Selasa, 14 Juli 2020

Nasib Mengerikan Wanita yang Sering Nggak Sarapan dan Jarang Minum Air Putih

Apakah kamu termasuk orang yang suka malas sarapan dan minum air putih? Waspadalah jangan sampai nasib kamu seperti wanita ini.
Seorang wanita asal Guizhou, China berakhir dengan nasib mengerikan akibat kebiasaannya melewatkan sarapan. Dan dalam kesehariannya dia juga jarang minum air putih.

Wanita dengan nama depan Wang dan nama belakang dirahasiakan itu, seperti dikutip dari ET Today, mengaku sebelumnya pernah didiagnosa menderita sakit lambung. Sakit tersebut dialaminya enam tahun lalu. Dia biasanya mengobati sakit perutnya itu dengan obat lambung.

Namun suatu hari sakit perut yang dialaminya berbeda dari biasanya. Dia merasa sakit perutnya tak kunjung hilang dan intens. Dia pun memutuskan memeriksakan diri ke rumah sakit.

Wang kemudian mendapatkan kabar buruk setelah diperiksa dokter di rumah sakit. Dokter menemukan ada batu empedu di dalam perut Wang. Dan yang membuat dokter shock adalah jumlah batu empedu yang ditemukan di empedunya.

Wang menjalani operasi laparoskopi untuk mengetahui penyakit batu empedu di perutnya. Dan berdasarkan operasi tersebut, dokter menemukan 2.000 batu empedu di empedu Wang. Ukuran batu empedu yang ditemukan pun berbeda-beda, yang terbesar diameternya 1 cm dan yang terkecil 0,2 cm.

Apa penyebab batu empedu begitu banyak di perut Wang? Dokter menduga karena gaya hidup tidak sehat yang dijalani Wang. Wanita itu mengaku karena tidak memiliki pekerjaan, dia sering bangun siang dan melewatkan sarapan.

Wang juga mengaku sangat suka makan pedas dan berminyak. Makan favoritnya lainnya adalah bagian organ dalam hewan. Dan lebih buruknya lagi, dia jarang minum air putih.

Oleh karena itulah berkaca pada nasib Wang, dokter menyarankan pada siapapun untuk menerapkan gaya hidup sehat. Minum air putih yang cukup, setidaknya 2 liter sehari.

Sebenarnya apa penyebab batu empedu? Seperti dikutip dari detikhealth, ahli pencernaan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, mengatakan batu empedu bisa disebabkan oleh kolesterol yang tinggi.

"Jadi orang-orang yang makan cokelat, keju yang tinggi lemak itu akan menyebabkan kolesterol tinggi. Kalau itu banyak kita temukan kasus-kasus (batu empedu) seperti itu. Jadi tidak mungkin boba yang kandungannya itu karbohidrat, tidak berubah bentuknya di dalam kantung empedu," kata Prof Ari kepada detikcom, Senin (20/1/2020).

Menurutnya kolesterol bisa terjadi akibat konsumsi lemak yang berlebihan dan tidak berimbang.

"Sekarang ada batu di dalam kantung empedunya karena kolesterol yang tinggi itu belum tentu gemuk, dan belum tentu kurus, kenapa? Itu mungkin konsumsi karbohidratnya tidak banyak, sedangkan konsumsi lemaknya berlebihan dan tidak berimbang," jelasnya.

"Akhirnya apa? Kolesterol yang tinggi di dalam darah itu menumpuk di kantung empedu. Di liver menjadi fatty liver (penumpukan lemak di hati), di pembuluh darah jantung menjadi serangan jantung, di otak menjadi stroke gitu misalnya," pungkasnya.
https://indomovie28.net/star/mugiyono/

Wanita Rogoh Rp 183 Juta Demi Obati Jerawat, Akhirnya Sembuh karena Diet Ini

Ivana Kostova sudah berjuang menyembuhkan jerawat selama bertahun-tahun sejak remaja. Berbagai perawatan kulit sudah ia coba hingga memakan biaya total lebih dari Rp 183 juta. Tak ada yang membuahkan hasil.
Sampai akhirnya Ivana memutuskan mengganti pola makan dan kondisi kulitnya jauh lebih baik dalam waktu cepat. Kini di usia 24 tahun, makeup artist ini memiliki kulit mulus, serta sehat.

Perjalanan mengatasi jerawat sudah dimulai sejak usianya 11 tahun ketika beberapa tonjolan kemerahan muncul di wajahnya. Semakin lama kondisi kulitnya makin parah dan jerawatnya lebih buruk dari teman-teman sekelasnya.

Kala itu orangtua Ivana mencoba berbagai perawatan wajah untuk membantu kondisi kulitnya jadi lebih baik. Mereka menghabiskan uang hingga ratusan juta rupiah untuk konsultasi dengan dokter kulit setiap minggu, chemical peeling, membeli produk-produk mahal, krim oles juga antibiotik. Dia juga mencoba minum Accutane, obat keras untuk menghilangkan jerawat, namun punya efek samping cukup berat.

"Accutane membantuku selama beberapa lama, kulit jadi bersih dalam empat bulan tapi efek sampingnya banyak. Kulitku jadi sangat kering hingga mengelupas seperti ular setiap dua minggu. Mataku juga bintitan selama empat bulan dan mengalami depresi parah yang tidak pernah aku rasakan sebelumnya," cerita Ivana, seperti dikutip dari Metro.co.uk.

Ivana memang merasa kalau jerawatnya tidak normal. Sebab hanya dia murid di sekolahnya dengan kondisi jerawat parah. Di usia yang baru beranjak remaja kala itu, emosinya masih labil, sehingga membuatnya mudah marah dan tersinggung.

"Di usia 14 tahun, hidupku hanya berputar soal kulitku. Aku sampai memohon kepada ibuku supaya jangan menyuruhku sekolah karena buruk dan jeleknya kulitku saat itu," tuturnya.

Anak-anak lelaki selalu mengejek jadi aku mulai pakai makeup di usia 13 tahun," lanjut Ivana.

Jerawat tak kunjung hilang hingga beranjak dewasa, wanita yang juga berprofesi sebagai pengusaha ini, akhirnya memutuskan mengganti diet. Pada 2014 ia menjalani diet vegan, memperbanyak minum air dan puasa.

Tak butuh waktu lama, kondisi wajahnya jauh membaik. Makeup tak lagi dikenakannya untuk menutupi jerawat tapi lebih untuk mengekspresikan karya-karyanya sebagai penata rias.

"Setelah bertahun-tahun mencoba perawatan berbeda untuk kulit, aku memutuskan mengubah total gaya hidup dan kebiasaan. Aku belajar bagaimana pikiran terkoneksi dengan kesehatan pencernaan. Itulah yang mendorongku jadi vegan selama setahun dan aku juga mulai menerapkan puasa intermittent (puasa makan selama 6-12 jam)," tuturnya.

Dulu Ivana hanya minum segelas air putih setiap hari. Kini ia terbiasa minum air putih tiga liter sehari. Makanan hewani sudah ditinggalkan, berganti sayur dan buah-buahan.

"Aku juga menemukan bahwa pelembap wajah bukanlah musuh dan aku mulai berhenti pakai foundation saat usiaku 21 tahun. Prosesnya sampai lima tahun," ucapnya.

Kini kondisi wajahnya jadi lebih mulus dan halus tanpa jerawat. Ivana pun ingin berbagi cerita tentang perjalanannya menyembuhkan jerawat dengan harapan bisa menginspirasi orang lain untuk rajin merawat wajah dan percaya diri apa pun kondisi kulitnya.
https://indomovie28.net/cast/joanna-newsom/