Jumat, 31 Juli 2020

Protes Penelitian Seksis, Tenaga Medis Wanita Ramai-ramai Posting Foto Bikini

Sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasi mengenai media sosial dan dokter bedah. Penelitian yang dimuat di Journal of Vascular Surgery itu menyoroti banyaknya dokter bedah vaskular muda yang mengunggah foto seksi di medsos. Baik berbikini atau kostum Halloween seksi, hal itu pun dianggap mereka kurang profesional. Karena studi tersebut, sejumlah pekerja medis membalasnya dengan ramai-ramai mengunggah foto bikini.
Setelah dipublikasi, banyak dokter merasa para peneliti studi melakukan body shaming kepada sesama tenaga medis hanya karena memakai bikini. Para pekerja medis wanita pun menyeluhkan keinginan mereka untuk bebas mengenakan apapun di luar jam kerja karena tidak mempengaruhi bagaimana kerja mereka merawat pasien. Karena banyaknya protes, studi itu telah dihapus karena dianggap seksis sebab cuma menyoroti para wanita.

Dokter Candice Myhre mengungkap jika studi itu juga ditulis oleh tiga pria yang membuat akun palsu untuk memata-matai tenaga medis wanita. Lalu ia menginisiasi agar sesama rekannya mengunggah foto mereka berbikini sebagai bentuk protes hingga jadi tren di kalangan pekerja medis wanita.

"Kami bisa menggunakan bikini, dress, atau kami bisa memakai baju medis. Ini tidak mengubah seberapa baiknya kami dalam menjadi perawat kesehatan. Kami bisa memakai apapun yang kami mau di waktu bebas dan masih bisa menyelamatkan nyawa," tulis wanita yang menjadi petugas kesehatan darurat selagi mengunggah fotonya tengah merawat seseorang sambil mengenakan bikini.

Dalam sejumlah postingan, dokter hingga perawat membuktikan jika mereka bisa memakai baju bikini tapi tetap profesional. Di unggahan itu, beberapa juga curhat mengenai bagaimana seorang wanita dinilai dari penampilan padahal mereka juga punya kelebihan lain yang lebih penting.

"Seorang wanita bisa menjadi cantik dan pintar. Dia bisa cerdas dan seksi. Dia bisa menyenangkan dan bekerja keras. Dia bisa memakai apapun yang dia mau. Dia bisa menjadi apapun yang dia inginkan. Aku berdiri bersama sesama tenaga kesehatan hari," tulis @dr.audreyxsue.

"Ini adalah standar ganda. Wanita dicintai dan dibenci karena tubuhnya. Kita harus menghentikan seksisme. Aku berdiri untuk solidaritas bersama semua pekerja medis profesional," tulis @hollywoodeyes.

Sedih, Penyiar Ini Siarkan Sendiri Kematian Ibunya yang Terinfeksi Corona

Craig 'Huggy' Huggins mengejutkan pendengar siaran radionya saat tiba-tiba dia menyampaikan sebuah kabar duka. Kabar tersebut mengenai ibunya yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona.
Kisah sedih Craig Huggins ini, seperti dikutip dari news.au, didengar seluruh pendengar siaran radio Gold 104.3 di Melbourne, Australia. Huggins sudah bekerja di stasiun radio tersebut selama 29 tahun. Berbagai kabar pribadi sebenarnya sudah sering dia sampaikan. Namun kali ini kabar yang disiarkannya sungguh sedih.

"Melalui Gold 104.3 aku selalu merasa aku dan kalian memiliki hubungan di mana kita bisa saling bercerita. Jadi aku ingin memberitahu kalian bahwa aku sudah selesai siaran hari ini dan akan pulang ke rumah. Tapi sedihnya aku baru saja menerima telepon yang memberitahukan bahwa ibuku Joyce baru saja meninggal dunia karena COVID-19," demikian Craig mengungkapkan dalam siaran radionya pada Selasa (28/7/2020).

Craig melanjutkan dalam siarannya, "Kalian tidak perlu meneleponku, aku tahu kalian juga berduka untuk aku dan keluargaku."

Penyiar radio itu kemudian mengungkapkan alasan kenapa dia mengumumkan meninggalnya ibunya dalam siaran langsungnya. Dia melakukan itu karena ingin orang-orang tetap waspada terhadap penularan virus Corona.

"Pakai masker, jaga jarak dan lakukan hal yang benar. Banyak orang yang tidak paham bahwa virus ini bisa menginfeksi orang, tapi sekarang kalian tahu, dia ibuku. Tetaplah jaga diri kalian dan aku akan kembali dalam beberapa hari," kata Craig seraya mengumumkan bahwa dia akan rehat sejenak dari siarannya.
https://indomovie28.net/bridezilla/

Elizabeth Hurley Ikut Tantangan 'Women Supporting Women' dengan Foto Topless

Hingga hari ini semakin banyak wanita yang mengikuti tantangan 'Women Supporting Women'. Salah satu yang baru saja ikut itu adalah aktris Elizabeth Hurley.
Tantangan dengan tagar #ChallengeAccepted dan #WomenSupportWomen yang tengah tren di Instagram diikuti Liz Hurley dengan mengunggah sebuah foto hitam putih yang beda dari selebriti lainnya. Pada fotonya, Liz Hurley tampil topless alias tidak memakai atasan.

Dari foto yang diunggah terlihat aktris 55 tahun itu berpose menyamping dan membiarkan dada kanannya terekpos. Rambut panjangnya menutupi dada kirinya.

"It's the season of silly challenges, but this is a sweet one. Challenge accepted @haseenajethmalani @gazmoudeh @lipstickkelly #womenonly," tulis bintang film Austin Powers itu di keterangan fotonya di Instagram pada Selasa (28/7/2020).

Liz diduga memakai wig dalam foto ini karena rambutnya tampak sangat lurus. Sementara dalam berbagai foto yang diunggah, Liz memiliki rambut yang lebih ikal.

Unggahan Liz Hurley ini pun ramai dibanjiri komentar netizen yang memuji penampilan sang aktris. Tak sedikit yang menyebut fotonya dalam mengikuti tantangan Women Supporting Women ini terbaik di antara lainnya.

"Prettiest one Ive seen yet," tulis netizen. "Outstanding gorgeousness," tulis netizen lainnya. "You quite literally are the hottest woman in the world," tulis netizen lain.

Tantangan #WomenSupportWomen ramai di media sosial sejak akhir pekan kemarin. Tantangan ini mulai ramai ketika sejumlah selebriti mengunggah foto mereka secara bersamaan di Instagram dalam warna hitam-putih. Kata-kata inspiratif dituliskan pada caption foto tersebut. Tujuannya adalah memberi pesan kepada sesama wanita bahwa mereka berharga, dicintai, dan saling mendukung.

Menurut juru bicara Instagram seperti dikutip dari The Cut, tagar #WomenSupportWomen merupakan cara para wanita untuk menyebarkan cinta dengan kata-kata motivasi. Efeknya mungkin tidak langsung tapi diharapkan tantangan ini bisa memberikan pesan positif kepada setiap wanita di dunia.

Protes Penelitian Seksis, Tenaga Medis Wanita Ramai-ramai Posting Foto Bikini

Sebuah studi yang baru-baru ini dipublikasi mengenai media sosial dan dokter bedah. Penelitian yang dimuat di Journal of Vascular Surgery itu menyoroti banyaknya dokter bedah vaskular muda yang mengunggah foto seksi di medsos. Baik berbikini atau kostum Halloween seksi, hal itu pun dianggap mereka kurang profesional. Karena studi tersebut, sejumlah pekerja medis membalasnya dengan ramai-ramai mengunggah foto bikini.
Setelah dipublikasi, banyak dokter merasa para peneliti studi melakukan body shaming kepada sesama tenaga medis hanya karena memakai bikini. Para pekerja medis wanita pun menyeluhkan keinginan mereka untuk bebas mengenakan apapun di luar jam kerja karena tidak mempengaruhi bagaimana kerja mereka merawat pasien. Karena banyaknya protes, studi itu telah dihapus karena dianggap seksis sebab cuma menyoroti para wanita.

Dokter Candice Myhre mengungkap jika studi itu juga ditulis oleh tiga pria yang membuat akun palsu untuk memata-matai tenaga medis wanita. Lalu ia menginisiasi agar sesama rekannya mengunggah foto mereka berbikini sebagai bentuk protes hingga jadi tren di kalangan pekerja medis wanita.

"Kami bisa menggunakan bikini, dress, atau kami bisa memakai baju medis. Ini tidak mengubah seberapa baiknya kami dalam menjadi perawat kesehatan. Kami bisa memakai apapun yang kami mau di waktu bebas dan masih bisa menyelamatkan nyawa," tulis wanita yang menjadi petugas kesehatan darurat selagi mengunggah fotonya tengah merawat seseorang sambil mengenakan bikini.
https://indomovie28.net/merem-melek-2/