Sabtu, 12 September 2020

Benarkah Sup Kelelawar Pemicu Wabah Virus Corona? Ini Kata Ahli Mikrobiologi

Wabah virus corona yang terjadi saat ini, banyak dicurigai berasal dari kebiasaan warga China memakan sup kelelawar. Apakah benar mengonsumsi sup kelelawar merupakan asal mula dari penularan virus corona 2019-nCoV?
Ahli mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr R Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K), PhD, mengatakan sup kelelawar belum tentu menjadi penyebab utamanya.

"Belum tentu, sup kelelawar kan kalau dia dimasaknya sampai matang, mendidih atau segala macam virusnya bisa mati," kata dr Fera, ditemui detikcom baru-baru ini.

Menurutnya, walaupun banyak berita yang beredar terkait hubungan sup kelelawar dan virus corona, sampai sekarang belum ada kejelasan tentang hal ini.

"Mereka (China) sendiri saja belum bisa memastikan," ucapnya.

Meskipun begitu, dr Fera tetap meyakini virus corona 2019-nCoV ini berasal dari kelelawar. Sebab virus ini masih mempunyai hubungan dengan virus pendahulunya, yaitu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang juga berkerabat dengan virus corona yang ada di kelelawar.

"Analisis dari materi genetiknya itu lebih mengarah kepada kekerabatannya dekat dengan virus corona yang berasal dari kelelawar," jelasnya.

"Jadi kemungkinan dari kelelawar itu cuman perantaranya kenapa sampai bisa menginfeksi manusia itu juga masih diinvestigasi," pungkasnya.

Minuman Tak Sengaja Tercampur Cairan Pembersih, Dua Wanita Ini Keracunan

Dua wanita asal Nebraska harus masuk rumah sakit setelah mengalami keracunan. Minuman mereka saat sedang menonton bioskop tak sengaja tercampur dengan cairan pembersih, demikian dilaporkan Fox News.
Disebutkan bahwa saat mencoba minumannya, salah satu wanita bernama Sarah Baker, merasa bibirnya terbakar, lalu tak lama kemudian kulit bibirnya mengelupas. Ia lalu bangkit dari kursi dan lari ke kamar mandi bersama temannya dan muntah-muntah.

Sarah mengklaim cairan pembersih tersebut dimasukkan ke dalam botol alkohol bekas. Hal ini juga dikonfirmasikan pihak berwajib, yang mengidentifikasi cairan pembersih tersebut digunakan untuk membersihkan keran bir dan pipa sambungannya.

Polisi juga menambahkan bahwa penyaji di bioskop juga mencoba minumannya dan ia merasakan adanya rasa terbakar di bagian esofagusnya serta kesulitan bernapas, sama seperti Sarah dan temannya. Kedua wanita ini lalu dilarikan ke rumah sakit.

Pihak bioskop mengkonfirmasi kesalahan ini dan menyebut bartender yang menyajikan telah dipecat.

"Kami benar-benar meminta maaf dan telah melakukan tinjauan menyeluruh untuk memastikan bahwa ini adalah insiden yang terisolasi dan kami sangat yakin itu. Prosedur kesehatan dan keselamatan perusahaan kami jelas tidak diikuti, dan karyawan yang bertanggung jawab telah diberhentikan. Kami telah memulai pelatihan ulang staf penuh untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi," ungkap pernyataan dari pihak perusahaan bioskop.

Mayo Clinic menyebut gejala keracunan dapat terjadi dengan cepat, antara lain rasa terbakar atau memerah di sekitar mulut dan bibir, napas yang berbau seperti kimiawi, muntah, kesulitan bernapas, mabuk, pusing atau kondisi mental terganggu lainnya. Polisi menyebut kedua wanita yang mengalami gejala tersebut telah ditangani dan dipulangkan dari rumah sakit.
https://cinemamovie28.com/jack-reacher-never-go-back/

47 Persen Pesepeda Mengalami Nyeri Leher, Begini Mengatasinya

Bersepeda memang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun orang yang melakukan olahraga ini juga mempunyai risiko cedera atau rasa nyeri.
Faktanya menurut penelitian sekitar 47 persen orang yang bersepeda lebih berisiko terkena nyeri di bagian leher.

Dokter spesialis anestesi yang ahli di bidang nyeri, dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciawi, dr Henny Widyastuti, SpAn, MKes, mengatakan kepala yang terlalu lama mendongak saat bersepeda, akibat posisi antara saddle dan stang yang tidak ergonomis menjadi penyebabnya.

"Seharusnya dia menggunakan teknik tarik menarik perut kemudian meninggikan punggung dan dagunya ditarik ke dalam," kata dr Henny, di dalam acara Gobar Milad Kahiji Paguyuban Pesepeda Bogor Raya (PPBR), Minggu (2/2/2020).

Menurutnya hal-hal sepele namun penting tersebut, terkadang dilupakan oleh para pesepeda. Jika rasa nyeri di leher sudah terjadi, dr Henny menyarankan untuk segera mengompresnya dengan air dingin.

"Dikompres air dingin di tempat yang nyeri, di tempat yang terasa hangat kemudian beristirahat," ucap dr Henny.

Tak hanya itu, dr Henny juga mengatakan bahwa stretching sederhana yang dilakukan secara berkala bisa menurunkan rasa nyeri di bagian leher.

"Stretching ringan seperti dagu ditempelkan ke dada beberapa kali, kemudian dagu ke bahu beberapa kali ke kanan-kiri untuk melawan dari kekakuan tersebut biar rileks dan itu harus berkala," jelasnya.

Benarkah Sup Kelelawar Pemicu Wabah Virus Corona? Ini Kata Ahli Mikrobiologi

Wabah virus corona yang terjadi saat ini, banyak dicurigai berasal dari kebiasaan warga China memakan sup kelelawar. Apakah benar mengonsumsi sup kelelawar merupakan asal mula dari penularan virus corona 2019-nCoV?
Ahli mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr R Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K), PhD, mengatakan sup kelelawar belum tentu menjadi penyebab utamanya.

"Belum tentu, sup kelelawar kan kalau dia dimasaknya sampai matang, mendidih atau segala macam virusnya bisa mati," kata dr Fera, ditemui detikcom baru-baru ini.

Menurutnya, walaupun banyak berita yang beredar terkait hubungan sup kelelawar dan virus corona, sampai sekarang belum ada kejelasan tentang hal ini.

"Mereka (China) sendiri saja belum bisa memastikan," ucapnya.

Meskipun begitu, dr Fera tetap meyakini virus corona 2019-nCoV ini berasal dari kelelawar. Sebab virus ini masih mempunyai hubungan dengan virus pendahulunya, yaitu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang juga berkerabat dengan virus corona yang ada di kelelawar.

"Analisis dari materi genetiknya itu lebih mengarah kepada kekerabatannya dekat dengan virus corona yang berasal dari kelelawar," jelasnya.

"Jadi kemungkinan dari kelelawar itu cuman perantaranya kenapa sampai bisa menginfeksi manusia itu juga masih diinvestigasi," pungkasnya.

Minuman Tak Sengaja Tercampur Cairan Pembersih, Dua Wanita Ini Keracunan

Dua wanita asal Nebraska harus masuk rumah sakit setelah mengalami keracunan. Minuman mereka saat sedang menonton bioskop tak sengaja tercampur dengan cairan pembersih, demikian dilaporkan Fox News.
Disebutkan bahwa saat mencoba minumannya, salah satu wanita bernama Sarah Baker, merasa bibirnya terbakar, lalu tak lama kemudian kulit bibirnya mengelupas. Ia lalu bangkit dari kursi dan lari ke kamar mandi bersama temannya dan muntah-muntah.

Sarah mengklaim cairan pembersih tersebut dimasukkan ke dalam botol alkohol bekas. Hal ini juga dikonfirmasikan pihak berwajib, yang mengidentifikasi cairan pembersih tersebut digunakan untuk membersihkan keran bir dan pipa sambungannya.

Polisi juga menambahkan bahwa penyaji di bioskop juga mencoba minumannya dan ia merasakan adanya rasa terbakar di bagian esofagusnya serta kesulitan bernapas, sama seperti Sarah dan temannya. Kedua wanita ini lalu dilarikan ke rumah sakit.

Pihak bioskop mengkonfirmasi kesalahan ini dan menyebut bartender yang menyajikan telah dipecat.

"Kami benar-benar meminta maaf dan telah melakukan tinjauan menyeluruh untuk memastikan bahwa ini adalah insiden yang terisolasi dan kami sangat yakin itu. Prosedur kesehatan dan keselamatan perusahaan kami jelas tidak diikuti, dan karyawan yang bertanggung jawab telah diberhentikan. Kami telah memulai pelatihan ulang staf penuh untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi," ungkap pernyataan dari pihak perusahaan bioskop.

Mayo Clinic menyebut gejala keracunan dapat terjadi dengan cepat, antara lain rasa terbakar atau memerah di sekitar mulut dan bibir, napas yang berbau seperti kimiawi, muntah, kesulitan bernapas, mabuk, pusing atau kondisi mental terganggu lainnya. Polisi menyebut kedua wanita yang mengalami gejala tersebut telah ditangani dan dipulangkan dari rumah sakit.
https://cinemamovie28.com/phantom-of-the-theatre/