Rabu, 30 September 2020

Bekasi Termasuk! Ini 28 Wilayah RI yang Keluar dari Zona Merah COVID-19

  Satgas Penanganan COVID-19 mengungkapkan data kabupaten dan kota di Indonesia yang berubah dari zona risiko tinggi atau merah menjadi sedang atau oranye penularan virus Corona. Disebutkan, totalnya ada 28 kabupaten dan kota.

"Kami ingin menyampaikan 28 kabupaten dan kota yang telah berhasil menurunkan risiko dari zona merah menjadi zona oranye," kata juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito dalam siaran pers melalui kanal YouTube Selasa (29/9/2020).


Beberapa kabupaten dan kota di Indonesia yang berhasil menurunkan tingkat dari zona risiko tinggi menjadi sedang, di antaranya adalah Kota Bekasi (Jawa Barat), Kota Malang (Jawa Timur), dan Tabanan (Bali).


Berikut daftar 28 kabupaten-kota yang turun dari zona risiko tinggi menjadi zona risiko sedang penularan virus Corona COVID-19.


Aceh:

1. Aceh Selatan

2. Simeulue

3. Kota Banda Aceh


Sumatera Utara:

4. Deli Serdang

5. Kota Medan

6. Kota Tebing Tinggi


Sumatera Barat:

7. Kota Bukittinggi


Riau:

8. Pelalawan


Sumatera Selatan:

9. Lahat


Kepulauan Riau:

10. Kota Batam


Jawa Barat:

11. Karawang

12. Kota Bekasi


Jawa Tengah:

13. Rembang


Jawa Timur:

14. Probolinggo

15. Mojokerto

16. Sumenep

17. Kota Malang

18. Kota Batu


Bali:

19. Tabanan


Kalimantan Tengah:

20. Kotawaringin Timur

21. Barito Selatan

22. Barito Utara

23. Barito Timur


Kalimantan Selatan:

24. Kotabaru

25. Balangan


Sulawesi Selatan:

26. Kepulauan Selayar


Gorontalo:

27. Bone Bolango


Papua Barat:

28. Teluk Bintuni

https://indomovie28.net/central-intelligence-2/


Kenapa Orang Obesitas Lebih Rentan Tertular COVID-19?


 Obesitas atau kelebihan berat badan disebut lebih berisiko terinfeksi virus Corona COVID-19. Tapi, sebenarnya apa yang membuat keduanya saling berkaitan?

Wakil Ketua Bidang Apoteker Advance dan Spesialis PP Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Prof dr Kerry Lestari Dandan, Apt, MSi, menjelaskan keterkaitan antara obesitas dengan COVID-19. Jika mereka yang obesitas terinfeksi virus Corona, ini mempunyai risiko terjadinya komplikasi.


"Karena biasanya obesitas ini akan berkaitan dengan penyakit komorbid lainnya, jadi ada kita sebut dengan sindrom metabolik, yang awalnya itu adalah karena obesitas sehingga pemicu resistensi insulin dan akhirnya terjadi gangguan toleransi glukosa dan terjadilah diabetes," jelas Prof Keryy, dalam siaran pers BNPB melalui kanal YouTube, Selasa (29/9/2020).


Prof Kerry menjelaskan, kondisi obesitas akan memicu terjadinya hipertensi, diabetes, asterosklerosis. Sehingga ada hubungannya dengan regulasi metabolisme yang menjamin kondisi tubuh dalam keseimbangan, sehingga mengganggu kemampuan tubuh bertahan terhadap infeksi, termasuk infeksi COVID-19.


Dalam kesempatan yang sama, dr Gaga Irawan Nugraha, dari Departemen Ilmu Kedokteran Dasar, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, menjelaskan alasan lain orang dengan obesitas mudah terkena COVID-19.


"Karena memiliki lemak yang lebih banyak, sehingga reseptor untuk menempelnya virus menjadi lebih luas. Sehingga orang dengan kondisi obesitas lebih mudah tertular," papar dr Gaga.


Dijelaskan dr Gaga, alasan kenapa kondisi obesitas menjadi pemicu penularan Corona kedua yakni dengan lemak yang menempel di mana-mana seperti jantung, dan perut. Sehingga ketika terinfeksi virus Corona COVID-19, kemudian dia sulit bernapas, kesulitan bernafasnya bertambah, retriksi parunya menjadi semakin kecil karena tertekan oleh lemak.


Selain itu dr Gaga juga menambahkan, orang dengan kondisi obesitas akan mengalami kelainan imunitas, yang menyebabkan kondisi ini lebih rentan.

https://indomovie28.net/himizu-2/

Jejak Menteri Kesehatan Terawan, Corona, Hingga Bangku Kosong Najwa Shihab

 Menteri Kesehatan Terawan jadi tren setelah presenter Najwa Shihab mewawancara bangku kosong dalam video berdurasi 4 menit 22 detik berjudul "#MataNajwaMenantiTerawan". Dalam video tersebut, Najwa Shihab menghadirkan pertanyaan seputar penanganan pandemi COVID-19.

Selama penanganan COVID-19, Menteri Kesehatan Terawan memang menjadi sosok yang paling dicari-cari. Dalam arsip berita detikcom, Menteri Kesehatan Terawan jarang tampil dan memberi keterangan terkait penanganan corona.


Berikut jejak Menteri Kesehatan Terawan, Corona, hingga jadi tren Bangku Kosong Najwa Shihab

1. Menteri Kesehatan Terawan dan corona sembuh sendiri


Menteri Kesehatan Terawan sempat menyampaikan penyakit akibat virus corona bisa sembuh sendiri. Pernyataan disampaikan saat mengumumkan kesembuhan sejumlah pasien positif virus corona pada Maret 2020. Terawan juga menyampaikan rasa bahagia terkait kesembuhan para pasien tersebut.


"Dan saya merasa sangat berbahagia. Bahwa teorinya benar bahwa memang ini adalah self limiting disease yang akan sembuh sendiri. Penyakit yang akan sembuh sendiri," ujar Menteri Kesehatan Terawan.

https://indomovie28.net/blair-witch/


2. Menteri Kesehatan Terawan dan doa 'kebal' corona


Pernyataan Menteri Kesehatan Terawan terkait doa 'kebal' corona disampaikan pada Februari 2020. Saat itu, Indonesia belum melaporkan kasus corona meski virus telah menewaskan lebih dari 1.500 orang. Sebanyak 67 ribu orang saat itu dilaporkan telah terjangkit virus ini.


"Secara medis, doa. Semua karena doa. Saya yakin doalah yang membuat kita begitu," kata Menteri Kesehatan Terawan saat jumpa pers di Bandara Halim Perdanakusuma.


3. Menteri Kesehatan Terawan mengingatkan tenaga kesehatan


Jumlah kasus virus corona hingga hari ini terus meningkat dengan jumlah kematian yang tidak juga turun. Risiko tertular dan menjadi korban infeksi virus corona juga dialami tenaga kesehatan, yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19. Menteri Kesehatan Terawan berharap tenaga medis tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.


Penerapan protokol kesehatan harus dilakukan di tiap tindakan mulai dari penjemputan pasien, penerimaan di UGD, hingga pelaksanaan tindakan. Dalam pernyataan yang disampaikan lewat siaran YouTube BNPB dalam agenda Doa Perawat untuk Negeri pada September 2020, Menteri Kesehatan Terawan menyampaikan rasa duka atas meninggalnya sejumlah tenaga kesehatan.


4. Menteri Kesehatan Terawan dan pemindahan 34 set ICU


Dalam arsip berita detikcom disebutkan, Menteri Kesehatan Terawan memerintahkan pemindahan 34 set ICU. Peralatan tersebut digunakan RS Pendidikan Universitas Indonesia (UI), setelah sebelumnya berada di Rumah Sakit Darurat (RSD) Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran. Dengan pemindahan tersebut maka tersisa lima set ICU di RSD Wisma Atlet Kemayoran.


"Sesuai arahan pimpinan, dalam hal ini Bapak Menteri Kesehatan, sebagian dipindahkan ke RS yang kami sebut tadi, RS pendidikan di UI Depok," kata Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat Mayjen TNI, dr Tugas Ratmono, dalam jumpa pers di Wisma Atlet, Kemayoran, Sabtu (26/9/2020).


5. Menteri Kesehatan Terawan dan anggapan semua orang positif corona


Dengan jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat karena corona, Menteri Kesehatan Terawan meminta semua orang menggunakan masker. Menkes lalu mengibaratkan semua orang harus dianggap positif corona tapi bukan sakit.


"Harus menganggap semua orang positif, bukan sakit, kita pakai masker karena masa pandemi. Harus ikhlas pakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak," kata Terawan dalam keterangan tertulis dikutip di situs Kemenkes pada Jumat (25/9/2020).


6. Menteri Kesehatan Terawan dan bangku kosong Najwa Shihab


Dalam pernyataan yang diunggah di Instagram, Najwa Shihab menulis telah beberapa kali mengundang Menteri Kesehatan Terawan namun tidak mendapat respon positif. Sayangnya unggahan Bangku Kosong Najwa Shihab belum juga mendapat tanggapan dari Menteri Kesehatan Terawan.

https://indomovie28.net/the-scorpion-king-3-battle-for-redemption/