Minggu, 05 Juli 2020

Sony Ganti Nama Setelah 60 Tahun Berdiri

 Perusahaan asal Jepang Sony memutuskan untuk mengganti nama besar yang sudah membawanya berkiprah selama 60 tahun di industri teknologi.
Dikutip dari Gizchina, dalam rapat tahunan para pemegang saham Jumat (3/7), para pemegang saham menyetujui pengajuan perubahan nama perusahaan dari Sony menjadi 'Sony Group'.

Perubahan nama ini akan berlaku efektif mulai April 2021. Keputusan ini diharapkan akan mengantar Sony pada identitas yang lebih luas. Selama ini, pengembangan elektronik menjadi bisnis utama Sony. Dengan perubahan nama menjadi Sony Group, artinya akan ada perluasan pada layanan dan bisnis lainnya.

Sony adalah perusahaan multinasional yang didirikan pada tahun 1946 oleh Jing Shenda dan Shoda Morita. Jing Shenda memiliki latar belakang di bidang penelitian dan pengembangan teknologi, sekaligus ahli dalam public relations dan marketing.

Keahliannya mengantarkan Sony menjadi perusahaan besar hingga memiliki kantor pusat yang saat ini berlokasi di Sony City, Konan, Minato-ku, Tokyo.

Keputusan ini akan tercatat dalam sejarah Sony, sebagai pertama kalinya mengubah nama perusahaan setelah 60 tahun berkarya.

"Kami memutuskan mengubah nama menjadi Sony Group karena kami ingin menciptakan keragaman penuh pada portfolio bisnis untuk mempromosikan pengembangan dan evolusi bisnis," kata CEO Sony Yoshida Kenichiro.

Hal ini tampaknya sesuai dengan kondisi pandemi saat ini. Sejumlah analis menilai, situasi pandemi akan bermanfaat dengan model bisnis Sony yang beragam mulai dari game, musik, dan bisnis hiburan lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang berdiam di rumah. Strategi ini dinilai dapat mengimbangi kerugian dalam penjualan produk elektronik.

Batu dari Antariksa Meledak di Langit Tokyo, Setara 165 Ton TNT

Langit Tokyo, Jepang diterangi oleh sebuah objek luar angkasa yang meledak pada Kamis (2/7) pagi waktu setempat. Ledakan ini menimbulkan suara sangat keras sehingga masyarakat yang mendengar langsung ramai di media sosial.
Ada yang mengira ledakan tersebut berasal dari tetangga mereka. Beberapa orang yang masih terjaga mengaku melihat langit mendadak dipenuhi cahaya.

Seorang saksi mata bernama Daichi Fujii, menangkap cahaya dari bintang jatuh itu melalui kamera yang dipasang di rumahnya. Fujii menyebutkan bintang itu lewat dari barat ke timur.

Dalam video yang dipostingnya dan beredar luas di Twitter, tampak cahaya spektakuler berwarna hijau keunguan terbang melintasi langit. Peristiwa tersebut terjadi beberapa detik sekitar pukul 02:30 waktu setempat.

Dampak dari peristiwa yang diduga kuat sebagai tabrakan asteroid kecil dengan atmosfer Bumi ini juga terekam oleh sejumlah stasiun pemantauan infrasonik yang didirikan di berbagai negara dan diawasi oleh Comprehensive Nuclear-Test-Ban Treaty Organization.

Dikutip dari CNET, Lembaga Meteor Internasional (International Meteor Organization/IMO) melaporkan bahwa meteoroid itu terlihat dari sebagian besar wilayah Kanto, Jepang.

"Kami dapat menghitung sumber energi asteroid yang masuk sekitar 165 ton atau 150 metrik ton TNT," tulis IMO dalam blog resmi mereka.

IMO memperkirakan batu luar angkasa itu kemungkinan berdiameter 1,6 meter dengan massa sekitar 1,8 ton. Sebagai perbandingan, meteoroid yang meledak di Rusia pada 2013 dan meledakkan ribuan jendela di kota Chelyabinsk, kemungkinan 10 hingga 20 kali lebih besar.

Fenomena bola api di langit menurut astronomi adalah kejadian umum. Meski demikian, batu luar angkasa yang cukup besar dan menghasilkan ledakan sonik cukup jarang, terutama ketika melewati salah satu kota terbesar di dunia.
https://nonton08.com/cast/larry-bourgeois/

8 Provinsi Ini Laporkan Pasien Corona Sembuh Lebih Banyak dari Positif

Kasus sembuh Corona di beberapa provinsi ini disebut lebih banyak daripada kasus positif Corona. Pemerintah pada Sabtu (4/7/2020) mengumumkan penambahan kasus baru Corona sebanyak 1.447 orang, 651 dinyatakan sembuh, dan 53 meninggal dunia.

"Sembuh hari ini dilaporkan adalah 651 sehingga akumulasinya untuk kasus sembuh sebanyak 28.219 orang," ujar Yuri dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Sabtu (4/7/2020).

Berikut ini detail perkembangan kasus Corona di Indonesia pada Sabtu (4/7/2020):

1. Jumlah kasus positif bertambah 1.447 menjadi 62.142.
2. Jumlah pasien sembuh bertambah 651 menjadi 28.219.
3. Jumlah pasien meninggal dunia bertambah 53 menjadi 3.089.

Total ada 8 provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh Corona lebih banyak dibandingkan kasus positif. Berikut sebaran provinsi yang melaporkan penambahan kasus sembuh lebih banyak dibandingkan kasus positif per 4 Juli:

DI Yogyakarta

- Sembuh: 4
- Kasus baru: 1

DKI Jakarta

- Sembuh: 268
- Kasus baru: 223

Kalimantan Barat

- Sembuh: 4
- Kasus baru: 0

Kalimantan Utara

- Sembuh: 3
- Kasus baru: 0

Sulawesi Utara

- Sembuh: 17
- Kasus baru: 14

Lampung

- Sembuh: 1
- Kasus baru: 0

Riau

- Sembuh: 5
- Kasus baru: 1

Maluku Utara

- Sembuh: 4
- Kasus baru: 1

Sony Ganti Nama Setelah 60 Tahun Berdiri

 Perusahaan asal Jepang Sony memutuskan untuk mengganti nama besar yang sudah membawanya berkiprah selama 60 tahun di industri teknologi.
Dikutip dari Gizchina, dalam rapat tahunan para pemegang saham Jumat (3/7), para pemegang saham menyetujui pengajuan perubahan nama perusahaan dari Sony menjadi 'Sony Group'.

Perubahan nama ini akan berlaku efektif mulai April 2021. Keputusan ini diharapkan akan mengantar Sony pada identitas yang lebih luas. Selama ini, pengembangan elektronik menjadi bisnis utama Sony. Dengan perubahan nama menjadi Sony Group, artinya akan ada perluasan pada layanan dan bisnis lainnya.

Sony adalah perusahaan multinasional yang didirikan pada tahun 1946 oleh Jing Shenda dan Shoda Morita. Jing Shenda memiliki latar belakang di bidang penelitian dan pengembangan teknologi, sekaligus ahli dalam public relations dan marketing.

Keahliannya mengantarkan Sony menjadi perusahaan besar hingga memiliki kantor pusat yang saat ini berlokasi di Sony City, Konan, Minato-ku, Tokyo.

Keputusan ini akan tercatat dalam sejarah Sony, sebagai pertama kalinya mengubah nama perusahaan setelah 60 tahun berkarya.

"Kami memutuskan mengubah nama menjadi Sony Group karena kami ingin menciptakan keragaman penuh pada portfolio bisnis untuk mempromosikan pengembangan dan evolusi bisnis," kata CEO Sony Yoshida Kenichiro.

Hal ini tampaknya sesuai dengan kondisi pandemi saat ini. Sejumlah analis menilai, situasi pandemi akan bermanfaat dengan model bisnis Sony yang beragam mulai dari game, musik, dan bisnis hiburan lainnya yang dapat memenuhi kebutuhan konsumen yang berdiam di rumah. Strategi ini dinilai dapat mengimbangi kerugian dalam penjualan produk elektronik.
https://nonton08.com/cast/annette-bening/