Kamis, 06 Agustus 2020

Ratu Kecantikan Lebanon Unggah Video Ledakan Beirut, Minta Bantuan Doa

Ledakan yang terjadi di Beirut, Lebanon menyisakan duka mendalam bagi warga dunia khususnya warga Lebanon. Tak terkecuali Miss Grand Lebanon 2019 dan Miss Universe Lebanon 2018.
Miss Grand Lebanon 2019 Stephanie Karam mengunggah ke akun Instagram Story sederet foto dan video yang memperlihatkan momen terjadinya ledakan dahsyat di area pelabuhan Beirut, Lebanon. Dari video yang diunggah Stepahnie terlihat sudut-sudut kota yang hancur porak-poranda.

Stephanie yang juga pernah menjadi pemenang Miss Lebanon International 2016 itu kemudian mengunggah ke feed Instagramnya video dari akun Instagram lainnya yang menampilkan detik-detik terjadinya ledakan hingga momen setelahnya.

"Ini adalah momen terjadinya ledakan besar di pelabuhan Beirut, ibu kota Lebanon. Kepala Keamanan Abbas Ibrahim memastikan bahwa ledakan berasal dari material yang memiliki daya ledak besar. Pemerintah juga mengatakan ledakan itu memengaruhi setengah dari kota Beirut," demikian yang tertulis di keterangan videonya.

Stephanie pun menyampaikan rasa duka mendalamnya atas apa yang terjadi di Beirut, Lebanon. Dia ikut sedih dengan banyaknya nyawa yang melayang karena ledakan ini. Sejauh ini menurut pemerintah Lebanon, ada lebih dari 100 korban meninggal dunia akibat ledakan.

Selain Stephanie Karam, ratu kecantikan Lebanon yang juga menyampaikan duka citanya atas kejadian ledakan besar di Lebanon ini adalah Miss Universe Lebanon 2018 Maya Reaidy.

"Pray, donate, help🙏 #prayforlebanon #pray #for #beirut," tulisnya di Instagram.

Maya Reaidy yang ikut serta dalam kompetisi Miss Universe di Bangkok, Thailand itu juga menyerukan kepada para followersnya di Instagram untuk membantu korban ledakan dengan donor darah. Dia mengunggah di Instagram Story sederet tempat yang bisa jadi lokasi untuk mendonorkan darah di Lebanon.

Viral di TikTok Pasangan Beda Usia 18 Tahun, Suaminya Dikira Netizen Bapaknya

Kisah viral kali ini datang dari wanita asal Pekanbaru, Riau yang mengunggah video di TikTok tentang pernikahannya dengan pria berusia 18 tahun lebih tua. Jarak usia tak mengahalangi wanita bernama lengkap Dea Cindy Andina dan suaminya Suparman untuk bersama.
"Ketika perbedaan menjadi satu. Aku 2002 suami 1984," tulis Dea melalui akun TikTok @deabew, Senin (3/8/2020). Dalam video yang diunggahnya itu, Dea dan sang suami tampak sedang berada di dalam mobil. Dea yang berhijab duduk di sebelah suaminya yang sedang menyetir.

Hingga Rabu (5/8/2020) video TikTok Dea sudah dilihat lebih dari 4,6 juta kali, mendapat 239 ribu Likes, dan 20.300 komentar. Video itu pun langsung menjadi viral. Warganet yang berkomentar ada yang menghujat, ada juga mendoakan hubungan keduanya.

"Gue kira sama bapaknya," kata akun @Langganan top komen.

"Gue yang 2002 masih bingung mau kuliah apa kerja bantu ortu," tulis akun TikTok @Jonathan Diego.

"Tiba-tiba keinget sinetrooonnn keluarga cewek terlilit hutang," timpal akun @ubay23.

"Halo semua, age couple di Indonesia itu banyak, dan tolong dihormati. Yuk kita ambil positifnya aja.. Apapun latar belakangnya kita doakan mereka bahagia. Kalau yang namanya cinta gak kenal usia. Jangan bikin dia jadi ragu-ragu nunjukin hubungan mereka," ucap akun @Carlene.
https://indomovie28.net/lee-chaedams-g-spot-2/

Tema Pekan ASI Sedunia 2020 dan Mitos serta Fakta tentang Menyusui

 Tema Pekan ASI Sedunia yang berlangsung pada 1-7 Agustus 2020 ini ialah dukung menyusui untuk planet yang lebih sehat. Pekan ASI Sedunia 2020 berfokus pada pengurangan dampak pemberian makanan bayi pada lingkungan atau perubahan iklim. Selain itu mempromosikan kewajiban melindungi pemberian ASI untuk kesehatan planet dan penghuninya.
Menyusui merupakan anugerah bagi ibu dan juga bayinya. Fenomena alamiah ini memiliki manfaat kesehatan jangka panjang bagi ibu dan anak. Tidak hanya membantu pertumbuhan fisik dan mental anak, ASI juga memberikan kekebalan pada ibu.

Dikutip dalam NDTV, penelitian menunjukkan bahwa ibu baru yang menyusui secara eksklusif memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara, kanker ovarium, diabetes, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan osteoporosis di kemudian hari. Melewati fase laktasi bisa menjadi masalah terbesar bagi para ibu di masa depan yang meningkatkan risiko mereka terhadap banyak kanker dan penurunan kepadatan tulang.

Meskipun menyusui adalah pemberian makanan yang sangat sehat, namun masih ada mitos-mitos yang menyesatkan. Tentunya Bunda harus berkonsultasi dengan pakar gizi atau dokter jika ragu dengan sesuatu yang berhubungan dengan pemberian ASI.

Dilansir dalam First Post (03/08/2020), berikut 5 mitos tentang menyusui yang perlu diketahui kebenarannya agar tak menyesatkan:
1. Mitos: wajar jika puting payudara sakit saat menyusui

Beberapa orang mengira wajar jika para ibu baru mengalami beberapa ketidaknyamanan selama beberapa hari saat pertama menyusui. Namun hal ini bukan berarti setiap Bunda menyusui akan sakit bahkan lecet dan berdarah. Jika hal ini terjadi, sebaiknya periksa kembali apakah posisi bayi sudah benar. Apakah mulut bayi sudah menempel pada puting payudara dengan benar.

Kedua masalah ini dapat diselesaikan dengan berkonsultasi ke dokter atau bidan maupun konselor ASI. Jika posisi dan pelekatannya benar, Bunda pun akan menyusui dengan lancar dan tanpa rasa sakit.

2. Mitos: banyak ibu merasa kesulitan menghasilkan susu yang cukup

Faktanya, sebagian besar Bunda menghasilkan ASI dalam jumlah tepat untuk bayi mereka. Jika Bunda merasa tidak cukup memproduksi ASI, bisa jadi karena salah satu dari tiga alasan ini yakni bayi tidak menempel pada puting dengan benar, bayi tidak dapat mengeluarkan ASI yang cukup setiap kali menyusui dan frekuensi menyusu tidak benar.

Untuk memastikan produk ASI optimal, perlu dukungan yang tepat mulai dari diet, istirahat dan olahraga dengan cukup selama menyusui.

3. Mitos: tidak bisa menyusui ketika sakit

Faktanya meskipun sedang sakit, Bunda bisa terus menyusui. Selama Bunda berkonsultasi dengan dokter dan mengambil pengobatan yang sesuai. Jika dirasa penyakit yang diderita bunda terlalu menular, beberapa dokter menganjurkan untuk memompa ASI (https://www.detik.com/tag/air-susu-ibu) dan kemudian memberikannya pada bayi.

4. Mitos: tidak bisa hamil saat menyusui

Menyusui tidak berfungsi sebagai metode KB yang andal. American Academy of Pediatrics (AAP) mengatakan bahwa menyusui memang mencegah ovulasi pada beberapa wanita, tetapi tidak ada jaminan bahwa tidak bisa hamil. Sebagai gantinya, Bunda harus mendiskusikan metode kontrasepsi apa yang baik. Bunda perlu menghindari pil KB yang mengandung estrogen saat sedang menyusui.

5. Mitos: menyusui dapat merusak bentuk payudara

Faktanya, AAP mengatakan bahwa usia, pertambahan berat badan dan efek gravitasi lebih cenderung mempengaruhi bentuk payudara dibandingkan karena menyusui. Payudara akan kembali ke bentuk dan ukuran sebelum kehamilan untuk sebagian besar wanita yang sudah berhenti menyusui, meskipun konsistensi payudara cenderung berubah setelah kehamilan.

Tujuan dari tema Pekan ASI Sedunia 2020 yaitu menginformasikan kepada banyak orang khususnya ibu tentang hubungan antara menyusui dengan lingkungan atau perubahan iklim. Menyusui menjadi keputusan tepat dan cerdas untuk membantu tingkatkan kesehatan planet dan orang-orang melalui menyusui.

Selamat Pekan ASI Sedunia. Tetap semangat meng-ASI-hi ya Bunda!
https://indomovie28.net/family-reconstruction-2/