Oppo mengonfirmasi Reno4 segera meluncur di Indonesia. Mereka memastikan spesifikasinya berbeda dari yang dirilis di China.
"Oppo Reno4 akan segera kami perkenalkan di Indonesia dalam waktu dekat, mungkin dalam hitungan minggu. Namun perlu dicatat, spesifikasi perangkat Reno4 yang beredar di Indonesia akan berbeda dengan yang ada di China," terang Aryo Meidianto, PR Manager Oppo Indonesia.
Dicontohkan pada Reno3 series, perangkat yang diluncurkan di China memiliki prosesor yang berbeda dengan perangkat yang dirilis di Indonesia. Perbedaan ini, kata Aryo, didasarkan atas kebutuhan konsumen yang didapat dari survei pengguna di masing - masing wilayah.
Kendati masih merahasiakan, ada sedikit bocoran soal spesifikasi Reno4 di Indonesia. Perangkat tersebut akan hadir dengan membawa keunggulan pada sisi perekaman video dan fitur kamera terbaru.
"Tentunya, Oppo Reno4 akan hadir dengan spesifikasi perangkat keras terbaik di kelasnya," klaim pria berkacamata itu.
Ponsel ini turut membawa teknologi pengisian terbaru Oppo. Hanya saja belum bisa dipastikan apakah teknologi tersebut adalah 30W VOOC Flash Charge 4.0 atau 65W SuperVOOC 2.0.
Untuk diketahui Reno4 series memulai debutnya 6 Juni lalu di China. Ada dua varian yang diperkenalkan, yakni Reno4 dan Reno4 Pro.
Keduanya dibedakan dari kemampuan kamera. Reno4 mengedepankan kamera selfie ganda. Sementara Reno4 Pro lebih menonjolkan kamera belakang.
Reno4 dibanderol mulai 2.999 yuan atau Rp 5,9 juta. Sementara Reno4 Pro sedikit lebih tinggi, yakni 3.799 yuan atau Rp 7,5 juta.
John Nash, Kisah Ilmuwan yang Suka Halu Tapi Menang Nobel
- Alkisah, hiduplah seorang ilmuwan matematika yang mengidap skizofrenia dan berhasil memenangkan Nobel. Ini bukan dongeng, melainkan kisah nyata John Forbes Nash.
John Nash merupakan ilmuwan peraih gelar doktoral dari Princeton University. Ia dijuluki sebagai orang yang memiliki bakat alami dalam bidang matematika dan disegani. Kegemarannya adalah membaca, bermain catur dan ia sering bersiul. Ia memiliki istri cantik yang merupakan ilmuwan juga yakni Alicia Larde.
Pintar dan dikagumi banyak orang, nasib Nash mulai berubah ketika mengembangkan gejala skizofrenia pada akhir 1950-an. Kala itu usianya sekitar 30 tahun.
Dia mulai menunjukkan perilaku aneh dan mengalami paranoia dan delusi sebagaimana mengutip New York Post. Selama beberapa dekade berikutnya, ia dirawat di rumah sakit beberapa kali, dan berhenti-pakai untuk pengobatan menggunakan obat antipsikotik.
Nash disuntik dengan insulin, pernah juga melarikan diri untuk sementara waktu ke Eropa. Selama bertahun-tahun ia menjelajahi kampus Princeton sembari mencoret-coret formula yang tidak dapat dimengerti di papan tulis yang sama di Fine Hall. Ujian bertambah ketika ia harus mengalami perceraian.
Melawan skizofrenia dan teman-teman khayalannya bukan hal mudah dan menginspirasi pembuatan film 'A Beautiful Mind' dimana terungkap bahwa dia punya banyak teman khayalan. Nash mengalami perubahan pada awal tahun 1990-an.
"Saya lepas dari pemikiran irasional, pada akhirnya, tanpa obat selain perubahan hormon alami akibat penuaan," tulis Nash dalam email ke Dr Kuhn, koleganya, pada tahun 1996.
Ambisinya untuk membuktikan bahwa matematika bukan sekadar angka melainkan bisa membantu segala bidang pada akhirnya membawa John Nash menerima Nobel Memorial Prize in Economic Sciences tahun 1994.
https://kamumovie28.com/cast/samrat-chakrabarti/