Minggu, 11 Oktober 2020

Para Suami, Jangan Lewatkan 4 Bagian Tubuh Wanita Ini Saat Bercinta

 Pada umumnya, semua orang mengetahui area sensitif wanita terdapat di bagian vagina, payudara, dan bokong. Padahal ada bagian-bagian tubuh yang seringkali diabaikan pria.

Memberikan sentuhan pada area tubuh tertentu, ternyata bisa menimbulkan kebahagiaan tersendiri bagi wanita. Menurut laman Ask Men, berikut bagian tubuh wanita yang paling ingin disentuh:


1. Leher

Wanita sangat ingin pria mencium lembut lehernya. Sebab, sentuhan dan ciuman lembut pada leher dapat memberikan rangsangan dan kebahagiaan tersendiri bagi wanita.


2. Punggung

Mengusap punggung wanita akan membuatnya merasa aman dan terlindungi. Selain itu, mencium punggungnya juga bisa membuat jantungnya berdebar kencang.


3. Telapak tangan

Mungkin memberikan sentuhan pada telapak tangan adalah hal yang biasa. Namun, rupanya telapak tangan adalah area yang cukup sensitif, sehingga bisa menstimulasi rasa bahagia pada wanita.


4. Paha bagian dalam

Tak cuma menyentuh, menjelajahi paha dalam wanita menggunakan bibir juga bisa memberikan sensasi yang menggoda baginya. Tak jarang, cara ini bisa membuat wanita ketagihan.

https://indomovie28.net/mr-vampire-saga-4/


Waspada! 7 Kebiasaan Sehari-hari Ini Bisa Bikin Mandul


Sepasang suami dan istri pasti ingin sekali cepat memiliki momongan. Tetapi, hal ini sering terhalang karena adanya masalah kesuburan pada pria maupun wanita.

Ketidaksuburan atau kemandulan, bisa disebut juga infertilitas dapat terjadi karena berbagai sebab. Bahkan penyebabnya seringkali berasal dari kebiasaan sederhana sehari-hari yang ternyata kurang sehat dan tidak disadari.


Berikut beberapa kebiasaan sehari-hari yang bisa memicu kemandulan yang detikcom rangkum dari berbagai sumber.


1. Begadang dan kurang tidur

Tidur adalah salah satu kebutuhan yang penting bagi manusia, terutama untuk menjaga kesehatan tubuh dan juga reproduksinya. Dikutip dari Verywell Family, beberapa penelitian mengatakan bahwa adanya hubungan antara kurang tidur dan menstruasi yang tidak teratur.


Menstruasi tidak teratur ini juga bisa menjadi salah satu gejala dari infertilitas atau kemandulan.


Tak hanya itu, kebiasaan begadang juga berkaitan dengan obesitas yang bisa menyebabkan masalah ovulasi pada wanita dan membuat sperma pria kurang sehat.


Berdasarkan sebuah penelitian dalam jurnal Medical Science Monitor pada 2017, mengatakan bahwa pria akan menghasilkan sperma yang buruk jika tidur kurang dari enam jam.


Dikutip dari NDTV, adapun penelitian lain yang mengungkapkan pria yang jam tidurnya sedikit juga akan menghasilkan sperma yang lebih sedikit dari jumlah normal.


2. Berlebihan dalam mengkonsumsi kafein

Siapa yang tak suka kopi? Pasti hampir semua kalangan menyukainya, terlebih dengan rasa yang lebih beragam. Tapi, minuman enak ini jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan kemandulan.


Beberapa penelitian mengungkapkan, jika mengkonsumsi kafein lebih dari 300 mg dalam sehari, bisa mengurangi kesuburan dan meningkatkan risiko keguguran.


Perlu diketahui, kafein ini ternyata tidak hanya ada pada kopi. Tapi bisa juga dari teh, soda berkafein, sampai minuman berenergi.


3. Merokok

Masalah reproduksi juga bisa disebabkan karena kebiasaan merokok. Meski tidak langsung menyebabkan kemandulan, organ reproduksi kamu bisa bermasalah karena kebiasaan ini.


Merokok juga bisa mempengaruhi kesuburan pria maupun wanita meski tidak secara langsung.


4. Stres

Ternyata stres juga bisa mempengaruhi kesehatan reproduksi. Hal ini bisa mengganggu siklus ovulasi pada perempuan dan menurunkan kualitas serta kuantitas sperma pria.


Bahkan stres ini juga bisa mengganggu libido hingga mengurangi hasrat seksual lho.


5. Konsumsi junk food berlebihan

Seperti yang diketahui, obesitas sangat berkaitan dengan kesuburan pria maupun wanita. Obesitas ini bisa juga diakibatkan karena konsumsi junk food yang berlebihan.


Selain itu, kandungan asam lemak trans yang tinggi pada junk food bisa menurunkan jumlah sperma secara drastis. Jenis makanan ini juga bisa menyebabkan peningkatan gula darah yang tidak baik untuk kesuburan.


6. Kurang atau kelebihan berolahraga

Olahraga memang sangat baik untuk kesehatan tubuh, tapi harus dilakukan sesuai batasnya ya. Saat kamu jarang berolahraga, bisa sangat berpengaruh pada kondisi organ reproduksi, karena berkaitan erat dengan obesitas.


Namun, olahraga berlebihan juga tidak baik lho. Jika berolahraga dengan intensitas berat lebih dari satu jam sehari atau 7 jam dalam seminggu, bisa mengganggu kesuburan pria maupun wanita.


7. Seks yang tidak sehat

Jika kamu termasuk orang yang suka gonta-ganti pasangan saat bercinta, bisa jadi kesuburan kamu dalam masalah. Seks yang tidak sehat sangat erat hubungannya dengan penyakit menular seksual (PMS), yang menjadi penyebab utama kemandulan yang bisa dicegah.

https://indomovie28.net/scream-week/

Hari Kesehatan Mental Sedunia 2020, Ini 6 Cara Menjaga di Masa Pandemi COVID-19

 Setiap tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day. Pada tahun 2020, WHO atau Organisasi Kesehatan Sedunia bersama TikTok, Facebook, dan Instagram membuat video Move for Mental Health: Let's Invest.

WHO juga bekerja sama dengan organisasi kesehatan lainnya seperti Federasi Dunia untuk Kesehatan Mental (WFMH) dan United for Global Mental Health (United GMH) dalam program itu. Program tersebut bertujuan untuk mengajak seluruh masyarakat di dunia untuk bergerak melakukan berbagai aktivitas untuk kesehatan mental apalagi saat pandemi COVID-19. Aktivitas tersebut seperti yoga, bermain gitar, dansa, bermain bola, dan berlari.


Hari Kesehatan Mental Sedunia awalnya ditetapkan pada 10 Oktober 1992. Nah untuk tahun 2020 ini temanya yakni Hari Kesehatan Mental 2020 yakni Investasi Kesehatan Mental.


The United Nations Children's Fund (UNICEF) atau organisasi PBB yang memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan jangka panjang kepada anak-anak dan ibunya di negara-negara berkembang, dalam situsnya memberikan cara melindungi kesehatan mental selama pandemi virus Corona (COVID-19):


Berikut 6 cara melindungi kesehatan mental selama pandemi virus Corona (COVID-19):

1. Sadarilah bahwa Kecemasan Anda Sepenuhnya normal

Jika penutupan sekolah dan berita utama yang mengkhawatirkan membuat Anda cemas, Anda bukan satu-satunya. Sebenarnya, begitulah seharusnya perasaan Anda.


"Psikolog telah lama menyadari bahwa kecemasan adalah fungsi normal dan sehat yang mengingatkan kita akan ancaman dan membantu kita mengambil tindakan untuk melindungi diri kita sendiri", kata Dr. Lisa Damour, psikolog remaja ahli, penulis buku terlaris dan kolumnis bulanan New York Times.


Kecemasan Anda akan membantu Anda membuat keputusan yang perlu Anda buat sekarang seperti tidak menghabiskan waktu dalam kelompok besar, mencuci tangan, dan tidak menyentuh wajah Anda."


Meskipun kecemasan tentang virus corona benar-benar normal, pastikan untuk mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya seperti UNICEF dan WHO atau untuk memeriksa informasi apa pun yang datang melalui saluran yang kurang dapat diandalkan", Dr. Damour menyarankan.


2. Atasi Gangguan

"Psikolog tahu bahwa ketika orang berada dalam kondisi yang sangat sulit, akan sangat membantu jika membagi masalah menjadi dua kategori: hal-hal yang dapat mereka lakukan, dan kemudian hal-hal yang tidak dapat mereka lakukan," kata Dr. Damour.


Akan ada banyak hal di kategori kedua itu sekarang, dan itu bagus, tapi yang bisa membantu kita mengatasinya adalah gangguan. Dr. Damour menyarankan mengerjakan pekerjaan rumah, menonton film favorit atau membaca buku, sebagai cara untuk mempermudah diri kita sendiri dan menemukan keseimbangan dalam kehidupan sehari-hari.

https://indomovie28.net/cock-and-bull/


3. Temukan Cara Baru untuk Terhubung dengan Teman

Jika Anda ingin menghabiskan waktu bersama teman sambil membatasi waktu bertatap muka, media sosial adalah cara yang bagus untuk terhubung. Anda bisa memanfaatkan zoom meeting, video call whatsApp atau Google Meet.


4. Fokus pada Diri Sendiri

Pernahkah Anda ingin sejenak belajar melakukan sesuatu yang baru, mulai membaca buku baru, atau mencurahkan waktu untuk memainkan alat musik? Sekarang saatnya melakukan semua itu.


Berfokus pada diri sendiri dan mencari cara untuk menggunakan waktu yang sekarang tersedia adalah cara yang bagus untuk menjaga kesehatan mental Anda.



5. Kenali Perasaan Anda

Setiap orang memproses perasaan mereka dengan cara yang berbeda. "Beberapa anak akan membuat karya seni, beberapa akan ingin berbicara dengan teman mereka dan menggunakan kesedihan bersama mereka sebagai cara untuk merasa terhubung di saat mereka tidak bisa bersama secara langsung, dan beberapa anak akan menginginkan untuk menemukan cara mengirimkan makanan. Penting untuk melakukan apa yang menurut Anda benar dan berguna.



6. Berbaik Hati pada Diri Sendiri dan Orang Lain

Cara menjaga kesehatan mental selama pandemi berikutnya yakni berbaik hati pada diri sendiri dan orang lain. Beberapa remaja menghadapi perundungan dan kekerasan online akibat virus corona.


Kita tidak bisa mengharapkan anak-anak dan remaja sendiri menghadapi perundungan untuk melawan si penindas. Sebaliknya, kita harus mendorong mereka untuk meminta bantuan dan dukungan dari teman atau orang dewasa.


Jika Anda melihat ini terjadi pada teman Anda, coba tawarkan dukungan. Tidak melakukan apa pun dalam situasi ini dapat membuat orang tersebut merasa tidak ada yang peduli.


Selamat Hari Kesehatan Mental Sedunia!

https://indomovie28.net/blackburn/