Minggu, 02 Agustus 2020

Ternyata Ini Sebabnya Saat Ciuman Selalu Refleks Memejamkan Mata

Banyak menyantap daging selama perayaan Idul Adha bikin was-was mereka yang punya riwayat kolesterol tinggi. Apakah ada tanda-tanda yang bisa dikenali ketika kadar kolesterol dalam darah melonjak?
Sayangnya, tidak. Dikutip dari Mayo Clinic, kolesterol tinggi tidak memiliki gejala. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan tes darah.

Tapi tenang, kadar kolesterol tidak serta merta bakal melonjak hanya karena menyantap daging kurban yang hanya tersaji setahun sekali. Kolesterol perlu diwaspadai jika sehari-hari dietnya didominasi makanan berlemak.

"Lebih dilihat dari kesehariannya saja untuk tidak sering mengkonsumsi daging, gorengan, dan gula. Kalau cuma hari raya mah, tidak masalah," kata dokter jantung dari RS Siloam Lippo Village, dr Vito A Damay.

Kolesterol itu apa sih?
Dikutip dari Healthline, kolesterol adalah senyawa yang diproduksi oleh hati. Tidak melulu jahat lho, kolesterol di dalam tubuh dibutuhkan juga untuk membentuk membran sel dan hormon tertentu.

Secara umum ada dua jenis kolesterol yang perlu diketahui:

1. LDL (Low density lipoproteins)
Dikenal sebagai kolesterol jahat, bisa menumpuk di dinding pembuluh darah arteri dan memicu masalah serius seperti serangan jantung dan stroke.

2. HDL (High density lipoproteins)
Dikenal sebagai kolesterol baik yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Ternyata Ini Sebabnya Saat Ciuman Selalu Refleks Memejamkan Mata

Pernahkah mengamati, hampir semua adegan ciuman di film-film selalu digambarkan sambil memejamkan mata? Disadari atau tidak, hal yang sama juga berlaku dalam keseharian.
Selain sebagai ungkapan kasih sayang, ciuman juga memberi berbagai manfaat kesehatan jika dilakukan dengan pasangan yang resmi. Perilaku ini memicu pelepasan endorfin dan oksitosin, dua hormon yang berhubungan dengan rasa senang dan bahagia.

Terkait refleks mata terpejam saat berciuman, penelitian Dr Sandra Murphy dan Dr Polly Dalton dari Royal Holloway, University of London, mengungkap alasannya. Mereka mencoba mempelajari perilaku berciuman manusia dengan berfokus pada bagaimana manusia memproses indra peraba.

Dikutip dari Mentalfloss, para ilmuwan meminta peserta penelitian menonton layar dengan menampilkan berbagai macam huruf dan memerintahkan mereka untuk menghitung berapa banyak huruf X atau N. Para ilmuwan juga memberikan mereka getaran menggunakan alat yang ilmuwan sediakan. Pada saat yang sama, peserta diminta untuk memperhatikan apakah mereka merasakan getaran yang dikirim ke tangan kiri atau kanan mereka. Namun, perserta tidak merasakan getaran.

Sehingga peneliti dapat menyimpulkan, saat Anda menerima banyak rangsangan visual, Anda cenderung tidak dapat merasakan sentuhan, atau fokus pada indera yang lain. Begitu juga saat sedang ciuman, sehingga mata tertutup dapat memberikan Anda dan pasangan Anda tetap fokus agar tidak mengalihkan perhatian ke hal lain dan benar-benar menikmati bagaimana rasanya ciuman. Selain itu saat Anda dan pasangan Anda sudah fokus, akan ada peluang untuk menuju hubungan seksual yang lebih intim.
https://indomovie28.net/his-father-in-law-2/

Kalap Makan Daging Bikin Kolesterol Naik, Bisakah Ditangkal dengan Obat?

 Perayaan Idul Adha tidak lepas dari berbagai sajian yang mengandung daging dan santan. Keduanya bisa jadi ancaman bagi yang memiliki riwayat kolesterol tinggi.
Obat-obatan memang bisa mengatasi lonjakan kadar kolesterol jahat di dalam tubuh. Salah satu yang cukup populer adalah simvastatin.

Beberapa orang meyakini, minum obat ini sebelum makan daging bisa mencegah atau bahkan mengatasi lonjakan kadar kolesterol. Namun menurut dokter jantung, anggapan itu tidak sepenuhnya tempat.

"Efek kolesterol jahat itu gak bisa diturunkan dalam waktu sekejap. Optimalnya kinerja Simvastatin itu kan kira-kira selama enam minggu," kata dr Vito A Damay, SpJP, dokter jantung dari RS Siloam Lippo Village, saat dihubungi detikcom.

Lagipula menurut dr Vito, obat-obatan tidak menurunkan kolesterol hingga 100 persen. Tidak berarti dilarang sama sekali untuk makan daging dan santan, tetapi sangat dianjurkan untuk memperhatikan porsinya.

Perlu dicatat juga, obat-obat penurun kolesterol umumnya adalah obat keras yang hanya bisa diminum atas petunjuk dokter. Sembarangan mengonsumsi obat semacam ini tentu bisa berdampak buruk bagi kesehatan.

"Kelemahannya adalah orang tidak mau periksa ke dokter, minum obat sembarangan, dan terus-terusan mengkonsumsi makanan yang berisiko kolesterol," kata dr Vito.

Tanda-tanda Kolesterol Naik, Bisakah Dikenali?

 Banyak menyantap daging selama perayaan Idul Adha bikin was-was mereka yang punya riwayat kolesterol tinggi. Apakah ada tanda-tanda yang bisa dikenali ketika kadar kolesterol dalam darah melonjak?
Sayangnya, tidak. Dikutip dari Mayo Clinic, kolesterol tinggi tidak memiliki gejala. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya adalah dengan tes darah.

Tapi tenang, kadar kolesterol tidak serta merta bakal melonjak hanya karena menyantap daging kurban yang hanya tersaji setahun sekali. Kolesterol perlu diwaspadai jika sehari-hari dietnya didominasi makanan berlemak.

"Lebih dilihat dari kesehariannya saja untuk tidak sering mengkonsumsi daging, gorengan, dan gula. Kalau cuma hari raya mah, tidak masalah," kata dokter jantung dari RS Siloam Lippo Village, dr Vito A Damay.

Kolesterol itu apa sih?
Dikutip dari Healthline, kolesterol adalah senyawa yang diproduksi oleh hati. Tidak melulu jahat lho, kolesterol di dalam tubuh dibutuhkan juga untuk membentuk membran sel dan hormon tertentu.

Secara umum ada dua jenis kolesterol yang perlu diketahui:

1. LDL (Low density lipoproteins)
Dikenal sebagai kolesterol jahat, bisa menumpuk di dinding pembuluh darah arteri dan memicu masalah serius seperti serangan jantung dan stroke.

2. HDL (High density lipoproteins)
Dikenal sebagai kolesterol baik yang bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat.

Ternyata Ini Sebabnya Saat Ciuman Selalu Refleks Memejamkan Mata

Pernahkah mengamati, hampir semua adegan ciuman di film-film selalu digambarkan sambil memejamkan mata? Disadari atau tidak, hal yang sama juga berlaku dalam keseharian.
Selain sebagai ungkapan kasih sayang, ciuman juga memberi berbagai manfaat kesehatan jika dilakukan dengan pasangan yang resmi. Perilaku ini memicu pelepasan endorfin dan oksitosin, dua hormon yang berhubungan dengan rasa senang dan bahagia.

Terkait refleks mata terpejam saat berciuman, penelitian Dr Sandra Murphy dan Dr Polly Dalton dari Royal Holloway, University of London, mengungkap alasannya. Mereka mencoba mempelajari perilaku berciuman manusia dengan berfokus pada bagaimana manusia memproses indra peraba.

Dikutip dari Mentalfloss, para ilmuwan meminta peserta penelitian menonton layar dengan menampilkan berbagai macam huruf dan memerintahkan mereka untuk menghitung berapa banyak huruf X atau N. Para ilmuwan juga memberikan mereka getaran menggunakan alat yang ilmuwan sediakan. Pada saat yang sama, peserta diminta untuk memperhatikan apakah mereka merasakan getaran yang dikirim ke tangan kiri atau kanan mereka. Namun, perserta tidak merasakan getaran.

Sehingga peneliti dapat menyimpulkan, saat Anda menerima banyak rangsangan visual, Anda cenderung tidak dapat merasakan sentuhan, atau fokus pada indera yang lain. Begitu juga saat sedang ciuman, sehingga mata tertutup dapat memberikan Anda dan pasangan Anda tetap fokus agar tidak mengalihkan perhatian ke hal lain dan benar-benar menikmati bagaimana rasanya ciuman. Selain itu saat Anda dan pasangan Anda sudah fokus, akan ada peluang untuk menuju hubungan seksual yang lebih intim.
https://indomovie28.net/a-lewd-sister-2/