Jumat, 31 Juli 2020

9 Tahun Berkarya, Didiet Maulana Ungkap Momen Haru Bersama Perajin Lokal

Tanpa terasa 9 tahun sudah IKAT Indonesia by Didiet Maulana eksis di ranah mode Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, ada andil para perajin lokal dari seluruh penjuru Indonesia.
Sejak mendirikan IKAT Indonesia bersama rekannya, Helen Wahyudi, desainer Didiet Maulana berkomitmen untuk berkarya dengan memberdayakan perajin daerah.

Dengan semangat berbagi, ia pun terjun langsung ke lapangan untuk memberi pembinaan kepada para perajin. Selain untuk melestarikan kain tradisional, mereka dibina agar karya yang dihasilkan relevan dengan selera pasar. Dengan begitu, permintaan semakin banyak sehingga meningkatkan kesejahteraan perajin.

Pembinaan sudah menjamah ke sejumlah daerah. Mulai dari Sumba, Maluku, Tanimbar, Donggala, Lasem dan beberapa daerah lainnya. "Sampai saat ini sudah 1.200 orang yang kami bina," ungkap Didiet Maulana saat jumpa pers virtual, Rabu (30/7/2020).

Selain perajin, alumnus Universitas Parahyangan ini juga menyasar siswa-siswi sekolah kejuruan. Berkolaborasi dengan perajin, Didiet yang juga menaungi label premium Svarna dan label seragam Sarupa itu membuat kurikulum terkait tenun untuk kegiatan ekstrakurikuler. Program tersebut sudah berjalan di SMK Kediri dan Denpasar.

"Lewat pendidikan lah, maka perajin bisa menjadi profesi yang legit, profesi yang bisa memberi kepastian. Bukan sekadar pengisi waktu luang. Saya ingin ini bisa menjadi profesi utama," ungkap desainer yang merancang kebaya lamaran Nikita Willy ini.

Dari perjalanan tersebut, sudah banyak momen suka dan duka yang Didiet rasakan bersama perajin.

Ia selalu terharu ketika ada perajin yang menghampirinya setelah pembinaan atau fashion show dan memberi pesan untuk tidak melupakan mereka.

Sebuah peragaan busana di Kediri juga meninggalkan kenangan manis tersendiri bagi Didiet. "Antusiasme warga luar biasa sekali untuk melihat karya para perajin di sana. Acaranya digelar di tengah hutan kota, tiket sold-out. Jadi seperti sebuah pesta rakyat," ungkap pria 39 tahun tersebut.

Menandai perjalanan 9 tahun IKAT Indonesia sekaligus mendukung perajin lokal di tengah krisis pandemi COVID-19, Didiet Maulana memperkenalkan produk terbaru berupa New Normal Essentials set.

Terdiri dari empat tema desain motif tenun, set ini berisi kelengkapan dalam menghadapi kenormalan yang baru saat ini. New Normal Essentials dilengkapi dengan sebuah pouch dan masker tenun, beserta sabun tangan dan antiseptik serbaguna dari rempah tradisional.

Kata YouTuber Indonesia yang Viral Karena Video 2 Jam Nggak Ngapa-ngapain

Seorang Youtuber asal Indonesia ini sebelumnya sempat viral karena salah satu konten videonya yang dinilai tidak biasa. Pada 10 Juli 2020, akun YouTube bernama sobat miskin official itu mengunggah sebuah video berjudul '2 Jam Nggak Ngapa-ngapain'.
Sesuai dengan judulnya, video tersebut memperlihatkan seorang pria yang benar-benar tidak melakukan aktivitas apapun, hanya berdiam dan berkedip selama dua jam berada di depan kamera. Uniknya, video tersebut justru menjadi viral dan telah ditonton lebih dari 1,2 juta kali.

Belakangan diketahui bahwa pemilik akun Youtube itu bernama Didit Delon. Didit mengungkapkan kepada Wolipop bahwa ide awal dari pembuatan video viral itu adalah dari para subscribernya. Subscribernya itu meminta Didit untuk membuat video yang mendidik. Namun karena Didit merasa bahwa itu bukan bidangnya, akhirnya dia memutuskan untuk membuat video yang kini viral itu.

"Jadi gini awalnya itu ada beberapa Subscriber lama saya yang sering meminta saya membuat konten positif dan mendidik gitu yang notabenenya itu bukan ranah saya ya udah akhirnya saya buat video itu yang bertujuan menjawab dari permintaan," kata Didit Delon saat diwawancarai oleh Wolipop via DM Instagram pada Rabu (29/7/2020).
https://indomovie28.net/my-last-love-2/

Sedih, Penyiar Ini Siarkan Sendiri Kematian Ibunya yang Terinfeksi Corona

Craig 'Huggy' Huggins mengejutkan pendengar siaran radionya saat tiba-tiba dia menyampaikan sebuah kabar duka. Kabar tersebut mengenai ibunya yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona.
Kisah sedih Craig Huggins ini, seperti dikutip dari news.au, didengar seluruh pendengar siaran radio Gold 104.3 di Melbourne, Australia. Huggins sudah bekerja di stasiun radio tersebut selama 29 tahun. Berbagai kabar pribadi sebenarnya sudah sering dia sampaikan. Namun kali ini kabar yang disiarkannya sungguh sedih.

"Melalui Gold 104.3 aku selalu merasa aku dan kalian memiliki hubungan di mana kita bisa saling bercerita. Jadi aku ingin memberitahu kalian bahwa aku sudah selesai siaran hari ini dan akan pulang ke rumah. Tapi sedihnya aku baru saja menerima telepon yang memberitahukan bahwa ibuku Joyce baru saja meninggal dunia karena COVID-19," demikian Craig mengungkapkan dalam siaran radionya pada Selasa (28/7/2020).

Craig melanjutkan dalam siarannya, "Kalian tidak perlu meneleponku, aku tahu kalian juga berduka untuk aku dan keluargaku."

Penyiar radio itu kemudian mengungkapkan alasan kenapa dia mengumumkan meninggalnya ibunya dalam siaran langsungnya. Dia melakukan itu karena ingin orang-orang tetap waspada terhadap penularan virus Corona.

"Pakai masker, jaga jarak dan lakukan hal yang benar. Banyak orang yang tidak paham bahwa virus ini bisa menginfeksi orang, tapi sekarang kalian tahu, dia ibuku. Tetaplah jaga diri kalian dan aku akan kembali dalam beberapa hari," kata Craig seraya mengumumkan bahwa dia akan rehat sejenak dari siarannya.

Sebelumnya pada Senin (27/7/2020), Craig menyampaikan mengenai kondisi ibunya yang semakin memburuk setelah terinfeksi virus Corona. Penyiar tersebut memang kerap berbagi kisah hidupnya pada pendengar siarannya.

"Aku sudah siaran sejak awal GOLD 104.3 ada. Sudah berbagi suka dan duka, kelahiran dua anak-anakku yang cantik, istriku terkena kaner, sakit punggungku, aku pindah rumah," ujarnya sebelum mengumumkan mengenai ibunya yang meninggal dunia karena COVID-19.

9 Tahun Berkarya, Didiet Maulana Ungkap Momen Haru Bersama Perajin Lokal

Tanpa terasa 9 tahun sudah IKAT Indonesia by Didiet Maulana eksis di ranah mode Indonesia. Dalam perjalanan tersebut, ada andil para perajin lokal dari seluruh penjuru Indonesia.
Sejak mendirikan IKAT Indonesia bersama rekannya, Helen Wahyudi, desainer Didiet Maulana berkomitmen untuk berkarya dengan memberdayakan perajin daerah.

Dengan semangat berbagi, ia pun terjun langsung ke lapangan untuk memberi pembinaan kepada para perajin. Selain untuk melestarikan kain tradisional, mereka dibina agar karya yang dihasilkan relevan dengan selera pasar. Dengan begitu, permintaan semakin banyak sehingga meningkatkan kesejahteraan perajin.

Pembinaan sudah menjamah ke sejumlah daerah. Mulai dari Sumba, Maluku, Tanimbar, Donggala, Lasem dan beberapa daerah lainnya. "Sampai saat ini sudah 1.200 orang yang kami bina," ungkap Didiet Maulana saat jumpa pers virtual, Rabu (30/7/2020).

Selain perajin, alumnus Universitas Parahyangan ini juga menyasar siswa-siswi sekolah kejuruan. Berkolaborasi dengan perajin, Didiet yang juga menaungi label premium Svarna dan label seragam Sarupa itu membuat kurikulum terkait tenun untuk kegiatan ekstrakurikuler. Program tersebut sudah berjalan di SMK Kediri dan Denpasar.

"Lewat pendidikan lah, maka perajin bisa menjadi profesi yang legit, profesi yang bisa memberi kepastian. Bukan sekadar pengisi waktu luang. Saya ingin ini bisa menjadi profesi utama," ungkap desainer yang merancang kebaya lamaran Nikita Willy ini.
https://indomovie28.net/taman-langsat-mayestik/