Selasa, 08 September 2020

Kabar Baik! Kerusakan Paru-paru dan Jantung Akibat Corona Sembuh Seiring Waktu

 Virus Corona diketahui dapat menyebabkan kerusakan paru dan jantung pada pengidapnya. Kabar baiknya, sebuah penelitian menunjukkan kerusakan paru dan jantung akibat infeksi virus Corona COVID-19 bisa membaik seiring waktu.
Peneliti di Austria mengamati sekitar 86 pasien Corona yang dirawat di rumah sakit pada 24 April hingga 9 Juni. Mereka dijadwalkan kontrol rutin pada 6, 12, hingga 24 minggu setelah dipulangkan dari rumah sakit.

Pemeriksaan klinis, uji laboratorium, analisis jumlah oksigen dan karbondioksida dalam darah arteri, dan uji fungsi paru dilakukan selama kunjungan tersebut.

Pada saat kunjungan pertama mereka, lebih dari separuh pasien memiliki setidaknya satu gejala yang menetap, terutama sesak napas dan batuk, dan CT scan masih menunjukkan kerusakan paru-paru pada 88 persen pasien.

Sebanyak 56 pasien atau sekitar 65 persen menunjukkan gejala persisten pada saat kunjungan di minggu ke enam. Pada kunjungan tersebut diamati sekitar 47 pasien masih mengeluh sesak napas dan 15 persen lainnya masih mengalami gejala batuk.

Tetapi pada saat kunjungan mereka berikutnya, 12 minggu setelah keluar dari rumah sakit, gejalanya membaik, dan kerusakan paru-paru berkurang hingga 56 persen. Pada kunjungan ini, sesak napas pada 31 persen mulai membaik meski 13 persen pasien masih mengalami batuk.

"Kabar buruknya adalah mereka yang terinfeksi COVID-19 mengalami gangguan paru-paru meski telah sembuh. Kabar baiknya, gangguan ini cenderung membaik dari waktu ke waktu yang menunjukkan paru-paru memiliki mekanisme memperbaiki dirinya sendiri," tutur peneliti Dr Sabina Sahanic dari University Clinic di Innsbruck dikutip dari The Independent.

Sementara pada masalah jantung, peneliti menemukan pada kunjungan di minggu ke enam, ekokardiogram menunjukkan 58,5 persen mengalami disfungsi ventrikel kiri jantung. Kondisi ini adalah indikator biologis kerusakan jantung, pembekuan darah, dan peradangan.

"Untungnya, kami tidak menemukan disfungsi jantung terkait virus Corona yang parah pada fase pasca-akut. Disfungsi diastolik yang kami amati juga cenderung membaik seiring waktu," terangnya.

Temuan ini telah dipresentasikan dalam Kongres Internasional European Respiratory Society.

Pertama Kalinya, China Tampilkan Vaksin Corona di Pameran Dagang

Pertama kalinya China memamerkan vaksin Corona di pameran dagang. Vaksin Corona ini menjadi harapan banyak orang usai pertama kali kasus Corona dilaporkan muncul di Wuhan, China.
Dikutip dari Straits Times, vaksin Corona ini dipamerkan di pameran perdagangan Beijing minggu ini. Kandidat vaksin Corona yang dipamerkan merupakan produksi perusahaan China Sinovac Biotech dan Sinopharm.

Kedua jenis vaksin dalam kemasan botol kecil tersebut sukses menarik perhatian pengunjung. Pada hari Senin (7/9/2020), orang-orang di pameran perdagangan berkerumun di sekitar stan yang menunjukkan vaksin tersebut.

Vaksin Sinovac dan Sinopharm kini berada pada tahap uji klinis fase tiga. Bila terbukti manjur dan efektif, vaksin ini akan diajukan kepada otoritas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan izin edar.

Seorang perwakilan Sinovac mengatakan perusahaannya telah menyelesaikan 'pembangunan pabrik vaksin' yang mampu memproduksi 300 juta dosis setahun.

Pada bulan Mei, Presiden Xi Jinping berjanji untuk membuat vaksin potensial yang dikembangkan oleh China bisa diakses di dunia.

Vaksin potensial yang dipamerkan termasuk di antara hampir 10 vaksin di seluruh dunia yang memasuki uji coba fase ketiga. Sinopharm mengatakan pihaknya mengantisipasi antibodi pada vaksin mereka untuk bertahan antara satu dan tiga tahun, meskipun hasil akhirnya hanya akan diketahui setelah uji coba.

Global Times, bulan lalu melaporkan bahwa 'harga vaksin Corona tidak akan tinggi'. "Setiap dua dosis vaksin Corona harus berharga di bawah 1.000 yuan (US $ 200), atau di bawah 2 juta rupiah," kata laporan itu, mengutip ketua Sinopharm, yang mengatakan kepada media bahwa dia telah disuntik dengan salah satu kandidat vaksin.

Kantor berita resmi China, Xinhua. melaporkan pada hari Senin, bahwa kandidat vaksin lain, yang dikembangkan oleh para ilmuwan China, dapat mengatasi mutasi pada virus Corona.

Pada bulan lalu, setidaknya 5,7 miliar dosis vaksin yang sedang dikembangkan di seluruh dunia telah dipesan sebelumnya. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa imunisasi luas terhadap COVID-19 mungkin tidak akan diberlakukan sampai pertengahan tahun depan.
https://cinemamovie28.com/the-purpose-of-taj-2/

Apa Itu Kematian Jantung Mendadak?

Kematian jantung mendadak adalah suatu kondisi di mana seseorang meninggal karena serangan jantung mendadak dan tak terduga. Kondisi ini menghancurkan bagi keluarga dan komunitas. Spesialis Kardiologi dan Penyakit Dalam Dr. Ang Kai Ping menjawab beberapa pertanyaan seputar kematian jantung mendadak. Berikut ini beberapa pertanyaan dan jawabannya.
Seberapa Umum Kematian Jantung Mendadak?

Kematian jantung mendadak terjadi paling sering pada orang dewasa di usia 30-an hingga 40-an, dan mempengaruhi pria dua kali lebih sering daripada wanita. Pria cenderung menderita penyakit jantung pada usia yang lebih muda mungkin karena gaya hidup dan hormon. Penggunaan tembakau dan juga pola makan tidak sehat yang tinggi lemak dan kolesterol akan meningkatkan risiko penyakit jantung. Wanita memiliki perlindungan hormon alami terhadap penyakit kardiovaskular sebelum menopause yang mengurangi terjadinya penyakit kardiovaskular. Kondisi ini jarang terjadi pada anak-anak, hanya mempengaruhi 1 hingga 2 per 100.000 anak setiap tahun.

Siapa yang Berisiko Mengalami Kematian Jantung Mendadak?

Orang-orang yang memiliki riwayat serangan jantung sebelumnya, fungsi jantung yang buruk, riwayat keluarga kematian jantung mendadak dan beberapa jenis kelainan jantung diwarisi.

Bagaimana Kematian Jantung Mendadak Terjadi?

Kematian jantung yang paling tiba-tiba disebabkan oleh irama jantung abnormal yang disebut aritmia. Aritmia yang paling mengancam jiwa adalah fibrilasi ventrikel, yang merupakan penembakan impuls tidak teratur dari ruang bawah jantung. Ketika ini terjadi, jantung tidak dapat memompa darah dan kematian akan terjadi dalam beberapa menit jika tidak dirawat.

Apa Penyebab Kematian Jantung Mendadak?

Sebagian besar kasus kematian jantung mendadak berhubungan dengan penyakit kardiovaskular yang tidak terdeteksi. Pada populasi yang lebih muda, kematian jantung mendadak sering disebabkan oleh kelainan jantung bawaan. Sedangkan pada populasi yang lebih tua (35 tahun ke atas), penyebabnya lebih sering terkait dengan penyakit arteri koroner.

Apa Saja Peringatan Merah untuk Kematian Jantung Mendadak?

• Sakit dada
• Pusing atau pusing waktu olahraga
• Pingsan
• Kelainan jantung yang diwarisi/kelahiran
• Riwayat keluarga yang memiliki masalah jantung atau kematian
mendadak yang tidak dapat dijelaskan
• Kebiasaan narkoba atau merokok
• Denyut jantung
• Operasi/prosedur jantung sewaktu muda

Apa Olahraga yang Umumnya Dikaitkan dengan Kematian Jantung Mendadak?

Sepak bola, bola basket, bulu tangkis, marathon.

Bagaimana Mencegah Kematian Jantung Mendadak?

Pemeriksaan kesehatan seperti EKG dan pemeriksaan fisik mungkin tidak cukup untuk mendeteksi kondisi kesehatan, yang dapat menyebabkan kematian jantung mendadak. Oleh karena itu, mereka yang berisiko tinggi kematian jantung mendadak harus menghindari olahraga kompetitif, dan harus mencari bantuan medis segera jika ada peringatan merah kematian jantung mendadak. Tergantung pada kondisi yang mendasarinya, perawatan medis atau bedah mungkin sesuai untuk mengurangi risiko kematian mendadak Anda.

Opsi lain bagi sebagian orang adalah cardioverter defibrillator (ICD), implant bertenaga baterai. Alat ini ditanamkan di dada yang akan terus memonitor detak jantung. Jika irama jantung abnormal yang mengancam jiwa terjadi, ICD akan menghasilkan kejutan listrik untuk mengembalikan irama jantung yang normal.
Bagi orang yang menderita serangan jantung mendadak tanpa ICD, mesin Defibrillator Eksternal Otomatis (AED) yang sekarang tersedia di sebagian besar area publik seperti pusat perbelanjaan besar, bandara, atau lembaga kesehatan mungkin menyelamatkan jiwa. Pasien dan masyarakat harus sadar akan kondisi jantung mereka dan tahu kapan harus mencari bantuan medis.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Dr Ang Kai Ping @Hong Kai Bin, Spesialis Kardiologi dan Penyakit Dalam (khusus Elektrofisiologi dan Pancing Jantung) Regency Specialist Hospital, Johor, melalui telepon di nomor +607-381 7778.

Silakan juga datang ke Kantor Pelayanan dan Informasi Regency Specialist Hospital Johor di Ruko Plaza Pasific Blok B3 No. 69 Kelapa Gading , Jakarta Utara, Indonesia atau melalui WhatsApp di nomor +62 812 8783 1168 atau +62 812 8288 6200.
https://cinemamovie28.com/little-love-song-chiisana-koi-no-uta/