semangat 45 yang lain hanya gara-gara jabatannya kemudian bisa seenaknya," tambahnya.

Menurutnya, hal itu tak terbantahkan. Ia bilang jangan sampai segala bukti terkait hal itu bertebaran.

"Jangan mengelak dengan itu jangan sampai dokumen bertebaran segala bukti kehadiran dan sebagainya," ujarnya.

Bukan Holding, Ini Rencana Erick Thohir buat Bank BUMN

 Menteri BUMN Erick Thohir punya pemikiran untuk mengembangkan bank BUMN. Namun, pemikiran itu bukan terkait dengan holding.

"Saya rasa untuk perbankan kemarin kan memang awalnya ada pemikiran untuk holdingisasi tetapi mungkin, ya ini belum menjadi keputusan, saya berpikirnya beda. Saya justru berharap bank-bank yang Himbara ini bersaing sehat tapi punya market yang jelas," kata Erick Thohir dalam acara dalam webinar Kingdom Business Community, Kamis (2/7/2020).

Ia mencontohkan Bank BTN akan difokuskan pada perumahan. Menurutnya, BTN bisa sinergi dengan memanfaatkan lahan-lahan BUMN lain.

"Contoh saja BTN saya bener-bener support untuk dia menjadi bank yang fokus tadi perumahan. Apakah dengan konsep mendorong mereka bersinergi dengan tanah-tanah yang ada di BUMN seperti Kereta Api dengan TOD-TODnya," ujarnya.

Kemudian, Bank BRI tetap fokus untuk UKM, mikro dan ritel. Selanjutnya, Bank Mandiri fokus pada korporasi.

Kemudian nntuk Bank BNI, Erick berharap menjadi bank yang menjadi sumber pembiayaan internasional.

"Saya mengharapkan ke depan menjadi resources of international funding," ungkapnya.

"Tapi ini mohon maaf belum tentu kejadian ya. Ini baru masih pemikiran yang saya tawarkan kepada Pak Agus Marto dan para direksi BNI. Saya bilang kalau BNI terus compete sama Bank Mandiri dan lain-lain apa bedanya? Saya justru harapkan BNI menjadi international banking kita. Footprint BNI sendiri sudah di New York, Hong Kong ada di lain-lain," paparnya.

Erick pun bercerita, saat ini banyak pengusaha China yang akuisisi perusahaan luar negeri. Aksi korporasi itu tidak didukung bank luar melainkan bank lokal.

"Apa yang saya belajar kemarin di Eropa ketika banyak sekali pengusaha China akuisisi perusahaan di luar negeri di support bank lokal, bank Chinanya dengan catatan 3-4 tahun bisa di-refinancing," jelasnya.
https://cinemamovie28.com/2019/05/