Seks oral merupakan variasi aktivitas seksual yang bisa dilakukan saat menghabiskan momen intim dengan pasangan. Meski tidak ada penetrasi dan tidak menyebabkan kehamilan, ahli menyebut seks oral sama saja seperti seks konvensional karena risikonya serupa.
Beberapa penyakit seperti herpes bahkan hingga human immunodeficiency virus (HIV) dapat menular lewat seks oral. Oleh karena itu agar seks oral lebih aman, ada beberapa hal yang harus diperhatikan.
Berikut 5 tips seks oral yang dirangkum detikcom dari berbagai sumber:
1. Hindari bila sedang sariawan
Bila mulut sedang ada sariawan, sakit tenggorokan, atau luka di gusi maka sebaiknya hindari seks oral. Alasannya karena kuman penyakit dapat masuk menginfeksi tubuh dari luka terbuka yang ada di mulut.
2. Pakai kondom
Kondom bisa digunakan saat melakukan seks oral untuk semakin mengurangi risiko penularan kuman penyakit.
Inilah alasan kenapa beberapa produsen kondom secara spesifik mengeluarkan produk yang memiliki rasa. Tujuannya untuk menyamarkan rasa lateks sehingga seks oral menjadi lebih menyenangkan.
3. Cari ritme
Cari ritme hisapan atau jilatan yang disenangi pasangan. Beberapa pakar seks menyebut bila sudah menemukan ritme yang tepat maka pertahankan dan jangan sering diubah-ubah agar pasangan cepat mencapai orgasme.
4. Pakai tangan
Jangan lupa gunakan tangan untuk memberikan stimulasi tambahan. Coba stimulasi area sensitif pasangan yang tak bisa dijangkau dengan mulut.
5. Komunikasi
Hal yang juga penting saat melakukan seks oral adalah komunikasi. Jangan malu untuk memberitahu pasangan hal apa saja yang kamu sukai atau sebaliknya. Komunikasi yang baik adalah kunci pengalaman seks menyenangkan.
5 Kondisi Mr P yang Bikin Cairan Sperma 'Merembes' Tak Terkontrol
Air mani yang mengandung sperma biasanya keluar dari penis saat orgasme. Namun demikian kadang ada beberapa kondisi yang bisa buat sperma keluar di luar kendali.
Biasanya kondisi sperma yang keluar sendiri ini bukan masalah kesehatan serius, namun kadang ada juga yang terjadi karena masalah tertentu.
Berikut penjelasannya seperti dikutip dari Medical News Today pada Rabu (5/2/2020):
1. Saat terangsang
Beberapa pria dapat mengeluarkan cairan yang bisa mengandung sperma saat sedang terangsang. Para ahli menyebutnya sebagai cairan praejakulasi atau precum.
Oleh karena itu disarankan selalu memakai kontrasepsi saat melakukan aktivitas seksual dengan pasangan bila ingin menghindari kehamilan.
2. Kencing
Sperma juga bisa keluar dari penis saat kencing. Hal ini biasanya terjadi ketika seorang pria sebelumnya mengalami ejakulasi. Urine yang tercampur oleh sperma mungkin tampak sedikit keruh.
3. Mimpi basah
Mimpi basah adalah fenomena yang terjadi ketika seorang pria mengalami ejakulasi dalam tidurnya. Biasanya terjadi ketika mimpi mengandung hal berbau seksual.
Mimpi basah paling umum selama masa pubertas, namun bisa juga terjadi saat dewasa. Mimpi basah cenderung terjadi lebih sering pada masa pubertas karena perubahan hormon.
4. Efek obat
Beberapa obat seperti antidepresan atau terapi hormon disebut dapat memiliki efek samping memengaruhi dorongan seksual. Oleh karena itu hal ini juga bisa memengaruhi pola ejakulasi seorang pria.
5. Cedera saraf
Cedera pada saraf di daerah tulang belakang, kantung kemih, atau area lain yang memengaruhi ejakulasi bisa berdampak pada aliran air mani. Bisa saja air mani jadi 'bocor' di luar kendali.
https://nonton08.com/guilty/