Sabtu, 11 Juli 2020

Dampak WFH, Penjualan PC Meningkat

 Industri PC kembali bangkit pada kuartal kedua tahun 2020 setelah mengalami penurunan dalam berbapa tahun, peningkatan ini terjadi akibat dampak dari aturan work from home atau kerja di rumah karena adanya pandemi COVID-19.
Dilansir detiKINET dari Engadget, menurut data Gartner dan IDC, pengiriman PC meningkat dari tahun ke tahun pada kuartal kedua.

Dari data Gartner pengiriman PC mencapai 64,8 juta unit meningkat 2,8 persen dari kuartal kedua 2019. Lalu IDC mengatakan pengiriman PC secara global mencapai 72,3 juta unit di mana 11,2 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Keduanya mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan peningkatan produksi PC setelah rantai pasokan terganggu pada kuartal pertama dan permintaan yang kuat.

Seperti diketahui menguatnya permintaan karena banyak orang membutuhkan komputer untuk WFH atau belajar di rumah.

Segmen PC atau laptop seluler berjalan sangat baik, khususnya, karena pembelajaran jarak jauh dan kebutuhan kerja. Namun, baik Gartner dan IDC ragu bahwa permintaan akan terus berlanjut melampaui 2020.

Kitagawa mengatakan, kenaikan permintaan adalah jangka pendek karena dampak pandemi COVID-19. VP President peneliti IDC Linn Huang pun mengeluarkan pernyataan serupa.

"Dengan inventaris yang masih dipesan kembali, niat baik ini akan berlanjut hingga Juli. Namun, saat kita memasuki resesi global yang lebih dalam, sentimen niat baik akan semakin memburuk." ujarnya.

Mereka juga mencatat bahwa pengiriman PC tradisional melebihi harapan di AS dan di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) kemungkinan karena adanya WFH. HP dan Lenovo menduduki puncak daftar vendor PC di seluruh dunia, dengan Dell berada di urutan ketiga untuk IDC dan Gartner.

Intel Pamer Thunderbolt 4, Apa Kelebihannya?

- Intel memamerkan sejumlah fitur utama yang bakal dibawa oleh protokol Thunderbolt 4 barunya, yang bakal terintegrasi dengan prosesor mobile generasi selanjutnya yang bernama Tiger Lake.
Intel Tiger Lake dijadwalkan akan hadir pada 2020 ini untuk sistem Windows, Mac, dan Linux, dan bakal dilengkapi dengan dukungan terhadap Thunderbolt 4, demikian dikutip detikINET dari Digital Trends, Jumat (10/7/2020).

Sama seperti Thunderbolt 3, Thunderbolt 4 juga akan mendukung tiga fungsi lewat satu kabel, yaitu pengisian daya, transfer data, dan juga video. Thunderbolt 4 juga bakal kompatibel dengan standar USB4, yang punya keamanan lebih tinggi, mendukung penggunaan multi monitor, dan kecepatan transfer data sampai 40Gbps.

Lewat Thunderbolt 4, Intel menjanjikan dukungan untuk dua monitor 4K atau satu monitor 8K. Intel juga mewajibkan PC yang kompatibel dengan standar Thunderbolt 4 untuk bisa 'dibangunkan' secara otomatis jika terhubung dengan docking Thunderbolt, bisa diisi dayanya menggunakan setidaknya 1 port, dan mendukung direct memory access (DMA) untuk keamanan yang lebih baik.

Menurut Intel, semua PC yang mendukung Thunderbolt 4 juga akan kompatibel dengan standar USB4. Thunderbolt 4 akan terintegrasi dengan semua laptop yang menggunakan prosesor Intel Tiger Lake, dan Intel juga merilis kontroler seri 8000 untuk mendukung penggunaan standar tersebut di perangkat desktop.

Sama seperti standar Thunderbolt generasi sebelumnya, Thunderbolt 4 juga bisa dipakai di aksesoris seperti storage portabel, kartu grafis eksternal, docking, hub, power supply, dan juga monitor. Aksesoris ini juga bisa dipasang secara daisy chain untuk mengurangi kekusutan kabel di meja kerja.

Perangkat yang nantinya mendukung Thunderbolt 4 akan diberi logo Thunderbolt lengkap dengan nomor '4' di sebelahnya. Intel menyebut kabel Thunderbolt yang didukung adalah yang panjangnya 0,2 sampai 2 meter, namun ke depannya akan tersedia varian kabel dengan panjang 5 meter sampai 50 meter.

Kabel Thunderbolt 4 ini menurut Intel bisa menggantikan bermacam standar kabel yang sudah ada, seperti kabel USB-C, kabel USB3 Display Port, kabel USB4 20Gbps, dan kabel USB4 40GBps.
https://kamumovie28.com/stepmom-2/

Lumba-lumba Dulunya Predator yang Menyeramkan

Mendengar kata lumba-lumba hal pertama yang terbersit di pikiran adalah mamalia laut yang lucu dan menggemaskan. Tapi siapa sangka dulunya lumba-lumba merupakan predator yang mirip paus pembunuh.
Studi yang diterbitkan di jurnal Current Biology menjelaskan bagaimana tengkorak berukuran raksasa yang ditinggalkan oleh lumba-lumba purbakala menunjukkan tanda-tanda evolusi yang paralel dengan paus bergigi.

Dikutip detikINET dari Cnet, Sabtu (11/7/2020) tengkorak dengan panjang 4,5 meter tersebut ditemukan di South Carolina dan diperkirakan hidup 25 juta tahun yang lalu di zaman Oligocene.

Dilihat dari tengkorak, gigi, ukuran dan moncongnya, lumba-lumba purba ini dulunya merupakan predator teratas di lautan.

Fosil tengkorak lumba-lumba ini pertama kali ditemukan pada akhir 1800-an dan hanya dalam bentuk pecahan. Kemudian temuan yang hampir utuh ditemukan pada 1990-an dan direstorasi selama beberapa dekade.

Lumba-lumba yang diberi nama Ankylorhiza tiedemani ini memiliki ciri-ciri postkranial yang mirip dengan paus modern. Hal ini mengindikasikan habitat lautan yang serupa yang kemudian mengarah kepada adaptasi khusus.

"Beberapa contoh meliputi penyempitan stok ekor, peningkatan jumlah vertebra ekor dan pemendekan humerus (tulang lengan atas) pada sirip," kata penulis utama studi ini, Robert Boessenecker.

"Ini tidak terlihat dalam garis silsilah anjing laut dan singa laut yang berbeda, misalnya, yang berubah menjadi berbagai mode berenang dan memiliki kerangka postkranial yang tampak berbeda," sambungnya.

Lumba-lumba dan paus memang saudara dekat yang merupakan bagian dari ordo Cetacean. Sedangkan paus bergigi merupakan bagian dari Odontocetes yang merupakan turunan dari cetacean.

Tengkorak ini juga mengindikasikan Ankylorhiza kemungkinan menjadi Odontocete pertama yang memiliki kemampuan echolocation dan bisa memburu mangsa berukuran besar maupun kecil.

"Paus dan lumba-lumba memiliki sejarah evolusi yang rumit dan panjang, dan sekilas, kalian mungkin tidak melihatnya dari spesies modern," kata Boessenecker.

"Catatan fosil ini telah memecahkan jalur evolusi yang panjang dan berliku dan fosil seperti Ankylorhiza membantu mencerahkan bagaiman proses terjadinya," pungkasnya.Spesies ini juga bisa berenang lebih cepat dari paus lainnya. Ini mengindikasikan bahwa Ankylorhiza merupakan salah satu cetacean purba yang memegang peran ekologi seperti paus pembunuh.

Dampak WFH, Penjualan PC Meningkat

 Industri PC kembali bangkit pada kuartal kedua tahun 2020 setelah mengalami penurunan dalam berbapa tahun, peningkatan ini terjadi akibat dampak dari aturan work from home atau kerja di rumah karena adanya pandemi COVID-19.
Dilansir detiKINET dari Engadget, menurut data Gartner dan IDC, pengiriman PC meningkat dari tahun ke tahun pada kuartal kedua.

Dari data Gartner pengiriman PC mencapai 64,8 juta unit meningkat 2,8 persen dari kuartal kedua 2019. Lalu IDC mengatakan pengiriman PC secara global mencapai 72,3 juta unit di mana 11,2 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama di tahun lalu.

Keduanya mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan peningkatan produksi PC setelah rantai pasokan terganggu pada kuartal pertama dan permintaan yang kuat.

Seperti diketahui menguatnya permintaan karena banyak orang membutuhkan komputer untuk WFH atau belajar di rumah.

Segmen PC atau laptop seluler berjalan sangat baik, khususnya, karena pembelajaran jarak jauh dan kebutuhan kerja. Namun, baik Gartner dan IDC ragu bahwa permintaan akan terus berlanjut melampaui 2020.

Kitagawa mengatakan, kenaikan permintaan adalah jangka pendek karena dampak pandemi COVID-19. VP President peneliti IDC Linn Huang pun mengeluarkan pernyataan serupa.

"Dengan inventaris yang masih dipesan kembali, niat baik ini akan berlanjut hingga Juli. Namun, saat kita memasuki resesi global yang lebih dalam, sentimen niat baik akan semakin memburuk." ujarnya.

Mereka juga mencatat bahwa pengiriman PC tradisional melebihi harapan di AS dan di kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) kemungkinan karena adanya WFH. HP dan Lenovo menduduki puncak daftar vendor PC di seluruh dunia, dengan Dell berada di urutan ketiga untuk IDC dan Gartner.
https://kamumovie28.com/maju-kena-mundur-kena/