Jumat, 07 Agustus 2020

Kandungan Vitamin A dan C pada Buah Pepaya, Baik untuk Kulit

 Buah pepaya merupakan salah satu jenis buah yang kaya nutrisi terutama mengandung vitamin A dan C. Tak heran Colombus menjuluki pepaya sebagai 'buah para malaikat'. Para dokter menyarankan buah yang rasanya manis dan enak dimakan ini untuk mengatasi sulit buang air besar.
Dilansir WebMD sebuah pepaya berukuran besar mengandung 235 miligram vitamin C. Jumlah ini dua hingga tiga kali lebih banyak dari asupan harian yang direkomendasikan. Karena inilah pepaya disebut sebagai salah satu buah yang mengandung vitamin C tinggi. Sumber yang sama juga menyebutkan pepaya juga merupakan sumber vitamin A, kalium, dan kalsium yang sangat baik.

Dalam Medical News Today disebutkan, kandungan vitamin A dibutuhkan untuk produksi sebum, sehingga membuat rambut tetap lembab. Vitamin A juga diperlukan untuk pertumbuhan semua jaringan tubuh, termasuk kulit dan rambut. Sedangkan kandungan vitamin C yang cukup, yang dapat disediakan oleh pepaya, dibutuhkan untuk memelihara kolagen pada kulit.

Manfaat lainnya dari pepaya dikutip dari Medical News Today yakni mencegah asma. Orang yang mengonsumsi pepaya, risiko terkena asma lebih rendah. Mengonsumsi pepaya juga dapat mengurangi risiko kanker prostat. Hal ini dapat ditemukan pada pria yang rutin makan pepaya, berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology and Prevention Biomarkers.

Pepaya juga bermanfaat dalam kesehatan tulang. Orang yang mengonsumsi pepaya, risiko patah tulang lebih rendah. Buah dengan warna cerah ini juga juga kaya serat dan kandungan air, yang dapat membantu mencegah sembelit dan membuat pencernaan menjadi lancar. Pepaya juga dapat membantu sakit radang. Hal ini karena kandungan kolin yang terdapat di dalam pepaya dapat membantu menjaga struktur membran sel, membantu transmisi impuls saraf, membantu penyerapan lemak, dan mengurangi peradangan.

Disebutkan WebMD, pepaya diyakini berasal dari Meksiko Selatan. Pepaya memiliki dua varietas utama yakni Hawaii dan Meksiko. Anda biasa mendapatkan pepaya Hawaii di supermarket. Kulit buah pepaya itu berwarna kuning dan berdaging oranye cerah. Pepaya Meksiko biasanya jauh lebih besar dan kurang beraroma tetapi masih memiliki kualitas gizi yang sama.

Kedua varietas memiliki biji hitam bundar ini mengandung papain, enzim yang membantu pencernaan dan digunakan untuk melunakkan daging. Untuk memakan buah eksotis ini, potong seperti melon, buang bijinya, dan kupas kulitnya. Pepaya enak dinikmati langsung atau ditambah jeruk lemon. Bisa juga dimakan dengan menambahkan bumbu salad.

PB IDI Akan Keluarkan Pedoman Pelayanan Kesehatan Digital

Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) sedang memproses pedoman lebih rinci tentang platform digital kesehatan. Ketua Umum PB IDI dr. Daeng M Faqih bahkan menyebut Majelis Kehormatan Etika Kedokteran sudah mengeluarkan fatwa tentang pemanfaatan digital di pelayanan kesehatan.
"Itu tidak bisa terelakkan, yang paling bijak adalah kita memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendorong, mempermudah, memperlancar benefit bagi kehidupan kita bermasyarakat sebagai umat manusia," ujarnya dalam Virtual Press Conference aido Health Launching, Kamis (6/8/2020).

"Teknologi digital ini kita juga memiliki keyakinan, mampu mendorong pelayanan kesehatan lebih baik. Saya hanya menekankan dua hal, kesadaran kemauan digital (di bidang pelayanan kesehatan) bukan karena peristiwa COVID-19, bahwa kita sadar membantu pelayanan kesehatan," imbuhnya.

Dijelaskannya, platform digital layanan kesehatan membuat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin terbuka selebar-lebarnya. Platform digital juga diharapkan dapat meningkatkan mutu pelayanan kesehatan buat masyarakat.

"Fatwa Majelis Kehormatan Etika Kedokteran secara garis besar mengatakan bahwa platform ini, seperti dari WHO, sudah mengatakan ini bukan replacement praktek tatap muka, tetapi ke arah tambahan. Platform digital bukan faskes, hanya alat bantu, dalam rangka meng-connectkan lebih dekat dan cepat," ujar Daeng.

Kata Daeng, memang nantinya platform digital layanan kesehatan harus berbasis fasilitas kesehatan (faskes). Maksudnya, dokter yang tergabung dalam platform harus memiliki surat izin maupun faskes tempat dia berpraktik seperti rumah sakit atau klinik.

"Yang terakhir, yang paling penting adalah rekam medis pasien. Platform ini bukan faskes, tetapi harus berbasis faskes, maka data pasien yang dijaga harus di faskesnya, bukan di platformnya," ujar dia.
https://indomovie28.net/final-destination-5/

Ilmuwan Prediksi Vaksin Corona Kurang Efektif Melindungi Orang Obesitas

Banyak ilmuwan di dunia masih terus berlomba membuat vaksin Corona. Tetapi, beberapa ilmuwan menduga jika vaksin yang ditemukan nantinya kurang efektif untuk melindungi orang-orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
Para peneliti menunjukkan bahwa vaksin lainnya yang berasal dari tahun 1985, seperti flu, hepatitis A dan hepatitis B, juga tidak memberikan kekebalan pada orang dewasa yang mengalami obesitas.

"Akankah kami memiliki vaksin virus Corona tahun depan yang efektif untuk orang yang mengalami obesitas? Tidak mungkin," kata Raz Shaikh, seorang profesor di departemen nutrisi di Universitas Carolina Utara yang dikutip dari Fox News, Kamis (6/8/2020).

Konon, mereka yang mengalami obesitas sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi. Tetapi, belum ada vaksin yang ampuh untuk mereka.

"Vaksin influenza memang masih bekerja pada pasien obesitas, tetapi nyatanya tidak terlalu baik," ujar Direktur Riset Diabetes Universitas Alabama, Amerika Serikat, Dr Timothy Garvey.

Di Amerika Serikat, ada lebih dari 40 persen orang dewasa yang mengalami obesitas. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pun telah memperingatkan bahwa kondisi mereka bisa meningkatkan risiko jika terinfeksi virus Corona.

Obesitas ini memang telah diakui sebagai salah satu faktor risiko yang signifikan dalam penyebab kematian penyakit kanker dan kardiovaskuler. Ahli imunologi menemukan ternyata obesitas juga memiliki dampak yang negatif terhadap respon kekebalan tubuh.

Namun, menurut Dr Larry Corey yang mengawasi uji coba fase II oleh National Institute of Health, berdasarkan uji klinis vaksin untuk virus Corona ini tidak memiliki pengecualian dalam hal berat badan.

Kandungan Vitamin A dan C pada Buah Pepaya, Baik untuk Kulit

 Buah pepaya merupakan salah satu jenis buah yang kaya nutrisi terutama mengandung vitamin A dan C. Tak heran Colombus menjuluki pepaya sebagai 'buah para malaikat'. Para dokter menyarankan buah yang rasanya manis dan enak dimakan ini untuk mengatasi sulit buang air besar.
Dilansir WebMD sebuah pepaya berukuran besar mengandung 235 miligram vitamin C. Jumlah ini dua hingga tiga kali lebih banyak dari asupan harian yang direkomendasikan. Karena inilah pepaya disebut sebagai salah satu buah yang mengandung vitamin C tinggi. Sumber yang sama juga menyebutkan pepaya juga merupakan sumber vitamin A, kalium, dan kalsium yang sangat baik.

Dalam Medical News Today disebutkan, kandungan vitamin A dibutuhkan untuk produksi sebum, sehingga membuat rambut tetap lembab. Vitamin A juga diperlukan untuk pertumbuhan semua jaringan tubuh, termasuk kulit dan rambut. Sedangkan kandungan vitamin C yang cukup, yang dapat disediakan oleh pepaya, dibutuhkan untuk memelihara kolagen pada kulit.

Manfaat lainnya dari pepaya dikutip dari Medical News Today yakni mencegah asma. Orang yang mengonsumsi pepaya, risiko terkena asma lebih rendah. Mengonsumsi pepaya juga dapat mengurangi risiko kanker prostat. Hal ini dapat ditemukan pada pria yang rutin makan pepaya, berdasarkan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Cancer Epidemiology and Prevention Biomarkers.

Pepaya juga bermanfaat dalam kesehatan tulang. Orang yang mengonsumsi pepaya, risiko patah tulang lebih rendah. Buah dengan warna cerah ini juga juga kaya serat dan kandungan air, yang dapat membantu mencegah sembelit dan membuat pencernaan menjadi lancar. Pepaya juga dapat membantu sakit radang. Hal ini karena kandungan kolin yang terdapat di dalam pepaya dapat membantu menjaga struktur membran sel, membantu transmisi impuls saraf, membantu penyerapan lemak, dan mengurangi peradangan.

Disebutkan WebMD, pepaya diyakini berasal dari Meksiko Selatan. Pepaya memiliki dua varietas utama yakni Hawaii dan Meksiko. Anda biasa mendapatkan pepaya Hawaii di supermarket. Kulit buah pepaya itu berwarna kuning dan berdaging oranye cerah. Pepaya Meksiko biasanya jauh lebih besar dan kurang beraroma tetapi masih memiliki kualitas gizi yang sama.

Kedua varietas memiliki biji hitam bundar ini mengandung papain, enzim yang membantu pencernaan dan digunakan untuk melunakkan daging. Untuk memakan buah eksotis ini, potong seperti melon, buang bijinya, dan kupas kulitnya. Pepaya enak dinikmati langsung atau ditambah jeruk lemon. Bisa juga dimakan dengan menambahkan bumbu salad.
https://indomovie28.net/insidious-the-last-key-2/