Jumat, 10 Juli 2020

Sambut Tahun Ajaran Baru, Siapkan Vitamin dan Lysin untuk Anak

Pada masa pandemi beberapa bulan terakhir, sekolah-sekolah telah diliburkan guna mencegah penyebaran COVID-19. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung terpaksa dihentikan, dan sebagai alternatifnya proses belajar mengajar diadakan secara daring.
Bukan hanya di Indonesia tetapi seluruh dunia mengalami hal yang sama. Seluruh kegiatan proses belajar mengajar secara tatap muka langsung dihentikan dan dilakukan secara daring. Plt Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah Kemendikbud Hamid Muhammad, mengungkapkan kegiatan belajar mengajar akan kembali dilakukan pada Juli 2020.

Begitu pun dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang mengatakan tahun ajaran baru akan kembali diadakan pada 13 Juli 2020 secara daring. Hal ini dilakukan karena Pemprov DKI belum berencana membuka kembali sekolah pada masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi. Termasuk di Kota Tangerang, Banten proses sekolah masih diadakan secara daring.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan pada laman kemdikbud.go.id, untuk zona hijau dirinya mempersilakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Untuk di daerah zona kuning, oranye, dan merah dilarang kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung.

Untuk mempersiapkan anak menghadapi kegiatan belajar yang baru, orang tua sebaiknya memberi vitamin dan lysin yang mampu meningkatkan nafsu makan. Dengan nafsu makan yang baik, anak memiliki kesehatan tubuh dan energi sehingga dapat lebih maksimal dalam belajar.

Vitamin dan lysin terdapat pada produk Samco Farma Samcovit yang baik untuk masa pertumbuhan anak. Samcovit mengandung Vitamin A, B1, B6 HCl, D, B2, B12, kalsium Pantothenate, Nikotinamida, dan Lysin.

Samcalvit bisa didapatkan di apotek-apotek terdekat dan beberapa e-commerce seperti Shopee, Lazada dan Tokopedia. Anda juga bisa mendapatkan keduanya pada distributor-distributor PT Samco Farma seperti PT Daya Muda Agung, PT Merapi Utama Pharma, dan PT Prima Galvin Sukses untuk area Jabodetabek atau dapat menghubungi Sales Representative Almer di nomor 081288715581.

Bahkan, saat ini produk Samcovit bisa ditemukan pada distributor di luar Jabodetabek seperti PT Cahaya Mutiara Farma untuk area Jawa Timur, PT Marrykha Mitra Mustika di Jawa Tengah, PT Kwatro mandiri Ekavisi di Jawa Barat, PT Mitra Bina Multi Sejahtera di Sumatera Utara, PT Talang Gugun Sari Nusantara di Sumatera Barat, PT Sinar Prima Lestari di Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi, PT Aditama Makmur Sentosa di Lampung, PT Nitijaya Cipta Makmur di Banjarmasin, PT. Mandiri Mitra Farma di Kalimantan Barat, serta PT Sehat Inti Permata di Bali dan Lombok.

Konsumsi Samcovit untuk penuhi kebutuhan vitamin dan lysin pada masa pertumbuhan anak.

Batasi Gowes Maksimal 9 Jam Seminggu Agar Mr P Tidak Kesemutan!

Saat ini, sepeda sedang menjadi tren yang sangat digemari. Hampir semua kalangan sedang senang-senangnya bersepeda.
Ada bagusnya juga sih, karena itu berarti jadi banyak yang suka olahraga. Tetapi hati-hati, bersepeda juga ada ukurannya. Berlebihan melakukannya, malah bisa memicu dampak buruk.

Pada laki-laki khususnya, terlalu lama bersepeda bisa memicu kesemutan di area Mr P. Jika berlarut-larut, keluhan ini bisa memicu gangguan prostat.

"Dekat daerah perineum terdapat prostat. Jika terlalu lama bersepeda, dapat menyebabkan nyeri dan lama-kelamaan terjadilah prostatitis (peradangan pada kelenjar prostat ditandai dengan nyeri dan susah buang air besar)," ujar praktisi kesehatan dr Dwi Iswanto, SpU.

Kecuali memang atlet profesional, dr Dwi mengingatkan agar tidak bersepeda lebih dari 9 jam dalam sepekan. Selengkapnya, saran dr Dwi bisa disimak dalam video berikut:
https://cinemamovie28.com/cast/kim-young-min/

WHO Sebut Penularan Virus Corona Lewat Udara Bisa Terjadi di Ruangan Tertutup

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengakui virus Corona COVID-19 bertahan di udara pada kondisi ruangan tertutup dan dipadati banyak orang. Kondisi ini bisa menjadi rute penularan virus Corona melalui udara atau airborne.
Dikutip dari New York Times, dalam pedoman baru WHO terkait rute penularan virus Corona pada Kamis (9/7/2020), WHO menilai penularan virus Corona lewat udara atau airborne langka terjadi dan mungkin tidak signifikan. Tetapi semakin banyak bukti ilmiah yang menunjukkan rute penularan Corona lewat udara atau airborne membuat kemungkinan rute penularan tersebut memiliki peran penting dalam menyebarkan virus Corona COVID-19.

"Beberapa kasus penularan yang terjadi dalam kerumunan di ruangan tertutup (indoor) menunjukkan kemungkinan penularan aerosol, dikombinasikan dengan penularan droplet, sebagai contoh, dalam paduan suara, di restoran, dan kelas kebugaran," tulisan WHO dalam laporannya, dikutip dari CNN.

Pedoman yang diperbarui WHO terkait rute penularan virus Corona muncul usai WHO didesak lebih dari 200 ilmuwan. WHO didesak untuk meninjau kembali penelitian terkait penularan virus Corona lewat udara atau airborne dan merevisi pedoman.

Dalam dokumen pedoman yang diperbarui, WHO juga menyatakan langsung bahwa virus dapat disebarkan oleh orang-orang yang tidak memiliki gejala. "Orang yang terinfeksi dapat menularkan virus baik ketika mereka memiliki gejala maupun ketika mereka tidak memiliki gejala," kata WHO dalam laman resminya.

Transmisi asimtomatik sebelumnya dikatakan WHO mungkin terjadi, tetapi 'sangat jarang'.

"Sangat menyegarkan melihat bahwa WHO sekarang mengakui transmisi melalui udara dapat terjadi, meskipun jelas bahwa bukti harus menghapus bar yang lebih tinggi untuk rute ini dibandingkan dengan yang lain," kata Linsey Marr, seorang ahli aerosol di Virginia Tech mengatakan dalam sebuah email.

Aerosol adalah percikan pernapasan yang sangat kecil sehingga dapat bertahan di udara. Dalam deskripsi terbaru tentang bagaimana virus ini menyebar, WHO mengatakan penularan virus Corona lewat udara mungkin menggambarkan wabah COVID-19 yang terjadi di beberapa ruangan tertutup, seperti restoran, klub malam, tempat ibadah, atau tempat kerja di mana banyak orang berteriak, berbicara, atau bernyanyi.

WHO telah menyatakan bahwa penyebaran melalui udara hanya menjadi perhatian ketika petugas kesehatan terlibat dalam prosedur medis tertentu yang menghasilkan aerosol. Namun, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa di ruang tertutup yang padat, virus dapat tetap bertahan di udara selama berjam-jam dan menginfeksi orang lain, dan bahkan dapat menggambarkan apa yang terjadi pada peristiwa 'super-spreader'.

Meski begitu, WHO masih menekankan rute penularan terbanyak terjadi lewat droplet atau percikan yang keluar saat batuk atau bersin dari seseorang yang terinfeksi, dan melalui kontak dengan permukaan yang terkontaminasi, juga disebut fomite.

"Menghindari tempat ramai, kontak dekat, dan ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk, rumah dan kantor harus memastikan ventilasi yang baik," kata WHO.

Beberapa ahli mengkritik WHO karena lambat mengakui kemungkinan penyebaran melalui udara. "Bahkan dalam panduan baru, jelas bahwa anggota komite menafsirkan bukti secara berbeda," kata Dr TrishGreenhalgh, seorang profesor perawatan kesehatan primer di Universitas Oxford.
https://cinemamovie28.com/cast/maria-pedraza/