Jumat, 10 Juli 2020

Saran Dokter dalam Memilih Imunomodulator untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

Dalam menghadapi pandemi Corona menjaga daya tahan tubuh sangat diutamakan. Tetapi, bukan berarti kita bebas mengonsumsi imunomodulator agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Imunomodulator merupakan obat yang merangsang dan memperbaiki kekebalan tubuh. Perlu diingat imunomodulator bukanlah suplemen vitamin, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara sembarangan karena bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Tetapi, bagaimana jika ingin memilih imunomodulator yang benar?

Menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr dr Inggrid Tania, MSi, dalam memilih imunomodulator sebaiknya pastikan produk itu aman.

"Yang paling utama adalah kita tahu bahwa itu aman. Prioritas adalah keamanan jadi kita tahu produk suplemen imunomodulator itu aman," kata dr Inggrid dalam sebuah diskusi online, Kamis (9/7/2020).

dr Inggrid juga menjelaskan, sebelum memutuskan untuk membeli imunomodulator sebaiknya cari tahu terlebih dahulu terkait keefektifan produk tersebut.

"Misalnya, suplemen imunomodulator tersebut punya pembuktian-pembuktian yang lumayan banyak," ujarnya.

"Yang membuktikan bahwa ternyata cukup efektif untuk mencegah terjadinya infeksi atau pun akan memperpendek durasi penyakit infeksi atau meminimalisir gejala yang timbul," tuturnya.

WHO Sebut Penularan Virus Corona Lewat Udara Bisa Terjadi di Ruangan Tertutup

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui virus Corona COVID-19 bertahan di udara pada kondisi ruangan tertutup dan dipadati banyak orang. Kondisi ini bisa menjadi rute penularan virus Corona melalui udara atau airborne.
Dikutip dari New York Times, dalam pedoman baru WHO terkait rute penularan virus Corona pada Kamis (9/7/2020), WHO menilai penularan virus Corona lewat udara atau airborne langka terjadi dan mungkin tidak signifikan. Tetapi semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan rute penularan Corona lewat udara atau airborne membuat kemungkinan rute penularan tersebut memiliki peran penting dalam menyebarkan virus Corona COVID-19.

"Beberapa kasus penularan yang terjadi dalam kerumunan di ruangan tertutup (indoor) menunjukkan kemungkinan penularan aerosol, dikombinasikan dengan penularan droplet, sebagai contoh, dalam paduan suara, di restoran, dan kelas kebugaran," tulisan WHO dalam laporannya, dikutip dari CNN.

Pedoman yang diperbarui WHO terkait rute penularan virus Corona muncul usai WHO didesak lebih dari 200 ilmuwan. WHO didesak untuk meninjau kembali penelitian terkait penularan virus Corona lewat udara atau airborne dan merevisi pedoman.

Dalam dokumen pedoman yang diperbarui, WHO juga menyatakan langsung bahwa virus dapat disebarkan oleh orang-orang yang tidak memiliki gejala. "Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus baik ketika mereka memiliki gejala maupun ketika mereka tidak memiliki gejala," kata WHO dalam laman resminya.

Transmisi asimtomatik sebelumnya dikatakan WHO mungkin terjadi, tetapi 'sangat jarang'.

"Sangat menyegarkan melihat bahwa WHO sekarang mengakui transmisi melalui udara dapat terjadi, meskipun jelas bahwa bukti harus menghapus bar yang lebih tinggi untuk rute ini dibandingkan dengan yang lain," kata Linsey Marr, seorang ahli aerosol di Virginia Tech mengatakan dalam sebuah email.

Aerosol adalah percikan pernapasan yang sangat kecil sehingga dapat bertahan di udara. Dalam deskripsi terbaru tentang bagaimana virus ini menyebar, WHO mengatakan penularan virus Corona lewat udara mungkin menggambarkan wabah COVID-19 yang terjadi di beberapa ruangan tertutup, seperti restoran, klub malam, tempat ibadah, atau tempat kerja di mana banyak orang berteriak, berbicara, atau bernyanyi.
https://cinemamovie28.com/cast/amanda-detmer/

Presiden Bolivia Dinyatakan Positif Virus Corona

Usai Menteri Kesehatan Bolivia Eidy Roca dinyatakan positif terinfeksi Virus Corona COVID-19 beberapa hari lalu. Kini Presiden Bolivia Anez juga dinyatakan positif virus Corona COVID-19.
Dikutip dari Reuters, Presiden Bolivia Anez mengatakan dalam akun Twitternya, bahwa kondisinya dinyatakan baik dan tengah diisolasi. Ia pun mengaku masih bekerja meskipun tengah menjalani isolasi.

"Bersama-sama, kita akan keluar dari ini," kata Anez dikutip dari Reuters pada Jumat (10/7/2020).

Pemerintah Bolivia mengonfirmasi bahwa setidaknya tujuh menteri, termasuk menteri kesehatannya, telah dinyatakan positif Corona dan sedang menjalani perawatan atau pemulihan diri di rumah.

Anez mengatakan dia telah melakukan tes Corona mengingat banyak dari timnya jatuh sakit. "Saya merasa baik, saya merasa kuat, saya akan terus bekerja dari isolasi, dan saya ingin berterima kasih kepada semua warga Bolivia yang bekerja untuk membantu kami dalam krisis kesehatan ini," kata Anez.

Bolivia akan mengadakan pemilihan umum pada 6 September. Pemilihan awalnya direncanakan untuk Mei tetapi tertunda karena pandemi Corona.

Para pemimpin lain di seluruh dunia juga terjangkit virus Corona. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berusia 55 tahun menghabiskan tiga hari dalam perawatan intensif terkait dengan kondisi terpapar virus Corona COVID-19, sementara Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa ia telah dites positif Corona.

Bolivia, negara dengan lebih dari 11,5 juta orang telah mencatat lebih dari 42.000 kasus virus Corona COVID-19. Sebanyak 1.500 kematian yang setidaknya terkonfirmasi dan merupakan salah satu negara yang terkena dampak terburuk akibat pandemi virus Corona.

Saran Dokter dalam Memilih Imunomodulator untuk Jaga Daya Tahan Tubuh

Dalam menghadapi pandemi Corona menjaga daya tahan tubuh sangat diutamakan. Tetapi, bukan berarti kita bebas mengonsumsi imunomodulator agar daya tahan tubuh tetap terjaga.
Imunomodulator merupakan obat yang merangsang dan memperbaiki kekebalan tubuh. Perlu diingat imunomodulator bukanlah suplemen vitamin, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara sembarangan karena bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Tetapi, bagaimana jika ingin memilih imunomodulator yang benar?

Menurut Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr dr Inggrid Tania, MSi, dalam memilih imunomodulator sebaiknya pastikan produk itu aman.

"Yang paling utama adalah kita tahu bahwa itu aman. Prioritas adalah keamanan jadi kita tahu produk suplemen imunomodulator itu aman," kata dr Inggrid dalam sebuah diskusi online, Kamis (9/7/2020).

dr Inggrid juga menjelaskan, sebelum memutuskan untuk membeli imunomodulator sebaiknya cari tahu terlebih dahulu terkait keefektifan produk tersebut.

"Misalnya, suplemen imunomodulator tersebut punya pembuktian-pembuktian yang lumayan banyak," ujarnya.

"Yang membuktikan bahwa ternyata cukup efektif untuk mencegah terjadinya infeksi atau pun akan memperpendek durasi penyakit infeksi atau meminimalisir gejala yang timbul," tuturnya.
https://cinemamovie28.com/cast/natasha-calis/