Rabu, 09 September 2020

Corona RI Tembus 200 Ribu Kasus, Cek Lagi Berbagai Prediksi yang Pernah Dibuat

 Kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia menembus angka 200 ribu pada hari Selasa (8/9/2020). Menurut laporan yang dikutip dari situs kemskes.go.id, hari ini ada 3.046 penambahan kasus baru sehingga totalnya menjadi 200.035.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Selasa (8/9/2020), adalah sebagai berikut:

1. Kasus positif bertambah 3.046 menjadi 200.035

2. Pasien sembuh bertambah 2.306 menjadi 142.959

3. Pasien meninggal bertambah 100 menjadi 8.230

Sebelumnya pada Senin (7/9/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 196.989 kasus, sembuh 140.652, dan meninggal 8.130 kasus.

Sebelumnya ahli dari berbagai lembaga riset telah membuat prediksi laju perkembangan wabah Corona hingga bisa berakhir di Indonesia. Berikut rangkumannya seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Epidemiolog Pandu Riono
Dengan laju kasus Corona di Indonesia saat ini, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, memperkirakan puncak kasus virus Corona di Indonesia baru mencapai puncak pertengahan 2021. Tingkat penularan Corona diprediksi mulai melandai akhir 2021 hingga awal 2022.

Pandu memprediksi tanpa penanganan pandemi yang serius maka angka kasus harian di tahun 2021 bisa sampai 60 ribu per hari pada puncaknya.

2. Epidemiolog Dicky Budiman
Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, memprediksi wabah virus Corona di Indonesia sulit bisa selesai hingga akhir tahun. Bahkan tidak menutup kemungkinan virus terus mewabah hingga akhir 2021.

Menurut Dicky ini akan sangat tergantung pada berbagai macam faktor mulai dari tingkat kepatuhan masyarakat, strategi pengendalian wabah, hingga proses perkembangan vaksin serta obat.

"Jangankan akhir tahun ini, mungkin awal tahun depan, atau pertengahan tahun depan pun belum tentu. Tapi ada satu hal yang bisa membantu percepatan yaitu penemuan obat," ujar Dicky pada bulan Mei lalu.

3. WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperkirakan pandemi COVID-19 ini secara umum baru bisa berakhir sampai dua tahun ke depan. Prediksi ini muncul berdasarkan pandemi flu Spanyol tahun 1918 yang membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk mengatasinya.

Kaesang Kerjai Penipu dan Sisi Gelap Jualan Online

 Kaesang Pangarep mengerjai sejumlah penipu online menjadi perhatian masyarakat. Hal ini membuka fakta sisi gelap jualan online yang merugikan masyarakat.
Putra kedua Presiden Jokowi ini pun menjadi trending di Twitter. Banyak orang mengikuti ceritanya dan berbagi pengalaman serupa. Dihimpun detikINET, Selasa (8/9/2020) beginilah duduk perkaranya:

1. Kaesang mengerjai penipu
Cuitan Kaesang soal mengerjai penipu online menjadi viral pada Senin kemarin. Hal ini berawal dari Kaesang memposting jualan online bermodus lelang pegadaian Samsung Galaxy S20 Ultra dengan harga murah. Sang penipu menyadari kalau diajak berkomunikasi oleh anak presiden dan mengaku khilaf.

Kaesang pun pernah mengerjai akun online shop penipu bermodus jualan pakaian. Dia menjebak dengan alamat Istana Bogor. Penipu pun mengembalikan uangnya. Aneka cerita ini pun ramai dibahas netizen di Tanah Air.

2. Kaesang sindir siapa?
Penipuan jualan online ibarat penyakit yang tidak berkesudahan. Sampai-sampai Kaesang pun bergerak mengerjai para pelaku dan berbagi ceritanya di media sosial.

Siapa yang disindir Kaesang? Apakah carut-marut bisnis online yang rawan penipuan, ataukah pihak-pihak yang semestinya membuat ekosistem yang aman untuk jualan online.

3. Sentilan Kaesang jadi viral
Kaesang Pangarep menyentil penipuan jualan online yang selama ini jadi keluhan masyarakat. Tweetnya jadi viral dibahas netizen dengan berbagai reaksi.

Ada yang merasa senasib, pernah ditipu jualan online sejenis. Ada yang sekalian melaporkan penipu jualan online. Ada juga yang sinis mentang-mentang Kaesang anak Presiden Jokowi. Ada pula yang mengkritik karena Kaesang memakai alamat Istana Bogor.

Yang menanggapi pun beragam. Dari akun Twitter Kementerian Kominfo sampai masyarakat biasa, dan para haters.

4. Mewaspadai jualan online
Belajar dari kejadian yang diramaikan Kaesang ini, pengamat gadget Lucky Sebastian mengatakan ada hal penting untuk diketahui konsumen sebelum belanja online. Yang pertama, hati-hati dengan barang yang terlalu murah.

Kedua, hati-hati dengan penjual yang mengatasnamakan lembaga atau apapun. Ketiga, ajak si penjual transaksi lewat e-commerce resmi.

5. Belajar membedakan ponsel asli dan palsu
Terkait dengan belanja online gadget, Lucky Sebastian juga mengatakan barang ini rawan modus penipuan. Konsumen harus mengedukasi diri agar terhindar dari penipuan.

Untuk ponsel, pertama-tama konsumen bisa cek IMEI-nya di imei.kemenperin.go.id. Kedua, cari informasi spesifikasi gadget dari internet. Jika IMEI-nya tidak terdaftar, atau terdaftar tapi spesifikasi yang ditawarkan tidak sesuai, waspadalah!
https://kamumovie28.com/special-girl-2/

Punya Gejala Batuk Menetap? Waspadai Happy Hypoxia COVID-19

Happy hypoxia menjadi gejala virus Corona COVID-19 yang cukup ramai diperbincangkan. Pasalnya, gejala Corona kekurangan kadar oksigen ini sulit dideteksi karena tidak menunjukkan gejala seperti sesak napas.
Prof Menaldi Rasmin, Dewan Penasehat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala ini. Ia mencontohkannya dengan video yang sempat viral ketika seseorang tiba-tiba jatuh di jalanan. Menurutnya, kemungkinan hal itu adalah happy hypoxia.

Maka dari itu, Prof Menaldi dengan tegas mengingatkan untuk tidak menganggap diri sendiri sehat karena tidak bergejala saat dinyatakan positif COVID-19. Ada kondisi yang perlu diperhatikan.

"OTG tapi batuknya menetap, mulailah berpikir dan bergerak ke RS apakah paru-paru saya ikut terlibat. Jangan pernah menganggap diri saya sehat jangan pernah menganggap diri saya tidak bergejala kalau ada batuk yang menetap cepat pertimbangkan," lanjutnya dalam konferensi pers PDPI, Selasa (8/9/2020).

Prof Menaldi juga ikut menyoroti penggunaan pulse oximeter untuk mendeteksi dini gejala happy hypoxia. "Sebetulnya kalau setiap orang memiliki pulse oximeter bagus sekali ini berarti tingkat pemahaman masyarakat sudah lebih tinggi," pungkasnya.

Corona RI Tembus 200 Ribu Kasus, Cek Lagi Berbagai Prediksi yang Pernah Dibuat

 Kasus virus Corona COVID-19 di Indonesia menembus angka 200 ribu pada hari Selasa (8/9/2020). Menurut laporan yang dikutip dari situs kemskes.go.id, hari ini ada 3.046 penambahan kasus baru sehingga totalnya menjadi 200.035.
Detail perkembangan virus Corona di Indonesia pada Selasa (8/9/2020), adalah sebagai berikut:

1. Kasus positif bertambah 3.046 menjadi 200.035

2. Pasien sembuh bertambah 2.306 menjadi 142.959

3. Pasien meninggal bertambah 100 menjadi 8.230

Sebelumnya pada Senin (7/9/2020), jumlah kasus positif virus Corona COVID-19 tercatat 196.989 kasus, sembuh 140.652, dan meninggal 8.130 kasus.

Sebelumnya ahli dari berbagai lembaga riset telah membuat prediksi laju perkembangan wabah Corona hingga bisa berakhir di Indonesia. Berikut rangkumannya seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Epidemiolog Pandu Riono
Dengan laju kasus Corona di Indonesia saat ini, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, memperkirakan puncak kasus virus Corona di Indonesia baru mencapai puncak pertengahan 2021. Tingkat penularan Corona diprediksi mulai melandai akhir 2021 hingga awal 2022.

Pandu memprediksi tanpa penanganan pandemi yang serius maka angka kasus harian di tahun 2021 bisa sampai 60 ribu per hari pada puncaknya.

2. Epidemiolog Dicky Budiman
Ahli epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, memprediksi wabah virus Corona di Indonesia sulit bisa selesai hingga akhir tahun. Bahkan tidak menutup kemungkinan virus terus mewabah hingga akhir 2021.

Menurut Dicky ini akan sangat tergantung pada berbagai macam faktor mulai dari tingkat kepatuhan masyarakat, strategi pengendalian wabah, hingga proses perkembangan vaksin serta obat.

"Jangankan akhir tahun ini, mungkin awal tahun depan, atau pertengahan tahun depan pun belum tentu. Tapi ada satu hal yang bisa membantu percepatan yaitu penemuan obat," ujar Dicky pada bulan Mei lalu.

3. WHO
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperkirakan pandemi COVID-19 ini secara umum baru bisa berakhir sampai dua tahun ke depan. Prediksi ini muncul berdasarkan pandemi flu Spanyol tahun 1918 yang membutuhkan waktu hingga dua tahun untuk mengatasinya.
https://kamumovie28.com/are-we-in-love/