Selasa, 08 September 2020

Diam-diam, David dan Victoria Beckham Kena COVID-19?

 Klaster keluarga tampaknya juga dihadapi David Beckham dan istrinya model top Victoria. Keluarga mereka dikabarkan terkena virus Corona setelah pergi pesta di Los Angeles. Beberapa kerabat dan staf juga tertular.
Dikutip dari The Sun, petaka itu bermula dari pesta peluncuran klub baru Beckham, yakni Inter Miami. Sumber yang dekat dengan keluarga tersebut menggambarkannya sebagai skenario yang mengerikan yang membuat Posh, julukan Victoria, khawatir keluarganya adalah super spreader.

Sehabis acara tersebut, Beckham sekeluarga pulang ke London dan menggelar pesta mewah untuk merayakan ulang tahun Brooklyn, anak sulungnya. Sederet pesohor menghadiri pesta tersebut termasuk Emma Bunton, rekan Victoria saat di Spice Girls.

Sepulang ke Amerika Serikat, berbagai keluhan bermunculan.

"David mulai merasa sakit lalu Victoria mengalami nyeri tenggorokan," kata seorang sumber.

"Di saat yang sama, beberapa dari tim mereka termasuk driver, pengawal, dan asisten, jatuh sakit. Beberapa di antaranya sangat buruk," lanjutnya.

"Victoria sangat panik dan mengkarantina seluruh keluarga selama lebih dari dua pekan," tuturnya.

Sumber tersebut mengatakan, kondisi pasangan tersebut kini telah pulih sepenuhnya dan rutin melakukan pemeriksaan lanjutan. Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari Beckham dan keluarganya soal rumor tersebut.

Cara Kerja Pulse Oximeter, Pendeteksi Gejala Awal Happy Hypoxia COVID-19

 Happy hypoxia pada pasien COVID-19 diwaspadai karena bisa berisiko fatal. Kondisi tanpa gejala pada pasien COVID-19 ini menyebabkan seseorang kekurangan kadar oksigen di dalam darah namun tidak sadar karena tidak merasa sesak napas.
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K), menyarankan mendeteksi awal gejala happy hypoxia pada COVID-19 dengan pulse oximeter. Bagaimana cara kerjanya?

"Itu ya bisa mengukur kadar oksigen di jaringan, dia sangat sederhana, kita taruh di ujung telunjuk jari kita. Dia mensensor kadar oksigen di dalam jaringan kita, di jari itu, nah itu memang bisa sebagai alat pendeteksi dini lah," kata dr Adria Rusli saat dihubungi detikcom Senin (7/9/2020).

"Sangat simpel kok, itu tinggal tempel di jari tunggu beberapa menit, keluar angkanya, saturasi oksigennya," lanjutnya.

dr Adria Rusli menilai penggunaan pulse oximeter di jari memberikan gambaran terkait kondisi di dalam jaringan seseorang. Namun, jika mendeteksi kadar oksigen di dalam darah tidak bisa menggunakan pulse oximeter. Maka dari itu, ia menyarankan pulse oximeter digunakan sebagai alat deteksi dini gejala happy hypoxia COVID-19.

"Ujung jari kan yang paling jauh dari jantung ya, jadi kan itu peredaran darah sangat gampang lah, representatif untuk bisa menggambarkan di jaringan semuanya," sebutnya.

"Nah memang kalau kadar oksigen di dalam darah nggak bisa sih mbak, pake AGD, analisa gas darah," pungkasnya.

3 Penyebab Hilangnya Nafsu Makan di Pagi hari

 Sebelum melakukan aktivitas, sarapan di pagi hari wajib dilakukan. Hal ini karena sarapan memberikan energi pada tubuh untuk melakukan aktivitas.
Namun, sebagian orang merasa tidak sarapan dengan alasan tidak merasa lapar dan kehilangan nafsu makan. Kira-kira, apa ya penyebabnya?

Berikut 3 alasan tidak nafsu makan di pagi hari, seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Terlalu banyak makan sebelum tidur
Beberapa orang menganggap perut kenyang membantu agar cepat tidur. Tetapi, para ahli mengatakan makan berat sebelum tidur justru mengganggu tidur. Hal ini karena tubuh bekerja keras untuk mencernanya.

Selain itu ketika terlalu banyak makan di malam hari, lambung masih bekerja untuk mencerna makanan saat bangun tidur. Akibatnya, perut belum mengirim sinyal rasa lapar di pagi hari.

"Tubuh Anda baru saja menyelesaikan proses pencernaan, sehingga tanda lapar Anda belum terjadi." ucap ahli diet Lisa Hayim, dikutip dari Elitedaily.

2. Pengaruh hormon
Hormon sangat berkaitan dengan nafsu makan dan mual di pagi hari. Ahli gizi Bridget Bennet mengatakan bahwa sebelum bangun tidur, tubuh mengeluarkan beberapa hormon. Lonjakan hormon ini menjadi salah satu penyebab mual di pagi hari dan membuat tidak nafsu makan.

3. Tubuh telah beradaptasi
Tubuh akan selalu beradaptasi dengan kebiasaan. Salah satunya adalah tidak melakukan sarapan. Seseorang yang terbiasa tidak sarapan cenderung akan selalu merasa kenyang saat pagi hari.

Kebiasaan melewatkan sarapan bukanlah yang sehat untuk tubuh, cobalah untuk mengkonsumsi sedikit makanan seperti roti.
https://cinemamovie28.com/kakegurui-2/

WHO Ingatkan Dunia Harus Siap Pandemi Berikutnya

Meskipun pandemi Corona belum berakhir, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dengan tegas menyatakan dunia harus siap dengan pandemi berikutnya. Hal ini diungkap Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam rapat virtual di Jenewa.
Tepatnya pada hari Senin (7/9/2020), Tedros mendesak dunia atau seluruh negara harus lebih siap untuk pandemi berikutnya. Ia juga meminta negara-negara untuk berinvestasi di bidang kesehatan masyarakat.

"Ini bukan pandemi terakhir," kata Tedros dalam jumpa pers di Jenewa, dikutip dari Reuters.

Lebih dari 27 juta orang telah dilaporkan terinfeksi virus Corona COVID-19 di dunia. Sebanyak 888.326 di antaranya telah meninggal, menurut penghitungan Reuters, sejak kasus pertama diidentifikasi di China, Desember 2019 lalu.

"Sejarah mengajarkan kita bahwa wabah dan pandemi adalah fakta kehidupan. Tetapi ketika pandemi berikutnya datang, dunia harus siap, lebih siap daripada saat ini," lanjut Tedros.

Di sisi lain, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Mike Ryan juga meminta negara dan pengembang vaksin Corona mengumpulkan data yang lebih memadai. Terutama ke jenis populasi mana vaksin akan disalurkan.

"Saat vaksin diperkenalkan ke bagian populasi yang lebih besar dan mungkin lebih beragam, efek samping negatif dapat muncul," kata Ryan.

Diam-diam, David dan Victoria Beckham Kena COVID-19?

 Klaster keluarga tampaknya juga dihadapi David Beckham dan istrinya model top Victoria. Keluarga mereka dikabarkan terkena virus Corona setelah pergi pesta di Los Angeles. Beberapa kerabat dan staf juga tertular.
Dikutip dari The Sun, petaka itu bermula dari pesta peluncuran klub baru Beckham, yakni Inter Miami. Sumber yang dekat dengan keluarga tersebut menggambarkannya sebagai skenario yang mengerikan yang membuat Posh, julukan Victoria, khawatir keluarganya adalah super spreader.

Sehabis acara tersebut, Beckham sekeluarga pulang ke London dan menggelar pesta mewah untuk merayakan ulang tahun Brooklyn, anak sulungnya. Sederet pesohor menghadiri pesta tersebut termasuk Emma Bunton, rekan Victoria saat di Spice Girls.

Sepulang ke Amerika Serikat, berbagai keluhan bermunculan.

"David mulai merasa sakit lalu Victoria mengalami nyeri tenggorokan," kata seorang sumber.

"Di saat yang sama, beberapa dari tim mereka termasuk driver, pengawal, dan asisten, jatuh sakit. Beberapa di antaranya sangat buruk," lanjutnya.

"Victoria sangat panik dan mengkarantina seluruh keluarga selama lebih dari dua pekan," tuturnya.

Sumber tersebut mengatakan, kondisi pasangan tersebut kini telah pulih sepenuhnya dan rutin melakukan pemeriksaan lanjutan. Meski demikian, belum ada keterangan resmi dari Beckham dan keluarganya soal rumor tersebut.

Cara Kerja Pulse Oximeter, Pendeteksi Gejala Awal Happy Hypoxia COVID-19

 Happy hypoxia pada pasien COVID-19 diwaspadai karena bisa berisiko fatal. Kondisi tanpa gejala pada pasien COVID-19 ini menyebabkan seseorang kekurangan kadar oksigen di dalam darah namun tidak sadar karena tidak merasa sesak napas.
Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, dr Adria Rusli, SpP(K), menyarankan mendeteksi awal gejala happy hypoxia pada COVID-19 dengan pulse oximeter. Bagaimana cara kerjanya?

"Itu ya bisa mengukur kadar oksigen di jaringan, dia sangat sederhana, kita taruh di ujung telunjuk jari kita. Dia mensensor kadar oksigen di dalam jaringan kita, di jari itu, nah itu memang bisa sebagai alat pendeteksi dini lah," kata dr Adria Rusli saat dihubungi detikcom Senin (7/9/2020).

"Sangat simpel kok, itu tinggal tempel di jari tunggu beberapa menit, keluar angkanya, saturasi oksigennya," lanjutnya.

dr Adria Rusli menilai penggunaan pulse oximeter di jari memberikan gambaran terkait kondisi di dalam jaringan seseorang. Namun, jika mendeteksi kadar oksigen di dalam darah tidak bisa menggunakan pulse oximeter. Maka dari itu, ia menyarankan pulse oximeter digunakan sebagai alat deteksi dini gejala happy hypoxia COVID-19.

"Ujung jari kan yang paling jauh dari jantung ya, jadi kan itu peredaran darah sangat gampang lah, representatif untuk bisa menggambarkan di jaringan semuanya," sebutnya.

"Nah memang kalau kadar oksigen di dalam darah nggak bisa sih mbak, pake AGD, analisa gas darah," pungkasnya.
https://cinemamovie28.com/the-founder-2/