Wabah virus corona yang terjadi saat ini, banyak dicurigai berasal dari kebiasaan warga China memakan sup kelelawar. Apakah benar mengonsumsi sup kelelawar merupakan asal mula dari penularan virus corona 2019-nCoV?
Ahli mikrobiologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr R Fera Ibrahim, MSc, SpMK(K), PhD, mengatakan sup kelelawar belum tentu menjadi penyebab utamanya.
"Belum tentu, sup kelelawar kan kalau dia dimasaknya sampai matang, mendidih atau segala macam virusnya bisa mati," kata dr Fera, ditemui detikcom baru-baru ini.
Menurutnya, walaupun banyak berita yang beredar terkait hubungan sup kelelawar dan virus corona, sampai sekarang belum ada kejelasan tentang hal ini.
"Mereka (China) sendiri saja belum bisa memastikan," ucapnya.
Meskipun begitu, dr Fera tetap meyakini virus corona 2019-nCoV ini berasal dari kelelawar. Sebab virus ini masih mempunyai hubungan dengan virus pendahulunya, yaitu SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang juga berkerabat dengan virus corona yang ada di kelelawar.
"Analisis dari materi genetiknya itu lebih mengarah kepada kekerabatannya dekat dengan virus corona yang berasal dari kelelawar," jelasnya.
"Jadi kemungkinan dari kelelawar itu cuman perantaranya kenapa sampai bisa menginfeksi manusia itu juga masih diinvestigasi," pungkasnya.
Minuman Tak Sengaja Tercampur Cairan Pembersih, Dua Wanita Ini Keracunan
Dua wanita asal Nebraska harus masuk rumah sakit setelah mengalami keracunan. Minuman mereka saat sedang menonton bioskop tak sengaja tercampur dengan cairan pembersih, demikian dilaporkan Fox News.
Disebutkan bahwa saat mencoba minumannya, salah satu wanita bernama Sarah Baker, merasa bibirnya terbakar, lalu tak lama kemudian kulit bibirnya mengelupas. Ia lalu bangkit dari kursi dan lari ke kamar mandi bersama temannya dan muntah-muntah.
Sarah mengklaim cairan pembersih tersebut dimasukkan ke dalam botol alkohol bekas. Hal ini juga dikonfirmasikan pihak berwajib, yang mengidentifikasi cairan pembersih tersebut digunakan untuk membersihkan keran bir dan pipa sambungannya.
Polisi juga menambahkan bahwa penyaji di bioskop juga mencoba minumannya dan ia merasakan adanya rasa terbakar di bagian esofagusnya serta kesulitan bernapas, sama seperti Sarah dan temannya. Kedua wanita ini lalu dilarikan ke rumah sakit.
Pihak bioskop mengkonfirmasi kesalahan ini dan menyebut bartender yang menyajikan telah dipecat.
"Kami benar-benar meminta maaf dan telah melakukan tinjauan menyeluruh untuk memastikan bahwa ini adalah insiden yang terisolasi dan kami sangat yakin itu. Prosedur kesehatan dan keselamatan perusahaan kami jelas tidak diikuti, dan karyawan yang bertanggung jawab telah diberhentikan. Kami telah memulai pelatihan ulang staf penuh untuk memastikan hal itu tidak terjadi lagi," ungkap pernyataan dari pihak perusahaan bioskop.
Mayo Clinic menyebut gejala keracunan dapat terjadi dengan cepat, antara lain rasa terbakar atau memerah di sekitar mulut dan bibir, napas yang berbau seperti kimiawi, muntah, kesulitan bernapas, mabuk, pusing atau kondisi mental terganggu lainnya. Polisi menyebut kedua wanita yang mengalami gejala tersebut telah ditangani dan dipulangkan dari rumah sakit.
https://cinemamovie28.com/jack-reacher-never-go-back/