Selasa, 07 Juli 2020

Ratusan Pakar Yakini Corona Menular Lewat Udara, Ini 5 Fakta Airborne

Ratusan pakar menyebut virus Corona COVID-19 bukan hanya menular lewat droplet (percikan air liur), tetapi juga bisa menular lewat airborne atau di udara. Organisasi kesehatan dunia WHO disebut abai soal klaim ini.
Beberapa klaim penularan virus Corona lewat airborne memang pernah mencuat sebelumnya. Namun sebagian besar terjadi pada lingkungan tertentu seperti di rumah sakit.

Apa saja sih fakta-fakta terkait penularan virus Corona secara airborne yang pernah terungkap? Berikut rangkumannya.

1. Apa itu airborne?
Dikutip dari laman healthline, airborne atau airborne disease adalah penyakit yang bisa menyebar lewat udara. Akibatnya seseorang bisa sakit hanya karena menghirup udara, yang telah tercemar virus atau bakteri penyebab suatu penyakit.

Airborne disease bisa menyebar saat ada pasien yang menunjukkan gejala infeksi berupa batuk, bersin, atau sekadar bicara. Gejala tersebut mengakibatkan cairan pada tenggorokan dan saluran pernapasan muncrat ke udara.

Beberapa kelompok virus dan bakteri bisa menggantung di udara, terbawa angin, atau mendarat di orang lain. Patogen ini masuk ke dalam tubuh melalui udara yang terhirup atau menyentuh sembarang permukaan. Tangan yang digunakan menyentuh permukaan kemudian memegang mata, hidung, dan mulut tanpa dicuci lebih dulu.

Penyebaran kelompok airborne disease yang menyebar di udara cenderung sulit dikontrol. Karena itu, sangat penting mengetahui upaya pencegahan yang tepat sehingga tidak mudah terinfeksi.

2. Pejabat China pernah sebut Corona menular lewat udara
Virus Corona baru (COVID-19) yang kini mewabah dan menginfeksi lebih dari 11 juta orang, pernah disebut pejabat China menyebar lewat airborne. Selama ini virus diketahui hanya menyebar lewat droplet atau percikan air liur.

Wakil Kepala Biro Sipil Shanghai, Zeng Qun, beberapa waktu lalu menyebut airborne artinya virus bisa menyebar di udara. Oleh karena itu Zeng menyarankan warga lebih berhati-hati.

"Transmisi aerosol terjadi ketika virus yang bercampur dengan percikan liur membentuk aerosol di udara, yang kemudian bisa menginfeksi bila terhirup, ini kata ahli medis," kata Zeng seperti dikutip dari China Daily.

"Jadi kami minta warga meningkatkan kesadarannya terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang bisa disebabkan ketika kumpul keluarga," lanjutnya.

3. WHO sempat pertimbangkan risiko penularan Corona lewat airborne
Virus disebut airborne ketika bisa dengan mudah menyebar di udara dan menginfeksi orang-orang. Terkait hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat mempertimbangkan risiko virus Corona COVID-19 bisa jadi airborne di situasi tertentu.

Virus corona hingga saat ini secara resmi disebut bisa menular lewat droplet (percikan liur) si penderita. Namun demikian menurut kepala unit penyakit zoonosis WHO, Dr Maria Van Kerkhove, ada kemungkinan virus juga bisa jadi airborne.

"Ketika Anda melakukan prosedur yang bisa menghasilkan aerosol seperti di fasilitas kesehatan, ada kemungkinan terjadi apa yang kami sebut proses berubahnya partikel menjadi aerosol. Artinya virus jadi lebih lama bertahan di udara," kata Dr Maria seperti dikutip dari CNBC.

4. Lebih dari 200 pakar klaim virus Corona menular lewat airborne
Dikutip dari New York Times, dalam surat terbuka kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 239 ilmuwan di 32 negara, telah menguraikan bukti yang menunjukkan bahwa virus Corona memiliki partikel yang lebih kecil dan dapat menginfeksi manusia, para ahli juga mendesak WHO untuk merevisi rekomendasinya. Para peneliti berencana untuk menerbitkan surat mereka dalam jurnal ilmiah minggu depan.

Dalam update terbarunya tentang virus Corona, dirilis 29 Juni, WHO mengatakan penularan virus Corona lewat udara hanya mungkin terjadi jika droplet atau percikan yang keluar saat batuk. Benedetta Allegranzi, pimpinan teknis WHO tentang pengendalian infeksi mengatakan bukti virus Corona menyebar melalui udara tidak meyakinkan.

"Terutama dalam beberapa bulan terakhir, kami telah menyatakan beberapa kali kami menganggap transmisi udara mungkin, tetapi tentu saja tidak didukung oleh bukti yang kuat atau bahkan jelas. Ada perdebatan kuat tentang ini," kata Allegranzi.

5. Apakah airborne disease bisa dicegah?
Dengan mudahnya penyebaran airborne disease maka tidak mungkin bebas seutuhnya dari penyakit ini. Namun ada upaya pencegahan yang terbukti efektif menurunkan risiko terinfeksi airborne disease.

Berikut beberapa upaya pencegahan airborne disease:

1. Hindari kontak dengan orang yang memiliki gejala atau sedang sakit airborne disease
2. Tinggal di rumah saat sedang sakit dan jangan berdekatan dengan orang yang memiliki daya imun yang lemah
3. Pakai masker jika harus berada di kerumunan untuk menekan risiko penularan
4. Tutup mulut ketika batuk dan bersin dengan tisu atau bagian siku pakaian, untuk menekan risiko penularan
https://kamumovie28.com/star/natasa-stankovic/

Didaftarkan sebagai Jamu, Ini Cara Kerja Kalung Eucalyptus Tangkal Corona

- Akhir-akhir ini ramai diperbincangkan kalung eucalyptus buatan Kementerian Pertanian (Kementan) yang sebelumnya disebut sebagai 'antivirus' Corona. Namun, Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menegaskan bahwa kalung ini tidak diklaim sebagai antivirus, meski berpotensi dapat membunuh virus Corona.
Bagaimana cara kerja kalung eucalyptus dalam membunuh virus?

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menjelaskan, kalung ini tidak cukup berfungsi jika digunakan hanya dengan dikalungkan saja. Pemakai harus menghirup aroma dari kalung agar mendapatkan manfaat yang maksimal.

"Jadi ini dihirup, ini untuk memudahkan kita saja karena aroma yang keluar ini sebenarnya dia bisa menangkap Mpro yang terlibat dalam replikasi virus. Jadi dia bisa menekan perkembangan virus," kata Fadjry di Balai Besar Penelitian Veteriner Balitbangtan, Bogor, Senin (6/7/2020).

Ppeneliti dan Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat Balitbangtan, Dr Evi Savitri, mengatakan kandungan eucalyptol pada eucalyptus ketika dihirup akan bekerja menghambat virus agar tidak memperbanyak diri.

"Jadi virus-virus yang ada di hidung kita sebelum masuk paru-paru kalau kita bisa cepat itu bisa dihambat replikasinya sehingga makin lama makin berkurang dan dia nggak sampai ke paru-paru kita," jelas Evi dalam wawancara terpisah.

"Dengan proses replikasi terhambat, maka lama kelamaan jumlahnya akan berkurang, sehingga nanti yang masuk ke paru-paru juga berkurang dan gejala yang parah bisa dihindari," lanjutnya.

Meski begitu, Fadjry menegaskan bahwa perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah kalung eucalyptus dapat bekerja pada virus spesifik penyebab COVID-19, yakni SARS-CoV-2.

"Ini masih perlu penelitian lebih lanjut bahwa ini paling tidak bisa menekan atau mengurangi paparan kita terhadap COVID-19 dan itu pun masih perlu diuji lebih lanjut," pungkasnya.

Ratusan Pakar Yakini Corona Menular Lewat Udara, Ini 5 Fakta Airborne

Ratusan pakar menyebut virus Corona COVID-19 bukan hanya menular lewat droplet (percikan air liur), tetapi juga bisa menular lewat airborne atau di udara. Organisasi kesehatan dunia WHO disebut abai soal klaim ini.
Beberapa klaim penularan virus Corona lewat airborne memang pernah mencuat sebelumnya. Namun sebagian besar terjadi pada lingkungan tertentu seperti di rumah sakit.

Apa saja sih fakta-fakta terkait penularan virus Corona secara airborne yang pernah terungkap? Berikut rangkumannya.

1. Apa itu airborne?
Dikutip dari laman healthline, airborne atau airborne disease adalah penyakit yang bisa menyebar lewat udara. Akibatnya seseorang bisa sakit hanya karena menghirup udara, yang telah tercemar virus atau bakteri penyebab suatu penyakit.

Airborne disease bisa menyebar saat ada pasien yang menunjukkan gejala infeksi berupa batuk, bersin, atau sekadar bicara. Gejala tersebut mengakibatkan cairan pada tenggorokan dan saluran pernapasan muncrat ke udara.

Beberapa kelompok virus dan bakteri bisa menggantung di udara, terbawa angin, atau mendarat di orang lain. Patogen ini masuk ke dalam tubuh melalui udara yang terhirup atau menyentuh sembarang permukaan. Tangan yang digunakan menyentuh permukaan kemudian memegang mata, hidung, dan mulut tanpa dicuci lebih dulu.

Penyebaran kelompok airborne disease yang menyebar di udara cenderung sulit dikontrol. Karena itu, sangat penting mengetahui upaya pencegahan yang tepat sehingga tidak mudah terinfeksi.

2. Pejabat China pernah sebut Corona menular lewat udara
Virus Corona baru (COVID-19) yang kini mewabah dan menginfeksi lebih dari 11 juta orang, pernah disebut pejabat China menyebar lewat airborne. Selama ini virus diketahui hanya menyebar lewat droplet atau percikan air liur.

Wakil Kepala Biro Sipil Shanghai, Zeng Qun, beberapa waktu lalu menyebut airborne artinya virus bisa menyebar di udara. Oleh karena itu Zeng menyarankan warga lebih berhati-hati.

"Transmisi aerosol terjadi ketika virus yang bercampur dengan percikan liur membentuk aerosol di udara, yang kemudian bisa menginfeksi bila terhirup, ini kata ahli medis," kata Zeng seperti dikutip dari China Daily.

"Jadi kami minta warga meningkatkan kesadarannya terhadap upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang bisa disebabkan ketika kumpul keluarga," lanjutnya.
https://kamumovie28.com/cast/logan-lerman/